Kamis, Februari 03, 2011
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 4]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Kim Mi-Sun (ummanya Kim Mi-Young), umma dan appanya Jung-Su *yang laen nyusul*
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
====Kim Mi-Young POV========
Ada apa dengan ku? Aissh... jangan-jangan anemia ku kambuh lagi. Aku menekankan tangan pada kepalaku dan membuka mataku, yang bisa kutatap adalah langit-langit berwarna putih
“Omoo,,, eh,, aku dimana?” aku terbangun, rasanya badanku terasa sudah baikan, aku melihat ke sekeliling “eh, kamu?”
Seorang namja tertidur di sampingku, berbantalkan tangannya. Aku tak dapat melihat wajahnya karena dia tengkurap tapi aku yakin dia si maniak mozart yang tadi mengejarku, ehh.. iya, tadi aku kan sedang dikejar sama dia, dan setelah itu aku terpeleset dan aku tak ingat apa-apa,,,
“Sunbae... kau yang menolongku kah?” tanyaku lebih pada diriku sendiri, ntah kenapa aku nggak tega membangunkannya. Dia benar-benar kelihatan imut sekali ketika sedang tidur, seperti anak kecil, pasti siapapun tak ada yang tega memnbangunkannya
“Jinki ya... aku ngga nyangka kalo kamu lebih tua dari aku, dulu aku pikir kamu itu saeng aku, dan..ternyata kamu benar-bena jago maen piano”
Srettttttt.......... gorden dibuka, aku terlonjak, ya ampuunnn aku kira kami cuman berdua disini
“Nee... kamu udah bangun?” seorang namja yang menggunakan kemeja warna hitam senada dengan celana panjangnya masuk ke dalam
“Ehh...” aku terdiam,mematung menatap namja yang ada di hadapanku. Rasanya ada kekuatan magis pada namja ini yang membuatku tidak mau melepaskan pandangan mataku darinya. ya Tuhan, siapa dia? Wajahnya sangat tampan dan manis, ehh..dia cuman bicara kan? Kenapa suaranya terdengar sangat indah? Ahh.. kenapa diriku tiba-tiba gemetaran? Pikirku, aku dapat merasakan detak jantungku jauh lebih cepat dari biasa.
“Kamu siswi baru ya? aku songsaengnim disini, panggil aku Yesung songsaeng” tambah namja dihadapanku sambil mengulurkan tangannya.. omooo.. tangannya relatif kecil dan lentik untuk seorang namja, tapi ntah kenapa aku sangat suka, maka langsung aku jabat tangannya.
“Ki..kim Mi-Young im..nida, ehh..hmm..Yesung songsaeng” kataku aga bergetar, sambil menjabat tangannya yang lembut, ya ampunn.. aku senang sekali, aish..kenapa aku merasa senang?akhirnya aku melepaskan tanganku dengan agak malu ketika dia mulai mengerutkan kening.
“Muka kamu kelihatan merah, masih sakitkah? Mau aku panggil dokter sekolah?”
“Ehh... Yesung Songsaeng?” Sebelum aku sempat menjawab, namja yang tidur di sebelahku terbangun, dia melihat dari Yesung songsaeng ke arahku “oh.. kamu udah bangun ya pabo! Dasar yeoja pabo! Kenapa malah lari sih? Tau tidak kamu tadi hampir jatuh, untung aja aku sempet nolongin kamu!
“ MWO???” dasar namja ini membuat aku kesal saja, seharusnya dia tidur aja malah bangun dan bicara macem-macem “ Bukannya kamu yang ngejar-ngejar aku! Kalau kamu gak ngejar kamu, aku nggak akan jatoh dasar JINKI PABO!”
“Kamu kan ngintip duluan dasar yeoja gak sopan!”
“Kamu orang aneh!”
"Itu urusan ku sendiri! kamu tu mau tau aja!"
"Aishh siapa yang mau tau kalo kamu cinta sama Moz..hmppffff...." aku ga bisa berkata-kata karena si Jinki pabo ini membekap mulutku kuat-kuat, maka aku gigit saja tangannya dan dia pun melepaskan tangannya sambil meringis kesakitan
" Omona!! liat tangan aku sakit tau! kalau aku gag bisa maen piano lagi..."
"kamu yang duluan!"
"Kamu!"
“Eh... kalian pacaran?”
“ANNIYO!” jawabku dan Jinki berbarengan,, eh.. yang nanya tadi Yesung songsaeng? Kenapa Yesung songsaeng malah ngira aku pacaran sama Jinki pabo ini! daripada aku pacaran sama dia, mending sama ayam aja sekalian #author digusur M.V.P =,=, ABAIKAN#
“Yesung eh.... ada siswa yah?” seorang namja yang tampaknya seumuran dengan Yesung membuka pintu “Yesung songsaeng, anda dipanggil oleh kepala sekolah”
“Nee... Wookie songsaeng, saya akan kesana sekarang. Ms. Kim Mi-Yong, songsaeng tinggal dulu, Onew, jaga dia yah”
“Onew?”aku menatap namja di sampingku, bukankah dia bernama Jinki?
“Waeyo? Nee, namaku Onew, kelas 2 special class, bakat khusus ku adalah musik, ada masalah?..eh..hmm.. tadi kata Yesung songsaeng namamu Kim Mi-Young” Namja yang dipanggil onew itu menatap mataku, aku bisa merasakan kalau dia sangat tidak suka denganku, aku tahu rahasianya. Dia benci rahasianya diketahui olehku. Rahasia yang sangat lucu, masa dia saking sukanya sama Mozart sampe cium-cium fotonya Mozart, aku yakin dia juga punya kebiasaan aneh lain.
“Coba beri tahu apa yang kamu lihat tadi Kim Mi- Young?”
Dia jinki, dia pasti jinki, ingatan fotografisku tidak mungkin salah. Tapi.. dia tidak mengenalku, yah wajar saja, sudah 7 tahun berlalu, mungkin aku sudah banyak berubah tapi tetap saja aku merasa kecewa “hmm.. aku lihat semuanya sunbae eh..” aku menepis kasar tangannya yang tiba-tiba memegang kepalaku,”Kenapa sih sunbae, aku bisa laporin ke songsaeng loh!”
“Aku tadi cuma meriksa doang, ah syukurlah demam kamu udah turun, oya kamu sendiri siapa, Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi-Young, kelas 1 Reguler class,, hei kenapa kau ketawa!”
“Kim Mi-Young??” Onew tersenyum mengejek “nama yang bagus”
Mulut sama hati gag sesuai, pikirku sebal, selain itu aku sebal karena hal lainnya
“ iya, namaku Kim Mi-Young, sekarang oppa jadi rekan ku, kalau aku butuh sesuatu oppa harus nolong!”
“WHAT?! ”
“nee,, apa oppa mau aku kasih tahu semua orang kalau oppa menciumi foto Mozart?”
“Tidak akan ada yang mempercayai kamu tau! Mereka pasti lebih percaya padaku daripada sama anak baru sepertimu”
“Oya,,,,”
“ya”
“Sunbae yakin sekali”
“Aku selalu yakin”
“Mungkin awalnya mereka bakal gag percaya, tapi coba deh sunbae pikirkan,,, kalau aku mengerjai sunbae dengan nama Mozart, memang sunbae pabo gak kan kepancing?”
“Siapa yang pabo?!,ya sudah, tapi aku bakal ngebantu kamu sekali saja, gag lebih! tapi apa kamu bisa pegang janji?”
“Tentu saja” jawab Kim Mi-Young sambil menguap, “wah aku harus pulang untuk siap2 pindah ke asrama besok, sunbae pabo ya, sudah jam 5 sore tapi belum pulang”
“Gara-gara siapa coba? Sudah pergi sana!” ucap namja itu masih setengah kesal melihat Kim Mi-Young yang dengan cueknya berdiri dari kasurnya
“Jinki sudah mahir bahasa Korea ya?”
“Eh?” namja didepanku malah terdiam, membuaku tambah kesal, sudahlah dia tidak mengingatmu Mi-Young. Maka aku pun merapikan bajuku dan keluar dari ruangan meninggalkan jinki. Lagipula..sudah jam 5, halmonie pasti mencariku.
=======end of Kim Mi-Young POV========
=======Onew POV=========
“Jinki sudah mahir bahasa Korea ya?”
Yeoja itu memanggilku Jinki? Dia tahu nama asli ku? Bagaimana bisa dia tahu? Bahkan di sekolah ini hanya sedikit orang yang tahu nama asliku. Apa aku pernah bertemu dengannya? Sebentar, dia nanya kalau aku sudah mahir bahasa korea, tahu dari mana dia kalau dulu aku ngga bisa bahasa korea? Padahal kan ngga mungkin dia ngira aku orang asing?
“Kim Mi-Young.... Kim Mi-Young... Kim Mi-Young... “Tanpa sadar aku menggumamkan namanya, rasanya nama ini sama sekali ngga asing,, “Jangan-jangan...”
Aku lalu berbalik dan menatap pintu yang baru saja menutup, andwee.. kapan yeoja itu pergi? setelah terdiam sesaat aku memutuskan berlari mengejar Kim Mi-Young, dan tak perlu waktu lama karena yeoja mungil itu ternyata masih ada di balik pintu. “Kim Mi-Young..??”
“Jinki!”
“I know... you’re must be a little girl from Jungmun Beach, right?!” sekarang aku ingat yeoja kecil yang 7 tahun aku temui, yeoja kecil yang bersikeras untuk menemui sahabatnya “Aigoo...gak nyangka banget kita ketemu disini, mana kejar-kejaran dulu lagi!”
“Hufh...I’m not a little girl!” Kim Mi-Young ngambek, wajahnya mengingatkanku pada ekspresi yeoja itu waktu pertama bertemu, sama-sama membuat alisku mengkerut bingung.
“Oke,,, aku yang salah, apa yang bisa aku lakuin supaya nona Kim Mi-Young tidak ngambek lagi?” Ahh... ternyata memang dia, aku merasa diriku menjadi sangat bersahabat, aku tidak pernah menduga satu-satunya yeoja kecil pemberani yang paling berkesan bagi diriku kini ada dihadapanku, kenapa tidak sejak awal aku mengenalinya? Padahal yeoja itu tampak tidak berubah, tetap manis dan terlihat agak angkuh juga pemberani.
“Besok bantu aku beres-beres, terus traktir aku makan yang enak, untuk sementara itu cukup”
“Tapi soal Mozart itu harus kamu rahasiakan loh!”
“Oh..soal sunbae yang nyiumin foto Mozart deng hmpff” aku menutup mulutnya, dasar yeoja ini membuatku malu saja, tapi ketika aku lihat mukanya yang merah seperti hampir kehabisan nafas , aku segera melepaskannya, bodoh, apa yang aku lakukan?
“Mianhae Mi-Young, gwenchana?”
“Nee... gwenchana,, huuhh huuuhh..tapi tadi aku ga bisa nafas sunbae... Hmm,, gimana ya?? Oke untuk sebulan ini tidak akan kubocorkan, tapi selanjutnya entah,,,”Jawab yeoja dihadapanku “Aku pergi dulu ya sunbae, anneyong!”
