Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : jaejin, Dong woon
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
LAST PART
“Nee...” aku merasa lega, dan dengan perlahan aku mencoba turun dari batuan karang itu, mencoba mancari pijakkan yang tepat tapi kakiku terpeleset dan aku merasa diriku terjatuh, tapi aku berhasil bergelantungan pada batu karang yang kasar itu, aku takut, benar-benar takut
“KEEEEEYYYYY!!” bersamaan dengan teriakkanku, kekuatan genggamanku hilang dan tubuhku terjatuh ke dalam air.
Yang kuingat hanyalah aku tak bisa bernafas, tenggelam dan akhirnya semua gelap.
===============End of Mi Young POV===============
NEW PART
===================Key POV===============
Aku menatap Mi Young yang masih tidak sadarkan diri di tempat tidur. Wajah yeoja ini terlihat sangat pucat, sepertinya dia terlalu banyak meminum air laut. Dengan lembut ku belai rambut panjangnya yang setengah kering. Soo yun tertidur di sebelahnya, sedangkan Minho membeli obat yang diresepkan dokter tadi. Ya benar, Minho telah datang, dialah yang menyelamatkan Mi Young. pabonya aku, aku hanya tertawa saat melihat Mi young terjatuh dari karang yang aku pikir tak terlalu tinggi itu, dan betapa kagetnya aku mendengar perkataan Jonghyun sunbae setelahnya.
flashback
“Aku harus menyelamatkannya!”
“Ah,, itu kan hanya beberapa meter dari pantai, lagipula jatuhnya tidak terlalu tinggi”
“PABO KAU KEY! CINTA PERTAMAKU ITU TIDAK BISA BERENANG!” saat itu Jonghyun hyung berlari ke arah Mi Young, tapi dia perlahan berhenti saat melihat Minho yang entah datang darimana telah berenang dan menyelamatkan Mi Young.
“Cinta pertama hyung? Mi Young?” tanyaku tak percaya, pantesan rasanya ada yang janggal saat Jonghyun hyung bertemu denganku dan Mi young, tapi setelah itu Jonghyun hyung tak menjawab apapun malah pergi meninggalkan kami entah kemana.
Latihan pun dipending karena kekacauan itu.
Flashback end
Aku menatap Mi Young kembali, lalu melihat jam tanganku sekilas. Sudah jam 7 malam, padahal aku berencana akan mengungkapkan perasaanku malam ini. Tapi aku merasa sangat tidak pantas, orang pabo sepertiku yang malah menertawakan Mi Young yang terjatuh. Berbeda halnya dengan Minho, sekarang, mau tak mau aku harus mengakui kalau Minho sangat mencintai Mi Young dan dia berhasil menyelamatkan yeoja itu. yeoja yang sangat kucintai. Dokter bilang kalau sedikit saja Minho terlambat, mungkin Mi Young tak dapat diselamatkan. Lalu Jonghyun hyung, aku yakin dia sangat mencintai Mi Young, dan dia menutupinya demi aku kalau dia adalah Jungsu...
Hanya aku... hanya aku yang tak pantas untukmu Mi Young...
Kenyataan itu membuat hatiku pedih, sakit....
“Key oppa...” aku tersentak mendengar Mi Young memanggil namaku
“Nee... aku disini, gwenchana? Minumlah air hangat dulu” dengan agak tergesa aku mengambil segelas air dan ketika aku mau membantu dirinya bangun...
“oppa... aku bisa sendiri...” pinta Mi Young tanpa sekalipun menatapku, ya aku baru teringat, sejak kemarin malam pun Mi Young mulai menjaga jarak denganku dan tak mau melihat mataku. Kenyataan ini membuatku tambah sedih, Key kau sudah kalah, sepertinya kau harus belajar menerima semua ini, Mi Young tidak menyukaimu bahkan hanya untuk menatap matamu, rutukku dalam hati.
“Kau sudah merasa baikan kan? Tadi kau jatuh ke laut, Minho yang menyelamatkanmu...
“Minho oppa telah kembali?" aku melihat Mi Young terlihat lebih ceria, sebegitu sukakah kamu dengan minho hyung mi Young??
"nee... kau belum menjawab pertanyaanku, gwenchanayo?"
Nee... gwenchana” Jawab Mi Young setelah menghabiskan airnya
“Saengil Chukkae... sebenarnya kami semua berpura-pura lupa ulang tahunmu dan mau memberimu pesta kejutan malam ini, tapi...”
“Ulang tahun? Ahh... aku sendiri baru ingat, gomawo oppa” Mi Young memotong kata-kataku, sambil menggaruk kepalanya, lalu dia terlihat seperti baru menyadari sesuatu “Oppa, aku ingin keluar...”
Dan sebelum aku bisa berkata apa-apa lagi, seolah mengetahui apa yang akan aku katakan selanjutnya, Mi Young menambahkan “ Aku ingin keluar sendiri oppa, tenang saja, aku sudah sehat”
====================key POV End==============
===================Kim Mi Young POV==============
Udara rasanya sangat dingin, tapi keingintahuanku mengalahkan keinginanku untuk tetap di dalam. Aku sudah ingat semuanya mengenai Jung su termasuk wajahnya saat aku tenggelam. Tidak salah lagi, namja cilik, burung biruku di panjai Jungmun itu adalah Jonghyun sunbae. Sambil menggenggam liontin burung biruku aku keluar, entah kenapa aku merasa yakin dapat menemukannya. Dan benar saja setelah berjalan beberapa menit dari rumah Key, aku melihat sesosok namja sedang duduk dan disebelah nya terdapat istana pasir yang baru setengahnya jadi. Aku mendekatinya perlahan, tanpa disadarinya.
“Jungsu, akhirnya kau memenuhi janjimu”
“Mi Young, kau kenapa bisa disini?” Jonghyun terlihat kelabakan waktu melihat aku telah berada di hadapannya
“Ju...jungsu? apa yang..”
“Jungsu!” Potongku cepat “Akhirnya kau memenuhi janjimu akan kepantai untuk membuat istana pasir bersamaku,, aku...aku senang sekali...”
“Kau..”
“Ya aku sudah tahu semuanya, aku...” aku terdiam, Jonghyun sunbae tiba-tiba memelukku erat, aku dapat merasakan air mataku mengalir, rasanya ada yang salah... aku aku harus memberitahu Jungsu kalau aku tidak bisa.
“Maafkan aku Mi Young, aku...aku tak akan melepaskanmu lagi”
“Jungsu, aku...” aku meras lidahku berat untuk meneruskan, tapi aku yakin ini yang terbaik, aku memang sudah berjanji pada Jungsu tapi perasaanku sekarang, perasaan yang baru kusadari sekarang membuatku goyah
“Mi Young, kenapa? Kau masih sakit? Aku antar ke rumah”
“Jungsu mianhae.... ada namja lain yang aku cintai, aku... aku tak bisa memenuhi janji kita untuk selalu bersama” jawabku akhirnya sambil memberanikan diri menatap mata Jonghyun sunbae, aku memang tak bermain-main, mungkin aku memang jahat pada Jonghyun sunbae, tapi perasaan ini tak bisa dibohongi. Sepertinya Jonghyun sunbae mengetik walau awalnya terlihat tak percaya.
“Hahahhahahha.... bahkan aku ditolak sebelum menyatakan perasaanku padamu”
“Mianhae Jung su”
“Mi Young! Kenapa wajahmu jadi terlihat merana seperti itu? Gwenchana, kejarlah namja yang kau cintai itu, aku sebagai sahabat kecilmu akan mendukungmu.
“Gomawo"
“Oh ya~ mau membuat istana pasir? Setidaknya kamu juga harus memenuhi janji kita untuk membuat istana pasir di hari ulang tahunmu, saengil chukkae yahh” Jonghyun sunbae mencubit kedua pipiku lebar-lebar “Tuhh kannn kau itu lebih lucu tersenyum daripada pasang muka sedih kayak tadi”
“Iya dehh nee... arra jungsu! Baiklahhh ayo kita bikin istana pasir!”
=========End of Mi Young POV=======
==============Author POV ==========
Tanpa disadari Jonghyun dan Mi Young, sedari tadi Key yang khawatir mencari Mi Young dan akhirnya mendapati mereka berdua sedang berbicara serius di pantai, entah berbicara apa... dan tak lama kemudian Jonghyun mencubit pipi Mi Young dan yeoja itu kelihatan bahagia. Berbeda dengan ketika bersamanya, menjaga jarak. Key menghembuskan nafas panjang dan kemudian memutukan untuk berhenti melihat mereka....
“Sudahlah.... key, kau tak punya harapan lagi, kau harus percaya Jonghyun hyung bisa membahagiakannya” ucap key pada dirinya sendiri.
==============End of Author POV==============
===============Minho POV============
Aku baru saja membeli obat dan betapa terkejutnya aku tak dapat menemukan Mi Young ditempat tidurnya, hanya menemukan Soo yun yang tertidur dan ketika aku mencarinya di ruang lain tetap juga gadis itu tidak ada.
“Kau mencari siapa Minho hyung?” tanya Dong woon yang sejak tadi memperhatikanku bolak-balik panik.
“Kau tahu dimana Mi Young?” Aku menghampiri Dong woon yang sedang membolak-balik komiknya, sedangkan Jaejin dan Taeyeon sedang sibuk bermain game online.
“Tadi aku melihatnya keluar, diikuti dengan Key, entahlah...”
“Dengan Key?” entah kenapa rasanya hatiku tidak nyaman, cemburu? Sepertinya. Apa yang mereka lakukan berdua di luar malam-malam? Memikirkannya saja membuatku tak nyaman.
“Maksudku Mi Young keluar terlebih dahulu, sendiri, lalu kemudian key juga keluar. Aku pikir mereka bersama dan...”
Aku merasa tak butuh penjelasan Dong Woon lebih lanjut, maka aku pun keluar rumah denga tergesa. Ketika aku baru saja membuka pagar, kudapati Mi Young dan Jonghyun hyung berjalan beriringan ke arah rumah. Jjamkaman! Bukannya tadi Dong Woon bilang kalau kemungkinan key yang bersama Mi Young.
“Minho oppa! Aku senang akhirnya oppa pulang! Misi oppa berhasil kan?”
Aku tak menjawab pertanyaan Mi Young, Jonghyun hyung sepertinya mengerti kalau aku ingin berbicara berdua saja dengan yeoja dihadapanku itu.
“Mi Young, Minho aku ke dalam duluan ya!”
“Nee... Jungsu!” aku tercekat, jadi Mi Young sudah tahu kalau Jonghyun itu adalah Jung su? Rasanya hatiku makin tidak bisa tenang saja.
“Oppa kau tak menjawab pertanyaanku, aku...”
Yeoja itu terdiam saat aku menariknya ke dalam pelukanku, betapa aku sangat merindukannya. Akhh yeoja ini benar-benar membuatku hampir mati waktu melihatnya tenggelam, untung saja dia bisa kuselamatkan. Jika tidak, aku tak akan bisa memaafkan diriku seumur hidupku.
“Misi oppa berhasil” aku mengacak-acak rambutnya ”ya, aku pulang Mi Young, aku takkan meninggalkanmu lagi...”
“Oppa... oppa mianhae...”
Kata-kata Mi Young membuat hatiku mencelos, perasaan ketika kau kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Jangan-jangan...
“Oppa...” Mi Young dengan perlahan mencoba membebaskan diri dari pelukanku, tapi aku tidak mau, aku tidak bisa, aku tidak rela.
“Oppa...aku tak bisa bernafas...”
“Ehh...?” Minho pabo ya! apa yang kau lakukan?, maka dengan rasa berat aku melepaskan Mi Young, aku menatap dirinya dari atas ke bawah dan kusadari dia tidak menggunakan kalung liontin burung birunya tapi tidak juga menggunakan kalung berliontin bintang pemberianku, apa dia tidak menemukan liontin itu?
Mi Young memegang tanganku lalu menaruh sesuatu di telapak tanganku menutupnya dengan jari-jariku, aku sudah dapat menebak apa yang dia berikan tapi aku berusaha menyangkal, tapi benar saja ketika aku membuka telapak tanganku kudapati kalung berliontin bintang yang kuberikan berkilapan.
“Mianhae oppa, aku tak bisa menerima cintamu, aku tak bisa menjadi yeojachingu mu”
“......”
“Aku mencintai Key, aku baru menyadari perasaan ku itu. Mianhae oppa”
Hatiku rasanya remuk mendengar apa yang dikatakan Mi Young padaku, aku benar-benar tak habis pikir kenapa Mi Young bisa lebih memilih Key dibandingkan aku? Bukankah aku lebih banyak menghabiskan waktu dengannya? Bukankah aku yang selalu melindunginya? bukankah aku yang menyelamatkan nyawanya? Tapi mau bagaimana lagi, dia, yeoja yang kucintai telah memilih orang lain.
“Nee... arra.... berbahagialah dengan Key, aku tahu dia juga mencintaimu”
“Hahh??Jinjja? key mencintaiku?” aku melihat wajah Mi Young memerah, tapi bukan karena aku, dia terlihat terkejut sekaligus senang, tapi bukan untukku. Dengan berat hati aku menganguk. Mi Young sadarkah dirimu kalau aku benar-benar patah hati?
“Mi Young, aku harus pergi, aku tidak bisa lama-lama disini aku akan kembali ke Seoul” Aku berbalik menuju mobil yang aku parkirkan depan rumah, sebenarnya sebelumnya aku tak berencana akan pulang malam ini tapi aku tak sanggup, bukan, yang benar aku belum sanggup melihat Key dan Mi Young bersama.
“Nee oppa, hati-hati, gomawo sudah menyelamatkan aku tadi siang”
Aku berhenti sesaat tanpa menoleh “Nee... cheonmaneyo”, lalu aku pun kembali berjalan ke arah mobil. Jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku yakin kalau Key dapat membahagiakan Mi Young, tapi sekarang aku butuh menjauh dari mereka. Ya, aku yakin suatu saat dapat menerima kenyataan bahwa Mi Young tidak memilihku.
==================End of Minho POV=============
=================KEY POV===================
SHINING SCHOOL, Gedung Olahraga
11.00 pm
Aku menyalakan lampu gedung olahraga, dan aku tatap lapangan basket . Ya, saat ini, aku, Key, bukannya berada di pantai untuk training tim basket malah kembali ke sekolah. Aku hanya ingin menenangkan hatiku. Aku tak bisa berpura-pura baik-baik saja melihat Jonghyun hyung dan Mi Young bersama. Basket yang bisa menenangkan ku, maka tanpa sadar tadi aku terus mengemudikan mobil sedanku hingga sampai sekolah.
“Mi Young huft.....” aku meletakkan tas gendongku dipinggir lapangan, dan bergegas mengambil bola basket yang tergeletak tak jauh dari lapangan, sebenarnya aku akhirnya agak menyesal juga telah datang kemari. Disini terlalu banyak kenanganku dengan Mi Young.
Duk duk duk duk... aku mendribble bola dan bersiap melakukan lay up, berlari dan...
“Sial.. “ aku mendesah, lay up yang aku pikir bakal mudah, percuma, bola yang kulempar tidak masuk ke dalam keranjang.
Aku tak menyerah, lalu aku mengambil bola lagi mendribblenya ke tengah lapangan dan bersiap melakukan three point, dengan teknik dan kekuatan yang kumiliki aku yakin bola akan masuk tapi...
“AIGO.... waeyo? Kenapa aku gagal terus??” renggutku kesal, tapi aku belum menyerah, aku terus berusaha memasukkan bola tapi anehnya tak satupun masuk. Bahkan slam dunk yang kulakukan gagal, jauh dilubuk hatiku aku tahu kalau aku sedang lemah, aku ini sedang patah hati dan tidak bersemangat.
“Kali ini, harus masuk... bisa gawat kalau aku, kapten tim Shining school payah seperti ini!” aku menyemangati diriku sendiri, lalu kembali mendrible bola ke tengah lapangan untuk melakukan tembakan three point. “Pokoknya kalau aku tidak bisa memasukkan bola ini, aku bukan kapten tim basket shining school lagi”
Untuk menenangkan hatiku, aku pun menutup mataku dan...
“KEY!!! HWAITING! KAU PASTI BISA!!”
Suara ini? Mi Young? Aku yang sedang memejamkan mata terkejut tapi tetap tidak bergeming, anni.... aku pasti sedang berkhayal, ya.. benar aku pasti bisa... aku pasti bisa! Maka aku membuka mataku, menatap ke arah keranjang, melemparkan bola ke arahnya dan....
PLUNG
“YES!” Aku berteriak kegirangan saat three pointku berhasil, entah kenapa aku merasa sangat senang sampai telat menyadari sekitar.
“Key oppa! Kau hebat!!” suara seorang yeoja mengagetkanku, dan ketika aku berbalik, aku benar-benar tak dapat mempercayai pandangan mataku sendiri. Kim Mi Young berlari ke arahku lalu melompat-lompat menepuk pundakku.
“Tadi bagus sekali oppa!” Mi Young terlihat heboh sekali, sedangkan aku hanya terbengong “Ehh... kau kenapa oppa?? Sakitkah?”
“KEY WOY SADAR!” DUAKKKK.... bola basket yang dilemparkan seseorang membuatku tersadar, dan ketika aku menengok ke samping, aku melihat Jaejin yang menggunakan helm tersenyum mesem mesem.
“Jaejin!! Kau berani melempar bola padaku hah???”
“Wajahmu yang minta aku untuk disadarkan dasar PABO!” Jaejin tertawa melihat Key yang mengerucutkan bibirnya “Kau kenapa pergi sih? Manajer mencarimu tahu! Dia bersikeras memintaku mengantarnya kesini karena dia yakin kau ada disini”
“Ya! jangan salahkan jaejin dasar pabo!” Mi Young menjitak kepalaku yang masih sakit terkena lemparan bola Jaejin
“Sakit tahu!!!”
“Ehh... mianhae... mana yang sakitt... kajja...duduk di pinggir lapangan”
“ Okey, pengganggu pergi dulu hehehehe.... traktiran besok ya Kapten!” Jaejin pun setelah tersenyum menggoda kearah Key langsung pergi ke luar ruang olahraga meninggalkan Key dan Mi Young berdua.
“hey! Mau kemana kau JAEJIN KAU HARUS TANGGUNG....”
“Key bisakah kau diam! Kau bilang sakit tadi!” Aku hanya cemberut, masih sebal dengan kelakuan Jaejin. Kemarin dia biang kerok yang membiarkan aku dan Mi Young berduaan di kamar, dan sekarang... eh... Jjamkaman, kenapa Mi Young ada disini? Kenapa dia mencariku?
“Mi Young” kataku setelah kami duduk di kursi tepat beberapa meter dari pinggir lapangan, Jaejin telah pergi, hanya tinggal kami berdua. Aku dapat merasakan hatiku kembali tidak tenang, aku masih mencintai yeoja ini. Sangat. Kenapa dia malah kesini? Makin lama bersamanya, aku makin tidak bisa merelakannya dengan namja lain.
“Nee..oppa, lihat oppa, kepalamu benjol. Sepertinya aku harus menghukum Jaejin, bagaimana kalau otakmu bergeser terus tidak bisa main basket dipertandingan minggu depan?”
“Mi Young, kenapa kau disini? Mana Jonghyun hyung maksudku Jung su?”
“Mwo? Waeyo oppa? Dia ada di penginapan kok”
“Kenapa dia tidak bersamamu? Kenapa kamu kemari? Kau tahu sekarang jam berapa? Sekarang itu....” aku mengecek jam tanganku sekilas “Sekarang jam 11.30 pm PABO! Jalan dari sana ke sini sangat berbahaya! Ngapain kamu kemari? Ngapain mencari aku? Bukannya bersama dengan namjachingumu saja? Kau...”
“KARENA AKU INGIN BERSAMAMU!”
===========End of Key POV===========
============Kim Mi Young POV===========
“Kenapa dia tidak bersamamu? Kenapa kamu kemari? Kau tahu sekarang jam berapa? Sekarang itu....” key oppa mengecek jam tangannya sekilas “Sekarang jam 11.30 pm PABO! Jalan dari sana ke sini sangat berbahaya! Ngapain kamu kemari? Ngapain mencari aku? Bukannya bersama dengan namjachingumu saja? Kau...”
Namja ini, setelah aku bersusah payah menemuinya, dia malah mengomeli aku. Entah apa yang mendorongku akhirnya aku muak dan...
“KARENA AKU INGIN BERSAMAMU! ARRASEO??”
Key terdiam, dan aku menekapkan mulutku, kaget. Bagaimana mungkin kata-kata itu bisa keluar begitu saja?? Haduuuhhh Mi Young pabo!! Apa yang kau lakukan! Tapi sudah terlanjur.. lagian Key sepertinya sudah salah paham padaku.
“memang siapa namjachinguku? Aku tidak punya namjachingu kok!”
Aku mencuri-curi pandang penasaran melihat ekspresi Key, Key masih terlihat bingung. Aigoo, apakah aku yang harus menjelaskannya?
“Key, sebenarnya aku...” rasanya jantungku hampir berhenti berdetak karna tiba-tiba key mendekatkan telunjuknya di bibirku, dan perlahan wajahnya mendekati wajahku. Rasanya aku bagai terhipnotis dan hanya dapat melihat wajah Key.
“Mi Young, biar aku yang mengatakannya, jeongmal saranghae chagiya, maukah kau jadi yeojachingu ku?”
DEG
Pengakuan Key membuatku sangat bahagia, kalau ini mimpi, aku berharap tidak akan pernah bangun. Rasanya aku dapat terbang kapan saja, aigoo.... aku sangat mencintainya...apa dia bisa merasakan kalau jantungku ini hampir copot karena berdetak terlalu cepat?
“Nado.... saranghaeyo oppa, aku mau..aku mau jadi yeojachingu mu” jawabku mantap, wajah key yang awalnya terlihat agak cemas sekarang tersenyum sumringah, ia pun lebih mendekatkan wajahnya padaku. Ommo........ apakah dia akan menciumku? Maka refleks aku menutup mataku dan...
Kriukkk kriukkkkkk
Suara perutku yang keroncongan mengagetkan kami berdua, dan kamipun tidak jadi berciuman. Key oppa refleks langsung berbalik sambil bersiul dan aku pikir berpura-pura merapihkan rambutnya. Sedangkan aku sibuk merutuki perutku yang memang kelaparan.
Dasar perut pabo! Kenapa kau harus berbunyi sekarang,, aigooo... aku benar-benar malu! Aku pun dengan takut-takut melirik ke arah Key yang sedang sibuk membuka tasnya, seperti mau mengambil sesuatu dan benar saja...
“Mi Young... saengil chukka hamnida” aku terkejut saat Key menyodorkan strawberry cheese cake padaku, di tengahnya terdapat lilin mungil yang indah.
“I..ini..”
“Sebentar ya!” key menyalakan api di lilin itu, lalu kembali menatap jamnya “ Saengil chukka hamnida,, saengil chukka hamnida....saengil chukka hamnida.. saengil chukka hamnida Mi Young”nyanyi Key oppa membuatku tertawa kecil, aishh dia lucu sekali.
“hahahahhaha.... nyanyianmu lucu oppa”
“Bukan lucu, tapi keren!” ralat key oppa sambil mengerucutkan bibirnya, aku hanya menganguk-anguk mengiyakan “Hmm.. masih ada waktu, hari ulang tahunmu tinggal 5 menit lagi, cepat minta permintaan”
Akupun memejamkan mataku, lalu mengatakan permintaanku dalam hati, permintaan yang persis aku minta saat melihat bintang jatuh bersama Minho oppa. Lalu akupun meniup lilin.
“Kamu minta apa.. eh..hmmm... chagiya?”
Aku menekapkan mulutku, rasanya malu sekali mendengar Key memanggilku dengan sebutan chagiya “Ada dehh.. kalau aku memberitahumu, nanti tidak terkabul”
“pelit!”
“Biarin! Mehrong hahahahhaha” aku meledeknya dan key berakting ngambek sambil mengacak-acak rambutku “ Stop, aku Lapaarrrrr, oppa, dimana pis....”aku terdiam karna Key dengan jailnya menotolkan krim strawberry dipipiku, tapi yang paling membuatku terkejut dia mengecup pipiku sambil mengambil krim strawberry yang menempel!!
“KEY!!! ITU MENJIJIKAN!!!” dengan gemas aku memukul Key, tapi Key oppa malah makin terlihat senang, maka refleks aku melemparkan strawberry cheesecake itu tepat di muka key oppa!
“Mi Young.... “ key oppa tiba-tiba berubah serius,, aigo,, Mi Young apa yang kau lakukan????
“Oppa... mianhae... haduuuhhh gimana ini...?? tissue tissuee...” maka akupun mengambil tissue dan mengelap wajah Key yang belepotan kue, Key diam saja saat aku membersihkan mukanya.
“Kau harus tanggung jawab manager, karena mengotori mukaku”
“Eh?”
Cup
Mwo?? Apa ini? Aku bisa merasakan nafas Key di pipiku, rasanya tubuhku disetrum listrik ribuan watt. Key menciumku? Mencium bibirku? Sesaat aku hanya diam merasakan dia mengulum bibirku dengan lembut dan lalu akupun mulai membalas ciumannya entah kenapa.
“Mi Young...?” namja di depanku akhirnya berkata sesaat setelah kami berhenti berciuman. Aigooo... apa yang aku lakukan?? Mukaku pasti benar-benar merah sekarang, dan apakah Key di hadapanku ini bisa mendengar detak jantungku yang kencang??
“Kau ingin makan apa? Ayo kita ke ruang PKK,,,” aku masih menunduk, rasanya aku masih terhipnotis, jjamkaman!! Key menciumku??
“HAHAHAHAHAHHAHA kenapa mukamu kaylk orang pabo gitu!” Key berdiri dan menarik tanganku
“Kau ini yahh!! Suka sekali membuat orang kesal! Pokoknya kamu harus memasakkan aku makanan Indonesia!” Aku ikut berdiri, nyesal deh aku bengong kayak orang kena hipnotis tapi Key malah ketawa-ketawa. Aku pun mengikuti key menuju ruang PKK.
“Mwo?? Masakkan Indonesia? Kau ini aneh-aneh saja! Annii.... anni... aku bikinin spagheti saus bolognese aja gimana? Atau bulgogi aja, atau ramyun yah? Jajangmyeoun deh yah!”
“Oh boleh deh Jajangmyeoun, tapi nanti oppa harus membuatkanku masakan Indonesia ya! hahaha, yakso?” aku menunjukkan jari kelingkinku.
“Kau ini ada-ada saja, nee... yakso” Key pun menautkan jari kelingkingnya. Sekarang jari kelingking kami bertautan.
“Gomawo” aku mencubit pipi namjachingu ku itu, dan dia balas mencubit pipiku. Dan kemudian Key memegang tangan kananku lebih erat sambil mengangkat tangan kananya seperti hendak meninju langit yang bertabur bintang di atas kami.
“YOSHH,,,, sekarang juga aku akan membuat Jajangmyeoun yang terenak di dunia!”
==The End==
==========Mi Young POV ===========
Shtttt..... ini rahasia.... sebenarnya ini permintaanku
Aku ingin semua orang yang aku cintai bahagia
Hanya itu ^^v
=========Mi Young POV end========
FIN
AKHIRNYA FF INI SELESAI!!!!!!!!!!! BANZAIII!!!!!! BANZAI!!!!!!!!!!! #AUTHOR TEREAK-TEREAK SENDIRI#
Bagaimana?? anehkah akhirnya?? ngga suka kahh??? mian, saya masih amatir #bow#, tapi harus terima! hahahhahaah #author aneh
Special thx to
1. Allah SWT
2. key SHINee : u're my nae nampyeon forever #plakk.. hahahahha,, pokoknya kamu almighty Key yang selalu bisa membuatku tersenyum dan memberi inspirasi, gomawo ^^
3. Minho, Onew, Taemin, Jonghyun,,, kalian juga bias aku yang selalu bisa menyinari(?) hatiku ^^,,
4. Suppot cast : park mingi, b2st member, suju member dll gomawo ^^
5. My lovely friend Azmi yang udah sedikit banyak buat aku terpengaruh ingin bikin FF SHINee,, gomawo y! hahahahaha kangennnn
6. (Terakhir tapi bukan berarti yang terakhir) buat semua readerku, saeng, chingu, eonni yang udah setia baca FF SS ini sampai selesai, gomawo ,,, saranghaeyo T^T,, makasih buat koment, ma like nya, tanpa itu semua, aku ga akan termotivasi buat lanjutin ni FF. Nisa saeng, Rini saeng anakku (?), Deshyani saeng, Ririst saeng, Rizky saeng, Lia saeng, PrincesStar saeng, Princess marini saeng, sarah saeng, yang udah ngikutin dari awaaaaall bget pas baru part 1 FF ini dipublish dan tetep setia sampe sekarang, gomawo ^^ #mian kalo ada yg ga kesebut#
Juga tak lupa buat semuanya yang udah baca, koment and like FF note gaje aku,, gomawo ^^,, mian gak disebut satu persatu
OYA, NIH FF ADALAH HASIL KARYA AKU SENDIRI, JADI KALAU KALIAN MENEMUKAN FF INI SELAIN DI BLOG KU, SF3SI DAN DISINI, TOLONG LAPORKAN PADAKU YA! please~~~=DD *bow*
Ok.. author pamit (?) diri dulu,,,
ANNEYONG
Tampilkan postingan dengan label SHINING SCHOOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SHINING SCHOOL. Tampilkan semua postingan
Senin, Maret 07, 2011
[SHINee FF] SHINING SCHOOL PART 11/12
ANNEYONG!! GOOD EVENING!! KONBANWA!! OYASUMINASAI (?), SELAMAT MALAM DUHAI KEKASIH (?) ehhh salahhhh duhai saeng, chingu, eonni ku tersayang....
BAWA LANJUTAN FF SS YANG KALIAN TUNGGU-TUNGGU NIIIHHHHHH #Nunjuk2 note#, MIANHAE ngepostnya lamaaa (iy gtu?) biasa, urusan perizinan (?) nya lagi sulit wkwkkwkw #author ditimpuk ember sama fans (?)
Hari ini, hari yang berat buat istrinya (?) Key a.k. Me a.k. AUTHOR #Ditimpukkin lockets sedunia#, tapi meskipun begitu, aku akan tetap semangat karna aku masih punya banyak hal yang bisa disyukuri. Mungkin diantara kalian juga ada yang mengalami hari yang berat? hwaiting!! kita pasti bisa mengatasinya ^^D
Sudah kita tinggalkan saja curhatan tak jelas di atas #siapa si yang nulisnya? kaga ada kerjaan bener =,=#,
Mian kalau FF ini masi amburadul, saya masih amatir sihh
Yg mw tag, aq taggin,
Yg g suka untag ajjah
Langsung aja deh ~~~
Jangan lupa comment or like yahh,,, biar semanget lanjutinnya ^^, KALO NGGA, KEY NGOMEL LOH #Jurus 2 ngamcem# hehe peace
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
Perlahan aku menarik kertas dari saku bajuku, kertas yang diselipkan dalam tanganku sebelum Minho oppa pergi, aigoo... kenapa aku lupa tak membacanya tadi malam setelah Onew dan Min Gi eonni mengantarku ke asrama?
To : Kim Mi Young
Di kotak lacimu paling bawah ada sebuah kotak berwarna biru
Bukalah lalu lihat, disana kamu dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi diriku.
Sesuatu yang lebih berharga dari hartaku, diriku, bahkan nyawaku.
Lalu lihatlah surat yang ada di dalam kotak itu, ikuti petunjukknya
“Mwo?...cuman ini?” Aku membolak-balik, tapi percuma tak ada tulisan lain, maka dengan agak penasaran aku membuka laci di samping kasurku yang paling bawah dan benar saja terdapat kotak . Kotak berwarna biru yang diikat dengan pita berwarna putih. Kotak itu sebesar kotak sepatu dan ketika aku angkat terasa agak berat. Minho oppa bilang kalau di dalamnya aku bisa melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, maka dengan penasaran aku mulai melepaskan pita putihnya dan akhirnya hanya tinggal membuka tutup kotaknya, maka aku buka ,
DEG
Refleks aku menutup mulutku sambil menatap benda di hadapanku
“Aish.... ini kan?”
New Part
“Aish... ini kan?”aku menatap ke dalam pantulan diriku sendiri dari dalam kotak. Ternyata isi kotak itu adalah cermin, cermin berbentuk oval yang sangat indah, dipinggirnya ditempeli manik-manik yang bergemerlapan. jjamkaman, oppa bilang di dalamnya aku dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, aku melihat diriku sendiri, jadi maksudnya aku?
“Minho oppa” aku merasa wajahku menghangat, ya Tuhan, etthokhe? Minho oppa sepertinya benar-benar menyukaiku, menyukai yeoja pabo sepertiku yang bahkan masih bingung dengan perasaanku sendiri?
Aku mengambil cermin indah itu dari kotaknya dan melihatnya sambil tersenyum, lalu kusadari di dalam kotak itu masih ada selembar lipatan kertas yang tertinggal, maka aku buka kertas itu.
To : Mi-Young
Apakah kau sudah mengerti apa yang paling berharga bagi diriku?
“Nee... oppa” aku menganguk setelah membaca kalimat pertama oppa
Mi Young, aku akan mengaku, aku adalah namja yang banyak kekurangan
Aku sama sekali tidak pandai mengumbar kata-kata cinta, tapi akan aku tunjukkan dengan perbuatanku seberapa besar aku mencintaimu.
Aku bukanlah namja yang hebat memberi saran dan kata-kata semangat, tapi aku akan selalu tersenyum dan mengacak rambutmu untuk menyemangatimu.
Aku bukanlah namja yang akan selalu memujimu, tapi aku pada akhirnya pasti akan berkata kau lah yang terbaik,
Aku bukanlah namja yang dapat selalu berada di sisimu, tapi aku berjanji akan selalu ada saat kau membutuhkanku
Aku mungkin bukanlah namja yang kau harapkan untuk menjadi namjachingumu, tapi aku akan berusaha memenangkan hatimu.
Kau tahu kenapa aku melakukan itu?
Nee.. jeongmal saranghaeyo chagiya
PS : ambillah sesuatu yang berada di mulut Dark Prince #aku tahu kau menamainya itu!#, kalau kau menerimaku, aku ingin kau memakai itu di depanku, saat kita bertemu lagi, tapi jika kau menolakku, kembalikan padaku.
Choi Minho
Aku menatap surat itu sekali lagi, ya dengan ingatan fotografis ku aku bisa memastikan ini adalah tulisan tangan Minho oppa. Hatiku benar-benar goyah, aku apakah aku mencintai Minho oppa? Minho oppa ternyata benar-benar mencintaiku. Refleks aku teringat hari-hari bersama Minho oppa, semakin hari dia semakin baik padaku. Dia selalu membantuku apabila aku kesulitan memahami pelajaran, memperhatikan diriku yang sedang sakit, dia selama sebulan ini selalu ada di sisiku.
Menjagaku.
Maka aku ambil boneka Dark Prince yang berwarna putih bersih bagai malaikat itu. Ternyata benar, ketika aku raba mulutnya, ada semacam kantong. Dari kantong itu aku menarik sesuatu yang panjang dan ketika aku keluarkan...
“Yeppeo...” sebuah kalung yang terbuat dari emas putih dengan liontin berbentuk bintang berwarna putih keperakkan dan di satu sisi bintang itu terdapat batu mulia yang sangat indah, bergemerlapan tertimpa cahaya matahari sore.
Dengan segera, aku ingin mencobanya tapi ketika akan aku pakai, aku menyadari kalung perakku yang berliontin burung biru masih melekat di leherku maka aku urungkan niatku. Tiba-tiba hatiku merasa sakit, ada perasaan kalau aku menjadi seorang pengkhianat kalau aku memakai kalung yang lain.
Eotthokke?
Pertanyaan-pertanyaan memenuhi benakku. Mi Young, jelas-jelas Minho oppa mencintaimu? Apakah kamu masih tetap akan menunggu Jung su?
“tapi aku telah berjanji” jawabku pada diriku sendiri
Apakah aku mencintai Jung su?
“Aku berjanji padanya, akan menjadi isrinya, berarti aku berjanji mencintainya”
Apakah aku mencintai Minho?
“....aku..dia mencintaiku.., dulu aku menyukainya”
Apakah aku mencintai Key?
“aku.. merasa nyaman bersamanya”
Lalu apa itu cinta?
“Bruk...” pintu kamarku terbuka. Membuyarkan perdebatan batinku.
“Mi Young! Kita makan ba... eh kamu kenapa nangis?”
“A... anniyo,aku hanya merasa sedikit sakit” aku berbohong, sambil aku menghapus air mata yang menggenangi mataku
“Mau aku antar ke ruang UKS?” Soo yun duduk disamping ku, dia memandangku penuh cemas, aku menggeleng dan tiba-tiba aku melihat benda yang sepertinya sangat kukenal digenggam oleh Soo yun
“Soo yun, b..boleh aku llihat?”
“Ini? Nee..” Soo yun menyodorkan benda yang dipegangnya, sebuah cangkang keong laut berwarna keemasan. Tapi keong ini retak. Perlahan Mi Young menempelkan cangkang keong laut di telinganya. Ajaibnya sesaat terdengar bunyi deburan ombak yang indah. Keong ini tak salah lagi, ini adalah keong laut yang diberkannya pada Jung su.
“Soo yun, kamu..kamu tahu dimana pemilik keong laut ini?? Dimana.. kamu kenal Jung su??”
“ehh...molla, aku cuman nemuin itu di depan ruang olahraga,, ehh..Mi-Young kamu mau kemana?”
Aku tak mempedulikan kata-kata Soo yun, burung biruku pernah ke ruang olahraga? Apa mungkin dia salah satu siswa SHINing School? Mungkinkah? Maka akupun berlari, ke atas ke tempat helipad, aku memang takut naik helikopter apalagi sendirian. tapi saat ini yang kupikirkan adalah Jung su.
“Jung su... kalau kau tak bisa menemukanku, aku akan menemukan mu terlebih dahulu”
Aku menggenggam cangkang keong itu dengan lebih erat, lalu aku teringat kalung bintang pemberian dari Minho oppa yang tak sengaja kutinggalkan di kamar.
Minho oppa, mianhae...
=======================End of Mi-Young POV=======
===============Jonghyun pov===========
“Pak, lihat cangkang keong laut disini tidak?” tanyaku pada petugas kebersihan di gedung olahraga, betapa kecewanya aku waktu dia hanya menggeleng. Maka sambil menghembuskan nafas panjang aku mulai mencari di dalam ruang olahraga. Mungkin saja tertendang ke dalam.
Setiap sudut ruangan olahraga itu aku periksa, aku punya firasat dapat menemukannya hari ini...
“Jung su?”
“Mwo?”
Aku berbalik, dan tanpa aku duga seorang yeoja telah berdiri di depanku sambil terengah-engah. Dan yang paling membuatku terkejut, dia membawa cangkang keong laut milikku! Apa yang harus aku lakukan?
“Jonghyun sunbae? Anni... kau adalah Jung su. Setiap kali bersama sunbae, aku selalu teringat Jung su, iya kan??”
Aku menatap yeoja itu, bingung, apa yang akan kau lakukan sekarang ya Kim Jonghyun?? Mengakui kalau kau adalah Jung su? Tapi, kalau begitu nanti Key? Key sangat mencintai yeoja ini, aku tak mungkin mengkhianati dia.
“Ehh... yang kau bawa itu milik Key kan? Kau mau mengembalikannya?” tanyaku dengan akting terbaikku, yah mungkin ini yang harus aku lakukan.
“Jjamkaman? Sunbae bilang ini punya Key? Ja.. jadi Key adalah Jung su?” Mi Young terlihat sangat terkejut, tapi sepertinya dia percaya perkataanku barusan, entah kenapa sekali lagi dadaku perih. Tapi demi Key, akan aku lakukan.
“Nee... itu punya Key, kau tahu namanya waktu kecil? Kau mengenalnya Mi-Young?”
“Nee. Sunbae, dia adalah teman aku di pantai Jungmun, oppa apa kau melihat dia?”
“Coba kau cari di ruang PKK,, ehh... Mi-Young jjamkaman!” Aku menyambar pergelangan tangannya saat dia kan pergi, dengan segera aku mencoba menepis perasaanku. “Mi Young, key tidak mengingat lagi masa lalunya efek dari operasi yang dulu dia jalani, jadi aku mohon jangan mengungkit masa lalunya arraseo? Itu bisa berdampak buruk bagi kesehatannya”
“Jinjja?” aku dapat melihat wajah Mi-Young terlihat sangat kecewa, lalu dengan berat hati aku menganguk, “Nee.. sunbae... aku tak kan bilang apapun, yang penting aku berhasil menemukannya, aku berhasil menemukan burung biruku, gomawo sunbae!”
“Cheonmaneyo” dengan berat hati, aku lepaskan pergelangan tangan Mi Young yang aku genggam. Entah kenapa rasanya sangat sulit, dan perlahan setetes air mata mengalir di mataku, perih, benar hati ini. apakah itu karena aku masih belum bisa menerimanya? Anni,, demi kebahagian Key dan Mi Young aku harus bisa menerimanya. Mi Young, maafkan aku tak bisa memenuhi janji kita. Aku percaya, sangat percaya Key akan menjagamu dengan baik.
==================End of Jonghyun POV=====
==================Key POV=============
Besok adalah hari keberangkatan tim basket kami untuk training di pantai, jadi sekarang, aku, Kim Kibum a.k. Key sedang mempersiapkan bekal roti berserat tinggi untuk latihan besok. Yah, memang aku sendiri lah yang membuatnya. Karena aku cinta memasak. Aku menatap roti yang telah tertata rapi di keranjang lalu kemudian menengok ke dalam oven sambil senyum-senyum. Strawberry cheesecake yang akan aku buat ini sungguh spesial, kau akan tahu nanti kenapa aku bilang kalau cake ini sangat spesial ^^.
“Cake ini harus berhasil!, aku sudah mencoba membuatnya beberapa kali dan akhirnya semakin mendekati sempurna, Mi young akan menyukainya” gumamku percaya diri, aku benar-benar tak sabar melihat reaksinya besok saat aku memberikan ini. Dan aku berjanji aku tak hanya sekedar memberi cake ini, aku akan bertindak.
“Key!” suara seorang yeoja mengangetkanku, dan ketika aku berbalik, dia, yang sedang kupikirkan berjalan ke dalam sambil terengah-engah, ommoo... kenapa dia kelihatan kelelahan?
“Mi Young, gwenchana? Kamu ke-“aku terlalu terkejut untuk melanjutkan kata-kataku, yeoja dihadapanku itu berjalan cepat ke arahku dan memelukku erat. Mi Young memelukku? Seketika jantungku berdetak lebih kencang, darahku berdesir, rasanya nyaman sekali, aku merasa bisa melindunginya, maka aku balas memeluknya dengan erat, dan tanpa sadar aku mengecup kepalanya.
“Key...aku senang bertemu dengan mu”
“Nee... nado... Mi Young, kenapa kau menemuiku?”
“Aku... aku hanya ingin bertemu kamu secepatnya”
“Mi young... sebenarnya....” hampir saja aku mengatakan perasaanku kalau saja aku tidak melihat oven dan teringat cheesecake yang sedang kupanggang. Anni... aku sudah menyiapkannya besok, besok lusa saja, saat ulang tahun yeoja ini.
“Oppa? Apa yang ingin oppa katakan?” tanyanya, dia meregang sebentar untuk melihat mukaku, aku merasa wajahku menjadi panas, dan wajah Mi young juga terlihat bersemu merah. Apakah dia kedinginan atau?
“Kau memanggilku oppa?”
“Nee... tidak boleh kah? Kan kau lebih tua dariku, kau tidak senang? ahhh—kau tidak menjawab pertanyaanku! Apa yang sebenarnya kau ingin katakan?”
“Akan kuberitahu besok lusa, yakso” janjiku, aku merasa sangat senang, rasanya bagai mimpi Mi young datang kesini dan memelukku bukannya mengomeliku atau lebih seringnya aku mengomelinya dan dia pasti manyun. Tapi dia disini sekarang dalam pelukanku dan tersenyum. Tiba-tiba perhatianku teralih pada hal lain, sesuatu yang digenggamnya, tampaknya aku dapat mengenalinya.
“Mi Young, itu... apa yang kau pegang?”
Perlahan Mi Young dan aku melepaskan pelukan kami, dia pun lalu sambil tersenyum menunjukkan cangkang keong laut dihadapanku, cangkang yang kurasa sangat mirip dengan kepunyaan seseorang.
“Hmm... cangkang itu sangat mirip dengan kepunyaan Jonghyun hyung, dia juga punya yang seperti itu, katanya pemberian dari cinta pertamanya”
“....”
“Mi Young, kenapa? Kau kelihatan terkejut begitu?”
=====End of Key POV===========
==========Kim Mi Young POV=======
“Hmm... cangkang itu sangat mirip dengan kepunyaan Jonghyun hyung, dia juga punya yang seperti itu, katanya pemberian dari cinta pertamanya”
Kata-kata Key oppa itu membuatku merasa kaget. Cangkang ini kepunyaan Jonghyun sunbae? Tapi bukankah Jonghyun sunbae tadi bilang kalau Key oppa adalah pemilik dari cangkang keong laut ini, lalu siapa yang benar?
“Mi Young, kenapa? Kau kelihatan terkejut begitu?” tanya Key oppa, dia terlihat cemas melihatku yang sedang melamun, untung aku cepat tersadar, tapi ada apa ini? Siapa yang berbohong?
“Jjamkaman! Oppa bilang ini kepunyaan, ma.. mak..maksudku mirip de..dengan kepunyaan Jonghyun sunbae?”
“Nee... Jonghyun hyung sangat menganggap benda itu berharga, eh.. memangnya yang kau pegang itu kepunyaan Jonghyun hyung? Mi Young, kau kenapa pucat begitu? Sakit?”
“Gwenchana oppa!” kataku berbohong, Key tampaknya tidak puas dengan jawabanku, dan dia malah lanjut memegang keningku “tidak panas” katanya.
“Oppa...?”
“Nee.. mwo?”
Ada banyak hal yang masih ingin aku tanyakan, tapi lidahku kelu dan hatiku sakit. Aku terlalu takut melihat kenyataannya. Aku menatap Key sekali lagi, aku yakin dia tidak berbohong sedangkan ekspresi Jonghyun sunbae tadi setelah kupikir lagi memang agak mencurigakan. Mungkinkah benar Jonghyun sunbae adalah Jung su? Kenapa dia berbohong? Ahhh~~~~~~~seandainya ingatan fotografisku tentangnya masih ada...
“Mi Young, kau melamun? Atau kau sakit? Ayo kita ke UKS”
Aku menggeleng “ oppa, aku ingin pulang ke asrama saja, aku ada janji dengan Soo yun”
“Bersama denganku saja, sebentar lagi aku selesai”
“Gwenchana oppa, aku pergi dengan Soo Yun kok dan aku—“aku terhenyak ketika dengan tiba-tiba Key mencium pipi kananku sekilas, aku hanya bisa bengong, rasanya aku sedang bermimpi saja. Key oppa mencium pipiku???
“Hati-hati ya! sampai ke asrama langsung istirahat, besok kan kita akan pergi training, aku memerlukan bantuanmu”
Aku hanya mengaguk, lalu berbalik pergi, rasanya ada yang aneh. Jantungku bekerja dengan aneh. Otakku juga blank. Ada apa ini?? Key tidak seperti biasanya, dia jadi.. jadi sangat sopan dan baik. Bukannya dia biasanya selalu mengomel? Perlahan setelah keluar ruang PKK aku perlahan memegang dadaku, ternyata benar, jantungku berdetak tidak normal!!
Eottheokkhe??
===========End of Mi Young POV========
===========Author POV ==============
Seorang namja yang menggunakan kupluk dan jaket berwarna kuning sedari tadi mengintip ke arah ruan PKK tanpa disadari oleh Mi Young ataupun Key, dan setelah yakin Mi Young keluar, ia pun akhirnya memutuskan untuk menyudahi penguntitannya. Ya, memang ini kelihatan sangat konyol dan tidak ada artinya, tapi dia tahu, Minho sangat cemas pada Mi Young terutama takut kalau tiba-tiba Kepala Sekolah Cho Kyuhyun melakukan sesuatu pada gadis itu. Tapi yang paling dicemaskan Minho sekarang sepertinya ini... Key dan Mi Young berpelukan! Dan yeoja itu memeluk Key terlebih dahulu. Namja itu menimbang-nimbang pikirannya antara ingin memberitahu Minho atau tidak, akhirnya dia membuka hpnya dan mencari sebuah nama untuk menelpon....
“Yoboseyo,, ah.. Taeminnie” suara disebrang menjawab
“nee.. hyung, bagaimana pekerjaanmu? Kapan kira-kira kau akan pulang?”
“Mungkin lusa, itupun kalau aku berhasil memecahkan kode ini, kali ini pekerjaannya cukup sulit”
“Hyung.. sebenarnya...” Taemin sengaja membuat kata-katanya menggantung, dia bingung mau mulai dari mana.
Taemin pun menceritakan apa yang dilihat dan didengarnya di ruang olahraga dan ruang PKK, namja itu memang sudah mengikuti Mi-Young sejak yeoja itu keluar dari kamar
“...hyung, aku pernah cerita kan, kalau Mi Young bercerita padaku tentang sahabat masa kecilnya Jung su. Aku berpikir kalau Jung su adalah Jonghyun hyung soalnya tadi Mi Young membawa-bawa cangkang keong laut itu. Tapi sepertinya Mi Young mengira Jung su itu adalah key,, ehhh hyung?? Kau masih disana?”
“Nee..teruskan Taemin”
“Aku pikir, Key hyung akan mengakui cintanya pada Mi Young saat training basket, tidak apa-apakah hyung?”
“Nee... aku juga sudah menebak seperti itu" suara Minho terdengar tenang, tapi Taemin tahu kalau Minho hanya mencoba bersikap cool "eh, Taemin, benarkah yang kau bilang tadi kalau Mi Young memeluk key terlabih dahulu dengan erat?”
“Nee hyung, waeyo?”
“Anni... ya sudah, aku tutup dulu teleponnya, aku harus kembali melanjutkan pekerjaanku. Aku harus masuk ke server pusat. Anneyong!”
“Anneyong” jawab Taemin sambil menutup telponnya, Taemin benar-benar hafal suara Minho yang mendadak jadi dingin ketika dia membicarakan Mi Young, Jonghyun sunbae, dan Key. Minho sangat cemburu walau berusaha menahannya.
===============Masiihhh Author POV===========
Hari training basket pun tiba, Mi Young, Soo Yun, Taeyeon, Key dan seluruh tim basket berangkat dengan bus sekolah ke pantai Yangsan, sebuah pantai yang terletak sekitar 2 jam dari kota Seoul dan sekolah mereka. Anak-anak basket lain terutama Jaejin sudah merencanakan akan membuat Key dan Mi Young duduk bersampingan tapi digagalkan dengan sukses oleh Taeyeon yang meminta Mi Young sebangku dengannya sedangkan Soo yun sebangku dengan Jonghyun.
Mereka pun akhirnya sampai di sebuah penginapan pinggir pantai yang cukup besar, penginapan yang dimiliki keluarga Key ini memiliki View yang sangat bagus. Setiap ruangan yang menghadap ke arah laut pasti terdapat kaca yang besar sebagai pengganti dinding sehingga laut dapat dengan mudah terlihat.
“Waaaahhhhhhhh.................... lautnya terlihat dengan jelas!! Pantai putihnya juga!” Mi Young tersentak kegirangan ketika mereka masuk salah satu kamar, memang sekarang mereka semua. Mi Young, Soo yun, Taeyeon serta Tim basket inti yang meliputi Key, Jonghyun, Jaejin dan Dong woon sedang tour melihat isi rumah keluarga Kim itu sedangkan anggota lainnya menginap di penginapan yang tak jauh dari rumahnya.
“Kau senang?” tanya Jonghyun sambil menghampiri Mi Young yang sedang menatap pemandangan pantai di balkon, membuat yeoja itu kaget.
“Nee.. aku sangat senang sunbae, tempat ini sangat indah, mengingatkan aku pada tempat aku dibesarkan di pantai Jungmun. Tempat aku dan key pernah bersama” Mi Young tersenyum ke arah Jonghyun, sejujurnya Mi Young masih belum yakin Key adalah Jung su, dia ingin melihat reaksi dari Jonghyun sunbae, tapi dia kecewa karna jonghyun hanya menganguk-angguk.
“Eh, Mi young, kau tahu! Laut disini tak kalah jernihnya dengan laut di pantai Jungmun, kita bisa melihat pemandangan bawah laut dari sampan kecil yang dasarnya transparan, kamu pasti sangat suka”
“Jinjja?” Mi Young terlihat sangat penasaran, tapi kemudian sesuatu mengusik pikirannya “ eh, tadi sunbae bilang pantai Jungmun? Sunbae pernah kesana?”
“Ehh.. i.itu..”