“Ah.. anneyong!” jawabku sambil menatap punggungnya yang menghilang ketika dia berbalik ke lorong, aku mendengus aga kecewa “ dia yang menemukanku duluan, bukan aku”
Stand by me! nal barabwajwo ajik sarangeul moreujiman
Stand by me! nal jikyeobwajwo ajik sarange seotuljiman
Suara ini? Dengan agak ogah aku mengambil hp disaku celanaku, aku sudah tahu siapa yang mengirimkan e-mail padaku. Nada dering ini hanya untuk satu orang, satu orang yang dulu kupikir sangat berharga bagiku, tapi ntahlah sekarang, walau aku tahu isinya, selalu kubuka e-mailnya..
From : Park Min Gi
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah? Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
5.10 pm
Benarkan? E-mail yang sama yang dikirim setiap hari Senin jam 5.10, aku sudah mencoba menghubunginya, membalas e-mailnya atau meneleponnya. Apakah dia terlalu sibuk di Amerika sana sehingga tidak bisa menghubungiku kecuali pesan yang sama selama 2 tahun belakangan ini? Aku sama sekali tak mengerti.
Min gi, sebenarnya apakah arti diriku ini untukmu?
================End of Jinki POV=================
====================Kim Mi-Young POV ================
“Eomma, appa... besok aku akan masuk sekolah SHINing School seperti appa dan pisah sama halmoniei” bisikku pelan pada foto di depanku, foto pasangan muda yang menggunakan baju pengantin, foto eomma dan appa ku ketika menikah. Appa ku telah meninggal karena kecelakaan bahkan sebelum aku dilahirkan sedangkan eomma... aku tak tahu eomma kemana. Tiba-tiba ketika lulus sd, aku dititipkan pada halmoniei ku dan eomma ku pergi.
“Eomma...aku tahu kau pasti bakal kembali” aku mengusap air mataku yang hampir jatuh, lalu kutatap wajah ayah sekali lagi..dan aku terkejut sendiri “Ehh... wajah ayah... mirip dengan Yesung songsaeng? Memang wajah Yesung songsaeng terlihat jauh lebih muda dan perawakannya lebih kecil dibandingkan ayahnya, tapi wajahnya mirip, aigoo kenapa dia baru menyadarinya?
“Yesung songsaengnim, kenapa? Jadi perasaan yang tadi kurasakan ketika bertemu dengannya adalah karena aku merasa dia mirip ayah? Atau... eomma, apa kita menyukai namja yang tipe-tipe seperti ayah dan Yesung songsaeng? Aku tersenyum memandang wajah eomma yang tersenyum bahagia di foto “Mungkin, harus kupastikan perasaanku ya kan eomma?”
=====================Kim Mi-Young POV end=========
================author pov===============
“KIM MI-YOUNG!!!! BANGUN!!!! Seharusnya kamu udah berangkat sekarang kan?????” suara seorang wanita tua di sebuah rumah sederhana, dia sedang sibuk menjajakan tahu buatannya dan sayuran lainnya, rasanya wanita itu sudah berteriak kesekian kalinya.
“Nee.. halmoniei,,, kesana Cuma 10 menit kan,,, “ Kim Mi-Young muncul sambil mendorong koper besar, yeoja itu kelihatan sedang tidur sambil berjalan. Tidak masalah sebab dengan ingatan fotografisnya dia bisa mengingat letak benda walau sedang tidur.
“Hayaa,,,, Kim Mi-Young, kamu ini bagaimana? Mau masuk ke sekolah elite tapi bangun sering kesiangan,, bingung aku, kok kamu bisa masuk,,,” kata seorang pembeli keturunan cina “Tofunya 1 bungkus bu..”
“Halmonie, aku pergi...ann Aku bakal datang waktu libur, anneyonghigyeseyo!!”
“Pergilah,,,Anneyonghigaseyo” yeoja tua itu tersenyum pada Kim Mi-Young yang masih kelihatan tidur,, ia maklum yeoja itu sama sekali tidak tidur waktu ujian,, dan dia sudah tidak aneh Kim Mi-Young bisa kemana-mana sambil terpejam.
Yeoja itu pun melirik ke arah foto tua seorang gadis muda yang ditaruh dekat lemari es didekatnya “Mi sun, lihatlah, putri mungilmu sekarang sudah masuk ke SMA, SMA yang sama dengan appa nya, bukankah itu membuatmu bangga?”
Dan seperti halnya sebuah foto, dia tidak bisa menjawab apapun.
==============v===================
Di waktu yang sama, seorang namja berwajah cantik, berpipi tirus dengan rambut dicepak bagian kanan dan berkaca mata hitam sedang menuju ke sekolah dengan menggunakan mobil sedan bmw berwarna merah sambil menyalakan musik keras-keras, tapi suara musik itu masih tidak bisa membungkam suara hpnya yang tiba-tiba berdering
Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae Miraedo mukkin chae keojil su eobtneunde Ja yurobge biweo nuh go barabwa ojik neoman chaeulge Neoman gadeuk chaeulge
Suara ponselnya berdering, namaj itu mengambil hp disamping tempat duduknya dan melirik layarnya, terlihat nama “Jae Jin” , ia pun segera mematikan suara musiknya.
“Yoboseo...Jaejin ah..... wae?”
“Yo.... Key, saya mau lapor kalau yang melamar jadi manager klub kita sudah 200 lebih yeoja,,, kalau kamu tidak bisa memilih secepatnya kita gak akan bisa mulai latihan, tau kan yeoja-yeoja yang kerjaannya teriak-teriak doank itu sangat ngeganggu!”
“Tapi aku harus ketemu yang cocok dulu, males berurusan sama yeoja yang alesannya Cuma mau deket member klub kita” kata Key datar, dalam hatinya dia bangga juga banyak yang ngefans sama klub basketnya terutama dia “tapi me.............HEY AWAS!!!!!” Key membanting setir ke kanan karena tiba-tiba ada seorang yeoja yang menyebrang tiba-tiba, mobilnya pun menabrak pohon asem(?) di pinggir jalan.
#ternyata di korea ada pohon asem,, author baru tw --", ABAIKAN#
“KEY! WAE??? KAMU NABRAK??GWENCHANA KEY?” Suara Jaejin disebrang terdengar sangat panik
“Gwenchana, Jaejin, ntar aku telpon lagi” Namja yang dipanggil key itu menutup teleponnya, dan melihat keluar kaca jendela, ia bisa melihat gadis yang tadi hampir ditabraknya berdiri mematung“Hei Jjamkamman!!!!” Key yang sepertinya baik-baik aja langsung membuka pintu dan menghampiri Kim Mi-Young yang kini kelihatan kebingungan, seragam itu, sama dengan ku, pikirnya
“Satu lagi orang pabo ....”gumam Kim Mi-Young, perasaannya tiba-tiba tidak enak “Bukan salah gw! Gw kan korbannya! Gw....”Kim Mi-Young terdiam karena banyak orang yang sedang membicarakan mereka
“eh,, yang salah kan yeoja itu, dia nyebrang tiba-tiba”
“Masa?”
“Nee, dia nyebrang sambil merem, tidur kali”
“Aku tahu, dia Kim Mi-Young yang tinggal sama Hyun Ae, haduh kasihan ya..”
Kim Mi-Young tau dirinya tidak bisa mengelak, sedang Key menatapnya seolah kemenangan ada di tangannya “Kamu harus ganti kerusakan bodynya, mobil itu tidak diasuransikan tahu!!”
“Tapi aku gak punya uang...eh,, kamu kayak Kim Kibum (Emang Kim Kibum kaleee!!) gadungan deh..niru dia ya??”
“Ngomong ngawur apa kamu?? Sudah..Ayo ikut!!!! “ Key berbisik di telinganya “Kamu harus membayarnya dengan tubuh mu!!”
“HAH???!!!” yeoja itu shock, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah keburu ditarik masuk ke mobil oleh namja yang namanya bahkan belum ia kenal.
==============================.><=========
“Inget ya! Jam makan siang kamu harus ke ruang klub Basket sendirian aja... INGAT SENDIRIAN, ARASSEO! “Key menekankan untuk ke 30 kalinya dan hanya dibalas oleh sepatah kata “arasseo” Kim Mi-Young dan..” tambahnya” jangan kasih tau siapa pun” tambahnya sok
“Orang cerewet memang biasanya gak ngerti kata arasseo”
“Jadi kamu sekarang berani bilang aku cerewet??!! Aigoo,, aku tahu kamu pasti lagi nyoba nutupin ketakutan kamu kan?” Key bersikeras
“Aku gak takut! Aku pasti datang!..” jawab Kim Mi-Young tegas, huh,,, tapi akan ku pastikan kau tidak bisa menyentuh ku sedikitpun, pikir yeoja itu sambil keluar dari mobil namja yang bahkan belum dia ketahui namanya itu
“Baik, aku pegang janji mu Kim Mi-Young, tanggal lahir 9 September...tinggal bersama Kim Hyun Ae, halmoniei mu”
“Mwo,,,??!!” Kim Mi-Young yang baru saja hendak menutup pintu, terhenyak sesaat
“Ibu-ibu tadi bilang nama mu Kim Mi-Young kan? Aku minta seseorang selidiki,,, gini-gini aku punya kekuasaan, aku hebat kan kekeke...Oh ya, namaku Key, Ketua klub basket yang dijuluki almighty key”
“Almighty pabo...” gumam yeoja itu pelan tapi masih dapat terdengar di telinga Key, Kim Mi-Young pun bergegas pergi meninggalkan namja itu
“Hei!!!!! Eh,,, aku belum sempet bicara! Mau kemana kau??!! Awas JANGAN LUPA DATANG!!! Kita suDAH JANJI LOH!!!” Key pun mendengus dan pergi untuk memarkirkan mobilnya yang bonyok depannya
Deg! ..Eh.. kenapa? Kim Mi-Young terhenyak, rasanya dia teringat sesuatu yang ingin dilupakannya, kata-kata riang yang dahulu sangat diingatnya
“....Awas JANGAN LUPA DATANG!!! Kita suDAH JANJI LOH!!!”
Lalu serentak bayangan-bayangan masa lalunya menyeruak, ada istana pasir, kilasan pantai berpasir putih nan indah, dinding-dinding yang kelewat putih, dan sebuah senyum riang yang bukan miliknya. Makin lama bayangan- bayangan itu menghantam otaknyanya bagaikan ribuan jarum, membuat kepalanya makin sakit...
“...Kim Mi-Young... hey?? gwenchana?” suara lembut seseorang menyadarkannya dari rasa sakit, ternyata Jinki yang datang
“Ah...” Kim Mi-Young bingung sendiri, rasanya rasa sakit tadi hilang begitu saja seperti ilusi. Gambaran-gambaran yang dilihatnya pun sudah tak berbekas, ia bingung sendiri sebenarnya tadi kenapa? tapi Mi Young tidak mau membuat sunbaenya khawatir maka ia pun tersenyum“Sunbae Maniak Mozart? nee gwenchana”
“ Stop memanggilku seperti itu! Kalau ada yang dengar gimana? Memang sepertinya aku harus mengawasimu agar tak membocorkan rahasiaku!”
“I don’t care,, ayo katanya mau bantu beres-beres asrama” Kim Mi-Young menambahkan dengan suara rendah “ sunbae maniak sudah janji loh!”
“Kim Mi-Young, sebentar...”
“Mwo?”
“Sebelumnya, bisakah kamu panggil aku Onew aja? eh lebih baik Onew oppa”
“Baiklah, eng... Onew oppa!” ucap Kim Mi-Young sambil tersenyum ceria memamerkan lesung pipitnya “Nah ayo kita beres-beres!”
she is cute, eh bukan, bagaimana ini? Aku merasa dia neomu kyopta, haha kenapa ku mikir yang aneh-aneh? Akh, pati karna dia imut mirip Shin Ae adikku, lagipula...
“Oppa kok diam aja! Ayo kita jalan sekarang, ayo!” Tanpa ragu Kim Mi-Young memegang tangan kanan Onew dan menariknya menuju kamar asramanya. Yeoja itu tidak sadar bahwa dia membuat jantung onew bekerja dua kali lipat saat itu juga.
=======================:==========
Jam makan siang,, cepet amat y --'' *ABAIKAN*
SHINING SCHOOL BASKETBALL CLUB
“wah, bahkan lapangan basketnya juga in door?” Kim Mi-Young mau tak mau takjub ketika masuk gedung olahraga, ia melihat 4 lapangan basket yang dikelilingi bangku-bangku penonton seperti di stadion sepakbola. Tapi tak seorangpun yang terlihat berlatih “Aakh,,, tapi percuma, kok gak ada yang latihan sih?”
Kim Mi-Young pun memutuskan melihat-lihat dulu, lagian tadi Key yang menyuruhnya untuk datang. Tiba-tiba dari sebuah ruangan di pinggir lapangan, yeoja itu mendengar suara orang yang sedang bersiul. Ia pun langsung membuka pintu.
“Aishh, lagi ganti baju ya?”
“Mwo??...!!! KAMU NGAPAIN DISITU!” Key yang sedang telanjang dada kaget bukan main melihat Kim Mi-Young berdiri dan masuk dengan santainya, niatnya mau pakai baju olah raga eh malah...
“Key bilang udah nemu managernya” suara seorang siswa yang sepertinnya baru masuk lapangan, diikuti suara langkah kaki beberapa orang
“Masa?Yeppo ngga ya?”
“Udah, mendingan kita ganti baju aja,Key lagi disana kali...”
“Kamu yang lagi mereka omongin kan? Tuh dicariin,,, EH!” Key menutup mulut Kim Mi-Young dan menariknya kebalik pintu locker tepat saat pintu terbuka.
“Shttt,,, iya aku lepasin tangan aku tapi jangan teriak ya!” bisik Key dekat sekali, yeoja itu menganguk
“Wae?”
“Reputasi aku bisa hancur kalo orang ngedapetin aq berduaan yeoja diruangan ganti, ntar dikira mesum lagi”
Kim Mi-Young merasa campur aduk mau bilang apa. Rasanya ada yang aneh. Mereka bersembunyi dibalik locker yang sempit dan kedua tangan Key memeluknya pinggangnya dari belakang sehingga tubuh mereka merapat. Yeoja itu dapat merasakan panas tubuh Key mengaliri tubuhnya. Tapi Key tampaknya hanya mencemaskan teman-temannya.
“Key, lepasin..”
“Diem ah! Bentar lagi mereka pergi” Key tak peduli, malah ia membalik tubuh Kim Mi-Young dan memeluknya lagi, dengan mudahnya, sekarang wajah yeoja itu menempel di dada Key, Kim Mi-Young sampai dapat membaui dengan jelas aroma segar yang entah malah membuatnya pusing dan merasa demam.
“Key...tangan kamu”
“”Shttt... apaan si-“ Key akhirnya memusatkan wajahnya pada Kim Mi-Young, muka mereka berdekatan “Eh muka kamu kok merah gitu?”
“STOOOOOOOOOP!!!!!! ORANG ANEH!!!!PLAKKKKKKK!!!!” Kim Mi-Young udah enggak tahan, ia pun keluar dan mendapati teman-teman Key yang sudah ganti baju tercengang melihat ada seorang yeoja, belum lagi diikuti Raja mereka yang keluar dengan mata memar.
“MWO??!!APAAN LIAT-LIAT! Key, aku tunggu buat ngeberesin masalah kita di lapangan SEKARANG!”
TBC
Hduuhhhh mian sebelumnya! author pabo!!! uda nyebut2 jinki dan key pabo di ff ni T,T seriusss... bukan maksud quuu,,
ada yg nyadar ga Taemin pernah muncul?? bukan di part ini si..=,=,, ntar part selanjutnya dia COME BACK (?)
Comment ?? comment??Lanjut ga ni? Don't be silent reader please T^T
NO BASH
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 3]
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Kim Mi-Sun (ummanya Kim Mi-Young), umma dan appanya Jung-Su *yang laen nyusul*
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Chapter 2
Shining Star
7 tahun kemudian
============^^v===========
Kim Mi-Young POV
Ruangan tempat kawan ku dirawat cukup unik, dindingnya benar-benar bermotif polkadot di beberapa bagian, selain itu luas, dengan sofa berwarna putih, kulkas, dan pendingin ruangan yang hanya bisa aku lihat di TV ada juga di ruangan ini, eh.. dan ada tv yang besar. Tv?? Aku jadi ingat sesuatu, yang kulihat tadi malam bersama umma ku. Refleks aku mencium pipi sahabat ku itu.
“Aku liat di tv, waktu si namja ngelamar yeojachingu nya di rumah sakit dia nyium pipi yeoja itu, namja itu jago masak, dia bilang ke yeoja itu kalo mau jadi istrinya, tiap hari dia bakal masakin yang enak-enak” kataku pada Jungsu
“Lalu?” katanya lemah
“Nee..Mau engga suatu saat kalo kita udah gede, kamu nikah sama aku dan masakkin aku yang enak-enak tiap hari?” tanyaku padanya, aku benar-benar ingin seperti wanita di acara tv itu, menikah dengan seorang chef yang hebat. Kurasa Jungsu bisa menjadi chef yang hebat.
“Nee.. aku mau”jawabnya, tapi lemah bahkan lirih, tapi aku merasa kurang senang, bagaimana tidak sahabatku ini kok sekarang bisa sangat kurus dan lemah, walau masih terpancar cahaya kehidupan di wajahnya tapi aku ngga tega melihatnya begini.
“Makanya.. kamu harus sembuh, arraseo? Kalo engga.. “ Aku merasa lidahnya kelu, mataku panas dan bisa ku rasakan air mataku mengalir “pokoknya kamu harus sembuh dan menikah untuk selalu memasakkan makanan untukku.. lihat pabo, kau sampai botak begini!”
“Arraseo” dan ia pun menarik tanganku dan menciumnya seolah mencoba menghapus kegusaranku dan membuatku tenang, dan benar dia berhasil melakukannya, dia pun melepaskan ciumannya dan menegakkan tubuhnya kembali dan menatapku, wae?? Kenapa tiba-tiba wajahnya tak dapat kulihat? Semakin aku mencoba melihatnya, semakin aku tidak bisa melihatnya, wajahnya semakin memudar,..
Tunggu? Kenapa wajahnya memudar?
Kenapa senyumnya menghilang?
Eh... memang seperti apa senyumnya?
Seperti apa wajahnya? Pipinya? Rambutnya? Tubuhnya?
Bibirnya yang mengecup tanganku lembut
Aku tidak bisa melihatnya...
Bukan, aku tidak bisa mengingatnya
Kenapa? Bukankan aku memiliki ingatan fotografis?
Jungsu.. wae??
“Mi-Young lupakan Jung Su!” suara keras dan kasar membuat bulu kudukku merinding, membuatku merasa bingung, kepalaku sakit dan tak dapat berpikir...dan...
DUGG
Aku merasa kepalaku sakit sekali “Aissshhhhhh........... sakiitt!!” aku membuka mataku,, “haahh dimana aku ini?? Apa tadi aku mimpi?” Ya pasti mimpi, mimpi masa kecilku dulu dengan sahabatku, mimpi yang selalu sama sejak 7 tahun yang lalu. Kulihat sekeliling dan baru sadar di hadapanku seorang namja seumuran dengan ku sepertinya. Yah, tingginya kira-kira 173 cm mengenakan seragam berwarna hitam, sedangkan dia sendiri berwarna merah, artinya mereka berbeda kelas, aku sudah mendengar kalau siswa disini dibagi dua dan aku masuk ke kelas reguler.
“Eh... kamu gak jadi hilang ingatan kan gara-gara aku tabrak?? Jeongmal mianhae.. tadi chingu ku si Hong Ki dorong aku, gak sengaja nabrak kamu yang duduk disini” namja itu berbicara dengan cepat dan terlihat panik sambil menunjuk-nunjuk chingunya yang sedang asyik latihan mendribbel bola “ hey,, tolong katakan padaku kalau kamu baik-baik saja!”
“Woyy” seorang namja yang tadi ditunjuk-tunjukla tiba-tiba berteriak “kamu yang dorong aku duluan kan Kim Jonghyun!”
“Jadi kamu Kim Jonghyun? Aku lagi tidur tau disini! Dalam surat dari sekolah ini dibilang acara penerimaan jam 7, tapi kenapa diundur jadi jam 9? Buat aku menunggu, dan sekarang kepalaku sakit!”
“Ehh.... kamu murid baru? Kenapa nggak bilang? aku Kim Jonghyun kelas 2, special class, kamu pasti reguler. Sebentar lagi jam 9, Kajja, ke lapangan upacara. Aku akan mengantarmu sebagai balasan karena aku menabrakmu, bagaimana?”
“Nee..” aku melihat ke sekitar, benar tadi cuman mimpi, disekitarku sekarang adalah taman sekolah bukan ruangan serba putih dan berbau obat itu, aku yang sekarang adalah Kim Mi-Young bukan yeoja cilik yang sedang menengok temannya dan dihadapanku sekarang adalah orang aneh yang nabrak aku Kim Jonghyun, bukan Jung Su, aigoo... bagaimana kalau dia Jung su? Aku memijit kepalaku lagi, dan menatap Kim Jonghyun, ‘ehh... kalau dilihat, namja ini lumayan cakep juga, pasti dia populer, senyum dan ekspresi khawatirnya benar-benar lucu. Tapi kenapa dia memakai kupluk dan kacamata hitam? Apa dia sedang menyamar? Hmm...kalau Jung Su...’ aku mencoba mengingatnya tapi sama sekali tidak berhasil
“Mwo?”
“Dasar Mi-Young pabo! Mana mungkin itu dia!” akhirnya instingku memutuskan sendiri.
“Sirrheo” Aku menggelengkan kepala, sebenernya sihh aku masi aga bete sama namja yang namanya Kim Jonghyun ini, kenapa tiba-tiba ngebuat aku ngebandingin dia sama Jung su, tapi begitu aku melihat jam tangan, memang tak ada waktu lagi. Aku harus segera ke lapangan upacara “Nee.. kajja”
‘Sudah Mi-Young! Pikirku dalam hati, terlalu sering kamu mencoba menebak apakah cowok seumuran mu Jung Su atau bukan, dan menanyakan mereka soal cangkang keong laut itu tapi selalu gagal, di sekolah ini bukankan kamu telah berjanji melupakan semuanya?! Karena mengingatnya selalu terasa sakit....’