“Sepertinya pembicaraan kalian asyik sekali” key menepuk pundak Mi Younng membuat yeoja itu kembali berdebar,
“Ah.. eh... aku ingin ke toilet”permisi Jonghyun tiba-tiba, Key dan Mi Young hanya bisa menganguk dan membiarkan mereka berdua di balkon. Ntah sejak kapan suasana jadi canggung, Key dan Mi Young sama sekali tidak berbicara, mereka hanya terdiam bersampingan sambil menatap debur ombak yang menghantam karang serta merasakan belaian angin darat.
“Key, kemana semua orang?” Mi Young tiba-tiba tersadar kalau mereka sekarang hanya berdua, padahal rasanya tadi Jaejin dan kawan-kawan masih tidur-tiduran di kasur.
“Hwaaaaaa!!!!! Mereka itu! Pasti sengaja meninggalkan kita berdua huhhhh...” key tiba-tiba terlihat sangat gelisah, dia melirik Mi Young sekilas lalu menatap jam “Sebentar lagi loh”
“Mwo?”
Mi Young tersentak saat sinar mentari berwarna keemasan menyinari wajahnya dan ketika dia menghadap laut, matahari tenggelam sangat perlahan terlihat dengan jelas. Burung-burung camar tampak semakin menjauh ke arah matahari itu, sungguh sangat indah. Lagi senang-senangnya menikmati matahari tenggelam, hati yeoja itu melonjak saat key memegang tangan kanannya, key tersenyum pada yeoja itu dan kembali melihat ke arah laut. Wajah namja itu benar-benar terlihat bersinar di mata Mi Young, ntah karena pengaruh cahaya matahari atau apalah...
“Indahnya... “ gumam Mi Young yang masih menatap ke arah Key seperti terhipnotis. Indah? Mi Young, apa yang kau pikirkan? Mi Young yang tiba-tiba tersedar merutuki dirinya sendiri. Key yang tak tahu apa-apa hanya tersenyum mengira kebiasaan bergumam-gumam gak jelas Mi Young kambuh lagi.
“Aku senang kau suka, memang indah sekali” Key tersenyum manis, lalu kembali menatap laut.
Ya Tuhan... dia memang benar-benar indah....
==============End of Author POV=============
===============Kim Mi Young POV=============
Keesokkan harinya
Aku benar-benar tak mengerti diriku setelah kami melihat sunset kemarin! Aku tak sanggup melihat Key apalagi berdekatan dengannya. Rasanya jantungku hampir copot kalau tiba-tiba dia muncul dihadapanku, yang jelas ada yang tidak beres. Mukaku juga terasa panas kalau dia menatap wajahku. Maka aku habiskan waktu seharian ini menjaga jarak darinya. Untung saja hari ini sudah langsung latihan, jadi aku tak perlu bersusah payah menjauhinya. Tapi ketika aku berhasil menjauh darinya, aku ingin melihatnya, haduhhhh Mi Young, apa otakmu sudah konslet?
“Aku pikir... kamu mencintai Key oppa” jawaban Soo yun membuatku melompat kebelakang, saat ini kami baru saja pulang membeli minuman olahraga dari minimarket dan aku baru saja menceritakan unek-unekku pada Soo yun.
“MWO? Aku? Mencintai Key oppa? Anni.... anni.... aku tidak mencintai dia” elakku panik, ya ampunn kenapa mukaku menghangat begini?
“Hahahhahhaha wajahmu tak bisa bohong Mi Young! Aihhhh~~~ lucunyaaa sampai merah gitu mukanya, manis deh” Soo yun tersenyum mengejek padaku lalu lari ke rah karang di tepi pantai sambil berteriak “ KEY OPPAAAAAA!!!! MI YOUNG BILANG.........”
Aku bisa melihat tim basket kami termasuk key oppa yang sedang lari di sekitar pantai menoleh ke arah kami, dasar chingu ku ini benar-benar ingin mati! Maka aku pun mengejarnya ke karang
“ Soo yun! AWAS KAU YA!!”
“Mi Young! MEHRONG,, hahahhahhaha” Soo yun benar-benar terlihat sangat senang mengerjaiku, membuatku semakin malu, maka aku kejar dia yang sedang naik ke atas karang yang tidak terlalu tinggi itu. Walau aku agak takut sebenarnya, tapi aku lebih takut kalau Soo yun berkata macam-macam
“Soo yun, kau ini, jebal turunlah ke bawah dan jangan bicara yang aneh-aneh lagi”
“Oke, tapi belikanlah aku es krim ya!”
“Nee...” aku merasa lega, dan dengan perlahan aku mencoba turun dari batuan karang itu, mencoba mancari pijakkan yang tepat tapi kakiku terpeleset dan aku merasa diriku terjatuh, tapi aku berhasil bergelantungan pada batu karang yang kasar itu, aku takut, benar-benar takut
“KEEEEEYYYYY!!” bersamaan dengan teriakkanku, kekuatan genggamanku hilang dan tubuhku terjatuh ke dalam air.
Yang kuingat hanyalah aku tak bisa bernafas, tenggelam dan akhirnya semua gelap.
TBC
BAWA LANJUTAN FF SS YANG KALIAN TUNGGU-TUNGGU NIIIHHHHHH #Nunjuk2 note#, MIANHAE ngepostnya lamaaa (iy gtu?) biasa, urusan perizinan (?) nya lagi sulit wkwkkwkw #author ditimpuk ember sama fans (?)
Hari ini, hari yang berat buat istrinya (?) Key a.k. Me a.k. AUTHOR #Ditimpukkin lockets sedunia#, tapi meskipun begitu, aku akan tetap semangat karna aku masih punya banyak hal yang bisa disyukuri. Mungkin diantara kalian juga ada yang mengalami hari yang berat? hwaiting!! kita pasti bisa mengatasinya ^^D
Sudah kita tinggalkan saja curhatan tak jelas di atas #siapa si yang nulisnya? kaga ada kerjaan bener =,=#,
Mian kalau FF ini masi amburadul, saya masih amatir sihh
Yg mw tag, aq taggin,
Yg g suka untag ajjah
Langsung aja deh ~~~
Jangan lupa comment or like yahh,,, biar semanget lanjutinnya ^^, KALO NGGA, KEY NGOMEL LOH #Jurus 2 ngamcem# hehe peace
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
Perlahan aku menarik kertas dari saku bajuku, kertas yang diselipkan dalam tanganku sebelum Minho oppa pergi, aigoo... kenapa aku lupa tak membacanya tadi malam setelah Onew dan Min Gi eonni mengantarku ke asrama?
To : Kim Mi Young
Di kotak lacimu paling bawah ada sebuah kotak berwarna biru
Bukalah lalu lihat, disana kamu dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi diriku.
Sesuatu yang lebih berharga dari hartaku, diriku, bahkan nyawaku.
Lalu lihatlah surat yang ada di dalam kotak itu, ikuti petunjukknya
“Mwo?...cuman ini?” Aku membolak-balik, tapi percuma tak ada tulisan lain, maka dengan agak penasaran aku membuka laci di samping kasurku yang paling bawah dan benar saja terdapat kotak . Kotak berwarna biru yang diikat dengan pita berwarna putih. Kotak itu sebesar kotak sepatu dan ketika aku angkat terasa agak berat. Minho oppa bilang kalau di dalamnya aku bisa melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, maka dengan penasaran aku mulai melepaskan pita putihnya dan akhirnya hanya tinggal membuka tutup kotaknya, maka aku buka ,
DEG
Refleks aku menutup mulutku sambil menatap benda di hadapanku
“Aish.... ini kan?”
New Part
“Aish... ini kan?”aku menatap ke dalam pantulan diriku sendiri dari dalam kotak. Ternyata isi kotak itu adalah cermin, cermin berbentuk oval yang sangat indah, dipinggirnya ditempeli manik-manik yang bergemerlapan. jjamkaman, oppa bilang di dalamnya aku dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, aku melihat diriku sendiri, jadi maksudnya aku?
“Minho oppa” aku merasa wajahku menghangat, ya Tuhan, etthokhe? Minho oppa sepertinya benar-benar menyukaiku, menyukai yeoja pabo sepertiku yang bahkan masih bingung dengan perasaanku sendiri?
Aku mengambil cermin indah itu dari kotaknya dan melihatnya sambil tersenyum, lalu kusadari di dalam kotak itu masih ada selembar lipatan kertas yang tertinggal, maka aku buka kertas itu.
To : Mi-Young
Apakah kau sudah mengerti apa yang paling berharga bagi diriku?
“Nee... oppa” aku menganguk setelah membaca kalimat pertama oppa
Mi Young, aku akan mengaku, aku adalah namja yang banyak kekurangan
Aku sama sekali tidak pandai mengumbar kata-kata cinta, tapi akan aku tunjukkan dengan perbuatanku seberapa besar aku mencintaimu.
Aku bukanlah namja yang hebat memberi saran dan kata-kata semangat, tapi aku akan selalu tersenyum dan mengacak rambutmu untuk menyemangatimu.
Aku bukanlah namja yang akan selalu memujimu, tapi aku pada akhirnya pasti akan berkata kau lah yang terbaik,
Aku bukanlah namja yang dapat selalu berada di sisimu, tapi aku berjanji akan selalu ada saat kau membutuhkanku
Aku mungkin bukanlah namja yang kau harapkan untuk menjadi namjachingumu, tapi aku akan berusaha memenangkan hatimu.
Kau tahu kenapa aku melakukan itu?
Nee.. jeongmal saranghaeyo chagiya
PS : ambillah sesuatu yang berada di mulut Dark Prince #aku tahu kau menamainya itu!#, kalau kau menerimaku, aku ingin kau memakai itu di depanku, saat kita bertemu lagi, tapi jika kau menolakku, kembalikan padaku.
Choi Minho
Aku menatap surat itu sekali lagi, ya dengan ingatan fotografis ku aku bisa memastikan ini adalah tulisan tangan Minho oppa. Hatiku benar-benar goyah, aku apakah aku mencintai Minho oppa? Minho oppa ternyata benar-benar mencintaiku. Refleks aku teringat hari-hari bersama Minho oppa, semakin hari dia semakin baik padaku. Dia selalu membantuku apabila aku kesulitan memahami pelajaran, memperhatikan diriku yang sedang sakit, dia selama sebulan ini selalu ada di sisiku.
Menjagaku.
Maka aku ambil boneka Dark Prince yang berwarna putih bersih bagai malaikat itu. Ternyata benar, ketika aku raba mulutnya, ada semacam kantong. Dari kantong itu aku menarik sesuatu yang panjang dan ketika aku keluarkan...
“Yeppeo...” sebuah kalung yang terbuat dari emas putih dengan liontin berbentuk bintang berwarna putih keperakkan dan di satu sisi bintang itu terdapat batu mulia yang sangat indah, bergemerlapan tertimpa cahaya matahari sore.
Dengan segera, aku ingin mencobanya tapi ketika akan aku pakai, aku menyadari kalung perakku yang berliontin burung biru masih melekat di leherku maka aku urungkan niatku. Tiba-tiba hatiku merasa sakit, ada perasaan kalau aku menjadi seorang pengkhianat kalau aku memakai kalung yang lain.
Eotthokke?
Pertanyaan-pertanyaan memenuhi benakku. Mi Young, jelas-jelas Minho oppa mencintaimu? Apakah kamu masih tetap akan menunggu Jung su?
“tapi aku telah berjanji” jawabku pada diriku sendiri
Apakah aku mencintai Jung su?
“Aku berjanji padanya, akan menjadi isrinya, berarti aku berjanji mencintainya”
Apakah aku mencintai Minho?
“....aku..dia mencintaiku.., dulu aku menyukainya”
Apakah aku mencintai Key?
“aku.. merasa nyaman bersamanya”
Lalu apa itu cinta?
“Bruk...” pintu kamarku terbuka. Membuyarkan perdebatan batinku.
“Mi Young! Kita makan ba... eh kamu kenapa nangis?”
“A... anniyo,aku hanya merasa sedikit sakit” aku berbohong, sambil aku menghapus air mata yang menggenangi mataku
“Mau aku antar ke ruang UKS?” Soo yun duduk disamping ku, dia memandangku penuh cemas, aku menggeleng dan tiba-tiba aku melihat benda yang sepertinya sangat kukenal digenggam oleh Soo yun
“Soo yun, b..boleh aku llihat?”
“Ini? Nee..” Soo yun menyodorkan benda yang dipegangnya, sebuah cangkang keong laut berwarna keemasan. Tapi keong ini retak. Perlahan Mi Young menempelkan cangkang keong laut di telinganya. Ajaibnya sesaat terdengar bunyi deburan ombak yang indah. Keong ini tak salah lagi, ini adalah keong laut yang diberkannya pada Jung su.
“Soo yun, kamu..kamu tahu dimana pemilik keong laut ini?? Dimana.. kamu kenal Jung su??”
“ehh...molla, aku cuman nemuin itu di depan ruang olahraga,, ehh..Mi-Young kamu mau kemana?”
Aku tak mempedulikan kata-kata Soo yun, burung biruku pernah ke ruang olahraga? Apa mungkin dia salah satu siswa SHINing School? Mungkinkah? Maka akupun berlari, ke atas ke tempat helipad, aku memang takut naik helikopter apalagi sendirian. tapi saat ini yang kupikirkan adalah Jung su.
“Jung su... kalau kau tak bisa menemukanku, aku akan menemukan mu terlebih dahulu”
Aku menggenggam cangkang keong itu dengan lebih erat, lalu aku teringat kalung bintang pemberian dari Minho oppa yang tak sengaja kutinggalkan di kamar.
Minho oppa, mianhae...
=======================End of Mi-Young POV=======
===============Jonghyun pov===========
“Pak, lihat cangkang keong laut disini tidak?” tanyaku pada petugas kebersihan di gedung olahraga, betapa kecewanya aku waktu dia hanya menggeleng. Maka sambil menghembuskan nafas panjang aku mulai mencari di dalam ruang olahraga. Mungkin saja tertendang ke dalam.
Setiap sudut ruangan olahraga itu aku periksa, aku punya firasat dapat menemukannya hari ini...
“Jung su?”
“Mwo?”
Aku berbalik, dan tanpa aku duga seorang yeoja telah berdiri di depanku sambil terengah-engah. Dan yang paling membuatku terkejut, dia membawa cangkang keong laut milikku! Apa yang harus aku lakukan?
“Jonghyun sunbae? Anni... kau adalah Jung su. Setiap kali bersama sunbae, aku selalu teringat Jung su, iya kan??”
Aku menatap yeoja itu, bingung, apa yang akan kau lakukan sekarang ya Kim Jonghyun?? Mengakui kalau kau adalah Jung su? Tapi, kalau begitu nanti Key? Key sangat mencintai yeoja ini, aku tak mungkin mengkhianati dia.
“Ehh... yang kau bawa itu milik Key kan? Kau mau mengembalikannya?” tanyaku dengan akting terbaikku, yah mungkin ini yang harus aku lakukan.
“Jjamkaman? Sunbae bilang ini punya Key? Ja.. jadi Key adalah Jung su?” Mi Young terlihat sangat terkejut, tapi sepertinya dia percaya perkataanku barusan, entah kenapa sekali lagi dadaku perih. Tapi demi Key, akan aku lakukan.
“Nee... itu punya Key, kau tahu namanya waktu kecil? Kau mengenalnya Mi-Young?”
“Nee. Sunbae, dia adalah teman aku di pantai Jungmun, oppa apa kau melihat dia?”
“Coba kau cari di ruang PKK,, ehh... Mi-Young jjamkaman!” Aku menyambar pergelangan tangannya saat dia kan pergi, dengan segera aku mencoba menepis perasaanku. “Mi Young, key tidak mengingat lagi masa lalunya efek dari operasi yang dulu dia jalani, jadi aku mohon jangan mengungkit masa lalunya arraseo? Itu bisa berdampak buruk bagi kesehatannya”
“Jinjja?” aku dapat melihat wajah Mi-Young terlihat sangat kecewa, lalu dengan berat hati aku menganguk, “Nee.. sunbae... aku tak kan bilang apapun, yang penting aku berhasil menemukannya, aku berhasil menemukan burung biruku, gomawo sunbae!”
“Cheonmaneyo” dengan berat hati, aku lepaskan pergelangan tangan Mi Young yang aku genggam. Entah kenapa rasanya sangat sulit, dan perlahan setetes air mata mengalir di mataku, perih, benar hati ini. apakah itu karena aku masih belum bisa menerimanya? Anni,, demi kebahagian Key dan Mi Young aku harus bisa menerimanya. Mi Young, maafkan aku tak bisa memenuhi janji kita. Aku percaya, sangat percaya Key akan menjagamu dengan baik.
==================End of Jonghyun POV=====
==================Key POV=============
Besok adalah hari keberangkatan tim basket kami untuk training di pantai, jadi sekarang, aku, Kim Kibum a.k. Key sedang mempersiapkan bekal roti berserat tinggi untuk latihan besok. Yah, memang aku sendiri lah yang membuatnya. Karena aku cinta memasak. Aku menatap roti yang telah tertata rapi di keranjang lalu kemudian menengok ke dalam oven sambil senyum-senyum. Strawberry cheesecake yang akan aku buat ini sungguh spesial, kau akan tahu nanti kenapa aku bilang kalau cake ini sangat spesial ^^.
“Cake ini harus berhasil!, aku sudah mencoba membuatnya beberapa kali dan akhirnya semakin mendekati sempurna, Mi young akan menyukainya” gumamku percaya diri, aku benar-benar tak sabar melihat reaksinya besok saat aku memberikan ini. Dan aku berjanji aku tak hanya sekedar memberi cake ini, aku akan bertindak.
“Key!” suara seorang yeoja mengangetkanku, dan ketika aku berbalik, dia, yang sedang kupikirkan berjalan ke dalam sambil terengah-engah, ommoo... kenapa dia kelihatan kelelahan?
“Mi Young, gwenchana? Kamu ke-“aku terlalu terkejut untuk melanjutkan kata-kataku, yeoja dihadapanku itu berjalan cepat ke arahku dan memelukku erat. Mi Young memelukku? Seketika jantungku berdetak lebih kencang, darahku berdesir, rasanya nyaman sekali, aku merasa bisa melindunginya, maka aku balas memeluknya dengan erat, dan tanpa sadar aku mengecup kepalanya.
“Key...aku senang bertemu dengan mu”
“Nee... nado... Mi Young, kenapa kau menemuiku?”
“Aku... aku hanya ingin bertemu kamu secepatnya”
“Mi young... sebenarnya....” hampir saja aku mengatakan perasaanku kalau saja aku tidak melihat oven dan teringat cheesecake yang sedang kupanggang. Anni... aku sudah menyiapkannya besok, besok lusa saja, saat ulang tahun yeoja ini.
“Oppa? Apa yang ingin oppa katakan?” tanyanya, dia meregang sebentar untuk melihat mukaku, aku merasa wajahku menjadi panas, dan wajah Mi young juga terlihat bersemu merah. Apakah dia kedinginan atau?
“Kau memanggilku oppa?”
“Nee... tidak boleh kah? Kan kau lebih tua dariku, kau tidak senang? ahhh—kau tidak menjawab pertanyaanku! Apa yang sebenarnya kau ingin katakan?”
“Akan kuberitahu besok lusa, yakso” janjiku, aku merasa sangat senang, rasanya bagai mimpi Mi young datang kesini dan memelukku bukannya mengomeliku atau lebih seringnya aku mengomelinya dan dia pasti manyun. Tapi dia disini sekarang dalam pelukanku dan tersenyum. Tiba-tiba perhatianku teralih pada hal lain, sesuatu yang digenggamnya, tampaknya aku dapat mengenalinya.
“Mi Young, itu... apa yang kau pegang?”
Perlahan Mi Young dan aku melepaskan pelukan kami, dia pun lalu sambil tersenyum menunjukkan cangkang keong laut dihadapanku, cangkang yang kurasa sangat mirip dengan kepunyaan seseorang.
“Hmm... cangkang itu sangat mirip dengan kepunyaan Jonghyun hyung, dia juga punya yang seperti itu, katanya pemberian dari cinta pertamanya”
“....”
“Mi Young, kenapa? Kau kelihatan terkejut begitu?”
=====End of Key POV===========
==========Kim Mi Young POV=======
“Hmm... cangkang itu sangat mirip dengan kepunyaan Jonghyun hyung, dia juga punya yang seperti itu, katanya pemberian dari cinta pertamanya”
Kata-kata Key oppa itu membuatku merasa kaget. Cangkang ini kepunyaan Jonghyun sunbae? Tapi bukankah Jonghyun sunbae tadi bilang kalau Key oppa adalah pemilik dari cangkang keong laut ini, lalu siapa yang benar?
“Mi Young, kenapa? Kau kelihatan terkejut begitu?” tanya Key oppa, dia terlihat cemas melihatku yang sedang melamun, untung aku cepat tersadar, tapi ada apa ini? Siapa yang berbohong?
“Jjamkaman! Oppa bilang ini kepunyaan, ma.. mak..maksudku mirip de..dengan kepunyaan Jonghyun sunbae?”
“Nee... Jonghyun hyung sangat menganggap benda itu berharga, eh.. memangnya yang kau pegang itu kepunyaan Jonghyun hyung? Mi Young, kau kenapa pucat begitu? Sakit?”
“Gwenchana oppa!” kataku berbohong, Key tampaknya tidak puas dengan jawabanku, dan dia malah lanjut memegang keningku “tidak panas” katanya.
“Oppa...?”
“Nee.. mwo?”
Ada banyak hal yang masih ingin aku tanyakan, tapi lidahku kelu dan hatiku sakit. Aku terlalu takut melihat kenyataannya. Aku menatap Key sekali lagi, aku yakin dia tidak berbohong sedangkan ekspresi Jonghyun sunbae tadi setelah kupikir lagi memang agak mencurigakan. Mungkinkah benar Jonghyun sunbae adalah Jung su? Kenapa dia berbohong? Ahhh~~~~~~~seandainya ingatan fotografisku tentangnya masih ada...
“Mi Young, kau melamun? Atau kau sakit? Ayo kita ke UKS”
Aku menggeleng “ oppa, aku ingin pulang ke asrama saja, aku ada janji dengan Soo yun”
“Bersama denganku saja, sebentar lagi aku selesai”
“Gwenchana oppa, aku pergi dengan Soo Yun kok dan aku—“aku terhenyak ketika dengan tiba-tiba Key mencium pipi kananku sekilas, aku hanya bisa bengong, rasanya aku sedang bermimpi saja. Key oppa mencium pipiku???
“Hati-hati ya! sampai ke asrama langsung istirahat, besok kan kita akan pergi training, aku memerlukan bantuanmu”
Aku hanya mengaguk, lalu berbalik pergi, rasanya ada yang aneh. Jantungku bekerja dengan aneh. Otakku juga blank. Ada apa ini?? Key tidak seperti biasanya, dia jadi.. jadi sangat sopan dan baik. Bukannya dia biasanya selalu mengomel? Perlahan setelah keluar ruang PKK aku perlahan memegang dadaku, ternyata benar, jantungku berdetak tidak normal!!
Eottheokkhe??
===========End of Mi Young POV========
===========Author POV ==============
Seorang namja yang menggunakan kupluk dan jaket berwarna kuning sedari tadi mengintip ke arah ruan PKK tanpa disadari oleh Mi Young ataupun Key, dan setelah yakin Mi Young keluar, ia pun akhirnya memutuskan untuk menyudahi penguntitannya. Ya, memang ini kelihatan sangat konyol dan tidak ada artinya, tapi dia tahu, Minho sangat cemas pada Mi Young terutama takut kalau tiba-tiba Kepala Sekolah Cho Kyuhyun melakukan sesuatu pada gadis itu. Tapi yang paling dicemaskan Minho sekarang sepertinya ini... Key dan Mi Young berpelukan! Dan yeoja itu memeluk Key terlebih dahulu. Namja itu menimbang-nimbang pikirannya antara ingin memberitahu Minho atau tidak, akhirnya dia membuka hpnya dan mencari sebuah nama untuk menelpon....
“Yoboseyo,, ah.. Taeminnie” suara disebrang menjawab
“nee.. hyung, bagaimana pekerjaanmu? Kapan kira-kira kau akan pulang?”
“Mungkin lusa, itupun kalau aku berhasil memecahkan kode ini, kali ini pekerjaannya cukup sulit”
“Hyung.. sebenarnya...” Taemin sengaja membuat kata-katanya menggantung, dia bingung mau mulai dari mana.
Taemin pun menceritakan apa yang dilihat dan didengarnya di ruang olahraga dan ruang PKK, namja itu memang sudah mengikuti Mi-Young sejak yeoja itu keluar dari kamar
“...hyung, aku pernah cerita kan, kalau Mi Young bercerita padaku tentang sahabat masa kecilnya Jung su. Aku berpikir kalau Jung su adalah Jonghyun hyung soalnya tadi Mi Young membawa-bawa cangkang keong laut itu. Tapi sepertinya Mi Young mengira Jung su itu adalah key,, ehhh hyung?? Kau masih disana?”
“Nee..teruskan Taemin”
“Aku pikir, Key hyung akan mengakui cintanya pada Mi Young saat training basket, tidak apa-apakah hyung?”
“Nee... aku juga sudah menebak seperti itu" suara Minho terdengar tenang, tapi Taemin tahu kalau Minho hanya mencoba bersikap cool "eh, Taemin, benarkah yang kau bilang tadi kalau Mi Young memeluk key terlabih dahulu dengan erat?”
“Nee hyung, waeyo?”
“Anni... ya sudah, aku tutup dulu teleponnya, aku harus kembali melanjutkan pekerjaanku. Aku harus masuk ke server pusat. Anneyong!”
“Anneyong” jawab Taemin sambil menutup telponnya, Taemin benar-benar hafal suara Minho yang mendadak jadi dingin ketika dia membicarakan Mi Young, Jonghyun sunbae, dan Key. Minho sangat cemburu walau berusaha menahannya.
===============Masiihhh Author POV===========
Hari training basket pun tiba, Mi Young, Soo Yun, Taeyeon, Key dan seluruh tim basket berangkat dengan bus sekolah ke pantai Yangsan, sebuah pantai yang terletak sekitar 2 jam dari kota Seoul dan sekolah mereka. Anak-anak basket lain terutama Jaejin sudah merencanakan akan membuat Key dan Mi Young duduk bersampingan tapi digagalkan dengan sukses oleh Taeyeon yang meminta Mi Young sebangku dengannya sedangkan Soo yun sebangku dengan Jonghyun.