Kim Mi-Young POV end
============^^v ==========
Author POV
SHINing High School, lapangan upacara, 9 am
Qualified school, Kim Mi-Young hari ini baru jadi siswa kelas 1 SHINing High School, SMA swasta terfavorit di Korea bahkan telah diakui dunia. Yang membangun sekolah ini kabarnya orang keturunan Korea berkebangsaan Amerika yaitu businessman terkemuka Ir. Lee Soo-man sekaligus salah satu dari 5 orang terkaya di Korea. Kim Mi-Young sih, ngejar sekolah disini walaupun jauh-jauh dari Jeju karena..
Yah,, kalian bisa lihat daftar keuntungan yang telah yeoja ini tulis di buku catatan
1. Biaya masuk gratis
2. Asrama gratis
3. Buku pelajaran gratis
4. Makan gratis
5. Prestasi meningkat, dikasih hadiah
6. Tempat sekolahnya mewah
Tapi tentunya hal itu gratis buat yang mendapat beasiswa saja dan cara dapetnya sama sekali ngga gampang , test masuk ke sekolah ini sangat sulit apalagi untuk mendapatkan beasiswa sepert Kim Mi-Young . Bahkan sampai diadakan bermacam-macam tes selama 7 hari berturut-turut.
“Eh,,, kayaknya rame,,” Kim Mi-Young memperhatikan Jonghyun yang asyik main PSP, saat ini dia dan semua siswa baru sedang berkumpul di lapangan.
“ Nee.. rame, mungkin sebentar lagi direktur siswa bakal ngasi sambutan” Jonghyun masi sibuk sama pspnya.
“Hah? Maksud gw ini!” Kim Mi-Young tanpa ba bi bu langsung merebutnya “ Wah, aku pinjem ya!!! Eh ini kan game-game yang lagi populer, wah seru nih!”
“ Hei,,, kamu... ah, karna kamu yeppo, boleh.... EH,,,EH TAPI MENCETNYA JANGAN KERAS-KERAS,, iya mianhae!!!” namja itu menciut begitu melihat tatapan tajam Kim Mi-Young “ Tapi betul nih kamu gak tertarik, tadi diumumkan loh kalau leader SHINing Star...”
“Aisshh....Sudah diam!”
Sementara Kim Mi-Young telah masuk ke dalam dunia game, sesosok namja tinggi berkaca mata frameless naik ke atas stage. Namja itu sangat tampan, wajahnya mungil dengan mata bulat, namja itu tinggi dan kurus seperti atlet bola basket atau model. Dia menggunakan jas kelas Spesial berwarna hitam, tapi yang membedakannya dengan siswa lain dia mengenakan bet besar berlambang burung elang di lengan baju kanannya, lambang leader SHINing Star atau disebut juga SHINee. Ya,, di Sekolah ini setiap tingkatan kelas terbagi menjadi dua kelas, yaitu :
+ Special class=> berjas hitam, kemeja putih, rok/celana hitam dan pada dasinya tertera huruf S
+ Regular Class=> berjas merah, kemeja putih, rok/celana merah dan pada dasinya tertera huruf R
*penjelasan perbedaan 2 kelas ini ntar yah ^^*
Namja itu tak henti-henti tersenyum sepanjang jalan menuju stage. Tapi senyumnya terhenti ketika melihat seorang Yeoja, satu-satunya siswa baru yang tak memperhatikannya, malah asyik main game. Yeoja itu ditepuk teman sebelahnya, seorang namja menyebalkan yang sangat ia kenal dan akhirnya cewek itupun menoleh padanya dan mata mereka saling bertatapan, eh dengan cueknya sekejap kemudian yeoja kecil itu lebih memilih melanjutkan gamenya!.
"Hm... anak itu, yang dikatakan Miss Victoria itu" pikir namja itu sambil menyipitkan matanya, dia anak yang bikin bingung dimasukkan ke kelas mana, dan .. sekarang, dia berani buat masalah sama aku!! DIA BERANI NYUEKIN AKU?Leader SHINee??
“Minho-sshi,, ekpresimu aneh,,,” bisik seorang yeoja anggun dan cantik disampingnya yang ikut mendampingi menuju podium. Yeoja itu tinggi semampai dan hanya berbeda 10 cm dari Choi Minho yang tingginya sekitar 181 an cm itu “Tenanglah,,,” tambahnya
“Huh,,,”Choi Minho berdecak pelan “nee..arasseo nicole”,, lalu mulai kembali seperti biasa, tersenyum dengan senyumnya yang penuh kharisma.
Sekarang Choi Minho telah di podium, dia bertekad akan meyampaikan sambutan dengan penuh pesona seperti biasa sehingga si “Yeoja Cuek-Yang Lebih Milih Main PS Daripada lihat Aku” itu pun akan memperhatikannya. Tapi ternyata salah, siswa2 lain boleh tertarik dan bertepuk tangan sekeras-kerasnya, tapi Kim Mi-Young yang telah mengembalikan PS3 ke Kim Jonghyun, malah menguap dan kelihatan tidak antusias “Kayaknya masih lama” pikir yeoja itu sambil melihat jam tangan mickey mousenya.
Oh,,, begitu ya, Yeoja cuek “pikir Choi Minho sambil mengulum senyum licik, ia telah menyelesaikan pidatonya dan langsung menuruni stage”Aku berjanji kau akan menyesal tidak memperhatikan aku, sang leader SHINee ini!”
`````=======`````
“HUATCIII...” Kim Mi-Young bersin lumayan keras, rasanya ada yang menyumpahiku, pikirnya agak merinding, saat ini dia masih di lapangan, menunggu pembagian kelas “Hei namja PS, sudah kubilang itu baterainya habis”
“Ini RUSAK TAU!!! Lagian namaku KIM JONGHYUN!” Aduuh,,, aku lemah kalau debat sama yeoja yeppp “ eh,, menurut kamu si Choi Minho gimana? Kayaknya kamu cuek aja waktu dia muncul”
“Choi Minho? siapa?”
“HAH!!!” Kim Jonghyun membelalakkan matanya “Choi Minho itu yang leader SHINing star tadi!, sebenarnya aku ga suka sama dia, seharusnya bukan dia yang menjadi leader, kalau saja si lembek itu...”
“SHINing star?? Apaan tuh? “
“Omoo???? Kamu gag tau??” Jonghyun terlihat sangat terkejut “ biar aku kasih tau ya! Shining Star atau yang disebut juga SHINee adalah 5 siswa paling terkenal di sekolah ini. Mereka tuh siswa-siswa multitalented yang memegang kekuasaan terbesar di sekolah ini selain kepala sekolah dan pemilik sekolah ini. Yang tadi itu, namja menyebalkan itu adalah Leadernya, Choi Minho” namja itu menambahkan, rasanya ada aura kebencian yang dalam ketika dia menyebutkan kata terakhir.
“Emang SHINing star ato SHINee punya kekuasaan apa?”
“Mereka itu umpamanya yang ikut berwenang dalam pengambilan keputusan di sekolah ini, dan pemegang semua fasilitas di sini, yah sebenernya banyak juga hal-hal lainnya"
“Suatu saat aku bakal jadi leader SHINing star,,” Kim Mi-Young berpikir, matanya terlihat tertarik “Jadi bagaimana cara menggantikannya?”
“Hah?? Kamu mau menjadi anggota SHINing star? Kekekekkeke..” Jonghyun tiba-tiba tertawa terpingkal-pingkal “Kau lucu sekali, ehh.. mianhae..jangan cemberut gitu..hmm.. menurut gosip, SHINing star itu jabatan yang berlaku selama seseorang sekolah disini, SHINing star sudah dipilih sejak anggotanya masih kelas satu dilihat dari tingkat prestasi dan kepopuleran mereka, eh para songsaengnim sudah ada, aisshh.. kamu mau kemana??”
“Ah,,, aku mau ke toilet”,
“Jjamkaman,, tunggu!” Jonghyun memanggilnya lagi tapi yeoja mungil itu malah melambaikan tangannya dan keburu menghilang masuk ke arah bagian dalam sekolah, memang toilet ke arah sana “Aisshh.. Jonghyun pabo! Kenapa aku tidak tanya siapa namanya? Empfhh” Jonghyun mendengus “dia ingin jadi SHINing star? Aku muak sama SHINing Star! Pokoknya aku bukan bagian dari kelompok bodoh yang menamakan diri mereka SHINee!”,
Author POV end
========^^v============
Kim Mi-Young POV
“Ah,,, aku mau ke toilet”, Aku berbalik dan buru-buru ke arah bagian dalam sekolah, tadi aku sudah melihat denah sekolah dan ingat dimana toilet berada lagipula lebih baik ke toilet dulu, lagian ngebagi siswa sebanyak itu pasti lama”, pikirku
“Jjamkaman,, tunggu!”
“Andwee.. mau apalagi sih ni namja?” aku pun hanya melambaikan tangan dan pergi ke toilet yang tak jauh dari lapangan tapi memang masuk ke dalam gedung sekolah, setelah selesai dan mau kembali ke lapangan aku mendadak terhenti oleh suara lembut yang terdengar samar-samar.
“Ini... suara piano..ah,,, rasanya indah,,,.” Aku tak ingat dengan apa-apa lagi, dan tanpa sadar aku menuju sumber suara itu berasal, aku terus berjalan dan berjalan, suara biola itu seakan membiusku...
Suara dentingan nan lembut yang mengandung magic
Seolah sinar sehangat belaian mentari pagi menyelimuti seluruh tubuh
Sehangath kehangatan seorang ibu
Siapa malaikat yang bisa menghasilkan suara seindah ini?
Aku merasa semakin dekat dengan suara piano itu, tapi ketika aku sudah merasa dekat, suara piano itu menghilang.
“Omoo,,, aku dimana ya???? Kok??? Lantai 4?” Aku tersadar, “ aissh..yah sudahlah,,,Eh..ada seseorang di dalam kelas,,, pemain piano tadi?”
Seorang namja berpostur tinggi yang membelakanginya sedang menutup penutup tuts piano, dari jas sekolahnya yang berwarna hitam Kim Mi-Young langsung tahu pasti pria itu siswa special class, setelah membereskan biolanya, namja itu berbalik dan..
Wajah itu...
Pipi bakpao itu..
Mata sipitnya dengan bola matanya yang hitam dan jernih...
Mungkinkah??
Aku memperhatikan ia mengambil sebuah lukisan atau foto yang sejak tadi ditempelkan pada dinding di hadapannya, Foto itu lalu diciumi olehnya,,,, ehh... foto itu kan??
“Aneh...” kataku spontan,, kalau kaliam melihat apa yang dilakukan namja chubby itu, pasti kalian juga akan setuju denganku kalau dia aneh.
Namja itu membeku,,, lalu dengan slow motion dia menengok ke arah ku yang tersenyum mencurigakan,,,
“Oh.. ada juga yang begitu...” tambahku sambil tersenyum jahil
“Nugu..siapa??Wae..Apa yang kau liat! Ngintip apa kamu!” namja itu keliatan sangat panik, ia berusaha menyembunyikan foto dibelakang tubuhnya dariku, tapi terlambat! Aku sudah tahu semuanya! Aku tahu rahasian namja itu! hahahahaha sunggu rahasia yang ingin membuatku tertawa.
“Kau cinta mati sama Mozart ya? Jangan kau pikir karna aku jurusan reguler jadi gak tau wajah Mozart” tambahku senang , lucu sekali melihat ekspresi kaget namja ini.
Pemuda itu terlihat kaget setengah mati, matanya terbelalak “Andwee...mana mungkin, kamu pati salah sangka!”
“I know your’s secret sunbae, semoga berhasil deh,,” pikirku cepat, sepertinya namja ini mau meledak “bye oppa!!!”.
“JJAMKAMAN...TUNGGU!!!!!! Damn! ” Namja ini ternyata langsung lari mengejar ku yang hendak menuruni tangga, memang aku pikir aga telat sih, mungkin sebelumnya ia sempat secepat kilat mengunci ruang kelas, mungkin takut barang-barangnya diambil.
“Cih,, ngikutin ya??” Aku yang merasa dirinya dikejar jadi ikut berlari menuruni tangga, lantai 3 berhasil aku laluinya dengan cepat, aku harus berlari sepanjang koridor kelas lantai 3 karena tangga yang menghubungkannya ada di ujung satunya. Pokoknya begitu aku sampai lapangan upacara, aku bisa berbaur dengan siswa lain dan gag akan berhasil ditangkapnya!.
“hei!! JANGAN LARI!!!” sial! ‘” si pipi bakpao itu masihh sama mengejarku, dia lebih cepat dari perkiraanku bahkan sekarang jarak antara aku dengannya semakin dekat “AWAS KAU YA!!!!!! KUTANGKAP KAUUUU!!!”
“IMPOSSIBLE!!!” ejek ku sambil menjulurkan lidahnya ke arah namja pipi bakpao itu, aku berlari semakin cepat.,, menuruni setiap nak tangga dan berlari..rasanya lama sekali! Perasaan tadi pas naik kesini cuman sebentar?
“Hey Jjamkamman...Jebal berhentilah!!”
Aku dan si pipi bakpao terus berkejar kejaran seperti tom and Jerry, ketika aku hampir saja berhasil dikejar eh lolos lagi, siswa-siswa yang kebanyakan berseragam hitam Cuma bisa menyingkir sambil menyelamatkan alat musik yang mereka bawa.
Tinggal turun satu lantai lagi tapi baru saja aku menuruni beberapa anak tangga tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing, badanku lemas, rasanya keseimbangan aku hilang...”Sial,, kenapa kambuh saat sekarang sih! Eh,,”
“Hey pabo!” Aku masih dapat merasakan tangan-tangan kuat yang menahan tubuhku yang hampir terhempas, tubuhku tidak terjatuh ke bawah karena ada tangan yang manarik tubuhku ke dalam pelukannya yang hangat, siapa yang memelukku dari belakang?? Si pipi bakpao itukah? dan aku masih dapat mendengar jelas dia mengumpat, kubuka mataku dengan susah payah, benar.. si pipi bakpao ini sedang memarahiku..
”LIHAT KAN! HARUSNYA KAMU LEBIH HATI-HATI! DENGAR tidak,,eh,,”
Dan akupun tidak ingat apa-apa lagi.
Kim Mi-Young POV end
===========^^v=========
Author POV
Waktu yang sama, di sebuah ruangan,tingkat 3 gedung bagian Special Class
“Choi Minho, ini aku... data yang kau cari sudah ada, mau lihat sekarang?” suara seorang yeoja dari balik pintu, Choi Minho yang sedang menyusun 100.000 keping puzzle terdiam sejenak, tinggal 1 potong puzzle lagi yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan keseluruhan puzzle bergambar pegunungan Himalaya
“Bawakan kemari” perintah Choi Minho dengan nada lembut, dan seketika seorang yeoja yang tinggi semampai masuk, lalu menaruh flashdisk di meja dengan agak kasar. Choi Minho tidak peduli, ia langsung mengambil flashdisk itu dan menyambungkannya ke USB port laptop Apple nya
“Kenapa kamu penasaran sekali sama dia? Menurut ku dia Cuma yeoja biasa”
“Kemungkinannya memang baru 5 %, tapi tetap harus diselidiki, kalau kau tak mau membantu ku, tolong jangan ganggu aku ya” Kata Choi Minho sambil mengklik folder bernama Kim Mi-Young “I GET U”
“Huh! Terserah padamu!” yeoja itu dengan kesal berlalu dari ruangan Choi Minho
“ Kim Mi-Young,,, nama ayahnya tidak tercantum, hmm lahir di Seoul tapi lama di Jeju,,, biodatanya biasa aja, nah kalau hasil test uji masuknya...hmm...” Choi Minho mengklik file word yang bernama Kim Mi-Young..
Nama : Kim Mi-Young
Sekolah Asal : Bakdam Junior High School
Tempat/tanggal lahir : Seoul, 9 September 19xx
Anak ke- : 1 (tunggal)
Nama Orang tua : Ny. Kim Min Sun
Hasil tes ujian :
Kualifikasi Kelas
1. Special Class
Memiliki kemampuan menebak kartu, 9 dari 10 tebakannya benar, tapi pada tes lainnya biasa saja.
Hampir memainkan dengan sempurna lagu Symphony no.8 Mozart dengan biola tapi membuat kesalahan dasar di akhir lagunya
Skor total 80 %
2. Reguler Class
Hanya lemah di bagian soal yang menuntut pemahaman tingkat tinggi
Skor total 80 %
“Aish,, data ini masih belum cukup, tumben-tumbennya datanya tidak detail, pasti salah satu songsaengnim ada yang menutupi data ini, tapi kecurigaan ku naik menjadi 10%, kalau aku benar seharusnya anak itu masuk ke special class” Choi Minho terdiam sesaat sambil tersenyum“
“Bukannya kamu gak tertarik sama dia?”
“oh... rupanya kamu di sini yai, sejak kapan kau menyusup? Jika kamu tadi ngga berdengus mungkin aku gak akan sadar kamu sudah menyusup”
“Kau memang bisa melihat segalanya ya Hyung” seorang namja berambut coklat dan sangat imut keluar dari balik tirai, namja itu mengenakan seragam pria special class, dia tidak menunjukkan ekspresi apapun “hyung, bahkan aku yang salah satu dari sedikit anak berbakat yang ahli menyusup dan menyamarpun hampir selalu ketahuan olehmu, oh ya kau belum jawab pertanyaan ku, yeoja itu..”
“Nee... walau aku gag suka dia, tapi kalau dugaan ku benar, mungkin dia bisa berguna banget buat kita” jawab Choi Minho yakin “setelah tugasmu yang sekarang sukses, maka selanjutnya dia yang menjadi tugasmu, kamu harus menyusup dan menjadi teman terbaiknya”
“Roger”
“Wae...?Kamu gak mau tanya alasannya?”
“Why I must ask something which is impossible to me to receive u’re answer?”
“Good, kamu harus bener-bener hati-hati, sebab kalo dugaanku bener, dia tidak akan mungkin dapat ditipu dengan mudah”
TBC
CHINGU... mao curhaatt... sebenerya si awalnya yg part Jjong disini tu mw dimaenin *ceilaahh dimaenin* sama Key,, cuman setelah ditimbang, diraba dan diterawang, dan setelah bertapa 7 hari 7 malem, diubahh dahh. Jadi ja Key ku *mule ngaku2* belum muncul T,T.. pokoknya author sampe kemaren masi bingung, ini mw ditempatin sini ato ini mw ditempatin situ noh noh mereka ber3 a.k. Jjong, Key dan Minho, kalau Onew sama Taemin si udah jelas mw aku gimanain (?)
Pokoknya berikutnya ada Key! *itu pasti* kekekekkekey.. biasa peran paling keren muncul agak agak belakangan *gubraks
Gimana chingu? gaje? Mianhae *bow* harap maklum, suda lama ngga bikin ff =,=
Mian kalo ngga sesedih yg pertama *emang lg bukan part sedih* =,= , ato ngga serame part yg sebelumnya
Oy,, yg kemaren uda request Yesung sama Wookie,, ntar aku masukkinnya yaahh hohohoho =D
Comment ?? comment?? lanjut kaga nih?? ntar makin seru
NO BASH
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 2]
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Kim Mi-Sun (ummanya Kim Mi-Young), umma dan appanya Jung-Su *yang laen nyusul*
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
AUTHOR POV
“Aigoo..ntung aja bagasinya bisa terbuka dan engga terkunci otomatis, tapi Jinki kliatan masi kepanasan! Aissh.. biarin aja, salah sendiri mau ikut!” gumam Kim Mi-Young sambil menatap muka anak laki-laki disampingnya, sedikit cahaya yang berasal dari bagasi yang dibukakan menerpa wajah Jinki yang terlihat bermandikan peluh keringat.
“Kim Mi-Young, Mianhae... please don’t angry with me..I just very happy because I meet you, and I want around with you for a lot of time ” Jinki kliatan merasa bersalah, ia memeluk kotak biolanya lebih erat. *waduuuuhhhh,,, kalo Jinki yang ngomong gtu ke Author, bisa-bisa author berpaling dari Key>,//
Kayaknya dia emang bener2 ketularan orang asing, masa ngomongnya terus terang gitu? Pikir Kim Mi-Young sambil mengintip ke luar, kali ini ia baru melewati incheon supermarket tempat biasa ibunya belanja. “Ok, I forgive you, but for now YOU DON’T DISTURB ME, and when this car stopped YOU MUST GO BACK WITH TAXI , you have money, haven’t you?”
“I have money but...please I want help you” Jinki memohon sambil memberi pandangan puppy eyesnya, kyeoptaaa bgt!
“Emang dia bisa ngebantu apa?” gumam Kim Mi-Young, Jinki yang tidak mengerti bahasa Korea hanya menaikkan alisnya
“Hey! Look! Are we enter the hospital?” Seru namja itu tiba-tiba sambil menunjuk ke arah bangunan besar putih yang dimasuki oleh mobil yang membawa mereka.
“Nee..”Kim Mi-Young kembali melihat keluar dan benar ternyata mobil yang mereka tumpangi memasuki pelataran parkir Baekje Hospital dan sesaat kemudian mobil berhenti, dengan segera Kim Mi-Young menutup kembali bagasinya sebab dia mendengar suara seseorang mendekati bagasi, Mi-Young dan Jinki bisa merasakan ada tangan-tangan yang perlahan bersiap membuka garasinya, membuat jantung kedua anak itu berdebar lebih cepat.
“Shht...... close your big mouth Jinki!” dalam kegelapan gadis itu berbisik ke namja cilik yang berbaring di sebelahnya, seketika itu pula Jinki menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya *haduuhhh.. maksudnya kan disuruh diem, bukan nyumpal mulut sendiri, author geleng2 kepala*
“Eh, honey” terdengar suara ibunya Jung-Su “baju-bajunya Jung-Su ditaruh di dalam kok, biar gampang masukinnya.
“Oh...” jawab seorang namja bersuara serak, Kim Mi-Young merasa jari-jari yang hendak membuka bagasinya telah terangkat, membuat yeoja itu lega , setelah dirasakan suara langkah kaki menjauh dari bagasi, yeoja cilik itupun membuka sedikit bagasi dan melihat di hadapannya dua orang, yang pertama seorang pria tinggi berkacamata dan kelihatan sudah tua sedangkan yang lainnya seorang yeoja berambut ikal dan panjang, berkulit putih dan langsing, dan cantik tapi wajah yeoja itu tampak suram. Jelas mereka adalah umma dan appanya Jung Su
“Jung-Su... dia tadi pagi kambuh lagi...”