Mereka pun akhirnya sampai di sebuah penginapan pinggir pantai yang cukup besar, penginapan yang dimiliki keluarga Key ini memiliki View yang sangat bagus. Setiap ruangan yang menghadap ke arah laut pasti terdapat kaca yang besar sebagai pengganti dinding sehingga laut dapat dengan mudah terlihat.
“Waaaahhhhhhhh.................... lautnya terlihat dengan jelas!! Pantai putihnya juga!” Mi Young tersentak kegirangan ketika mereka masuk salah satu kamar, memang sekarang mereka semua. Mi Young, Soo yun, Taeyeon serta Tim basket inti yang meliputi Key, Jonghyun, Jaejin dan Dong woon sedang tour melihat isi rumah keluarga Kim itu sedangkan anggota lainnya menginap di penginapan yang tak jauh dari rumahnya.
“Kau senang?” tanya Jonghyun sambil menghampiri Mi Young yang sedang menatap pemandangan pantai di balkon, membuat yeoja itu kaget.
“Nee.. aku sangat senang sunbae, tempat ini sangat indah, mengingatkan aku pada tempat aku dibesarkan di pantai Jungmun. Tempat aku dan key pernah bersama” Mi Young tersenyum ke arah Jonghyun, sejujurnya Mi Young masih belum yakin Key adalah Jung su, dia ingin melihat reaksi dari Jonghyun sunbae, tapi dia kecewa karna jonghyun hanya menganguk-angguk.
“Eh, Mi young, kau tahu! Laut disini tak kalah jernihnya dengan laut di pantai Jungmun, kita bisa melihat pemandangan bawah laut dari sampan kecil yang dasarnya transparan, kamu pasti sangat suka”
“Jinjja?” Mi Young terlihat sangat penasaran, tapi kemudian sesuatu mengusik pikirannya “ eh, tadi sunbae bilang pantai Jungmun? Sunbae pernah kesana?”
“Ehh.. i.itu..”
“Sepertinya pembicaraan kalian asyik sekali” key menepuk pundak Mi Younng membuat yeoja itu kembali berdebar,
“Ah.. eh... aku ingin ke toilet”permisi Jonghyun tiba-tiba, Key dan Mi Young hanya bisa menganguk dan membiarkan mereka berdua di balkon. Ntah sejak kapan suasana jadi canggung, Key dan Mi Young sama sekali tidak berbicara, mereka hanya terdiam bersampingan sambil menatap debur ombak yang menghantam karang serta merasakan belaian angin darat.
“Key, kemana semua orang?” Mi Young tiba-tiba tersadar kalau mereka sekarang hanya berdua, padahal rasanya tadi Jaejin dan kawan-kawan masih tidur-tiduran di kasur.
“Hwaaaaaa!!!!! Mereka itu! Pasti sengaja meninggalkan kita berdua huhhhh...” key tiba-tiba terlihat sangat gelisah, dia melirik Mi Young sekilas lalu menatap jam “Sebentar lagi loh”
“Mwo?”
Mi Young tersentak saat sinar mentari berwarna keemasan menyinari wajahnya dan ketika dia menghadap laut, matahari tenggelam sangat perlahan terlihat dengan jelas. Burung-burung camar tampak semakin menjauh ke arah matahari itu, sungguh sangat indah. Lagi senang-senangnya menikmati matahari tenggelam, hati yeoja itu melonjak saat key memegang tangan kanannya, key tersenyum pada yeoja itu dan kembali melihat ke arah laut. Wajah namja itu benar-benar terlihat bersinar di mata Mi Young, ntah karena pengaruh cahaya matahari atau apalah...
“Indahnya... “ gumam Mi Young yang masih menatap ke arah Key seperti terhipnotis. Indah? Mi Young, apa yang kau pikirkan? Mi Young yang tiba-tiba tersedar merutuki dirinya sendiri. Key yang tak tahu apa-apa hanya tersenyum mengira kebiasaan bergumam-gumam gak jelas Mi Young kambuh lagi.
“Aku senang kau suka, memang indah sekali” Key tersenyum manis, lalu kembali menatap laut.
Ya Tuhan... dia memang benar-benar indah....
==============End of Author POV=============
===============Kim Mi Young POV=============
Keesokkan harinya
Aku benar-benar tak mengerti diriku setelah kami melihat sunset kemarin! Aku tak sanggup melihat Key apalagi berdekatan dengannya. Rasanya jantungku hampir copot kalau tiba-tiba dia muncul dihadapanku, yang jelas ada yang tidak beres. Mukaku juga terasa panas kalau dia menatap wajahku. Maka aku habiskan waktu seharian ini menjaga jarak darinya. Untung saja hari ini sudah langsung latihan, jadi aku tak perlu bersusah payah menjauhinya. Tapi ketika aku berhasil menjauh darinya, aku ingin melihatnya, haduhhhh Mi Young, apa otakmu sudah konslet?
“Aku pikir... kamu mencintai Key oppa” jawaban Soo yun membuatku melompat kebelakang, saat ini kami baru saja pulang membeli minuman olahraga dari minimarket dan aku baru saja menceritakan unek-unekku pada Soo yun.
“MWO? Aku? Mencintai Key oppa? Anni.... anni.... aku tidak mencintai dia” elakku panik, ya ampunn kenapa mukaku menghangat begini?
“Hahahhahhaha wajahmu tak bisa bohong Mi Young! Aihhhh~~~ lucunyaaa sampai merah gitu mukanya, manis deh” Soo yun tersenyum mengejek padaku lalu lari ke rah karang di tepi pantai sambil berteriak “ KEY OPPAAAAAA!!!! MI YOUNG BILANG.........”
Aku bisa melihat tim basket kami termasuk key oppa yang sedang lari di sekitar pantai menoleh ke arah kami, dasar chingu ku ini benar-benar ingin mati! Maka aku pun mengejarnya ke karang
“ Soo yun! AWAS KAU YA!!”
“Mi Young! MEHRONG,, hahahhahhaha” Soo yun benar-benar terlihat sangat senang mengerjaiku, membuatku semakin malu, maka aku kejar dia yang sedang naik ke atas karang yang tidak terlalu tinggi itu. Walau aku agak takut sebenarnya, tapi aku lebih takut kalau Soo yun berkata macam-macam
“Soo yun, kau ini, jebal turunlah ke bawah dan jangan bicara yang aneh-aneh lagi”
“Oke, tapi belikanlah aku es krim ya!”
“Nee...” aku merasa lega, dan dengan perlahan aku mencoba turun dari batuan karang itu, mencoba mancari pijakkan yang tepat tapi kakiku terpeleset dan aku merasa diriku terjatuh, tapi aku berhasil bergelantungan pada batu karang yang kasar itu, aku takut, benar-benar takut
“KEEEEEYYYYY!!” bersamaan dengan teriakkanku, kekuatan genggamanku hilang dan tubuhku terjatuh ke dalam air.
Yang kuingat hanyalah aku tak bisa bernafas, tenggelam dan akhirnya semua gelap.
TBC
Kamis, Februari 03, 2011
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 10/11]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“tenang saja Mi-Young, oppa baru sadar kalau ada yeoja lain yang benar-benar oppa cintai dari dulu, tapi aku tidak tahu dia mencintai oppa atau tidak, jadi...” aku mengedarkan pandangan di sekitarku.
“Oppa, mencari siapa?”
“Shttt....oppa akan melakukan sulap, mengeluarkan orang dari bawah meja” bisikku pelan, lalu akupun berjalan ke arah Meja bertaplak putih yang taplaknya menjulur panjang hingga lantai, lalu aku mengacungkan jempol dan memberi kode pada Mi-Young yang masih bingung untuk bersama-sama menghitung.
“Hana, dul, set” aku pun menyingkapkan taplak meja, dan seperti yang sudah kuduga, seseorang yang sangat aku kenal bersembunyi di bawahnya terlihat sangat kaget.
“Nu..nuguseyo oppa?”Mi-Young terlihat tak kalah kagetnya melihat orang dibawah meja, sedangkan aku hanya tersenyum tipis.
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
New Part
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
"....."
“Park Min Gi, apa perlu aku menarikmu ke luar dari meja?” tambahku sambil tersenyum, dan yeoja dibawahku mambalas dengan senyum kecut. Aigoo~~~ yeoja ini, sudah dua tahun tidak bisa kuhubungi, ingin sekali aku bertanya banyak hal, tapi kuurungkan niatku. Aku tak ingin membuatnya takut, aku tak ingin dia pergi lagi, aku pun mengulurkan tangan kananku
“jebal... keluarlah”
Walau sebelumnya terlihat bimbang, Min gi menerima uluran tanganku dan aku pun menuntunnya ke arah kursi tempat Mi-Young duduk
“Nah, Mi-Young, ini Park Min gi, kelas XI seangkatan dengan Minho dan Key. Min gi, ini Mi-Young, kau tahu, dia teman masa kecilku di pantai Jungmun yang pernah kuceritakan itu”
“Jinjja??” Min gi terlihat agak kaget “Min gi imnida, karena kamu memanggil Onew dengan sebutan oppa, panggil saja saya Min Gi eonni, wahh... Jinki oppa sering menceritakan tentang masa kecilnya waktu bertemu Mi-Young”
“Nee... jinjja eonni?” Mi-Young terlihat senang berkenalan dengan Min Gi, aku pun tersenyum melihat mereka berdua, benar-benar seperti saudara. Tapi pernyataan Mi-Young kemudian sangat mengagetkanku
“ Oppa, jadi Min Gi eonni inilah yeoja yang benar-benar oppa cintai ya?” tanya Mi Young polos sambil melihat ke arahku, aku tak berani melihat reaksi Min Gi
“MWO?? i.. itu...” aku merasa bingung mau menjawab apa, aku tak sanggup melihat bagaimana reaksi Min Gi maka aku balikkan saja topik pembicaraan “Eh, bukannya kita tadi mau bicara hal lain?”
“ Eh.. nee.. baiklah”
“Bicara apa oppa?” Min gi tampak tak mengerti
“Peristiwa 2 tahun lalu, yang menjadi penyebab bubarnya SHINee, yang berkaitan dengan oppa mu Yoochun. Baiklah akan oppa ceritakan....
2 Tahun Lalu
Jepang
===Onew Story=====
Saat itu adalah musim dingin di Hokaido, Jepang. Walaupun dalam suasana sangat dingin dibawah 00C kami berlima, SHINee bersama beberapa delegasi sekolah termasuk Min Gi dan oppanya Yoochun hyung telah berkumpul di Hokkaido sebagai delegasi sekolah dalam pekan kebudayaan yang dilaksanakan di kota itu.
Setelah menyelesaikan pekan kebudayaan dengan sukses, aku ditawari untuk mengadakan piano recital yang akan diadahi banyak orang penting di kota Hajibata, sekitar 3 jam dari Sapporo. Itu adalah mimpiku, dan kebanggaan bagi sekolah pula apabila siswanya dapat bermain piano di konser ternama di tempat yang konon Mozart pun pernah memainkan musik klasiknya disana. Tapi saat itu aku jatuh sakit, aku tidak bisa apa-apa, tapi sekolah sudah berjanji untuk mendatangkan aku. Tanpa sepengetahuanku, Minho mendatangi Yoochun hyung dan memintanya menggantikanku. Padahal aku tahu Yoochun hyung harus segera kembali ke LA.
Maka Yoochun hyung pun pergi ke Hajibata dengan menggunakan mobil yang dipinjamkan oleh Minho. Tapi di tengah jalan, tanpa kami duga sebelumnya, cuaca sedang dingin-dinginnya dan terjadi badai salju di jalan antara Sapporo dan Hajibata. Kami pun khawatir dan ketika kami menelepon ke gedung tempat konser Yoochun hyung akan diadakan, Yoochun hyung belum datang padahal waktu pertunjukkan telah lewat. Maka kami menelusuri jalan dari Hokkaido ke Hajibata dan betapa terkejutnya kami menemukan mobil yang ditumpangi Yoochun hyung kosong dan beberapa puluh meter dari sama Yoochun telah pingsan dan diselimuti salju.
Yoochun hyung dalam suasana sedingin itu dan tanpa sarung tangan membuat jari-jarinya membeku dan mati sehingga harus diamputasi. Untung saja nyawanya bisa diselamatkan. Tapi bagi seorang pianis, jari adalah nyawa, aku tak tahu apakah kalau aku menjadi Yoochun aku bakal sanggup tinggal di dunia ini. Aku memutuskan berhenti dari SHINee dan sempat ingin berhenti main piano, tapi aku tak bisa. Piano adalah hidupku, tapi perasaan bersalah terus menggelayutiku maka setiap aku selesai bermain piano, aku akan melukai diriku. Membiarkan diriku jatuh dari tangga, membiarkan diriku diserempet kendaraan, rasanya itu bisa sedikit mengurangi rasa bersalahku.
Lalu kau, Min Gi yang sejak Yoochun hyung jarinya diamputasi selalu menemani oppa mu, akhirnya kau mendekatiku lagi, kau memarahiku. Menahanku terus bertindak bodoh. Selalu mendampingiku yang selalu mencoba terluka, menangis untukku. Hingga aku sadar, betapa bodohnya diriku kalau terus melukai tubuhku.
Tapi beberapa minggu kemudian, Min Gi dan Yoochun hyung pergi meninggalkan kami ke Amerika karena Yoochun hyung ternyata sakit Jantung, dan baru sekitar dua bulan lalu kami mendapat berita Yoochun hyung telah meninggal karena sakit jantungnya dan Min Gi, kau tak pernah bisa dihubungi.
Aku tahu aku salah, seandainya saja Yoochun hyung tidak menggantikan aku untuk pergi, mungkin dia masih hidup. Minho juga menyalahkan dirinya sendiri, dia mengaku kalau mobil yang dipinjamkannya pada Yoochun hyung ternyata pengukur bensinnya rusak tanpa disadarinya sehingga tetap menunjuk ke arah bensin penuh dan menyebabkan mobil kehabisan bensin di tengah jalan. Lalu ponsel yang digunakan oleh Yoochun hyung sehari sebelumnya tidak sengaja dijatuhkan oleh Taemin sehingga rusak.
Mengetahui hal itu, Key yang sangat dekat dengan Yoochun hyung marah besar pada Minho yang telah meminta Yoochun hyung untuk menggantikanku, dan dia pun berdebat dengan Minho lalu pergi. Jonghyun juga yang berada di pihak Key ikut pergi. Aku..aku..bagaimana pun salahku Yoochun hyung sampai harus pergi, kalau aku tak sakit waktu itu...dia pas..pasti...
Sebuah tangan hangat menggenggam tanganku yang bergetar, aku mendongak dan mendapati Min Gi menggeleng
“Oppa... ini bukan salah oppa. Memang pada awalnya Yoochan oppa marah pada oppa karena dia bingung mau menyalahkan siapa atas nasibnya. Tapi pada akhirnya dia menyadari, kalau ini adalah takdir, dia tidak menyalahkanmu oppa...”Min Gi menyodorkan kertas berwarna hijau ke arahku
“Mwo?”
“Ini.. ini adalah surat dari Yoochun oppa yang dititipkan padaku. Aku sama sekali tidak tahu isinya karena aku telah berjanji tidak akan melihatnya”
To Lee Jinki, yang telah kuanggap adikku sendiri
Sebelumnya aku mau meminta maaf karena aku tak mau berbicara padamu setelah kecelakaan itu
Aku terlalu shock karena harus kehilangan jari-jariku, Kau tahu, surat ini kutulis dengan menggunakan jari kaki?
Diriku yang kehilangan jari-jariku ini bukanlah kesalahan siapapun, jadi aku mohon, jangan sampai kalian, SHINee pecah hanya karena kesalahpahaman. Kau leadernya, kalau sekarang kalian pecah aku yakin kamu bisa menyatukannya lagi.
Aku memang sudah tidak bisa bermain piano, maka, tolong gantikan aku bermain, ambil bagianku juga! Taklukan dunia! Jadilah pianis terbaik di dunia.
Aku tahu hidupku tak lama lagi, maka aku mohon jagalah Min Gi. Aku tahu kau mencintainya, kau tidak bisa membohongiku!
Aku hanya minta kau membahagiakan adikku
Rasa haru yang sangat terasa begitu pekat di dadaku, mataku panas. Bagaimana mungkin Yoochun hyung bisa sebaik ini? Aku yang telah membuat dia kehilangan jari-jarinya yang bagaikan nyawanya sekarang mempercayakan adiknya, yeoja yang aku cintai yang juga yeoja yang lebih berharga dibanding apapun bagi Yoochun oppa. Eotteokhae?
“oppa?? Waeyo? Gwenchana? Kenapa oppa menangis?” aku merasa sepasang tangan mungil menghapus air mataku, kudongakkan wajahku. Sepasang mata jernih yang selalu dapat menenangkanku balas menatapku penuh cemas. Aku tak ingin dia khawatir, aku tak ingin dia ketakutan, aku ingin melindunginya.
“Gwenchana Min Gi” aku tersenyum padanya lalu menariknya erat ke dalam pelukanku. Aku berjanji Yoochun hyung, aku akan menjadi pianis terbaik di dunia, dan yang paling penting aku akan menjaga dan membahagiakan Min Gi seumur hidupku.
####disini untuk pertama kalinya Mi Young dicuekkin~
########LANJUT##########
===============End of Onew POV =====================
=========Author POV =========
Keesokkan Harinya
SHINING SCHOOL
Seorang namja perlahan-lahan mengendap-ngendap ke arah ruangan olahraga, dia tidak mau sampai ketahuan datang ke ruangan olahraga dan harus bertemu klub basket. Tidak, dia belum siap, kalau bukan karena benda berharga yang telah dijaganya sejak kecil, dia tidak akan kesini.
“ Seharusnya terjatuh di sekitar sini, padahal tadi malam juga sudah aku cari, aku kira kalau siang pasti lebih mudah ditemukan tapi kenapa tidak ada di manapun?” gumamnya sambil terus berjongkok meraba-raba di bawah meja yang ditumpukkan di depan ruang olahraga.
“Jonghyun hyung?”
Namja yang sedang mencari-cari itupun kaget dan berbalik “Jaejin! Kau mengagetkan aku dasar pabo!”
“Aku kan hanya menyapa saja,, ehhh..key udah bilang kalau hyung bakal ikut training klub kita besok!,, ayo hyung, ke dalam! Hyung belum tahu kan apa yang harus kita bawa!” tanpa basa-basi Jaejin menarik tangan Jonghyun masuk ke dalam ruang olahraga.
Dan seketika hati Jonghyun serasa diiris-iris melihat Mi Young dan Key sedang duduk berdampingan sambil tertawa. Mereka seperti sedang asyik mendikusikan sesuatu, bahkan Key dengan entengnya menyubit kedua pipi Mi Young. Mi Young terlihat sama sekali tidak marah, malah sambil tertawa-tawa dia mencoba menjitak kepala Key.
“Harap maklum ya Hyung, mereka itu memang selalu begitu, padahal harusnya langsung jadian ajah” ujar Jaejin enteng sambil menepuk bahu Jonghyun.
“.....” Jonghyun tidak berkata apapun, lidahnya terasa kelu, kalau mungkin dia ingin sekali menjitak Jaejin tapi apabila dia melakukannya, perasaannya akan ketahuan.
“KEY!! Jonghyun hyung datang!!”
Key dan Mi Young akhirnya memalingkan pandangan mereka ke arah Jonghyun dan Jaejin.
“Jonghyun sunbae!!” Mi Young melambaikan tanganya ke arah Jonghyun lalu melintasi lapangan menuju ke arah namja itu diikuti oleh Key yang tersenyum setengah hati, Key masih merasa ada yang aneh dengan hyungnya itu, tapi mungkin cuman perasaannya saja. Lagipula Jonghyun hyung datang.
“Aku tidak bisa lama-lama Key, aku ada jadwal rekaman jadi aku hanya akan mengambil daftar barang yang harus dibawa untuk training besok”
“Oh.. nee.. gwenchana”
“Ini daftarnya sunbae! “ Mi Young menyerahkan selebaran pada jonghyun, dan ketika jonghyun hendak mengambilnya tak sengaja dia menyentuh tangan Mi young, rasanya ada aliran listrik mengalir di tangan nya membuat namja itu buru-buru menarik kertas.
“Baiklah aku pergi, aku akan tepat waktu besok kok, anneyong!” Jonghyun pun meninnggalkan mereka berdua tanpa mempedulikan sapaan anggota tim basket lain, Jonghyun pabo! Kenapa kamu malah jadi ikut! Jangan-jangan selama training ini kamu malah akan melihat Key dan Mi Young yang tambah mesra, seharusnya kamu tidak ikut saja! umpatnya dalam hati
=======End of Author POV=============
========Mi Young POV ==========
Kamar Asrama Mi Young
Besok sebagai manager tim basket aku akan ikut training tim basket, Key memberitahuku kalau tempatnya berubah, bukan di pegunungan tapi di tepi pantai. Karena tidak mungkin aku yeoja disana sendiri, maka aku mengajak Soo yun dan Taeyeon. Nanti kita akan menginap di sebuah villa yang dekat dengan pantai. Aku sangat sukaaaa pantai, walau aku tidak bisa berenang tapi aku cinta pasir putihnya. Banyak kenangan disana terutama kenanganku waktu kecil bersama Junsu...
Brukkhhh
”Aigooo, Dark Prince!!” lagi-lagi boneka Teddy bear yang diberikan Minho oppa, yang sudah sengaja aku berdirikan di kasur jatuh lagi menimpa kepalaku. Perasaan tiap aku ingat sama Junsu ni boneka jatuh, apa jangan-jangan sudah dimantrai ni boneka. Aku menamainya Dark Prince karena aku merasa ni boneka sama Minho oppa memiliki sisi gelap yang susah dijelaskan. #Author digeleng flamers#
“Minho oppa?? Oppa sedang apa sekarang? Sudahkah makan?” Aku membelai Dark Prince, rasanya ada yang hilang ketika Minho oppa pergi. Tidak ada lagi yang menyuruhku mengerjakan soal-soal, memaksaku belajar, mengajariku memelototiku kalau salah, menarik-narik tanganku, menyuruhku mengganti lampu. (?,, yang ini abaikan). Sebenarnya apa arti dirinya bagiku? Tapi... sebenarnya aku masih tak percaya Minho oppa menyukaiku...
Perlahan aku menarik kertas dari saku bajuku, kertas yang diselipkan dalam tanganku sebelum Minho oppa pergi, aigoo... kenapa aku lupa tak membacanya tadi malam setelah Onew dan Min Gi eonni mengantarku ke asrama?
To : Kim Mi Young
Di kotak lacimu paling bawah ada sebuah kotak berwarna biru
Bukalah lalu lihat, disana kamu dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi diriku.
Sesuatu yang lebih berharga dari hartaku, diriku, bahkan nyawaku.
Lalu lihatlah surat yang ada di dalam kotak itu, ikuti petunjukknya
“Mwo?...cuman ini?” Aku membolak-balik, tapi percuma tak ada tulisan lain, maka dengan agak penasaran aku membuka laci di samping kasurku yang paling bawah dan benar saja terdapat kotak . Kotak berwarna biru yang diikat dengan pita berwarna putih. Kotak itu sebesar kotak sepatu dan ketika aku angkat terasa agak berat. Minho oppa bilang kalau di dalamnya aku bisa melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, maka dengan penasaran aku mulai melepaskan pita putihnya dan akhirnya hanya tinggal membuka tutup kotaknya, maka aku buka ,
DEG
Refleks aku menutup mulutku sambil menatap benda di hadapanku
“Aish.... ini kan?”
TBC
Ayooo~~~~~~~~ayo~~~~~~~kripik dan sarannnn dan like please!!!#sambil nyawer uang recehan (?)
#FF ini udah dipostin di FB aku, dan asli buatan aku sendiri, jd jangan berani2 plagiat#
Chapter terakhir 1 mingguan lagi ^^
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“tenang saja Mi-Young, oppa baru sadar kalau ada yeoja lain yang benar-benar oppa cintai dari dulu, tapi aku tidak tahu dia mencintai oppa atau tidak, jadi...” aku mengedarkan pandangan di sekitarku.
“Oppa, mencari siapa?”
“Shttt....oppa akan melakukan sulap, mengeluarkan orang dari bawah meja” bisikku pelan, lalu akupun berjalan ke arah Meja bertaplak putih yang taplaknya menjulur panjang hingga lantai, lalu aku mengacungkan jempol dan memberi kode pada Mi-Young yang masih bingung untuk bersama-sama menghitung.
“Hana, dul, set” aku pun menyingkapkan taplak meja, dan seperti yang sudah kuduga, seseorang yang sangat aku kenal bersembunyi di bawahnya terlihat sangat kaget.
“Nu..nuguseyo oppa?”Mi-Young terlihat tak kalah kagetnya melihat orang dibawah meja, sedangkan aku hanya tersenyum tipis.
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
New Part
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
"....."
“Park Min Gi, apa perlu aku menarikmu ke luar dari meja?” tambahku sambil tersenyum, dan yeoja dibawahku mambalas dengan senyum kecut. Aigoo~~~ yeoja ini, sudah dua tahun tidak bisa kuhubungi, ingin sekali aku bertanya banyak hal, tapi kuurungkan niatku. Aku tak ingin membuatnya takut, aku tak ingin dia pergi lagi, aku pun mengulurkan tangan kananku
“jebal... keluarlah”
Walau sebelumnya terlihat bimbang, Min gi menerima uluran tanganku dan aku pun menuntunnya ke arah kursi tempat Mi-Young duduk
“Nah, Mi-Young, ini Park Min gi, kelas XI seangkatan dengan Minho dan Key. Min gi, ini Mi-Young, kau tahu, dia teman masa kecilku di pantai Jungmun yang pernah kuceritakan itu”
“Jinjja??” Min gi terlihat agak kaget “Min gi imnida, karena kamu memanggil Onew dengan sebutan oppa, panggil saja saya Min Gi eonni, wahh... Jinki oppa sering menceritakan tentang masa kecilnya waktu bertemu Mi-Young”
“Nee... jinjja eonni?” Mi-Young terlihat senang berkenalan dengan Min Gi, aku pun tersenyum melihat mereka berdua, benar-benar seperti saudara. Tapi pernyataan Mi-Young kemudian sangat mengagetkanku
“ Oppa, jadi Min Gi eonni inilah yeoja yang benar-benar oppa cintai ya?” tanya Mi Young polos sambil melihat ke arahku, aku tak berani melihat reaksi Min Gi
“MWO?? i.. itu...” aku merasa bingung mau menjawab apa, aku tak sanggup melihat bagaimana reaksi Min Gi maka aku balikkan saja topik pembicaraan “Eh, bukannya kita tadi mau bicara hal lain?”