“DEGG” Kunang bisa merasakan tubuhnya menegang ketika mendengar nama temannya lagi, sekarang..sekarang dia bisa mengetahui semuanya
“OMMO??!!!! TERUS SEKARANG DIA GIMANA?? Wae?! Kenapa enggak kasih tahu aku??? Appa?!” Kim Mi-Young dapat mendengar wanita itu mulai menangis “Mwoo? KALAU DIA PERGI TERUS AKU GAK ADA DISISINYA ?!!”
“Yeobo, Jung-Su yang minta, dia bilang belum saatnya dia mati” jelas suaminya lembut “dia udah baik lagi kok, sudah dipindahkan ke ruang inap lagi, oh ya dia menanyakan seseorang namanya Kim Mi-Young, siapa ? chingunya”
“Kim Mi-Young? Dia juga menanyakan terus padaku, Kim Mi-Young itu teman sekelasnya, tapi sayang anak-anak dilarang masuk ke bangsal anak kita”
“Kekekeke...” Kim Mi-Young mendengar lelaki itu mencoba tertawa “Yeojachingunya Jung Su? Atau Jangan-jangan cinta pertama anak kita ya ?”
“sruff... juga mungkin cinta terakhirnya ya?!” balas yeoja itu getir
“Nee,,, ayo kita ke apotik, setelah itu kita jaga Jung-Su, ruang inap yang ditempati sama dengan kemarin kok, ruang polkadot-polkadot itu, habis Jung-Su suka banget ngeliat ikan-ikan terbang terus kalau malam masa dia bilang bakal ada ikan yang bercahaya”
“Ruang polkadot, ikan terbang, ikan bercahaya?” gumam Kim Mi-Young ketika ia dan Jinki sudah keluar dari dalam bagasi. “Ah, aku tahu, di RS ini kan ruang perawatan anaknya dicat dengan motif polkadot, aku pernah liat di tv, *terus ikan terbang pasti maksudnya layangan ikan raksasa kan kemarin ada festifal layangan, tapi ikan bercahaya?”
“Kim Mi-Young, are u ok?”
“C’mon Jinki, mission for looking my friend, Jung-Su is begin!”
Kim Mi-Young pun menarik tangan Jinki, dan kedua anak itu masuk ke rumah sakit dengan menyelinap di kerumunan ibu-ibu untuk sampai ke lift dan masuk. Sebelumnya yeoja itu telah melihat denah rumah sakit dan langsung mengingatnya.
“c’mon Jinki pabo! The adventure must go on!” yeoja itu agak kesal melihat kawan barunya yang malah bengong melihat Kim Mi-Young keluar dari lift, tapi kemudian ia mengikuti yeoja mungil itu.
“Ok! But you’re not say, where we will go?”
“ To my friend, but I don’t know where he’s room” Kim Mi-Young menatap jendela yang tampaknya baru dibersihkan, sebab pemandangan di luar kelihatan begitu jelasnya
“Wow, this is a beautiful lake!” Gumam Jinki
“Ada jembatan juga eh tunggu, jembatan dan bayangan jembatan itu membentuk gambar ikan! Oya, kalau malam kan jembatan itu setiap tiangnya besinya diterangi lampu, kan dipasang lampu, jadi tampak seperti ikan bersinar, lalu lampu bulat besar dekat jembatan jadi matanya!! Jinki, I know he’s room! Pokoknya yang menghadap ke arah jembatan dan depan lampu besar”
*Chingu yang belum ngerti bisa lihat di gambar yg author taggin bareng note ini*
“Kim Mi-Young, shtttt there are a nurses walking around here! You must blind!” Jinki mendorong Kim Mi-Young ke balik meja, dia sendiri tetap diam ditempatnya.
“EE eh,,, ada namja cilik, neomu kyeopta!, pipinya chubby seperti bakpao” seorang suster langsung tertarik “ Kamu tersesat ya?”
“Wah cakepnya!!! Dimana orang tua mu sayang?!”
“Jangan ganggu dia” kata suster terakhir “ehh,, nama kamu siapa?”
“Lee Jinki imnida...”Jinki terus bicara, walau cuman sedikit bahasa korea yg dibisanya, tapi matanya memberi kode pada Kim Mi-Young untuk segera pergi ”....I will wait on the lobby.....”
Kim Mi-Young mengedipkan matanya, iapun menyelinap ke ruang sebelahnya yang tampak hening
“Ctrek...” dengan pelas tapi pasti Kim Mi-Young masuk ke dalam kamar yang ternyata kamar VIP. Hembusan AC langsung menyapanya,
Apa aku salah kamar? Ruangan ini tampaknya hebat sekali, pikirnya ragu sebelum melihat ke arah di balik tembok dimana ranjang pasien berada. Setahu Kim Mi-Young, keluarga Jung-Su sangat sederhana rasanya agak mustahil menyewa kamar yang sebagus dilihatnya. Tiba-tiba ia mendengar suara dari balik dinding...
“Tuhan... aku ingin banget ketemu chingu ku, Kim Mi-Young, Tuhan tolong kabulkan, amin!”
“JUNG-SU!” segera saja Kim Mi-Young menghampiri seorang namja yang sedang terbaring lemah di ranjang pasien
“Mi-Young?” seorang anak lelaki kurus, berkulit putih dan bermata tajam yang sedang terbaring di tempat tidur menekan tombol agar sandaran tempat tidurnya agak tinggi, ia terlihat tak percaya dengan pandangannya “Ini beneran kamu?”
“Nee...Kamu sakit apa? Ummaku bilang kalo kamu kena Leukimia, apaan tuh? Emang kamu maen sama bahan2 kimia ya? Terus kok ga ada kabarnya? Chingu-chingu yang lain nanyain kamu terus” yeoja itu memegang dahi dan leher Jung-Su “Wae??...apa yang sakit? Agak panas ya badanmu?”
“daripada itu, gimana bisa kamu kesini? Bukannya anak kecil gak boleh masuk?”
“Jung-Su...”
“Oya gimana kabar chingu2 lainnya?”
“Andwee..Burung biru, kamu belum jawab pertanyaan aku!” Kim Mi-Young memperhatikan infus di tangan kanan Jung-Su, selain itu tampak beberapa bekas suntikan di lengan kurus anak itu.”chingu-chingu yang lain baik-baik aja, tapi mereka khawatir sama kamu”
“jal jinaepida, kamsahamnida..! “ ( baik-baik saja, terima kasih ), oh iya aku ingat, nee.. ambilkaan tasku yang hitam, yang depannya gambar power rangers”
“Ini??..”Mi-Young menyodorkan tas yang diambilnya
“Nee...Harusnya ada disini” Jung-Su mengaduk-aduk isi tas gendongnya, akhirnya ia mendapat sesuatu yang dicarinya “Nah, sekarang kamu merem dulu ya!”
“Aishh...Kamu mau ngerjain aku?”
“Mana berani ngerjain tuan putri Kim Mi-Young! Sekali aja!”
Akhirnya Kim Mi-Young setuju, ia memejamkan matanya, yeoja itu bisa merasakan kedua tangan Jung-Su melingkar di lehernya, hingga.
“Nah, sudah kok! Coba lihat! Bagus kan?”
“Kalung?” Kim Mi-Young mengamati sebuah kalung yang telah melingkar di lehernya, liontin kalung itu berbentuk burung merpati kecil berwarna biru, mau tak mau yeoja kecil itu terpesona.
“Itu didapet dari ahjumma ku dari Eropa, Cuma satu di seluruh dunia, katanya liontinnya bisa menyerap ketidakbahagiaan, jadi kalo Mi-Young lagi sedih, pegang erat aja liontin ini sambil mendekatkannya ke dada ntar perlahan, wush!!!! Ilang deh ketidakbahagiaan ntu, gimana? hebat kan kayak sihir”
“Ini sihir?..” Kim Mi-Young tersenyum walau agak sangsi.
“Harus percaya lo! Kalau enggak, gak bakal manjur. Oya ajaibnya kalo batu liontin ini terkena cahaya matahari warnanya bakal berubah, jadi berwarna merah, warna merah yang paling cocok dengan Kim Mi-Young”
“Jung-Su...wae?? aku jadi gak bisa marah! Asalnya aku mau marah habisnya kamu gak dateng kepantai, terserah deh, tapi aku janji bakal jaga kalung ini baik-baik, makanya kamu juga harus cepet sembuh! Hmm Gomawo..”
“Cheonamaneyo” Jung-Su tersenyum lemah
“Karna kamu uda ngasih aq benda yang sangat bagus, nih buat kamu” Kim Mi-Young menyodorkan cangkang keong laut besar nan indah yang Jung-Su tahu sangat berharga bagi Kim Mi-Young karena diberi oleh ayahnya.
“Anniyo,,, ini kan sangat berharga buat kamu”namja cilik itu memegang tangan Mi-Young yang mengepal cangkang keong iitu dan mendorongnya ke arah yeoja itu sedangkan tangan kirinya yang bebas mengacak-acak rambut panjang dan lurus Mi-Young digeraikan.
“tapi aku ingin kamu yang nyimpen, benda berharga ku lebih tepat disimpan oleh orang yang tepat, nah... kalau kamu kesepian, coba deh dekatkan cangkang itu ke telingamu jika kamu beruntung, kamu bisa mendengar suara laut” Mi-Young ngotot dan menyodorkannya kembali sambil menggeleng, tanda dia tidak menerima penolakkan.
“Aku tahu, gomawoyo ya Kim Mi-Young” Jung-Su berkata sungguh-sungguh, rasanya saat itu dia benar-benar hidup. Kim Mi-Young bagai sumber cahaya bagi dirinya yang tidak pernah padam. Ia bertekad akan cepat-cepat mengalahkan penyakitnya dan selamanya bersama sahabatnya.
“Oya burung biru, hmmm... “ Kim Mi-Young memperhatikan wajah Jung-Su seperti sedang menilainya.
“Wae?? Eh... emang kenapa sama...” Jung-Su tak mampu berkata saat Kim Mi-Young tiba-tiba mencium pipi kanannya, rasanya ada desir halus di relung hati Jung-Su, ada sesuatu yang hangat melingkupi dirinya, ada suatu perasaan aneh dan asing yang belum pernah dirasakannya.
“Aku liat di tv, waktu si namja ngelamar yeojachingu nya di rumah sakit dia nyium pipi yeoja itu, namja itu jago masak, dia bilang ke yeoja itu kalo mau jadi istrinya, tiap hari dia bakal masakin yang enak-enak”
“Lalu?”
“Nee..Mau engga suatu saat kalo kita udah gede, kamu nikah sama aku dan masakkin aku yang enak-enak tiap hari?”
Seorang yeoja melamar? Jung-Su memang sudah biasa melihat tingkah aneh Kim Mi-Young, tapi ini yang paling aneh. Nikah berarti setelah dewasa dia bisa terus bersama-sama Kim Mi-Young dan itu yang memang diinginkan Jung-Su, maka tanpa ragu namja itu menganguk
“Nee.. aku mau”
“Makanya.. kamu harus sembuh, arraseo? Kalo engga.. “ Mi-Young merasa lidahnya kelu, ia bisa merasakan air matanya mengalir “pokoknya kamu harus sembuh dan menikah untuk selalu memasakkan makanan untukku.. lihat pabo, kau sampai botak begini!”