“ Eh.. nee.. baiklah”
“Bicara apa oppa?” Min gi tampak tak mengerti
“Peristiwa 2 tahun lalu, yang menjadi penyebab bubarnya SHINee, yang berkaitan dengan oppa mu Yoochun. Baiklah akan oppa ceritakan....
2 Tahun Lalu
Jepang
===Onew Story=====
Saat itu adalah musim dingin di Hokaido, Jepang. Walaupun dalam suasana sangat dingin dibawah 00C kami berlima, SHINee bersama beberapa delegasi sekolah termasuk Min Gi dan oppanya Yoochun hyung telah berkumpul di Hokkaido sebagai delegasi sekolah dalam pekan kebudayaan yang dilaksanakan di kota itu.
Setelah menyelesaikan pekan kebudayaan dengan sukses, aku ditawari untuk mengadakan piano recital yang akan diadahi banyak orang penting di kota Hajibata, sekitar 3 jam dari Sapporo. Itu adalah mimpiku, dan kebanggaan bagi sekolah pula apabila siswanya dapat bermain piano di konser ternama di tempat yang konon Mozart pun pernah memainkan musik klasiknya disana. Tapi saat itu aku jatuh sakit, aku tidak bisa apa-apa, tapi sekolah sudah berjanji untuk mendatangkan aku. Tanpa sepengetahuanku, Minho mendatangi Yoochun hyung dan memintanya menggantikanku. Padahal aku tahu Yoochun hyung harus segera kembali ke LA.
Maka Yoochun hyung pun pergi ke Hajibata dengan menggunakan mobil yang dipinjamkan oleh Minho. Tapi di tengah jalan, tanpa kami duga sebelumnya, cuaca sedang dingin-dinginnya dan terjadi badai salju di jalan antara Sapporo dan Hajibata. Kami pun khawatir dan ketika kami menelepon ke gedung tempat konser Yoochun hyung akan diadakan, Yoochun hyung belum datang padahal waktu pertunjukkan telah lewat. Maka kami menelusuri jalan dari Hokkaido ke Hajibata dan betapa terkejutnya kami menemukan mobil yang ditumpangi Yoochun hyung kosong dan beberapa puluh meter dari sama Yoochun telah pingsan dan diselimuti salju.
Yoochun hyung dalam suasana sedingin itu dan tanpa sarung tangan membuat jari-jarinya membeku dan mati sehingga harus diamputasi. Untung saja nyawanya bisa diselamatkan. Tapi bagi seorang pianis, jari adalah nyawa, aku tak tahu apakah kalau aku menjadi Yoochun aku bakal sanggup tinggal di dunia ini. Aku memutuskan berhenti dari SHINee dan sempat ingin berhenti main piano, tapi aku tak bisa. Piano adalah hidupku, tapi perasaan bersalah terus menggelayutiku maka setiap aku selesai bermain piano, aku akan melukai diriku. Membiarkan diriku jatuh dari tangga, membiarkan diriku diserempet kendaraan, rasanya itu bisa sedikit mengurangi rasa bersalahku.
Lalu kau, Min Gi yang sejak Yoochun hyung jarinya diamputasi selalu menemani oppa mu, akhirnya kau mendekatiku lagi, kau memarahiku. Menahanku terus bertindak bodoh. Selalu mendampingiku yang selalu mencoba terluka, menangis untukku. Hingga aku sadar, betapa bodohnya diriku kalau terus melukai tubuhku.
Tapi beberapa minggu kemudian, Min Gi dan Yoochun hyung pergi meninggalkan kami ke Amerika karena Yoochun hyung ternyata sakit Jantung, dan baru sekitar dua bulan lalu kami mendapat berita Yoochun hyung telah meninggal karena sakit jantungnya dan Min Gi, kau tak pernah bisa dihubungi.
Aku tahu aku salah, seandainya saja Yoochun hyung tidak menggantikan aku untuk pergi, mungkin dia masih hidup. Minho juga menyalahkan dirinya sendiri, dia mengaku kalau mobil yang dipinjamkannya pada Yoochun hyung ternyata pengukur bensinnya rusak tanpa disadarinya sehingga tetap menunjuk ke arah bensin penuh dan menyebabkan mobil kehabisan bensin di tengah jalan. Lalu ponsel yang digunakan oleh Yoochun hyung sehari sebelumnya tidak sengaja dijatuhkan oleh Taemin sehingga rusak.
Mengetahui hal itu, Key yang sangat dekat dengan Yoochun hyung marah besar pada Minho yang telah meminta Yoochun hyung untuk menggantikanku, dan dia pun berdebat dengan Minho lalu pergi. Jonghyun juga yang berada di pihak Key ikut pergi. Aku..aku..bagaimana pun salahku Yoochun hyung sampai harus pergi, kalau aku tak sakit waktu itu...dia pas..pasti...
Sebuah tangan hangat menggenggam tanganku yang bergetar, aku mendongak dan mendapati Min Gi menggeleng
“Oppa... ini bukan salah oppa. Memang pada awalnya Yoochan oppa marah pada oppa karena dia bingung mau menyalahkan siapa atas nasibnya. Tapi pada akhirnya dia menyadari, kalau ini adalah takdir, dia tidak menyalahkanmu oppa...”Min Gi menyodorkan kertas berwarna hijau ke arahku
“Mwo?”
“Ini.. ini adalah surat dari Yoochun oppa yang dititipkan padaku. Aku sama sekali tidak tahu isinya karena aku telah berjanji tidak akan melihatnya”
To Lee Jinki, yang telah kuanggap adikku sendiri
Sebelumnya aku mau meminta maaf karena aku tak mau berbicara padamu setelah kecelakaan itu
Aku terlalu shock karena harus kehilangan jari-jariku, Kau tahu, surat ini kutulis dengan menggunakan jari kaki?
Diriku yang kehilangan jari-jariku ini bukanlah kesalahan siapapun, jadi aku mohon, jangan sampai kalian, SHINee pecah hanya karena kesalahpahaman. Kau leadernya, kalau sekarang kalian pecah aku yakin kamu bisa menyatukannya lagi.
Aku memang sudah tidak bisa bermain piano, maka, tolong gantikan aku bermain, ambil bagianku juga! Taklukan dunia! Jadilah pianis terbaik di dunia.
Aku tahu hidupku tak lama lagi, maka aku mohon jagalah Min Gi. Aku tahu kau mencintainya, kau tidak bisa membohongiku!
Aku hanya minta kau membahagiakan adikku
Rasa haru yang sangat terasa begitu pekat di dadaku, mataku panas. Bagaimana mungkin Yoochun hyung bisa sebaik ini? Aku yang telah membuat dia kehilangan jari-jarinya yang bagaikan nyawanya sekarang mempercayakan adiknya, yeoja yang aku cintai yang juga yeoja yang lebih berharga dibanding apapun bagi Yoochun oppa. Eotteokhae?
“oppa?? Waeyo? Gwenchana? Kenapa oppa menangis?” aku merasa sepasang tangan mungil menghapus air mataku, kudongakkan wajahku. Sepasang mata jernih yang selalu dapat menenangkanku balas menatapku penuh cemas. Aku tak ingin dia khawatir, aku tak ingin dia ketakutan, aku ingin melindunginya.
“Gwenchana Min Gi” aku tersenyum padanya lalu menariknya erat ke dalam pelukanku. Aku berjanji Yoochun hyung, aku akan menjadi pianis terbaik di dunia, dan yang paling penting aku akan menjaga dan membahagiakan Min Gi seumur hidupku.
####disini untuk pertama kalinya Mi Young dicuekkin~
########LANJUT##########
===============End of Onew POV =====================
=========Author POV =========
Keesokkan Harinya
SHINING SCHOOL
Seorang namja perlahan-lahan mengendap-ngendap ke arah ruangan olahraga, dia tidak mau sampai ketahuan datang ke ruangan olahraga dan harus bertemu klub basket. Tidak, dia belum siap, kalau bukan karena benda berharga yang telah dijaganya sejak kecil, dia tidak akan kesini.
“ Seharusnya terjatuh di sekitar sini, padahal tadi malam juga sudah aku cari, aku kira kalau siang pasti lebih mudah ditemukan tapi kenapa tidak ada di manapun?” gumamnya sambil terus berjongkok meraba-raba di bawah meja yang ditumpukkan di depan ruang olahraga.
“Jonghyun hyung?”
Namja yang sedang mencari-cari itupun kaget dan berbalik “Jaejin! Kau mengagetkan aku dasar pabo!”
“Aku kan hanya menyapa saja,, ehhh..key udah bilang kalau hyung bakal ikut training klub kita besok!,, ayo hyung, ke dalam! Hyung belum tahu kan apa yang harus kita bawa!” tanpa basa-basi Jaejin menarik tangan Jonghyun masuk ke dalam ruang olahraga.
Dan seketika hati Jonghyun serasa diiris-iris melihat Mi Young dan Key sedang duduk berdampingan sambil tertawa. Mereka seperti sedang asyik mendikusikan sesuatu, bahkan Key dengan entengnya menyubit kedua pipi Mi Young. Mi Young terlihat sama sekali tidak marah, malah sambil tertawa-tawa dia mencoba menjitak kepala Key.
“Harap maklum ya Hyung, mereka itu memang selalu begitu, padahal harusnya langsung jadian ajah” ujar Jaejin enteng sambil menepuk bahu Jonghyun.
“.....” Jonghyun tidak berkata apapun, lidahnya terasa kelu, kalau mungkin dia ingin sekali menjitak Jaejin tapi apabila dia melakukannya, perasaannya akan ketahuan.
“KEY!! Jonghyun hyung datang!!”
Key dan Mi Young akhirnya memalingkan pandangan mereka ke arah Jonghyun dan Jaejin.
“Jonghyun sunbae!!” Mi Young melambaikan tanganya ke arah Jonghyun lalu melintasi lapangan menuju ke arah namja itu diikuti oleh Key yang tersenyum setengah hati, Key masih merasa ada yang aneh dengan hyungnya itu, tapi mungkin cuman perasaannya saja. Lagipula Jonghyun hyung datang.
“Aku tidak bisa lama-lama Key, aku ada jadwal rekaman jadi aku hanya akan mengambil daftar barang yang harus dibawa untuk training besok”
“Oh.. nee.. gwenchana”
“Ini daftarnya sunbae! “ Mi Young menyerahkan selebaran pada jonghyun, dan ketika jonghyun hendak mengambilnya tak sengaja dia menyentuh tangan Mi young, rasanya ada aliran listrik mengalir di tangan nya membuat namja itu buru-buru menarik kertas.
“Baiklah aku pergi, aku akan tepat waktu besok kok, anneyong!” Jonghyun pun meninnggalkan mereka berdua tanpa mempedulikan sapaan anggota tim basket lain, Jonghyun pabo! Kenapa kamu malah jadi ikut! Jangan-jangan selama training ini kamu malah akan melihat Key dan Mi Young yang tambah mesra, seharusnya kamu tidak ikut saja! umpatnya dalam hati
=======End of Author POV=============
========Mi Young POV ==========
Kamar Asrama Mi Young
Besok sebagai manager tim basket aku akan ikut training tim basket, Key memberitahuku kalau tempatnya berubah, bukan di pegunungan tapi di tepi pantai. Karena tidak mungkin aku yeoja disana sendiri, maka aku mengajak Soo yun dan Taeyeon. Nanti kita akan menginap di sebuah villa yang dekat dengan pantai. Aku sangat sukaaaa pantai, walau aku tidak bisa berenang tapi aku cinta pasir putihnya. Banyak kenangan disana terutama kenanganku waktu kecil bersama Junsu...
Brukkhhh
”Aigooo, Dark Prince!!” lagi-lagi boneka Teddy bear yang diberikan Minho oppa, yang sudah sengaja aku berdirikan di kasur jatuh lagi menimpa kepalaku. Perasaan tiap aku ingat sama Junsu ni boneka jatuh, apa jangan-jangan sudah dimantrai ni boneka. Aku menamainya Dark Prince karena aku merasa ni boneka sama Minho oppa memiliki sisi gelap yang susah dijelaskan. #Author digeleng flamers#
“Minho oppa?? Oppa sedang apa sekarang? Sudahkah makan?” Aku membelai Dark Prince, rasanya ada yang hilang ketika Minho oppa pergi. Tidak ada lagi yang menyuruhku mengerjakan soal-soal, memaksaku belajar, mengajariku memelototiku kalau salah, menarik-narik tanganku, menyuruhku mengganti lampu. (?,, yang ini abaikan). Sebenarnya apa arti dirinya bagiku? Tapi... sebenarnya aku masih tak percaya Minho oppa menyukaiku...
Perlahan aku menarik kertas dari saku bajuku, kertas yang diselipkan dalam tanganku sebelum Minho oppa pergi, aigoo... kenapa aku lupa tak membacanya tadi malam setelah Onew dan Min Gi eonni mengantarku ke asrama?
To : Kim Mi Young
Di kotak lacimu paling bawah ada sebuah kotak berwarna biru
Bukalah lalu lihat, disana kamu dapat melihat sesuatu yang paling berharga bagi diriku.
Sesuatu yang lebih berharga dari hartaku, diriku, bahkan nyawaku.
Lalu lihatlah surat yang ada di dalam kotak itu, ikuti petunjukknya
“Mwo?...cuman ini?” Aku membolak-balik, tapi percuma tak ada tulisan lain, maka dengan agak penasaran aku membuka laci di samping kasurku yang paling bawah dan benar saja terdapat kotak . Kotak berwarna biru yang diikat dengan pita berwarna putih. Kotak itu sebesar kotak sepatu dan ketika aku angkat terasa agak berat. Minho oppa bilang kalau di dalamnya aku bisa melihat sesuatu yang paling berharga bagi Minho oppa, maka dengan penasaran aku mulai melepaskan pita putihnya dan akhirnya hanya tinggal membuka tutup kotaknya, maka aku buka ,
DEG
Refleks aku menutup mulutku sambil menatap benda di hadapanku
“Aish.... ini kan?”
TBC
Ayooo~~~~~~~~ayo~~~~~~~kripik dan sarannnn dan like please!!!#sambil nyawer uang recehan (?)
#FF ini udah dipostin di FB aku, dan asli buatan aku sendiri, jd jangan berani2 plagiat#
Chapter terakhir 1 mingguan lagi ^^
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 9/11]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelum mulai aku mau jelasin yang harusnya dijelaskan dari dulu, yaitu kelas2 mereka biar gak bingung #telat jelasin, mian#
kim Mi-Young, Hwang Soo yun, Taeyeon a.k. Taemin :Kelas X reguler class
Key : Kelas XI reguler class
Minho : Kelas XI special class
Jonghyun : kelas XII Special class
Onew : kelas XII Special Class
Last Part
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nugu? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
===========New Part=========
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Tubuhku membeku, lidahku kelu, kepalaku terasa blank, apakah ini hanya mimpi? Key memberikan pie strawberrynya pada Mi-Young! Mi-Young sahabat kecilku di pantai Jungmun, Mi-Young cahaya ku, Mi-Young cinta pertamaku yang ternyata yeoja yang juga dicinta sahabat karibku yang lebih berharga dari nyawaku. Tapi kenapa harus Key?
“Jonghyun sunbae!”
Suara yeoja di depanku membuyarkan lamunanku, Jonghyun pabo! Kenapa kau tadi tidak langsung keluar! Mi-Young menghampiri aku, sementara Key terlihat merah sekali mukanya, mungkin dia malu karena yeoja yang dia suka ketahuan secara tiba-tiba olehku.
“Jonghyun sunbae! Waeyo? Apakah kemeja atau syalnya masih ada yang kotor? Atau kau kemari untuk latihan, aku kira jonghyun sunbae sangat sibuk.
“A... ann..anni... kemeja dan syalnya sudah sangat bersih dan harum, lagi pula aku cuman ada urusan dengan key sedikit, tapi kayaknya tidak terlalu penting, jadi lebih baik aku kembali saja”
Aku menatap key dan menyadari dahinya berkerut, aku tahu dia menyadari kalau aku berbohong karena aku berbicara dengan cepat dan agak tergagap. Jonghyun pabo kamu! Tapi kan tidak mungkin aku bicara yang sejujurnya, tidak setelah aku tahu yeoja yang dicintai Key adalah cinta pertamaku sendiri!
Eotthokke??
“ Aku pergi!” Aku berbalik, dan merasa punggungku hangat di pegang seseorang, dan entah kenapa jantungku berdetak lebih cepat, aku pun berbalik dan mendapati dia, dia yang selama ini aku cintai ternyata telah jadi seimut ini, seandainya mungkin. Aku pasti telah memeluknya..
“Jonghyun sunbae, kalau ada urusan dengan Key, silahkan. Lagipula aku mau pulang ke asrama”
“Nee... hyung, waeyo? Kamu kelihatan agak aneh, sakitkah kau hyung?” key mendekatiku dan mencoba memegang dahiku dengan tangannya, tapi aku menepisnya, mungkin aku menepisnya terlalu kasar karena setelah itu Key menatap aku dengan pandangan tanda tanya.
“Anni.. gwenchana Key! Aku agak tidak enak badan saja. Aku akan pergi untuk beristirahat sekarang. Kataku berbohong, aku yakin key tahu aku berbohong. Tapi ada apa denganku? Kenapa darahku serasa mendidih melihat key? Apakah ini yang disebut cemburu?
“Kim Mi-Young ayo pulang!” suara namja di belakangku membuyarkan lamunanku, aku bisa melihat ekspresi Mi-Young yang sebelumnya terlihat bingung mendadak berubah menjadi berseri-seri.
“OPPA! Kau menjemputku?” Mi-Young dengan segera berlari melewati diriku, aku bisa melihat ekspresi Key berubah menjadi bt, tapi..jjamkaman suara itu, adalah suara yang sangat aku kenal! Jangan-jangan...perlahan aku berbalik dan mendapati Minho sedang memandang Mi-Young dengan sinis.
“Kau lama sekali pabo! Bukankah aku sudah bilang kalau latihan sudah selesai langsung ke kelasku??”
“Nee... oppa, mianhae. Ehh~~ tadi key membuatkanku pie strawberry, lihat deh oppa! Dia sangat pintar masak! Kemarin lusa dia membuatkan aku cake apel juga!”
“Sudah jangan cerewet lagi! Dan Jonghyun hyung, sudah lama kita tidak bertemu. Chukkae ya! Katanya minggu kemarin kamu dapat penghargaan Penyanyi pria terbaik of the year”
“Oh... ya benar, gomawo “ aku masih bingung, Minho ada disini? Sebenarnya ada hubungan apa antara dia dan Mi-Young. Apakah Mi-Young adalah yeojachingunya? Anni.. rasanya tidak mungkin Minho punya pacar karena dia selalu berkata bahwa semua yeoja adalah miliknya. #author dibakar flamers#
“Oh, kamu bingung hubungan aku dengan dia, dia adalah partnerku hyung, sepertinya kalian sudah saling mengenal. Terima kasih sudah meminjamkannya syal untuk menghangatkan dia waktu itu. Kami permisi dulu.” Minho memegang tangan Mi-Young dihadapanku dan menariknya pergi.
“Syal??” Aku bisa mendengar suara heran key, tapi aku lebih memikirkan apa yang dikatakan Minho, jjamkaman! Minho adalah partner Mi-Young?, waktu itu Mi-Young cerita kalau dia sedih karena partnernya berciuman dengan yeoja lain, jangan-jangan Mi-Young menyukai Minho? Aku merasa dadaku semakin sakit dan kepalaku pusing. Aku menekan kepalaku yang terasa sakit, kenapa banyak kenyataan yang membuatku bingung!
“Hyung, kamu ada perlu apa sama aku?” key berkata dingin, aku pikir dia merasa ada sesuatu antara aku dengan Mi-Young
“Anni, tidak penting, aku pergi!”
“Hyung! Jjamkaman!.....hey Hyung!” key memanggilku yang pergi ke luar, tapi aku tak menggubrisnya. Mian Key, sekarang aku butuh sendiri!
====================Jonghyun POV END==========
===================Someone POV=========
Saat ini aku sedang menuju ke ruang olahraga karena disuruh Yesung songsaengnim untuk mengambilkan catatan olahraga yang tertinggal, aku melirik jam tanganku. Sudah jam 6, sebentar lagi hari akan segera gelap. Aku nggak mau sampai sendirian di ruang olahraga yang menyeramkan itu. Maka setelah aku mengambil catatan, aku langsung buru-buru keluar.
“trang..” aku membeku, aku merasa menendang sesuatu, ketika aku lihat ternyata ada cangkang keong laut berkilap keemasan tertimpa cahaya lampu “yeppeo”
“Jjamkaman... rasanya aku pernah melihat ini, dimana ya?” aku pun mengambil dan mengamatinya lekat-lekat, sayang sekali di pinggirannya terdapat retakan, lalu akupun memutuskan memungutnya, sayang benda secantik ini kalau dibiarkan.
==============someone POV end=========
==============Mi-Young POV===========
06.00 pm waktu Korea
“Oppa? Mwo? Memangnya kita tidak langsung pulang ke asrama?” aku terbengong menatap motor race di hadapanku, tapi bukannya langsung menjawab pertanyaanku, Minho oppa malah membenamkan wajahku ke dalam helm berwarna birunya. Sedangkan dia sendiri sudah menggunakan helm dengan warna senada. Sebelumnya tas dan bawaanku lainnya juga sudah dititipkan pada pilot helikopter untuk dibawa ke asrama. Padahal aku ingin segera makan pie strawberry itu...
“Kamu belum pernah melihat-lihat Seoul kan? Kita ke daerah Namsan, tapi...”
“Mwo?” aku bingung, sekarang Minho oppa malah memperhatikan seragam yang aku kenakan lalu menggeleng, sambil menghembuskan nafas dia menaiki motornya “Memang harus ke tempat itu dulu... kajja! Naik!”
“Ke tempat itu.?” Aku masih bingung, tapi Minho oppa tak peduli dan malah cemberut, maka aku pun naik motornya.
Ya Tuhaannn...........aku gugup sekali! Aku dibonceng Minho oppa??? Gawat! Bisa-bisa aku berharap lagi! Padahal sudah kuputuskan bahwa aku hanya mengidolakan Minho oppa dan tetap setia pada Jung su.
“Pegangan sini” kedua tanganku ditarik oleh Minho oppa ke dadanya, omo?? Aku memeluknya? Mi-Young! Sadarkan dirimu! Jangan sampai kau pingsan!
“Hey pabo! Jangan berpikir macam-macam!"ucap Minho oppa sinis, langsung membuatku sadar "Baiklah... pegangan kuat-kuat, kita akan pergi!”
“Brungggggggggggg..........” akhirnya kami pun meninggalkan lokasi sekolah.
==============End of Mi-Young POV========
=============Park Min Gi POV=============
06.30 pm waktu korea
Piano Recital at Namsan Tower
Akhirnya orang yang aku nanti-nantikan akan mempertunjukkan kehebatannya bermain piano. Aku telah menunggu sedari tadi untuk menyaksikannya. Sudah dua tahun aku tak melihat permainannya. Aku yakin dia pasti sudah menjadi pianis yang sangat hebat. Di sekolah aku tak bisa dekat dengannya, aku masih belum siap...aku..
“Jinki...kau...” aigoo.. dia bertambah tampan dan terlihat dewasa. Dengan menggunakan tuksedo hitam dia menghormat ke arah penonton da...
“Eh..”aku yang berada di barisan ke dua paling depan kaget merasa kedua mata kami bertemu, dengan segera aku menunduk, apakah dia melihatku?
Ntah berapa lama aku menunduk, lalu kudengar suara dentingan piano yang indah menelusup ke kalbuku. Akupun menengadah dan melihat Jinki di depanku bermain piano dengan penuh penghayatan. Aku memang tak mengerti Beethoven- Symphony No.7 -1st Movement yang dimainkannya ataupun musik klasik lainnya. Tapi yang aku sadari dia sangat menikmatinya. Untunglah dia terlihat bahagia...
“Jinki... aku... sarangahaeyo, jeongmal saranghaeyo.. perasaan ini dari dulu tidak pernah berubah” bisikku pelan
=============Min Gi POV end===========
=============Minho POV==============
“Oppa!! Jangan bilang yang ini juga tidak cocok untukku!” Yeoja dihadapanku muncul dibalik gorden sambil menggunakan dress berwarna pink selutut dengan pita hitam mengelilingi pinggangnya, dari tadi dia tak berhenti bertanya-tanya, bahkan ketika di salon pula. Coba sekarang dia bisa diam dan tersenyum sejenak, maka aku pun mengambil sesuatu di kantong jaketku.
“Mi-Young, ini, mau?” aku melemparkan kotak kecil, yang untungnya ditangkap dengan sigap oleh yeoja dihadapanku.
“Mwo? Ah... coklat, lucu sekali! Berbentuk hati!”
Ctrekkk,, aku mengambil fotonya dengan kamera ponselku, aish... wajahnya yang sedang tersenyum membuatku terpesona. Aku yakin foto ini akan berguna saat aku pergi, setidaknya aku bisa melihat senyumnya.
“Oppa! Kenapa kau mengambil fotoku?!” dia terlihat ngambek, lucu sekali, aku benar-banar hampir tertawa
“Ok, kami ambil gaun yang sedang dia pakai saja!” aku memberitahu karyawati di butik itu “dan Mi Young,pakailah jaketmu kembali sampai ke tempat tujuan utama kita, kajja, hampir terlambat nih!”
Kami pun lalu melanjutkan perjalanan dan hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk mencapai Namsan, tapi untuk menuju Namsan Tower kami harus menaiki kereta gantung. Maka aku parkirkan motorku, dan mengajaknya menaiki kereta gantung
“Oppa...aku takut” aigo... yeoja ini, dia malah terduduk lemas sambil memeluk lututnya ketika kereta gantung ini mulai berjalan. Aku bingung, mana di kereta gantung ini hanya kami berdua. Aku melihat ke arah sekitar dan mendapati bintang-bintang terlihat sangat banyak dan cemerlang malam ini, belum lagi kerlap-kerlip sinar lampu, bodoh sekali kalau yeoja ini menyia-nyiakannya dan malah melihat barisan semut berjajar di lantai kereta gantung #emang ada??=,=, abaikan#, maka aku pun menarik tangannya.
“Oppa?”
“Lihat keluar pabo! Tidak usah takut, ada aku...” aku tersenyum padanya sambil menggenggam tangan kirinya lebih erat, Mi-Young menatapku diam-diam lalu balas tersenyum dan menganguk. Aigo, aku pasti memeluknya kalau saja dia tidak berteriak
“ OPPA! BINTANG JATUH!” aku menengadah melihat ke luar tapi tidak melihat bintang jatuh, mungkin aku telat? Lalu ketika aku menatap kembali Mi-Young, yeoja ini sedang memejamkan mata sambil tersenyum.