“Arraseo” ia pun memegang tangan yeoja cilik didepannya dan mencium tangannya.
_End of author POV_
_Jung Su POV_
Aisshh... lagi-lagi yeoja ini membuatku terkejut, aku hanya memperhatikan dia yang sibuk bercerita., aku tidak tahu dia bercerita apa? Seluruh indra ku hanya terfokus pada sahabat ku ini. Andwee... kenapa hari ini dia membuatku ga bisa melepaskan pandangan darinya? Padahal beberapa hari ini rasanya aku bisa gila karena rasa sakit yang aku rasakan. Kalau leukimia ku kambuh, rasanya dada ini seperti diiris-iris pisau, pedih, sakit. Tapi akhirnya hari ini, aku dapat bernafas lagi...apa ini semua gara-gara magic yang ditimbulkan chingu ku, Kim Mi Young??
I’m entranced by your long, straight hair
I feel dizzy when you pass me by
Whenever that happens
I want to call out your pretty name
Like this
Sometimes when you’re sad
I don’t know your feelings
During then, I kiss you
I kiss your small hand
If it makes you feel better
I would do it several times
Call me, my name
Today is exactly your day
I’ll do anything for you
I want to give you a small gift
That only I can give to you
I’ll run to you now and confess
Your Name_SHINee
_End of Jung Su P.O.V_
Author P.O.V
“Andwae!, udah jam segini, aku pasti dicariin kalo pulang telat, besok aku bakal kesini lagi”
“Kim Mi-Young” Jung-Su memegang tangan Kim Mi-Young yang hendak beranjak “Mianhae aku gak dateng ke pantai, sebenarnya aku ingin sekali”
“Gwenchana, tapi lain kali kita harus buat istana pasir lagi ya! Janji loh! Bulan depan kan ulang tahun aku, kita udah janji tiap ulang tahun aku kita bakal maen di pantai seharian!” Kim Mi-Young tersenyum manis, senyum yang sangat disukai Jung-Su, tapi kali ini rasanya ia tidak bisa membalas senyum anak perempuan itu”
“Kim Mi-Young!” seseorang memanggilnya sambil berbisik, ternyata Jinki yang datang, namja imut itu menatap Kim Mi-Young dan Jung-Su bergantian, hampir saja rasanya jantung yeoja itu copot saking kagetnya “His parents coming! And a doctor too”
Kim Mi-Young menatap Jung-Su yang terlihat kecewa sambil mengacak-acak rambut Jung-Su yang hampir botak.
”ya udah aku harus pergi, take care, jangan nangis, besok aku datang lagi!”
“Tidak ada dalam sejarah kalau Jung-Su menangis” ucap Jung-Su dengan suara parau sambil menatap punggung Kim Mi-Young yang menghilang menjauhinya, dan akhirnya lenyap, ia pun mengalihkan pandangannya pada sebuah brosur rumah sakit di Amerika yang tadi ia sembunyikan. “Kim Mi-Young, mianhae, aku belum bisa memenuhi janji tapi suatu saat, aku sendiri yang akan menemukanmu”
Sementara itu Kim Mi-Young terdiam sebentar di depan pintu kamar Jung-Su, kenapa ya kakinya berat untuk melangkah? Rasanya ada yang salah. Seketika itu tangannya refleks memegang erat liontin burung biru yang dikenakannya.
Gwenchana... Burung biru akan baik baik saja...
Apa karena memang benar liontin itu seperti yang dikatakan Jung-Su atau bukan, rasanya hati yeoja kecil itu sedikit tenang, ia pun tidak menolak saat Jinki menarik tanganya untuk keluar dari rumah sakit itu.
Besoknya Kim Mi-Young tidak dapat menemukan Jung-Su di rumah sakit, karena temannya itu telah pindah. Jinki juga telah kembali ke Inggris membuat yeoja itu merasa sangat sedih. Tapi ia yakin, suatu saat pasti akan bertemu lagi dengan teman-temannya itu. Lagipula Jung-Su sudah berjanji, dia pasti menepati janjinya.
TBC
Kepanjangan ya chingu?? haa haa.. emang aq rencana mw ngabisin cerita kecilnya Mi-Young, Jinki dan Jung Su disinihh hohohho, selanjutnyaaahh..sampe ketemu di SHINING SCHOOL SELANJUTNYA!! *PART SELANJUTNYA DI SHINING SCHOOL LOHHH*<-- promosi, ada KEY nyah, KEY!!!!!!!!! oalaaaaaaaaaa akhirnya namjachingu ku muncul juga ntar*plakk
Tenang,,, tenang diberikutnya juga da Jjong, Taemin, Minho dan Onew.. =DD,, tp nggag janji di part 3 *dihajarblingers, taemints, flamers dan mvp*
Gimana chingu? gaje? Mianhae *bow* harap maklum, suda lama ngga bikin ff =,=
Mian juga grammarnya ancur, b.Inggrisnya jarang dipake =,= *setiap hari gaulnya sama etanol dan eter, lebehh..*
NO BASH
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 1]
SHINING SCHOOL
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Jinki, Key, Minho, Jonghyun,Taemin
Support Cast : Kim Mi-Sun (ummanya Kim Mi-Young), umma dan appanya Jung-Su
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bias mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3>
Part 1
Burung Biru (7 tahun sebelumnya)
*Author POV*
Pantai Jungmun adalah pulau yang elok diselatan pulau Jeju, pantai yang sangat terkenal di korea selatan. Tapi hari ini suasana cukup lenggang selain karena musim panas yang merupakan musim liburan telah lewat, sore itu juga angin bertiup lebih ganas dari biasanya, awan hitam nan tebalpun telah menyelimuti pantai nan elok itu pertanda akan terjadi hujan lebat atau pun mungkin badai sedang terjadi di laut. Para peselancar satu persatu meninggalkan pantai, tak ketinggalan wisatawan lain yang sedang berenang ataupun berjemur menyudahi aktivitasnya dan memilih beristirahat di hotel-hotel dan rest area yang tak jauh dari pantai. Seketika pantai berpasir putih itu sepi, hanya menyisakan seorang yeoja kecil berumur 8 tahun yang tampak sedang menunggu, yeoja kecil itu terlihat ogah-ogahan membetulkan istana pasir dihadapannya yang sedikit demi sedikit terkikis tertiup angin. Istana itu baru jadi setengahnya. Setengah bagian lagi akan diselesaikan oleh chingunya, mungkin, bila ia datang, tapi chingunya telah berjanji dan dia tidak atau mungkin belum pernah mengingkari janjinya.
“Andweee!” rajuknya sambil menyodakkan sekuat tenaga sekop merahnya ke dalam pasir “kenapa dia lama sekali? Memangnya dia pikir dia siapa?...” kali ini yeoja itu melempar timbunan pasir yang telah disekopnya, mukanya mengkerut dan mulutnya terus mengumpat kesal.
Yeoja itu terdiam kembali ketika menyadari langkah kaki yang berlari ke arahnya, orang itu membawa payung. Ternyata tanpa disadarinya gerimis telah datang.
“KIM MI-YOUNG!...” wanita itu berhenti dan langsung memayungi yeoja kecil itu, nafasnya agak tersengal karena berlari
“Umma... lihat! Kami akan membuat istana pasir! Disana aku jadi ratunya, dan burung biru bakal jadi kokinya, aku bakal bisa makan enak tanpa ngeluarin uang disana! Hmm,, kalau umma mau jadi dayang aku, umma boleh ikut”
Anak ini... greget ibunya, teteeep aja gag berubah! Suka cari untung!, memang anak dan appa sama aja! Oiya,... ibunya tiba-tiba menunduk, mengingat sesuatu “ Kim Mi-Young, kamu masih nunggu Jung-Su?”
“Nee! Dia lama banget...” Kim Mi-Young kembali memasang tampang juteknya
“Mi-Young sayang, jadi bener kamu sekarang punya chingu? Umma bahagia... kamu yang biasanya selalu menjahili semua chingu kamu dan membuat umma kerepotan karena ditegur umma dan appa chingumu dan songsaengnim sekarang... sekarang...”
“Wae??..Ma, umma ga malu ya berpose kayak orang shock gitu” Kim Mi-Young terlihat ilfeel, gimana enggak, sekarang ummanya sudah tengkurap dan mukul2 pasir kayak orang aneh.
“Mianhae... “yeoja itu berdiri” kita pulang yuk, lagipula Jung-Su tidak akan datang, ummanya sendiri yang tadi nelpon..” dia terhenyak menatap anak semata wayangnya yang terlihat kecewa menatap hujan yang akhirnya meluruhkan istana pasir yang baru setengah jadi itu. Akhirnya Kim Mi-Young tak berkata-kata lagi dan mengikuti ummanya pulang ke rumah.
Jung-Su adalah namja yang hobi berkelahi dan gampang emosi. Tapi anak penyuka warna biru ini akhirnya dikalahkan oleh Kim Mi-Young dengan satu pukulan (yang sebenarnya, mulut anak itu disumpal daun selada dan akhirnya muntah-muntah parah karena dia benci sama sayuran). Sejak saat itu, entah mengapa mereka bisa jadi teman. Mungkin karena Kim Mi-Young menyukai masakan buatan Jung-Su, mereka sama-sama pecinta makanan, dan Jung-Su merasa senang. Jung-Su selalu menyombongkan diri akan menjadi juru masak nomor 1 sedunia. Yang jelas, bagi Kim Mi-Young, Jung-Su adalah chingu pertamanya sekaligus burung birunya yang selalu punya harapan dan keinginan setinggi bintang di langit.
Balik lagi ke Kim Mi-Young, begitu ia dan ibunya masuk ke rumah dan minum segelas cokelat hangat, ummanya memanggil. Yeoja itu tau pasti ada sesuatu yang ga beres, sebab dari tadi ummanya terus saja terdiam.
Wanita muda itu menaruh kedua tangan di atas tangan Kim Mi-Young. Tangannya yang kurus gemetar.
“Umma, ada sesuatu sama Jung-Su?” Kim Mi-Young menatap lurus wanita muda di hadapannya.
“Mi-Young...” dia mengirup nafas panjang “Jung-Su kan beberapa waktu pernah gak masuk sekolah, dia menjalani tes darah oleh pa dokter. Hasilnya sudah keluar,,, dan ada sesuatu pada dirinya,,, sesuatu itu adalah leukimia”
Kim Mi-Young yang masih kecil tentu saja tidak mengerti, tapi ia tahu dari ekspresi ummanya, leukimia pasti tidak bagus, jadi ia hanya memandang ummanya dengan bingung
“Leukimia itu nama penyakit yang artinya kanker darah, orang yang mengidap penyakit yang dialami Jung-Su—ada kemungkinan harus pergi”
“Pergi?”Kim Mi-Young tampak shock “Enggak! Aku ga mau dia pergi! Jung-Su udah janji bakal jadi koki aku selamanya!!”
Ibunya terkesiap, "Koki??? Bukannya teman???