“Kau sedang apa? Sakit?” tanyaku sambil memegang dahinya, aku takut dia sakit beneran. Yeoja ini sering membuatku khawatir kalau anemianya kambuh.
“anni, gwenchana oppa! Aku sedang membuat permintaan”
“Apa permintaanmu?”
“Shttt... ini rahasia, kalau diberi tahu pada orang lain nanti tidak terkabul” Mi-Young kembali menatap ke arah luar “Oppa.. ternyata pemandangan malam dari atas itu neumo neumo neuomo yeppeo!”
“Terserah lah” aku merasa agak bt, padahal kau dia bilang ingin sesuatu, aku mungkin bisa mengabulkannya saat ini pula. Karena aku harus ke Jepang besok. Aku belum memberitahu dia, tapi aku akan memberitahu hal itu termasuk hal penting lain yang baru beberapa hari lalu aku sadari, mengenai perasaanku padanya...
Noona neomu yeppeo (Keu keu nyeo reul boh neun nah neun) mee chyeo Hah hah jee man ee jehn jee chyeo Replay Replay Replay
Ponsel Mi-Young berbunyi, sepertinya SMS karena dia langsung melihat layarnya, perlahan Mi-Young menatap ke arahku seperti agak bimbang.
“Mwo?”
“Anni... Cuma chinguku Soo yun, dia bertanya dimana aku sekarang” Mi-Young pun lalu terlihat sibuk membalas sms, perasaanku tidak enak, pasti dari namja. Tapi siapa? key? Onew hyung atau...belum sempat aku bertanya lagi, Kereta gantung telah berhenti dan kami telah sampai di Namsan Tower di lantai 54, di lantai teratas. Aku benar-benar tak sabar ingin melihat ekspresi Mi-Young disini.
“Oppa!! Ini hebat banget! Restoran di atas tower, dan sekeliling tower ini kaca semua, jadi kita bisa lihat keluar! Ommo........ oppa! Lihat itu! Itu laut kan?? Di dekat sini ternyata ada laut ya! sinar dari mercusuar yang jauh itu juga kelihat berkedip-kedip dari sini, wahhh aku ingin sekali ke mercusuar oppa! dulu waktu kecil aku sering ke mercusuar dan terus...." yeoja dihadapanku tak berhenti bercerita, aku hanya menganguk dan tersenyum melihat dirinya bercerita. Lucu sekali, wajahnya berseri-seri dan saat dirinya tersenyum lesung pipitnya terlihat jelas mebuatnya tambah manis. Aku benar-benar menyukainya..
Aku merasa sangat senang melihat Mi-Young yang tertarik pada pemandangan di sekelilingnya, setelah hampir setengah jam kami berputa-putar melihat pemandangan sambil aku ditarik-tariknya, akhirnya kami duduk juga di meja dengan kursi saling berhadapan yang dekat dengan kaca. Mi-Young dihadapanku entah sejak kapan dia jadi pendiam. Suasana diantara kami jadi canggung. Untung saja pelayan segera datang dan kami pun memesan makanan lalu makan dengan suasana yang agak canggung.
Aigo... kenapa aku tegang begini? Sepertinya memang tidak mungkin hanya mengandalkan mulutku saja untuk mengungkapkan perasaanku.
“Mi-Young tunggu sini, jebal jangan kemana-mana arrasseo? Aku pergi sebentar”
“kemana oppa? ah... arra... “
Lalu aku pun tersenyum padanya sebelum pergi
==================Min ho POV end============
=================Mi-Young POV=============
Aku menatap layar hpku kembali, sms yang kuterima ketika di kereta gantung..
From : Onew oppa
Mi-Young, kau ada di mana? Malam ini jam 10an bisakah kita bertemu di atap asrama?
Aku membalas kalau aku tidak bisa karena sedang ke Namsan tower bersama Minho oppa, tapi balasan dari Onew oppa malah membuatku semakin shock
From : Onew oppa
Benarkah? Kebetulan aku ada recital hingga jam 8.30 pm, kalau urusanmu dengan Minho oppa sudah selesai, sms aku saja. Aku akan menunggu.
“Aneh..”gumamku bingung, bagaimana mungkin aku memberitahu Minho oppa kalau aku akan bertemu Jinki oppa sebab aku tahu hubungan mereka tidak baik. Aigoo... aku benar-benar penasaran apa yang membuat SHINee bisa pecah? Aku pernah bertanya pada Onew oppa tapi dia tidak mau memberitahuku. Tapi aku yakin, walaupun hubungan mereka dari luar terlihat kurang baik tapi aku bisa merasakan mereka saling membutuhkan satu sama lain, terutama Key. Saat itu juga Key menangis di ruangan yang kemudian aku ketahui sebagai ruangan tempat dahulu SHINing star sedang berkumpul.
"Oya,, key sedang apa ya?" gumamku tanpa sadar, Oya... pie strawberry yang rencananya mau aku makan sekarang masih tergeletak dikamar asrama. Masakan key benar-benar enak, seandainya saja dia adalah Jung su...
“Menunggu lama?” suara bass Minho mengagetkanku, aku pun refleks menggeleng dan dia malah masih berdiri di depan kursiku sambil masih tersenyum gugup, membuatku ikut gugup juga. Aigoo... jujur aku masih bingung mengapa Minho oppa tiba-tiba mengajakku kemari.
“Mi-Young, berdirilah..” aku menyambut uluran tangannya dan melangkah ke luar meja “Tutup matamu”
“Waeyo?”
“Tutup saja, jangan mengintip! Arraseo!”
“Nee... arra..”aku pun menutup mataku, dan beberapa saat kemudian sesuatu yang empuk, berbulu sekaligus besar tiba-tiba memelukku. Karena kaget aku membuka mataku dan menatap Teddy bear putih raksasa yang tingginya hampir sama dengan tinggi ku yang 160 cm. “Kyeopta!” aku memeluknya lagi, bulunya begitu lembut dan harum.
“Ehemm” Aku akhirnya tersadar kalau ada Minho oppa dan melepaskan pelukanku dari boneka itu lalu menyandarkan boneka nya ke dinding, ya ampun, dasar Mi-Young pabo! “Oppa.. ini buatku?”
Cup
Aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak, Minho oppa mencium dahiku? Lalu ia menatap mataku dalam-dalam, aigo... aku merasa seperti dihipnotis, apakah aku bermimpi? Wajah Minho oppa close up di depan pandanganku!!!! Minho oppa, jangan seperti ini,, aku tak mau berharap lagi, lagipula Jung su..
“Mi-Young, saranghae... jeongmal saranghae, maukah kau jadi yeojachinguku?”
“Mwo?.. opp..oppa..” entah kenapa pada saat ini yang terlintas di bayanganku adalah bayangan Jonghyun sunbae, refleks aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan bayangan itu, tapi rupanya Minho oppa salah sangka.
“Jadi kau tak mau?” aku melihat raut wajah Minho oppa menjadi sangat kecewa
“Anni... bukan itu oppa.. aku..aku hanya butuh waktu, lagipula..” aku terdiam karena sekarang Minho oppa memelukku erat.
“Nee.. kamu benar.. gwenchana. Mi-Young” Minho berbisik di telingaku “sebenarnya oppa akan pergi besok ke Jepang selama seminggu. Oppa akan jujur padamu, sebenarnya oppa adalah seorang hacker”
“Hacker? Oppa?”
“Nee.. dan mulai besok oppa akan mencoba menghack sistem keamanan kepolisian jepang untuk mendapat data mengenai teroris asal jepang yang diduga akan meneror korea, dan ini sangat berbahaya. Makanya aku mengatakan hal ini sekarang karena aku takut tidak akan ada kesempatan ini lagi”
Aku melepaskan pelukan Minho oppa, mendengar kemungkinan tidak akan kembali membuatku cemas “Oppa, kau harus kembali!”
“pastikan aku kembali untuk mendengar kata ‘ya’ dari mulutmu ya!” aku hanya terdiam, seandainya Minho oppa mengatakannya sebulan yang lalu, aku pasti akan sangat senang dan menerimanya, tapi sekarang?sebulan terakhir ini ingatan mengenai kenanganku dengan Jung su semakin kuat. Aku merasa kapanpun kami bisa bertemu, dan perasaanku pada Minho oppa, ntahlah.....
“Jangan pasang muka bingung seperti itu, hmm... sudah malam, kajja kita pulang!”
“Nee...” jawabku sambil mengambil boneka Teddy bear raksasaku, dan ketika aku akan melangkah Minho oppa menggenggam tangan kiriku yang bebas, tapi baru saja bebeapa meter kami melangkah, seorang namja berdiri di hadapan kami.
“nuguseyo?” aku menurunkan teddy bear yang aku bawa dan melihat Onew oppa telah berdiri di hadapanku, dia terlihat resmi sekali menggunakan tuksedo berwarna hitam dan rambutnya terlihat rapih.
“Hyung, kau disini?” sapa Minho sopan, ntah mengapa aku masih bisa merasakan aura kurang bersahabat diantara mereka.
“Nee, aku baru saja selesai piano recital disini. Ngomong-ngomong hp mu dimatikan? Kepala sekolah menghubungimu”
“Waeyo? Dia mencariku?”
“Ini” Onew menyodorkan selembar tiket pada Minho oppa, bagian depannya tertulis Korean Airlines.
“Mwo?”
“Tadi kepala sekolah nitip padaku, penerbangan mu dimajukan, tinggal 30 menit lagi sebelum pesawatmu take off. Barang-barangmu pun telah dikirimkan ke bandara”
Minho oppa? Pergi sekarang? Aku merasa hatiku tidak tenang, aku memandang Minho oppa yang sepertinya mencoba berbicara tetapi tak ada apapun yang keluar dari mulutnya, aku merasakan dia makin mempererat genggamannya. Aigoo... ada apa ini, hatiku benar-benar tidak tenang.
“Aku yang akan mengantar Mi-Young ke asrama, tenang saja”
“Nee... baiklah, aku akan pergi” akhirnya Minho berkata mantap, aku percayakan Mi-Young ku padamu" Tanpa berbasa-basi lagi Minho oppa melepaskan genggamannya lalu pergi, tapi sebelumnya dia menyelipkan sesuatu di tanganku.
Minho oppa? Entah mengapa aku merasa sangat sedih, dia akan meninggalkan aku begitu saja? Aku menatap punggung tegapnya yang hilang masuk ke dalam lift.
“Mi-Young, gwenchana?”
“Oppa?”
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!”
“Nee oppa” jawabku lemas.
================Mi-Young POV end===========
================Onew POV===================
“Oppa?” aku menatap wajah Mi-Young yang terlihat sangat khawatir, apa dia sudah tahu yang sebenarnya? Pekerjaan yang dilakukan Minho? Sepertinya iya. Aku sudah tahu dari sorot mata Minho, dia mencintai Mi-Young, tapi aku pikir yeoja ini mencintai namja lain, apa aku salah?
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!” ajakku
“Eh, bagaimana kalau disitu?” aku menunjuk kursi panjang yang terletak di lobi
“Nee oppa” jawabnya lemas. Sambil memegang teddy bearnya lebih erat lagi. Kami pun duduk bersebelahan.
“Teddy bear itu dari Minho?”
“Nee...” Jawabnya, sambil tersipu malu
“Mukamu merah, kekekekkekeke~~ aku kira kau menyukai Key”
“Mwo? Kenapa oppa bisa berkata begitu?” Mi-Young terlihat kaget, aku bisa merasakan dari suaranya dia gugup.
“Ini sih perkiraan oppa aja, sebab beberapa kali oppa melihat kalian berdua, kalian terlihat sangat bahagia. Kau tidak segan-segan mengomel padanya, kau selalu terlihat bahagia ketika dia memberimu hasil masakannya, aku merasa kalian berdua saling merasa nyaman satu sama lain. Sedangkan saat kau bersama Minho, kau terlihat tidak banyak tingkah, kau segan padanya kan?”
“Nee...” Mi-Young terdiam sesaat sambil membenamkan mukanya ke dalam pelukan teddy bearnya, lalu setelah beberapa lama mukanya muncul lagi, hahaha.. dia terlihat sangat lucu.
“Oppa, jangan membahas hal itu jebal, daripada itu, apa yang ingin kau ceritakan?”
“Hahahahhaha... nee..aku tak akan membahas hal itu lagi, hatimu lebih tahu” Onew menegakkan tubuhnya lalu menghadap ke arahku. “Mi-Young kau dulu pernah bertanya padaku kenapa SHINee bisa pecah kan? Aku akan memberitahumu. Tapi sebelumnya aku ingin mengaku, aku.. aku pikir aku menyukaimu” aku menunggu reaksinya, dan seperti yang kuduga dia terlihat kaget dan mundur sedikit
“tenang saja Mi-Young, oppa baru sadar kalau ada yeoja lain yang benar-benar oppa cintai dari dulu, tapi aku tidak tahu dia mencintai oppa atau tidak, jadi...” aku mengedarkan pandangan di sekitarku.
“Oppa, mencari siapa?”
“Shttt....oppa akan melakukan sulap, mengeluarkan orang dari bawah meja” bisikku pelan, lalu akupun berjalan ke arah Meja bertaplak putih yang taplaknya menjulur panjang hingga lantai, lalu aku mengacungkan jempol dan memberi kode pada Mi-Young yang masih bingung untuk bersama-sama menghitung.
“Hana, dul, set” aku pun menyingkapkan taplak meja, dan seperti yang sudah kuduga, seseorang yang sangat aku kenal bersembunyi di bawahnya terlihat sangat kaget.
“Nu..nuguseyo oppa?”Mi-Young terlihat tak kalah kagetnya melihat orang dibawah meja, sedangkan aku hanya tersenyum tipis.
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
TBC
Gimana??Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Yang mau ditagg selanjutnya, koment ajjah #kurang baek apa aku???plakk#
KEY OPPA SUKA NGOMEL SAMA SILENT READER LOH! #Sok tw, abaikan hehehehehe#
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelum mulai aku mau jelasin yang harusnya dijelaskan dari dulu, yaitu kelas2 mereka biar gak bingung #telat jelasin, mian#
kim Mi-Young, Hwang Soo yun, Taeyeon a.k. Taemin :Kelas X reguler class
Key : Kelas XI reguler class
Minho : Kelas XI special class
Jonghyun : kelas XII Special class
Onew : kelas XII Special Class
Last Part
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nugu? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
===========New Part=========
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Tubuhku membeku, lidahku kelu, kepalaku terasa blank, apakah ini hanya mimpi? Key memberikan pie strawberrynya pada Mi-Young! Mi-Young sahabat kecilku di pantai Jungmun, Mi-Young cahaya ku, Mi-Young cinta pertamaku yang ternyata yeoja yang juga dicinta sahabat karibku yang lebih berharga dari nyawaku. Tapi kenapa harus Key?
“Jonghyun sunbae!”
Suara yeoja di depanku membuyarkan lamunanku, Jonghyun pabo! Kenapa kau tadi tidak langsung keluar! Mi-Young menghampiri aku, sementara Key terlihat merah sekali mukanya, mungkin dia malu karena yeoja yang dia suka ketahuan secara tiba-tiba olehku.
“Jonghyun sunbae! Waeyo? Apakah kemeja atau syalnya masih ada yang kotor? Atau kau kemari untuk latihan, aku kira jonghyun sunbae sangat sibuk.
“A... ann..anni... kemeja dan syalnya sudah sangat bersih dan harum, lagi pula aku cuman ada urusan dengan key sedikit, tapi kayaknya tidak terlalu penting, jadi lebih baik aku kembali saja”
Aku menatap key dan menyadari dahinya berkerut, aku tahu dia menyadari kalau aku berbohong karena aku berbicara dengan cepat dan agak tergagap. Jonghyun pabo kamu! Tapi kan tidak mungkin aku bicara yang sejujurnya, tidak setelah aku tahu yeoja yang dicintai Key adalah cinta pertamaku sendiri!
Eotthokke??
“ Aku pergi!” Aku berbalik, dan merasa punggungku hangat di pegang seseorang, dan entah kenapa jantungku berdetak lebih cepat, aku pun berbalik dan mendapati dia, dia yang selama ini aku cintai ternyata telah jadi seimut ini, seandainya mungkin. Aku pasti telah memeluknya..
“Jonghyun sunbae, kalau ada urusan dengan Key, silahkan. Lagipula aku mau pulang ke asrama”
“Nee... hyung, waeyo? Kamu kelihatan agak aneh, sakitkah kau hyung?” key mendekatiku dan mencoba memegang dahiku dengan tangannya, tapi aku menepisnya, mungkin aku menepisnya terlalu kasar karena setelah itu Key menatap aku dengan pandangan tanda tanya.
“Anni.. gwenchana Key! Aku agak tidak enak badan saja. Aku akan pergi untuk beristirahat sekarang. Kataku berbohong, aku yakin key tahu aku berbohong. Tapi ada apa denganku? Kenapa darahku serasa mendidih melihat key? Apakah ini yang disebut cemburu?
“Kim Mi-Young ayo pulang!” suara namja di belakangku membuyarkan lamunanku, aku bisa melihat ekspresi Mi-Young yang sebelumnya terlihat bingung mendadak berubah menjadi berseri-seri.
“OPPA! Kau menjemputku?” Mi-Young dengan segera berlari melewati diriku, aku bisa melihat ekspresi Key berubah menjadi bt, tapi..jjamkaman suara itu, adalah suara yang sangat aku kenal! Jangan-jangan...perlahan aku berbalik dan mendapati Minho sedang memandang Mi-Young dengan sinis.
“Kau lama sekali pabo! Bukankah aku sudah bilang kalau latihan sudah selesai langsung ke kelasku??”
“Nee... oppa, mianhae. Ehh~~ tadi key membuatkanku pie strawberry, lihat deh oppa! Dia sangat pintar masak! Kemarin lusa dia membuatkan aku cake apel juga!”
“Sudah jangan cerewet lagi! Dan Jonghyun hyung, sudah lama kita tidak bertemu. Chukkae ya! Katanya minggu kemarin kamu dapat penghargaan Penyanyi pria terbaik of the year”
“Oh... ya benar, gomawo “ aku masih bingung, Minho ada disini? Sebenarnya ada hubungan apa antara dia dan Mi-Young. Apakah Mi-Young adalah yeojachingunya? Anni.. rasanya tidak mungkin Minho punya pacar karena dia selalu berkata bahwa semua yeoja adalah miliknya. #author dibakar flamers#
“Oh, kamu bingung hubungan aku dengan dia, dia adalah partnerku hyung, sepertinya kalian sudah saling mengenal. Terima kasih sudah meminjamkannya syal untuk menghangatkan dia waktu itu. Kami permisi dulu.” Minho memegang tangan Mi-Young dihadapanku dan menariknya pergi.
“Syal??” Aku bisa mendengar suara heran key, tapi aku lebih memikirkan apa yang dikatakan Minho, jjamkaman! Minho adalah partner Mi-Young?, waktu itu Mi-Young cerita kalau dia sedih karena partnernya berciuman dengan yeoja lain, jangan-jangan Mi-Young menyukai Minho? Aku merasa dadaku semakin sakit dan kepalaku pusing. Aku menekan kepalaku yang terasa sakit, kenapa banyak kenyataan yang membuatku bingung!
“Hyung, kamu ada perlu apa sama aku?” key berkata dingin, aku pikir dia merasa ada sesuatu antara aku dengan Mi-Young
“Anni, tidak penting, aku pergi!”
“Hyung! Jjamkaman!.....hey Hyung!” key memanggilku yang pergi ke luar, tapi aku tak menggubrisnya. Mian Key, sekarang aku butuh sendiri!
====================Jonghyun POV END==========
===================Someone POV=========
Saat ini aku sedang menuju ke ruang olahraga karena disuruh Yesung songsaengnim untuk mengambilkan catatan olahraga yang tertinggal, aku melirik jam tanganku. Sudah jam 6, sebentar lagi hari akan segera gelap. Aku nggak mau sampai sendirian di ruang olahraga yang menyeramkan itu. Maka setelah aku mengambil catatan, aku langsung buru-buru keluar.
“trang..” aku membeku, aku merasa menendang sesuatu, ketika aku lihat ternyata ada cangkang keong laut berkilap keemasan tertimpa cahaya lampu “yeppeo”
“Jjamkaman... rasanya aku pernah melihat ini, dimana ya?” aku pun mengambil dan mengamatinya lekat-lekat, sayang sekali di pinggirannya terdapat retakan, lalu akupun memutuskan memungutnya, sayang benda secantik ini kalau dibiarkan.
==============someone POV end=========
==============Mi-Young POV===========
06.00 pm waktu Korea
“Oppa? Mwo? Memangnya kita tidak langsung pulang ke asrama?” aku terbengong menatap motor race di hadapanku, tapi bukannya langsung menjawab pertanyaanku, Minho oppa malah membenamkan wajahku ke dalam helm berwarna birunya. Sedangkan dia sendiri sudah menggunakan helm dengan warna senada. Sebelumnya tas dan bawaanku lainnya juga sudah dititipkan pada pilot helikopter untuk dibawa ke asrama. Padahal aku ingin segera makan pie strawberry itu...
“Kamu belum pernah melihat-lihat Seoul kan? Kita ke daerah Namsan, tapi...”
“Mwo?” aku bingung, sekarang Minho oppa malah memperhatikan seragam yang aku kenakan lalu menggeleng, sambil menghembuskan nafas dia menaiki motornya “Memang harus ke tempat itu dulu... kajja! Naik!”
“Ke tempat itu.?” Aku masih bingung, tapi Minho oppa tak peduli dan malah cemberut, maka aku pun naik motornya.
Ya Tuhaannn...........aku gugup sekali! Aku dibonceng Minho oppa??? Gawat! Bisa-bisa aku berharap lagi! Padahal sudah kuputuskan bahwa aku hanya mengidolakan Minho oppa dan tetap setia pada Jung su.
“Pegangan sini” kedua tanganku ditarik oleh Minho oppa ke dadanya, omo?? Aku memeluknya? Mi-Young! Sadarkan dirimu! Jangan sampai kau pingsan!
“Hey pabo! Jangan berpikir macam-macam!"ucap Minho oppa sinis, langsung membuatku sadar "Baiklah... pegangan kuat-kuat, kita akan pergi!”
“Brungggggggggggg..........” akhirnya kami pun meninggalkan lokasi sekolah.
==============End of Mi-Young POV========
=============Park Min Gi POV=============
06.30 pm waktu korea
Piano Recital at Namsan Tower
Akhirnya orang yang aku nanti-nantikan akan mempertunjukkan kehebatannya bermain piano. Aku telah menunggu sedari tadi untuk menyaksikannya. Sudah dua tahun aku tak melihat permainannya. Aku yakin dia pasti sudah menjadi pianis yang sangat hebat. Di sekolah aku tak bisa dekat dengannya, aku masih belum siap...aku..
“Jinki...kau...” aigoo.. dia bertambah tampan dan terlihat dewasa. Dengan menggunakan tuksedo hitam dia menghormat ke arah penonton da...
“Eh..”aku yang berada di barisan ke dua paling depan kaget merasa kedua mata kami bertemu, dengan segera aku menunduk, apakah dia melihatku?
Ntah berapa lama aku menunduk, lalu kudengar suara dentingan piano yang indah menelusup ke kalbuku. Akupun menengadah dan melihat Jinki di depanku bermain piano dengan penuh penghayatan. Aku memang tak mengerti Beethoven- Symphony No.7 -1st Movement yang dimainkannya ataupun musik klasik lainnya. Tapi yang aku sadari dia sangat menikmatinya. Untunglah dia terlihat bahagia...
“Jinki... aku... sarangahaeyo, jeongmal saranghaeyo.. perasaan ini dari dulu tidak pernah berubah” bisikku pelan
=============Min Gi POV end===========
=============Minho POV==============
“Oppa!! Jangan bilang yang ini juga tidak cocok untukku!” Yeoja dihadapanku muncul dibalik gorden sambil menggunakan dress berwarna pink selutut dengan pita hitam mengelilingi pinggangnya, dari tadi dia tak berhenti bertanya-tanya, bahkan ketika di salon pula. Coba sekarang dia bisa diam dan tersenyum sejenak, maka aku pun mengambil sesuatu di kantong jaketku.
“Mi-Young, ini, mau?” aku melemparkan kotak kecil, yang untungnya ditangkap dengan sigap oleh yeoja dihadapanku.
“Mwo? Ah... coklat, lucu sekali! Berbentuk hati!”
Ctrekkk,, aku mengambil fotonya dengan kamera ponselku, aish... wajahnya yang sedang tersenyum membuatku terpesona. Aku yakin foto ini akan berguna saat aku pergi, setidaknya aku bisa melihat senyumnya.
“Oppa! Kenapa kau mengambil fotoku?!” dia terlihat ngambek, lucu sekali, aku benar-banar hampir tertawa
“Ok, kami ambil gaun yang sedang dia pakai saja!” aku memberitahu karyawati di butik itu “dan Mi Young,pakailah jaketmu kembali sampai ke tempat tujuan utama kita, kajja, hampir terlambat nih!”
Kami pun lalu melanjutkan perjalanan dan hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk mencapai Namsan, tapi untuk menuju Namsan Tower kami harus menaiki kereta gantung. Maka aku parkirkan motorku, dan mengajaknya menaiki kereta gantung
“Oppa...aku takut” aigo... yeoja ini, dia malah terduduk lemas sambil memeluk lututnya ketika kereta gantung ini mulai berjalan. Aku bingung, mana di kereta gantung ini hanya kami berdua. Aku melihat ke arah sekitar dan mendapati bintang-bintang terlihat sangat banyak dan cemerlang malam ini, belum lagi kerlap-kerlip sinar lampu, bodoh sekali kalau yeoja ini menyia-nyiakannya dan malah melihat barisan semut berjajar di lantai kereta gantung #emang ada??=,=, abaikan#, maka aku pun menarik tangannya.
“Oppa?”
“Lihat keluar pabo! Tidak usah takut, ada aku...” aku tersenyum padanya sambil menggenggam tangan kirinya lebih erat, Mi-Young menatapku diam-diam lalu balas tersenyum dan menganguk. Aigo, aku pasti memeluknya kalau saja dia tidak berteriak
“ OPPA! BINTANG JATUH!” aku menengadah melihat ke luar tapi tidak melihat bintang jatuh, mungkin aku telat? Lalu ketika aku menatap kembali Mi-Young, yeoja ini sedang memejamkan mata sambil tersenyum.
“Kau sedang apa? Sakit?” tanyaku sambil memegang dahinya, aku takut dia sakit beneran. Yeoja ini sering membuatku khawatir kalau anemianya kambuh.
“anni, gwenchana oppa! Aku sedang membuat permintaan”
“Apa permintaanmu?”
“Shttt... ini rahasia, kalau diberi tahu pada orang lain nanti tidak terkabul” Mi-Young kembali menatap ke arah luar “Oppa.. ternyata pemandangan malam dari atas itu neumo neumo neuomo yeppeo!”
“Terserah lah” aku merasa agak bt, padahal kau dia bilang ingin sesuatu, aku mungkin bisa mengabulkannya saat ini pula. Karena aku harus ke Jepang besok. Aku belum memberitahu dia, tapi aku akan memberitahu hal itu termasuk hal penting lain yang baru beberapa hari lalu aku sadari, mengenai perasaanku padanya...
Noona neomu yeppeo (Keu keu nyeo reul boh neun nah neun) mee chyeo Hah hah jee man ee jehn jee chyeo Replay Replay Replay
Ponsel Mi-Young berbunyi, sepertinya SMS karena dia langsung melihat layarnya, perlahan Mi-Young menatap ke arahku seperti agak bimbang.
“Mwo?”
“Anni... Cuma chinguku Soo yun, dia bertanya dimana aku sekarang” Mi-Young pun lalu terlihat sibuk membalas sms, perasaanku tidak enak, pasti dari namja. Tapi siapa? key? Onew hyung atau...belum sempat aku bertanya lagi, Kereta gantung telah berhenti dan kami telah sampai di Namsan Tower di lantai 54, di lantai teratas. Aku benar-benar tak sabar ingin melihat ekspresi Mi-Young disini.
“Oppa!! Ini hebat banget! Restoran di atas tower, dan sekeliling tower ini kaca semua, jadi kita bisa lihat keluar! Ommo........ oppa! Lihat itu! Itu laut kan?? Di dekat sini ternyata ada laut ya! sinar dari mercusuar yang jauh itu juga kelihat berkedip-kedip dari sini, wahhh aku ingin sekali ke mercusuar oppa! dulu waktu kecil aku sering ke mercusuar dan terus...." yeoja dihadapanku tak berhenti bercerita, aku hanya menganguk dan tersenyum melihat dirinya bercerita. Lucu sekali, wajahnya berseri-seri dan saat dirinya tersenyum lesung pipitnya terlihat jelas mebuatnya tambah manis. Aku benar-benar menyukainya..
Aku merasa sangat senang melihat Mi-Young yang tertarik pada pemandangan di sekelilingnya, setelah hampir setengah jam kami berputa-putar melihat pemandangan sambil aku ditarik-tariknya, akhirnya kami duduk juga di meja dengan kursi saling berhadapan yang dekat dengan kaca. Mi-Young dihadapanku entah sejak kapan dia jadi pendiam. Suasana diantara kami jadi canggung. Untung saja pelayan segera datang dan kami pun memesan makanan lalu makan dengan suasana yang agak canggung.
Aigo... kenapa aku tegang begini? Sepertinya memang tidak mungkin hanya mengandalkan mulutku saja untuk mengungkapkan perasaanku.
“Mi-Young tunggu sini, jebal jangan kemana-mana arrasseo? Aku pergi sebentar”
“kemana oppa? ah... arra... “
Lalu aku pun tersenyum padanya sebelum pergi
==================Min ho POV end============
=================Mi-Young POV=============
Aku menatap layar hpku kembali, sms yang kuterima ketika di kereta gantung..
From : Onew oppa
Mi-Young, kau ada di mana? Malam ini jam 10an bisakah kita bertemu di atap asrama?
Aku membalas kalau aku tidak bisa karena sedang ke Namsan tower bersama Minho oppa, tapi balasan dari Onew oppa malah membuatku semakin shock
From : Onew oppa
Benarkah? Kebetulan aku ada recital hingga jam 8.30 pm, kalau urusanmu dengan Minho oppa sudah selesai, sms aku saja. Aku akan menunggu.
“Aneh..”gumamku bingung, bagaimana mungkin aku memberitahu Minho oppa kalau aku akan bertemu Jinki oppa sebab aku tahu hubungan mereka tidak baik. Aigoo... aku benar-benar penasaran apa yang membuat SHINee bisa pecah? Aku pernah bertanya pada Onew oppa tapi dia tidak mau memberitahuku. Tapi aku yakin, walaupun hubungan mereka dari luar terlihat kurang baik tapi aku bisa merasakan mereka saling membutuhkan satu sama lain, terutama Key. Saat itu juga Key menangis di ruangan yang kemudian aku ketahui sebagai ruangan tempat dahulu SHINing star sedang berkumpul.
"Oya,, key sedang apa ya?" gumamku tanpa sadar, Oya... pie strawberry yang rencananya mau aku makan sekarang masih tergeletak dikamar asrama. Masakan key benar-benar enak, seandainya saja dia adalah Jung su...
“Menunggu lama?” suara bass Minho mengagetkanku, aku pun refleks menggeleng dan dia malah masih berdiri di depan kursiku sambil masih tersenyum gugup, membuatku ikut gugup juga. Aigoo... jujur aku masih bingung mengapa Minho oppa tiba-tiba mengajakku kemari.
“Mi-Young, berdirilah..” aku menyambut uluran tangannya dan melangkah ke luar meja “Tutup matamu”
“Waeyo?”
“Tutup saja, jangan mengintip! Arraseo!”
“Nee... arra..”aku pun menutup mataku, dan beberapa saat kemudian sesuatu yang empuk, berbulu sekaligus besar tiba-tiba memelukku. Karena kaget aku membuka mataku dan menatap Teddy bear putih raksasa yang tingginya hampir sama dengan tinggi ku yang 160 cm. “Kyeopta!” aku memeluknya lagi, bulunya begitu lembut dan harum.
“Ehemm” Aku akhirnya tersadar kalau ada Minho oppa dan melepaskan pelukanku dari boneka itu lalu menyandarkan boneka nya ke dinding, ya ampun, dasar Mi-Young pabo! “Oppa.. ini buatku?”
Cup
Aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak, Minho oppa mencium dahiku? Lalu ia menatap mataku dalam-dalam, aigo... aku merasa seperti dihipnotis, apakah aku bermimpi? Wajah Minho oppa close up di depan pandanganku!!!! Minho oppa, jangan seperti ini,, aku tak mau berharap lagi, lagipula Jung su..
“Mi-Young, saranghae... jeongmal saranghae, maukah kau jadi yeojachinguku?”
“Mwo?.. opp..oppa..” entah kenapa pada saat ini yang terlintas di bayanganku adalah bayangan Jonghyun sunbae, refleks aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan bayangan itu, tapi rupanya Minho oppa salah sangka.
“Jadi kau tak mau?” aku melihat raut wajah Minho oppa menjadi sangat kecewa
“Anni... bukan itu oppa.. aku..aku hanya butuh waktu, lagipula..” aku terdiam karena sekarang Minho oppa memelukku erat.
“Nee.. kamu benar.. gwenchana. Mi-Young” Minho berbisik di telingaku “sebenarnya oppa akan pergi besok ke Jepang selama seminggu. Oppa akan jujur padamu, sebenarnya oppa adalah seorang hacker”
“Hacker? Oppa?”
“Nee.. dan mulai besok oppa akan mencoba menghack sistem keamanan kepolisian jepang untuk mendapat data mengenai teroris asal jepang yang diduga akan meneror korea, dan ini sangat berbahaya. Makanya aku mengatakan hal ini sekarang karena aku takut tidak akan ada kesempatan ini lagi”
Aku melepaskan pelukan Minho oppa, mendengar kemungkinan tidak akan kembali membuatku cemas “Oppa, kau harus kembali!”
“pastikan aku kembali untuk mendengar kata ‘ya’ dari mulutmu ya!” aku hanya terdiam, seandainya Minho oppa mengatakannya sebulan yang lalu, aku pasti akan sangat senang dan menerimanya, tapi sekarang?sebulan terakhir ini ingatan mengenai kenanganku dengan Jung su semakin kuat. Aku merasa kapanpun kami bisa bertemu, dan perasaanku pada Minho oppa, ntahlah.....
“Jangan pasang muka bingung seperti itu, hmm... sudah malam, kajja kita pulang!”
“Nee...” jawabku sambil mengambil boneka Teddy bear raksasaku, dan ketika aku akan melangkah Minho oppa menggenggam tangan kiriku yang bebas, tapi baru saja bebeapa meter kami melangkah, seorang namja berdiri di hadapan kami.
“nuguseyo?” aku menurunkan teddy bear yang aku bawa dan melihat Onew oppa telah berdiri di hadapanku, dia terlihat resmi sekali menggunakan tuksedo berwarna hitam dan rambutnya terlihat rapih.
“Hyung, kau disini?” sapa Minho sopan, ntah mengapa aku masih bisa merasakan aura kurang bersahabat diantara mereka.
“Nee, aku baru saja selesai piano recital disini. Ngomong-ngomong hp mu dimatikan? Kepala sekolah menghubungimu”
“Waeyo? Dia mencariku?”
“Ini” Onew menyodorkan selembar tiket pada Minho oppa, bagian depannya tertulis Korean Airlines.
“Mwo?”
“Tadi kepala sekolah nitip padaku, penerbangan mu dimajukan, tinggal 30 menit lagi sebelum pesawatmu take off. Barang-barangmu pun telah dikirimkan ke bandara”
Minho oppa? Pergi sekarang? Aku merasa hatiku tidak tenang, aku memandang Minho oppa yang sepertinya mencoba berbicara tetapi tak ada apapun yang keluar dari mulutnya, aku merasakan dia makin mempererat genggamannya. Aigoo... ada apa ini, hatiku benar-benar tidak tenang.
“Aku yang akan mengantar Mi-Young ke asrama, tenang saja”
“Nee... baiklah, aku akan pergi” akhirnya Minho berkata mantap, aku percayakan Mi-Young ku padamu" Tanpa berbasa-basi lagi Minho oppa melepaskan genggamannya lalu pergi, tapi sebelumnya dia menyelipkan sesuatu di tanganku.
Minho oppa? Entah mengapa aku merasa sangat sedih, dia akan meninggalkan aku begitu saja? Aku menatap punggung tegapnya yang hilang masuk ke dalam lift.
“Mi-Young, gwenchana?”
“Oppa?”
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!”
“Nee oppa” jawabku lemas.
================Mi-Young POV end===========
================Onew POV===================
“Oppa?” aku menatap wajah Mi-Young yang terlihat sangat khawatir, apa dia sudah tahu yang sebenarnya? Pekerjaan yang dilakukan Minho? Sepertinya iya. Aku sudah tahu dari sorot mata Minho, dia mencintai Mi-Young, tapi aku pikir yeoja ini mencintai namja lain, apa aku salah?
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!” ajakku
“Eh, bagaimana kalau disitu?” aku menunjuk kursi panjang yang terletak di lobi
“Nee oppa” jawabnya lemas. Sambil memegang teddy bearnya lebih erat lagi. Kami pun duduk bersebelahan.
“Teddy bear itu dari Minho?”
“Nee...” Jawabnya, sambil tersipu malu
“Mukamu merah, kekekekkekeke~~ aku kira kau menyukai Key”
“Mwo? Kenapa oppa bisa berkata begitu?” Mi-Young terlihat kaget, aku bisa merasakan dari suaranya dia gugup.
“Ini sih perkiraan oppa aja, sebab beberapa kali oppa melihat kalian berdua, kalian terlihat sangat bahagia. Kau tidak segan-segan mengomel padanya, kau selalu terlihat bahagia ketika dia memberimu hasil masakannya, aku merasa kalian berdua saling merasa nyaman satu sama lain. Sedangkan saat kau bersama Minho, kau terlihat tidak banyak tingkah, kau segan padanya kan?”
“Nee...” Mi-Young terdiam sesaat sambil membenamkan mukanya ke dalam pelukan teddy bearnya, lalu setelah beberapa lama mukanya muncul lagi, hahaha.. dia terlihat sangat lucu.
“Oppa, jangan membahas hal itu jebal, daripada itu, apa yang ingin kau ceritakan?”
“Hahahahhaha... nee..aku tak akan membahas hal itu lagi, hatimu lebih tahu” Onew menegakkan tubuhnya lalu menghadap ke arahku. “Mi-Young kau dulu pernah bertanya padaku kenapa SHINee bisa pecah kan? Aku akan memberitahumu. Tapi sebelumnya aku ingin mengaku, aku.. aku pikir aku menyukaimu” aku menunggu reaksinya, dan seperti yang kuduga dia terlihat kaget dan mundur sedikit
“tenang saja Mi-Young, oppa baru sadar kalau ada yeoja lain yang benar-benar oppa cintai dari dulu, tapi aku tidak tahu dia mencintai oppa atau tidak, jadi...” aku mengedarkan pandangan di sekitarku.
“Oppa, mencari siapa?”
“Shttt....oppa akan melakukan sulap, mengeluarkan orang dari bawah meja” bisikku pelan, lalu akupun berjalan ke arah Meja bertaplak putih yang taplaknya menjulur panjang hingga lantai, lalu aku mengacungkan jempol dan memberi kode pada Mi-Young yang masih bingung untuk bersama-sama menghitung.
“Hana, dul, set” aku pun menyingkapkan taplak meja, dan seperti yang sudah kuduga, seseorang yang sangat aku kenal bersembunyi di bawahnya terlihat sangat kaget.
“Nu..nuguseyo oppa?”Mi-Young terlihat tak kalah kagetnya melihat orang dibawah meja, sedangkan aku hanya tersenyum tipis.
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
TBC
Gimana??Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Yang mau ditagg selanjutnya, koment ajjah #kurang baek apa aku???plakk#
KEY OPPA SUKA NGOMEL SAMA SILENT READER LOH! #Sok tw, abaikan hehehehehe#
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 8]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
NEW PART
-Kim Mi-Young POV-
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” kata-kata Choi Minho membuatku membeku sesaat, jadi ternyata benar, luka di bibirnya itu karena dia berciuman? Ntah kenapa darahku serasa mendidih
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?” kataku galak, aku bisa merasakan pandangan kaget Eun Jae yang membuatku malu, dia kan tidak bersalah, tidak, Minho oppa juga tidak salah. Tapi kenapa aku merasa sangat marah pada mereka? “Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
Aku pun mengibaskan tangan minho oppa, lalu berlari menjauhi mereka. Kemanapun asal tidak melihat mereka. Mi-Young pabo! Mwo? Apa sih yang terjadi pada dirimu? Gerutuku kesal sambil berjalan cepat,aku tak peduli mau jalan kemana, aku hanya berlari terus tak memperhatikan sekeliling.
Mereka berciuman, Minho oppa yang mencium Eun Jae duluan, bukankah itu berarti Minho oppa mencintai Eun Jae.
Eun Jae menyatakan cinta pada Minho oppa lalu menciumnya, berarti Eun Jae mencintai Minho oppa juga.
Lalu setelah itu... tentu saja mereka akan berpacaran.
Berpacaran?
Deg!
Aku berhenti berlari dan hanya berjalan pelan sambil memegang dadaku yang tiba-tiba terasa sangat perih. Rasa perih yang begitu menyiksa, dapat kurasakan mataku mulai memanas. Bayangan Minho oppa dan Eun Jae yang sedang berciuman terus menerus membayangiku, membuatku muak.
Apa ini tanda kalo penyakitku makin parah?? Aishh...benar, penyakit anemiaku mungkin tambah parah, pikirku sambil menekankan jariku ke kepalaku yang memang terasa pusing. Ternyata melihat orang ciuman benar-benar tidak menyehatkan.
“O iya..liontin burung biruku” aku mengaduk isi tas selempang dan saku bajuku sambil terus berjalan menyusuri tangga, aku sangat membutuhkannya, aku harus bersembunyi sambil memegangnya beberapa saat. Liontin ini selalu membentuku apabila aku sedang sangat sedih. Andwee,, aku baru ingat kalau aku meninggalkannya di asrama!
“Woy yeoja yang ngerusakkin PSP aku!”
Aku mendongakkan kepala dan melihat sekeliling, aku baru sadar angin yang lumayan kencang telah menerpaku, menerbangkan rambut panjangku. Ternyata aku berada di atap sekolah, aku yakin, tapi siapa yang memanggilku? Mataku masih belum bisa fokus karena tergenang air mata, ketika aku menoleh ke arah kanan untuk kedua kalinya aku mendapati sesosok namja menuju ke arahku, tapi ketika aku berusaha melihatnya, kepalaku malah semakin pusing. Aku tak kuat untuk berdiri...
“Hey!! Gwenchana??” Aku merasakan tubuhku yang hendak jatuh ditopang olehnya dengan mantap, haduuhhh padahal tadi siang aku baik-baik saja.
“Nee.. tidak usah membantuku, gwenchana...” Aku mencoba duduk bersila di lantai atap itu, sekarang mataku yang mulai memanas, burung biru, kenapa aku lupa membawa liontin burung biruku? Aku membutuhkannya sekarang. Dan Tapi kenapa aku malah berjalan kesini?
“Menangis saja di punggungku..., tenang aku tidak akan melihat”
Aku mendongak dan mendapati namja yang tadi membantuku telah duduk di belakangku, namja ini, dari suaranya tadi aku yakin dia adalah namja yang pertama kali aku temui di sekolah ini. Kalau tak salah temannya bilang namanya Kim Jonghyun. Ntah kenapa aku tidak segan, aku memeluk punggungnya dan mulai menangis, menangis sejadi-jadinya. Untuk hal yang sama sekali aku tidak mengerti, mengapa kenyataan bahwa Choi Minho berciuman dengan seorang yeoja membuatku merasa sakit? Bukankah aku membencinya? Bukankah aku selalu ingin menghindarinya?
“Kamu ingin bercerita? Aku akan mendengarkan masalah kamu”
“Hik.. hik... “aku yang sedang terisak, berhenti sesaat “Jinjja?”
“Nee... aku berjanji tidak akan memberi tahu siapapun, lagian kau akan lebih tenang kalau sudah bercerita”
Aku bimbang sesaat, lalu kuputuskan untuk memberitahunya. Entah kenapa aku merasa bisa mempercayai namja ini.
“Partnerku... berciuman dengan seorang yeoja,,,hey! Kau menertawaiku!” ucapku kesal saat mendengar dia mendengus.
“Mianhae.. silahkan lanjutkan”
“Partnerku mencium yeoja itu duluan, lalu yeoja itu balas menciumnya, aku pikir mereka akan berpacaran.. hiks” aku pun mulai menangis lagi.
“eh.. kau sangat mencintai partnermu ya?”
“Mwo?? Cinta? Anni!!, sudah jangan bertanya lagi!” jawabku panik,,,
Aku mencintai choi Minho? ANDWEE!!... bukankah aku membencinya, tapi...apa aku benar-benar membencinya? Anni... lagipula kalau aku mencintainya, percuma saja Mi-Young, dia punya pacar sekarang!
Ntah berapa lama aku menangis, tapi akhinya air mataku berhenti juga. Perlahan aku melepaskan punggungnya dan yang bisa kulihat adalah punggung kemejanya basah dengan air mataku. Tapi perasaanku lebih enakkan, rasanya sama ketika seperti jika aku menangis aku menggenggam liontin burunng biru ku. Jjamkaman~ andwee, tidak mungkin sensasinya sama, kecuali kalau didepanku ini adalah Jung Su. Tidak, tidak mungkin Jung Su, jangan berharap lagi Mi-Young. Cukuplah yakin bahwa Jung Su yang akan menemukanmu duluan.
“Kamu sudah baikkan?”
“Nee...Kim Sunbae, gomawo dan mianhae, aku udah ngebuat baju kamu basah. Aku akan cuci”
“Jinjja?” aku melongo melihat Kim Jonghyun tiba-tiba berdiri, dia membuka kancing kemejanya. ANDWEE!! apa dia tidak berpikir kalau ada seorang yeoja di depannya?? Belum sempat aku mau menutup mataku, aku terlanjur melihat bekas luka yang melintang di punggung namja di hadapanku, bekas operasi kah? Seperti bekas jahitan.
“Itu...”
“Ahh..ohh... anni...bukan apa-apa,, cuman luka bekas jatuh waktu kecil” Aku bisa merasakan dia berbicara lebih cepat dan agak gugup, dengan cepat namja di hadapanku ini mengambil kaos dari tas gendongnya dan memakainya secepat kilat. “Hmm... nih kemejaku, mau kau cuci kan? Hehehe.. ~~eh, oya, pakai ini, udaranya lagi dingin” Kim Jonghyun mengalungkan dileherku sebuah syal biru yang sedari tadi dia pakai di lehernya sambil memberi bungkusan kemejanya ke tanganku.
“Kembalikan waktu kamu mengembalikan kemejaku yah,, “ Jonghyun tersenyum padaku, manis sekali, tapi ekspresinya berubah ketika ia melihat jam tangannya “Andwee!!! Aku ada rekaman hari ini! Aku telaattt,, hmm... tak apa-apakan aku tinggal duluan? atau kita ke bawah bareng saja?”
“Nee.., aku ingin disini sebentar lagi, hmm... Kim Sunbae, gomawo..” jawabku, rasanya hatiku menjadi hangat ketika melihat wajahnya.
“Cheonmaneyo..Anneyong,, bye bye~~~~~~jangan lama-lama di sini, kau bisa masuk angin”
============Kim Mi Young POV end===========
==============Author POV =================
Studio Rekaman
“Hey, Kim Jonghyun ada apa denganmu hari ini? Kamu sama sekali tidak fokus ketika rekaman, sakit?” tanya seorang pria berumur 40an pada seorang namja yang sedang terduduk sambil mengaduk-aduk spaghetinya yang sama sekali belum masuk ke perutnya..
“Anni..., manajer beri aku waktu sendiri sebentar, aku akan baik lagi, aku janji tak akan mengecewakanmu”
“Ok, kalau begitu aku tinggal dulu untuk berbicara dengan produser, jangan lupa habiskan makananmu, Arasseo?”
“Nee...arra..”Jonghyun menjawab sambil tersenyum, manajernya pun meninggalkannya sendirian tenggelam dalam pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan yang membuatdirinya tak bisa fokus dengan rekamannya.
Kenapa dirinya terus teringat dengan yeoja perusak PSP itu? Wajahnya yang terlihat merana. Memang siapa partner yeoja itu yang membuatnya sangat patah hati? Apakah yang akan dilakukan yeoja itu sekarang? Bukankah mau tidak mau dia harus bersama partnernya lagi? Kenapa aku begitu mempedulikannya? Memangnya siapa dia?Bukankah kami baru bertemu dua kali.
“Sudahlah Kim Jonghyun, kenapa kamu tiba-tiba penasaran sama yeoja yang bernama....? Aishhh...aku lupa, aku tidak tanya namanya siapa. Sepertinya lain kali aku harus menanyakannya”
==========end of author POV ===========
==========Minho POV ===============
Asrama SHINing Star 17.00
Aishh... ada apa dengan yeoja ini, dia masih diam saja sedari tadi! Aku benar-benar tak habis pikir. Sekarang kami baru saja sampai ke asrama dan sedang menelusuri tangga menuju kamar. Gadis ini sudah membuaku hampir gila mencarinya, aku kira dia ke gedung olahraga tapi tidak ada dan akhirnya kutemukan dia sedang terdiam di atap sekolah dengan mata bengkak, tapi tetap ditanya apapun dia tidak mau menjawab.
“Kau..ganti bajumu ppalli!, 10 menit lagi kita ke ruang makan, arraseo?”
“Nee... arra..” jawabnya lirih masih tak mau melihat wajahku, membuatku makin kesal, kenapa sih sama yeoja ini? Dia pun lalu berbalik dan masuk ke kamarnya tanpa sekalipun melihatku.
Aku pun masuk ke kamar untuk berganti baju, dengan cepat aku selesai dan keluar kamar, dan yang menyambutku
“Minho oppa!, aku lapar, kita makan dimana? Apakah aku bisa bertemu dengan anggota SHINee yang lain? Wah wahh...”
Aku melongo, apa benar yang didepan ku sekarang adalah Mi-Young yang dari tadi nyuekkin aku? Kenapa dia tiba-tiba ceria? Tidak, dia pasti berpura-pura ceria.
“Mi-Young.. mwo? Apa sebenarnya yang ngeganggu otak baka mu itu hah? Liat mataku!” Aku mendekatinya dan yeoja ini malah menjauh hingga dirinya tidak bisa mundur lagi.
“Minho oppa, aku... pikir lebih baik oppa menuruti saran Key untuk bertukeran partner, Eun Jae dan Minho oppa kan berpaca...” Secara tiba-tiba aku mendekati wajahnya dan yeoja di hadapanku hanya langsung terdiam. Bodoh Minho, apa yang akan kau lakukan? Menciumnya? Kalau dia malah makin menjauh darimu, apa kamu rela? Tidak, ini bukan waktu yang tepat, maka aku sentil saja dahinya
“PLETAK!!”
“Adaww!!!!!!! Sakiitt”
“Hey yeoja pabo!, aku tidak menyukai Eun Jae dan tidak berpacaran dengan dia tau! Maka jangan nyebutin hal-hal bodoh seperti tukeran partner”
“Mwo? Jinjja?” Yeoja itu membelalakkan matanya, aku merasa dia jadi lebih semangat, syukurlah “Tapi ciuman itu”
“I..itu...cuman kesalahpahaman, tapi memang benar tadi pagi aku mencium seseorang, tapi kecelakaan”
“Nuguseyo?? Kecelakaan? Maksudnya?”
“Aku tak akan memberitahumu! Kajja, kita ke ruang makan, aku sudah sangat lapar”
============Minho POV END==============
============Author POV================
Minho dan Mi-Young pun ke ruang makan yang berada tepat dilantai bawah kamar mereka, dan ketika baru saja sampai, Mi-Young langsung berlari ke arah seorang yeoja yang sedari tadi sendirian di meja makan. Di meja makan sudah tersaji berbagai masakan korea yang siap disantap.
“Soo yun, ini partnerku Minho oppa” kenal Mi young, semantara Minho hanya menganguk dan dibalas angukan oleh soo yun “jadi benar partnermu Jonghyun sunbae? Kenapa dia tidak ada disini” tambahnya lagi.
“Nee...tapi dia pulang telat karena harus rekaman , hmm Mi-Young, syal ini mirip dengan punya Jonghyun sunbae?” Soo yun menunjuk syal biru yang melingkar di leher Mi-Young, Soo yun bisa merasakan Minho menghentikan menyantap makanannya, dan beralih menatap mereka.