“Dia...” entah mengapa yeoja itu merasa lidahnya kelu, ia pun berlari ke kamarnya dan mengurung diri, hampir tanpa suara dia menangis sambil berusaha berpikir. Kim Mi-Young memiliki bakat istimewa yang membuatnya menjadi lebih cepat berpikir. Bakat itu adalah ingatan fotografis. Sekali dia mengalami sesuatu—apapun itu, tidak akan pernah dilupakan seumur hidupnya. Tapi itu rahasia. Ibunya menekankan sejak kecil agar jangan sampai bakat Kim Mi-Young diketahui siapapun. Dan kini yeoja itu sedang mengingat,,, beberapa hari lalu, Jung-Su yang tampak makin pucat dan lemah, tubuh sahabatnya itu semakin kurus tapi dia masih selalu bersemangat. Dia tidak bisa, tidak mungkin membiarkannya pergi, tapi apa yang dapat dilakukannya agar burung birunya tidak pergi?
^^^
Sudah beberapa hari ini cuaca di pantai Jeju tampak semakin cerah, tapi tidak tampak di wajah seorang yeoja yang menunduk sendirian di tepi pantai....sudah lewat seminggu dan chingunya belum datang juga.
“Eh,,,excuse me, little girl. Is there any mini market nearby?” *Eh.. permisi, gadis kecil. Apakah di dekat sini ada mini market yang dekat?*tanya seseorang anak laki-laki yang kebetulan lewat, tapi anak itu langsung mengerenyit melihat wajah bad mood Kim Mi-Young.
“Oh, I’m sorry, I think you can speak English. I can’t speak Kore,,,” *Oh, maaf, Saya pikir kamu bisa berbahasa Inggris, saya tidak bisa bahasa Kore...*
“Don’t TOUCH ME like this” Kim Mi-Young merasa kesal rambutnya dielus elus sama namja cilik dan chubby ini, tapi ketika ia mendongakkan wajah mungilnya dan bertatapan dengan mata sipit dengan bola mata hitam dan jernih yang dimiliki namja itu, entah mengapa amarahnya sedikit hilang, rasanya ada kekuatan magis yang bisa membuat Mi-Young tidak bisa marah
. “Oh, yes, there’s one over there. Walk down this street until the end of this block and turn left. The mini market is on your right” *Oh, ya, ada satu disebelah sana. Jalan terus sepanjang jalan ini sampai akhir blok ini lalu belok ke kiri. Mini marketnya sebelah kananmu*
“Oh, thank you, but can you accompany me to this place, and we can talk each other?” *Oh, terima kasih, tapi bisa kah kamu menemani saya ke tempat itu, dan kita bisa berbincang?* Namja cilik itu malah tetap tersenyum lebar seperti tidak melihat ekspresi bt yeoja dihadapannya.
"Aigoo...nee.. let's go!"
^^^^
Setelah ngobrol selama perjalanan Kim Mi-Young mendapati bahwa namja cilik, chubby, dan kerjaannya semyum-senyum mulu itu bernama Jinki dan dia pertama kali ke Korea. Ia ke Jeju untuk menemui ibu kandungnya yang kabarnya sedang sakit keras. Setelah ortunya bercerai, ayahnya yang bekerja di Inggris lah yang membesarkannya.
“Kim Mi-Young, thanks because you can accompany me to this market, I think my father will pick me up about 1 hour, I have a message from his pager that he will be late” *Kim Mi-Young, terima kasih karena kamu bisa menemani saya, saya pikir ayah akan menjemput saya satu jam lagi. saya mendapat pesan dari pagernya kalau dia bakal telat* Anak laki-laki itu tersenyum, mereka telah sampai di minimarket yang ditunjukkan Kim Mi-Young.
Yeoja cilik itu bersandar di dinding mini market sambil memperhatikan namja dihadapannya, yeoja itu baru ngeh kalau namja itu membawa kotak biola " Oh,.."
Jinki langsung ikut menyandar ke tembok mini market sambil memeluk kotak biola yang sedari tadi dibawanya “ by the way, your English is pretty good, are you study? *ngomonh-ngomong, bahasa Inggrismu sangat bagus, kamu belajar?*
“Nee...I study by self” *Ya..aku belajar sendiri*Kim Mi-Young berkata datar, tapi diam-diam Jinki kagum banget sama yeoja cuek ini “Jinki, you’re biola player, aren’t you?” *Jinki, kamu pemain biola bukan?*
“Yes, I am. And my father too. You know that you will be very happy if doing your favorite activities with your favorite person?. me and my father always plays biola twice a week! Hmm.. but I like playing piano more” *Ya, benar. Dan ayah saya juga. Kamu tahu ga kalau kamu bakal sangat gembira jika melakukan aktivitas favorit kamu dengan orang yg kamu suka? saya dan ayah saya selalu bermain biola dua kali seminggu*
Seketika Kim Mi-Young teringat burung birunya “aku juga ingin membangun istana pasir dengannya...eh,, itu kan ibunya Jung-Su?” gumam Kim Mi-Young saat melihat seorang ibu muda turun dari mobil sedannya dan bergegas ke apotik, Kim Mi-Young melihat bagasi sedan itu tidak tertutup dengan rapat
“What's wrong?” *Apa yg salah?*
“I’m sorry, I must leave you”*Maaf, aku harus meninggalkan mu* Kim Mi-Young bergegas ke arah sedan tadi dan mengendap masuk ke dalam bagasinya yang ternyata cukup luas, tapi tak disangka si boy yang medok inggrisnya kuat banget itu mengikutinya masuk ke dalam bagasi”
“Kim Mi-Young, I want participate with your adventure,oke! Be calm, we will survive together, I definitely save you!” *Kim Mi-Young, saya ingin ikut dengan petualanganmu, oke! tenang saja, kita akan selamat bersama. saya pasti menyelamatkanmu* Namja cilik itu berkata sambil nyengir bak pahlawan di siang bolong
“Andwae!!Siapa yang suruh kamu ikut?” Kim Mi-Young berkata kesal, dia tidak peduli untuk berbahasa Inggris lagi, habisnya namja menyebalkan itu sudah menutup pintu bagasinya ”Turun....turun...turuuuuuuuun!” tapi ternyata terlambat, mobil sudah menyala kembali dan mereka pergi bersama- sama.
TBC ^^
P.S :Ketebak Jung Su tu siapa?? moga ga ketebak, kan ga lucu*Yang jelas gag mungkin Jin ki yahh hohhho*
Ehmm.... kalo kalian pikir karna Author istrinya Key *maap penyakit akut ngaku2 terus*, Mi Young bakalan jadian sama Key ato kalian mikir Jung Su itu Key, itu BELUM TENTU *ketawa mencurigakan*
Rabu, September 22, 2010
Kecemplung masuk kimia
Aq yang punya mamah dokter gigi sekaligus dosen, tentu ajah banyaaaaakkk banget kerabat ma temen2 mamah papah yang ngira aq bakal masuk kedokteran, mana babeh aq dengan bangga bilang kalo anaknya yang bodoh ini selalu rangking satu di sd-smp dan slalu masuk 3 besar di sma pada siapapun yang ditemuinya. kadang aku malu... aku gag sepintar itu
Jujur n kecemplung alias awalnya gag terlalu niat masuk kimia, emangs si pas SMA nilai kimia aq tu termasuk bagus banget. Aq masih inget, pas kelas 2 loncat-loncat kegirangan gara2 nilai kimia aku ngalahin si Einstein Regie temen sekelas q yang aq yakin klo di bedah tu iq anak 180 derajat. pokoknya aq kelas 2 paling suka kimia *Hidup bu Anne!!!!! (guru kimia q)
Kelas 3, ntah... tapi gurunya kurang gimana~~~~ *gomen ne pak*, tapi untung aq les di SSC, bersama guru kimia pa Dangaos yang selalu tega memberikan berpuluh bahkan beratus-ratus halaman soal kimia *alay* dengan semangat 45 berhasil membuat q hidup dan bertahan suka kimia. dan yang paling aku salut sama pak Umar guru les ssc ku yang juga dulu kul di jurusan kimia upi. dia luar biasa pintar kimia, fisika,dsb.
Jadi ajah... selain daftar swasta, spmb aku mikirr... nih gag mungkin kan aq ga ngambil pilihan pertama kedokteran?? (walau sebenernya aq benci hal yang menjijikan wekksssss), ya ok pilihan pertama kedokteran umum, terus pilihan kedua?? Ada beberapa pilihan yang terbersit di ragaku beberapa bulan sebelum spmb hoho
Biologi unpad or pend bio upi ---> alesan: perasaan aq cukup pd, kalo aq niat ngapalin sesuatu aplg yang berkaitan ma biologi aq yakin bisa! lagian aku lebih suka biologi daripada kimia, walo untuk nilai masi bagusan kimia
pendidikan b. jepang upi ---> jujur! aq cinta sekali bahasa ini! aq cinta hal about jepang!! apalagi ade sensei seringgg banget cerita hal2 selama dia di jepang. pokoknya keren deh!
kriminologi UI ----> ini jurusan blum terlalu eksis sihh, cuma kata guru les ku jurusan ini juga lumayan banyak peluang buat lulusannya. Jadi lulusan ini biasanya membantu polisi untuk mengungkap suatu perkara kriminal dengan dikaitkan psikologi manusia. udah kayak jadi detektif ajah. pokoknya seru! mana aku lagi suka banget sama detective conan
pendidikan b.inggris ----> kta org2 disekitarku, propspeknya luas, dibutuhin banget gurunya. top lah di upi, cuma aq gag suka grammar gimana atuh??
ILKOM ---> gara2 aku masuk olimpiade komputer se JABAR, jadi pd aja aq ma programming, padahal kalo dipikir2 lagi, olimpiade komputer kan soal2nya kaya test potensi akademik gtu (tp rada nyambung si)
udaaa... cukup segitu.. yang laenya masi ada yg kepikir kaya jurusan fikom, kedokteran gigi dll. tapi yang jelas saya belum mikir mau pilihan keduanya JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA haduuuuuuhhhh mikir ajah kagak!!
Nah ada pertentangan ajah yang g bisa diceritain disini, jadi ja aq klo mw milih juga mending yang amannya milih salah satu jur di FPMIPA upi
Nah,, pas akhir2... pak Umar nanya (kan lagi konsultasi ceritanya)
N :Hmm.. pak, saya masih bingung pilihan keduanya mau kemana *sambil nunduk saking bt nya kooo nilai percobaan spmb passing grade nya ga nyampe2 ke level atas*
Pa UmaR :Coba liat nih.. ini data passing grade, kamu coba aja yg kira2 cocok *pergi ajah si bapana teh da lagi sibuk meureun*
N :(Liat passing grade FPMIPA UPI) wahh... PG p.MTK ma p. Biologi yang gede, disusul ilkom, terus kimia, baru jur fisika. wahh... klo mw aman ke fisika. Tapi TIDAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK, JUJUR SAYA TIDAK MAU FISIKA, MENDING DICEMPLUNGIN KE KIMIA AJAH *pikir saya waktu itu
nahh... gara2 itu, aku pilihan keduanya milih pendidikan kimia upi, da kalau PG pend Biologi ma pend MTK lebih kecil dari Pend Kimia, n mungkin da di jurusan biologi or mtk. hehe *yang jelas fisika DEFINITELY NOT*
Nah itu dia saudara-saudara, cerita dibalik kecemplungnya seorang dania di jur pend kimia upi. tapi jujur, sekarang aku gag bisa menjauhi kimia, (walaupun harus disodorkan kF, biokim dll yang bikin olab),karena kimia lebih dekat daripada yang sebelumnya aku bayangkan <3
saranghae chemistry <3 *lebay*