“Oh... ini memang punya dia, tadi siang dia meminjamkannya padaku, bisakah aku nitip untuk diberikan padanya Soo yun”
“Anni... lebih baik kau kembalikan sendiri, lebih sopan” Soo yun menghentikan Mi Young yang hendak melepas syalnya
“Ohh.. arra.. “
Soo yun dan Mi-Young pun terus berbincang sambil menyantap makan malam mereka sampai tiba-tiba dua orang masuk ke ruang makan.
“eh Onew oppa! Dan.. Taeyeon!”
“Mi Young! Ternyata benar kamu disini!” Ujar Onew oppa tanpa sekalipun melirik ke arah Minho
“Anneyong Mi-Young, ehh ada Soo yun dan Minho oppa” tambah taeyeon ramah sambil tersenyum manis, hari ini Taeyeon juga terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna putih. Onew juga menggunakan baju resmi. Mi-Young langsung berpikir meraka pasangan yang sangat serasi.
“Mi-Young, saatnya belajar! Kamu pasti sudah selesai makan kan?” Minho tiba-tiba berdiri dan mendekati Mi-Young
“Nee... tapi sekarang?”
“Mi-Young kau akan pergi?” Tanya Taeyeon terlihat sangat kecewa “ Nanti aku main ke kamarmu yahh!!’
“Nee.. Taeyeon”
“Kajja!.. semuanya, kami duluan!” dan tanpa basa-basi Minho menarik Mi-Young keluar dari ruang makan.
===========Author POV END==============
============Minho POV=================
Aku menatap yeoja di hadapanku yang sedang mengerjakan soal, yeoja ini ternyata bertemu dengan Jonghyun hyung tadi siang. Aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak bisa tanya, hal itu sepertinya sangat sulit keluar dari mulutku. Eh, belum lagi dia mengenal Onew hyung, Onew hyung bukan tipe orang yang akan tersenyum lebar pada orang yang baru dikenalnya. Tapi tadi jelas-jelas Onew hyung tersenyum lebar pada Mi-Young, sebenarnya sudah berapa lama mereka dekat? Key juga, bagaimana Yeoja ini bisa kenal dengan namja cerewet itu bahkan menjadi manajer tim basket, bukannya Key itu selalu saja ada alasan sehingga tim basket belum saja punya manager, ada apa?? Haaa~~~~~~
“Oppa... kamu lelah? Mengeluarkan nafas panjang seperti itu”
Yaa!! Aku lelah gara-gara kamu pabo! Engga aku sangka kalau jadi partner bisa begitu melelahkan, tapi tidak mungkin aku bilang, maka aku hanya menggeleng “Cepat selesaikan,, ehh..pabo! ini salah seharusnya persamaan ini diselesaikan dengan rumus ini dan.....”
Mi-Young, awalnya, Yeoja yang lebih memilih main PSP daripada melihat aku.
Mi-Young, mungkin ini karena dia partnerku, maka aku mempedulikannya.
Mi-Young kau tahu, hari-hari yang kulewati denganmu terasa lebih baik
Mi-Young kau membuatku terlupa akan masa lalu ku yang kelam
Mi-Young, kau membuat jiwaku hangat
Bagaimanapun aku akan menjagamu, apapun yang terjadi!
=============End of Minho POV==============
===============Author POV=====================
Sebulan kemudian
“Choi Minho, apakah kau yakin?“ tanya seorang namja dibalik kursi kantornya, saat ini Minho berada di ruangan kepala sekolah.
“Nee... Kim Mi-Young sama sekali tidak punya ingatan fotografis, kepala sekolah, dia yeoja biasa” Jawab Minho mantap sambil berusaha terlihat wajar, dia tahu dia berbohong, dia sudah bisa mengetahui kalau Mi-Young memiliki ingatan fotografis tapi jika sekolah tahu, dia pasti akan dimanfaatkan, anni.. cukup aku saja, Choi Minho yang dimanfaatkan oleh sekolah busuk ini, karena aku memang tidak punya pilihan lain.
Orang dibalik kursi itu pun berdiri dan berjalan ke arah Minho sambil tersenyum sinis, seorang namja sangat tampan, berkulit putih dan tinggi, dia menggunakan kaca mata hitam “Kalau hanya kita berdua kau tak perlu memanggilku kepala sekolah, cukup panggil saja aku Kyuhyun hyung”
“Anni... aku tidak bisa seperti itu, anda, walaupun masih sangat muda adalah kepala sekolah disini” jawab Minho sopan
“Minho, sebelumnya kamu terlihat yakin Kim Mi-Young punya ingatan fotografis”
“Saya keliru”
“Hmm... arra, oya, kau ingat kan kalau besok kau harus ke Tokyo selama seminggu, kau harus bisa menghack dan memasuki sistem keamanan kepolisian Jepang?”
“Nee.. tidak mungkin saya lupa”
“kau boleh pergi!”
“Nee... “ Minho pun meninggalkan ruangan kepala sekolah
“hahahahahha.. kau melindungi yeoja itu Minho? Aku merasa tidak bisa mempercayaimu, lihat saja, akan aku cari tahu apakah kau berbohong padaku atau tidak. Dan kau pasti tahu hukuman apa yang pantas bagi pengkhianat sekolah.
============Masiihhh... author POV=========
Ruang PKK. 16.00
“Waahhh~~~~ wanginya sungguh enak, kau sedang membuat apa Key?” Jonghyun menepuk pundak key yang beru saja memasukkan adonan ke dalam oven, membuat namja itu terlonjak kaget.
“Hyung, kau membuatku kaget!” ucap key sambil mengelus dadanya “Ya.. kau ini kemana saja! Tidak pernah masuk klub dan di kelas pun katanya kau sering bolos, kau tahu tidak kita akan ada pertandingan dua minggu lagi, pokoknya kamu harus ikut! Kita ada training intensif di Chungdam Hill besok lusa.kalau kamu tidak ikut aku..”
“Key! Stop! Kau cerewet sekali! Haha.. nee..aku akan ikut!.. hmm.. “ Jonghyun mengintip oven “Key, kau membuat strawberry pie? Aku mau ya! kebetulan aku sangat lapar..”
“Andwee... ini bukan untukmu hyung!”
“pelit kau, sedikit saja, kau tak kasihan sama hyung mu ini?”
“Nanti akan kubikinkan, tapi jangan yang ini,, jebal!”
Jonghyun mulai curiga, biasanya key selalu membolehkan makanannya dicicipi olehnya “Key, jangan bilang kalau kau akan memberikan pie ini pada yeoja yang kamu suka?”
“MWO?” Key terbelalak kaget, bagaimana hyungnya bisa tau? “An..ni.. ini bu..buatt aku ma..kan sendiri k..kok”
“Kekekekekkekekekeke” Jonghyun terkekeh sambil memegang perutnya, membuat muka Key makin merah padam “Kau tidak bisa menutupinya Key! Akhirnya kau menyukai yeoja juga, aku pikir kamu hanya mencintai aku!”
“kau gila hyung!, mana mungkin aku mencintaimu!” Key langsung manyun dan mengambil penggiling adonan lalu mulai memukulkannya pada Jonghyun “dasar! Kau ini! Berhenti menggodaku!!”
“nee.. arra,, keke mian key hehehe.. iya! Aku stop ketawa!” Jonghyun masih mesem-mesem melihat muka key yang bt banget “Jadi siapa yeoja itu?”
“Dia... kau juga akan tahu, dia manager baru tim basket kita, tapi hyung! Jangan beritahu siapa-siapa!”
“Waeyo? Ah~~ aku tahu, kamu pasti belum bilang ke dia! Dasar pabo! Dia direbut baru kau tahu rasa pabo!”
“Suatu saat aku akan bilang kok!”
“Hmm... jadi kapan kau akan memberikan pie cintamu ini padanya?”
“Dia sedang mengamati anggota baru yang sedang latihan, ternyata dia hebat loh! Bisa mempelajari dan ingat buku-buku basket yang aku berikan, aku akan memberikannya sesudah latihan, tentu saja setelah yang lain pulang” key tersenyum.
“Waahh....kau pasti benar-benar menyukainya!, ya sudah aku pergi dulu ya key, bye!!”
==============end of author POV==============
============Jonghyun POV=============
Aku masih senyum-senyum mengingat ekspresi key, hahahaha namja pabo itu sekarang sudah mulai jatuh cinta? Padahal rasanya bau kemaren dia menertawakan aku ketika aku bercerita bahwa aku sudah jatuh cinta pada seorang yeoja dari kelas 3 sd.
“Hyung, kau bisa bilang kalau itu cinta? Kau masih sd hyung! Hahahahahhahaa” kira-kira seperti itu dia terkekeh tak percaya.
Aku tak membalas perkataan Key dan hanya ikut tertawa, aku dan Key adalah sahabat dekat. Key adalah orang yang sangat berharga bagi diriku, mungkin setelah cinta pertamaku. Waktu kecil aku adalah anak yang sakit-sakitan, saat itu ketika aku sedang berobat di luar negeri aku sekamar dengan seorang namja yang menderita penyakit jantung kronis. Namja itu adalah hyungnya key, key sering datang berkunjung ke rumah sakit. Saat itu aku sangat membutuhkan donor sumsum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakitku dan tak disangka hari itu datang, dan operasi berjalan dengan lancar. Aku sembuh. Tapi aku mendapati kalau hyungnya Key yang meminta dokter untuk menyumbangkan sumsum tulang belakangnya padaku di saat-saat terakhirnya, dan dia hanya meninggalkan sepucuk surat padaku.
Untuk Namja Cilik yang selalu semangat
Aku harap ketika kau membaca surat ini, kau telah sembuh dari penyakitmu.
Jangan pikir ini salahmu karena aku mati, penyakitku ini sudah tak bisa tertolong, tapi kau, kau masih bisa tertolong dan meraih impianmu.
Aku tahu kamu tidak suka berhutang budi pada orang lain, maka sebagai gantinya
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
“Jonghyun sunbae, anneyong!” suara seorang yeoja membuyarkan lamunanku, akhh yeoja itu yeoja yang merusakkan PSP ku, sudah lama aku tidak melihatnya?, hmm dan dia bersama Soo yun.
“Anneyong!” balasku
“Kebetulan, tadi aku mau menitipkan kemeja dan syalmu yang sudah aku cuci dan setrika pada soo yun, soalnya sulit sekali untuk bertemu denganmu sunbae!”
“Ehh... gomawo” aku menerima sodoran yang diberikan yeoja di hadapanku.
“Cheonmaneyo sunbae,, ehh.. aku harus pergi sekarang, duluan ya sunbae, soo yun!”
“Nee...hati-hati kau diomeli si cerewet itu lagi!”
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nuguseyo? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku akan menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, tak memikirkan apapun, siapapun hanya dia! gadis itu yang selama ini aku cari! dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Jonghyun sama sekali tak sadar, cangkang keong laut yang digengamnya, saat itu pula terjatuh ke lantai dan retak.
TBC
Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
NEW PART
-Kim Mi-Young POV-
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” kata-kata Choi Minho membuatku membeku sesaat, jadi ternyata benar, luka di bibirnya itu karena dia berciuman? Ntah kenapa darahku serasa mendidih
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?” kataku galak, aku bisa merasakan pandangan kaget Eun Jae yang membuatku malu, dia kan tidak bersalah, tidak, Minho oppa juga tidak salah. Tapi kenapa aku merasa sangat marah pada mereka? “Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
Aku pun mengibaskan tangan minho oppa, lalu berlari menjauhi mereka. Kemanapun asal tidak melihat mereka. Mi-Young pabo! Mwo? Apa sih yang terjadi pada dirimu? Gerutuku kesal sambil berjalan cepat,aku tak peduli mau jalan kemana, aku hanya berlari terus tak memperhatikan sekeliling.
Mereka berciuman, Minho oppa yang mencium Eun Jae duluan, bukankah itu berarti Minho oppa mencintai Eun Jae.
Eun Jae menyatakan cinta pada Minho oppa lalu menciumnya, berarti Eun Jae mencintai Minho oppa juga.
Lalu setelah itu... tentu saja mereka akan berpacaran.
Berpacaran?
Deg!
Aku berhenti berlari dan hanya berjalan pelan sambil memegang dadaku yang tiba-tiba terasa sangat perih. Rasa perih yang begitu menyiksa, dapat kurasakan mataku mulai memanas. Bayangan Minho oppa dan Eun Jae yang sedang berciuman terus menerus membayangiku, membuatku muak.
Apa ini tanda kalo penyakitku makin parah?? Aishh...benar, penyakit anemiaku mungkin tambah parah, pikirku sambil menekankan jariku ke kepalaku yang memang terasa pusing. Ternyata melihat orang ciuman benar-benar tidak menyehatkan.
“O iya..liontin burung biruku” aku mengaduk isi tas selempang dan saku bajuku sambil terus berjalan menyusuri tangga, aku sangat membutuhkannya, aku harus bersembunyi sambil memegangnya beberapa saat. Liontin ini selalu membentuku apabila aku sedang sangat sedih. Andwee,, aku baru ingat kalau aku meninggalkannya di asrama!
“Woy yeoja yang ngerusakkin PSP aku!”
Aku mendongakkan kepala dan melihat sekeliling, aku baru sadar angin yang lumayan kencang telah menerpaku, menerbangkan rambut panjangku. Ternyata aku berada di atap sekolah, aku yakin, tapi siapa yang memanggilku? Mataku masih belum bisa fokus karena tergenang air mata, ketika aku menoleh ke arah kanan untuk kedua kalinya aku mendapati sesosok namja menuju ke arahku, tapi ketika aku berusaha melihatnya, kepalaku malah semakin pusing. Aku tak kuat untuk berdiri...
“Hey!! Gwenchana??” Aku merasakan tubuhku yang hendak jatuh ditopang olehnya dengan mantap, haduuhhh padahal tadi siang aku baik-baik saja.
“Nee.. tidak usah membantuku, gwenchana...” Aku mencoba duduk bersila di lantai atap itu, sekarang mataku yang mulai memanas, burung biru, kenapa aku lupa membawa liontin burung biruku? Aku membutuhkannya sekarang. Dan Tapi kenapa aku malah berjalan kesini?
“Menangis saja di punggungku..., tenang aku tidak akan melihat”
Aku mendongak dan mendapati namja yang tadi membantuku telah duduk di belakangku, namja ini, dari suaranya tadi aku yakin dia adalah namja yang pertama kali aku temui di sekolah ini. Kalau tak salah temannya bilang namanya Kim Jonghyun. Ntah kenapa aku tidak segan, aku memeluk punggungnya dan mulai menangis, menangis sejadi-jadinya. Untuk hal yang sama sekali aku tidak mengerti, mengapa kenyataan bahwa Choi Minho berciuman dengan seorang yeoja membuatku merasa sakit? Bukankah aku membencinya? Bukankah aku selalu ingin menghindarinya?
“Kamu ingin bercerita? Aku akan mendengarkan masalah kamu”
“Hik.. hik... “aku yang sedang terisak, berhenti sesaat “Jinjja?”
“Nee... aku berjanji tidak akan memberi tahu siapapun, lagian kau akan lebih tenang kalau sudah bercerita”
Aku bimbang sesaat, lalu kuputuskan untuk memberitahunya. Entah kenapa aku merasa bisa mempercayai namja ini.
“Partnerku... berciuman dengan seorang yeoja,,,hey! Kau menertawaiku!” ucapku kesal saat mendengar dia mendengus.
“Mianhae.. silahkan lanjutkan”
“Partnerku mencium yeoja itu duluan, lalu yeoja itu balas menciumnya, aku pikir mereka akan berpacaran.. hiks” aku pun mulai menangis lagi.
“eh.. kau sangat mencintai partnermu ya?”
“Mwo?? Cinta? Anni!!, sudah jangan bertanya lagi!” jawabku panik,,,
Aku mencintai choi Minho? ANDWEE!!... bukankah aku membencinya, tapi...apa aku benar-benar membencinya? Anni... lagipula kalau aku mencintainya, percuma saja Mi-Young, dia punya pacar sekarang!
Ntah berapa lama aku menangis, tapi akhinya air mataku berhenti juga. Perlahan aku melepaskan punggungnya dan yang bisa kulihat adalah punggung kemejanya basah dengan air mataku. Tapi perasaanku lebih enakkan, rasanya sama ketika seperti jika aku menangis aku menggenggam liontin burunng biru ku. Jjamkaman~ andwee, tidak mungkin sensasinya sama, kecuali kalau didepanku ini adalah Jung Su. Tidak, tidak mungkin Jung Su, jangan berharap lagi Mi-Young. Cukuplah yakin bahwa Jung Su yang akan menemukanmu duluan.
“Kamu sudah baikkan?”
“Nee...Kim Sunbae, gomawo dan mianhae, aku udah ngebuat baju kamu basah. Aku akan cuci”
“Jinjja?” aku melongo melihat Kim Jonghyun tiba-tiba berdiri, dia membuka kancing kemejanya. ANDWEE!! apa dia tidak berpikir kalau ada seorang yeoja di depannya?? Belum sempat aku mau menutup mataku, aku terlanjur melihat bekas luka yang melintang di punggung namja di hadapanku, bekas operasi kah? Seperti bekas jahitan.
“Itu...”
“Ahh..ohh... anni...bukan apa-apa,, cuman luka bekas jatuh waktu kecil” Aku bisa merasakan dia berbicara lebih cepat dan agak gugup, dengan cepat namja di hadapanku ini mengambil kaos dari tas gendongnya dan memakainya secepat kilat. “Hmm... nih kemejaku, mau kau cuci kan? Hehehe.. ~~eh, oya, pakai ini, udaranya lagi dingin” Kim Jonghyun mengalungkan dileherku sebuah syal biru yang sedari tadi dia pakai di lehernya sambil memberi bungkusan kemejanya ke tanganku.
“Kembalikan waktu kamu mengembalikan kemejaku yah,, “ Jonghyun tersenyum padaku, manis sekali, tapi ekspresinya berubah ketika ia melihat jam tangannya “Andwee!!! Aku ada rekaman hari ini! Aku telaattt,, hmm... tak apa-apakan aku tinggal duluan? atau kita ke bawah bareng saja?”
“Nee.., aku ingin disini sebentar lagi, hmm... Kim Sunbae, gomawo..” jawabku, rasanya hatiku menjadi hangat ketika melihat wajahnya.
“Cheonmaneyo..Anneyong,, bye bye~~~~~~jangan lama-lama di sini, kau bisa masuk angin”
============Kim Mi Young POV end===========
==============Author POV =================
Studio Rekaman
“Hey, Kim Jonghyun ada apa denganmu hari ini? Kamu sama sekali tidak fokus ketika rekaman, sakit?” tanya seorang pria berumur 40an pada seorang namja yang sedang terduduk sambil mengaduk-aduk spaghetinya yang sama sekali belum masuk ke perutnya..
“Anni..., manajer beri aku waktu sendiri sebentar, aku akan baik lagi, aku janji tak akan mengecewakanmu”
“Ok, kalau begitu aku tinggal dulu untuk berbicara dengan produser, jangan lupa habiskan makananmu, Arasseo?”
“Nee...arra..”Jonghyun menjawab sambil tersenyum, manajernya pun meninggalkannya sendirian tenggelam dalam pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan yang membuatdirinya tak bisa fokus dengan rekamannya.
Kenapa dirinya terus teringat dengan yeoja perusak PSP itu? Wajahnya yang terlihat merana. Memang siapa partner yeoja itu yang membuatnya sangat patah hati? Apakah yang akan dilakukan yeoja itu sekarang? Bukankah mau tidak mau dia harus bersama partnernya lagi? Kenapa aku begitu mempedulikannya? Memangnya siapa dia?Bukankah kami baru bertemu dua kali.
“Sudahlah Kim Jonghyun, kenapa kamu tiba-tiba penasaran sama yeoja yang bernama....? Aishhh...aku lupa, aku tidak tanya namanya siapa. Sepertinya lain kali aku harus menanyakannya”
==========end of author POV ===========
==========Minho POV ===============
Asrama SHINing Star 17.00
Aishh... ada apa dengan yeoja ini, dia masih diam saja sedari tadi! Aku benar-benar tak habis pikir. Sekarang kami baru saja sampai ke asrama dan sedang menelusuri tangga menuju kamar. Gadis ini sudah membuaku hampir gila mencarinya, aku kira dia ke gedung olahraga tapi tidak ada dan akhirnya kutemukan dia sedang terdiam di atap sekolah dengan mata bengkak, tapi tetap ditanya apapun dia tidak mau menjawab.
“Kau..ganti bajumu ppalli!, 10 menit lagi kita ke ruang makan, arraseo?”
“Nee... arra..” jawabnya lirih masih tak mau melihat wajahku, membuatku makin kesal, kenapa sih sama yeoja ini? Dia pun lalu berbalik dan masuk ke kamarnya tanpa sekalipun melihatku.
Aku pun masuk ke kamar untuk berganti baju, dengan cepat aku selesai dan keluar kamar, dan yang menyambutku
“Minho oppa!, aku lapar, kita makan dimana? Apakah aku bisa bertemu dengan anggota SHINee yang lain? Wah wahh...”
Aku melongo, apa benar yang didepan ku sekarang adalah Mi-Young yang dari tadi nyuekkin aku? Kenapa dia tiba-tiba ceria? Tidak, dia pasti berpura-pura ceria.
“Mi-Young.. mwo? Apa sebenarnya yang ngeganggu otak baka mu itu hah? Liat mataku!” Aku mendekatinya dan yeoja ini malah menjauh hingga dirinya tidak bisa mundur lagi.
“Minho oppa, aku... pikir lebih baik oppa menuruti saran Key untuk bertukeran partner, Eun Jae dan Minho oppa kan berpaca...” Secara tiba-tiba aku mendekati wajahnya dan yeoja di hadapanku hanya langsung terdiam. Bodoh Minho, apa yang akan kau lakukan? Menciumnya? Kalau dia malah makin menjauh darimu, apa kamu rela? Tidak, ini bukan waktu yang tepat, maka aku sentil saja dahinya
“PLETAK!!”
“Adaww!!!!!!! Sakiitt”
“Hey yeoja pabo!, aku tidak menyukai Eun Jae dan tidak berpacaran dengan dia tau! Maka jangan nyebutin hal-hal bodoh seperti tukeran partner”
“Mwo? Jinjja?” Yeoja itu membelalakkan matanya, aku merasa dia jadi lebih semangat, syukurlah “Tapi ciuman itu”
“I..itu...cuman kesalahpahaman, tapi memang benar tadi pagi aku mencium seseorang, tapi kecelakaan”
“Nuguseyo?? Kecelakaan? Maksudnya?”
“Aku tak akan memberitahumu! Kajja, kita ke ruang makan, aku sudah sangat lapar”
============Minho POV END==============
============Author POV================
Minho dan Mi-Young pun ke ruang makan yang berada tepat dilantai bawah kamar mereka, dan ketika baru saja sampai, Mi-Young langsung berlari ke arah seorang yeoja yang sedari tadi sendirian di meja makan. Di meja makan sudah tersaji berbagai masakan korea yang siap disantap.
“Soo yun, ini partnerku Minho oppa” kenal Mi young, semantara Minho hanya menganguk dan dibalas angukan oleh soo yun “jadi benar partnermu Jonghyun sunbae? Kenapa dia tidak ada disini” tambahnya lagi.
“Nee...tapi dia pulang telat karena harus rekaman , hmm Mi-Young, syal ini mirip dengan punya Jonghyun sunbae?” Soo yun menunjuk syal biru yang melingkar di leher Mi-Young, Soo yun bisa merasakan Minho menghentikan menyantap makanannya, dan beralih menatap mereka.
“Oh... ini memang punya dia, tadi siang dia meminjamkannya padaku, bisakah aku nitip untuk diberikan padanya Soo yun”
“Anni... lebih baik kau kembalikan sendiri, lebih sopan” Soo yun menghentikan Mi Young yang hendak melepas syalnya
“Ohh.. arra.. “
Soo yun dan Mi-Young pun terus berbincang sambil menyantap makan malam mereka sampai tiba-tiba dua orang masuk ke ruang makan.
“eh Onew oppa! Dan.. Taeyeon!”
“Mi Young! Ternyata benar kamu disini!” Ujar Onew oppa tanpa sekalipun melirik ke arah Minho
“Anneyong Mi-Young, ehh ada Soo yun dan Minho oppa” tambah taeyeon ramah sambil tersenyum manis, hari ini Taeyeon juga terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna putih. Onew juga menggunakan baju resmi. Mi-Young langsung berpikir meraka pasangan yang sangat serasi.
“Mi-Young, saatnya belajar! Kamu pasti sudah selesai makan kan?” Minho tiba-tiba berdiri dan mendekati Mi-Young
“Nee... tapi sekarang?”
“Mi-Young kau akan pergi?” Tanya Taeyeon terlihat sangat kecewa “ Nanti aku main ke kamarmu yahh!!’
“Nee.. Taeyeon”
“Kajja!.. semuanya, kami duluan!” dan tanpa basa-basi Minho menarik Mi-Young keluar dari ruang makan.
===========Author POV END==============
============Minho POV=================
Aku menatap yeoja di hadapanku yang sedang mengerjakan soal, yeoja ini ternyata bertemu dengan Jonghyun hyung tadi siang. Aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak bisa tanya, hal itu sepertinya sangat sulit keluar dari mulutku. Eh, belum lagi dia mengenal Onew hyung, Onew hyung bukan tipe orang yang akan tersenyum lebar pada orang yang baru dikenalnya. Tapi tadi jelas-jelas Onew hyung tersenyum lebar pada Mi-Young, sebenarnya sudah berapa lama mereka dekat? Key juga, bagaimana Yeoja ini bisa kenal dengan namja cerewet itu bahkan menjadi manajer tim basket, bukannya Key itu selalu saja ada alasan sehingga tim basket belum saja punya manager, ada apa?? Haaa~~~~~~
“Oppa... kamu lelah? Mengeluarkan nafas panjang seperti itu”
Yaa!! Aku lelah gara-gara kamu pabo! Engga aku sangka kalau jadi partner bisa begitu melelahkan, tapi tidak mungkin aku bilang, maka aku hanya menggeleng “Cepat selesaikan,, ehh..pabo! ini salah seharusnya persamaan ini diselesaikan dengan rumus ini dan.....”
Mi-Young, awalnya, Yeoja yang lebih memilih main PSP daripada melihat aku.
Mi-Young, mungkin ini karena dia partnerku, maka aku mempedulikannya.
Mi-Young kau tahu, hari-hari yang kulewati denganmu terasa lebih baik
Mi-Young kau membuatku terlupa akan masa lalu ku yang kelam
Mi-Young, kau membuat jiwaku hangat
Bagaimanapun aku akan menjagamu, apapun yang terjadi!
=============End of Minho POV==============
===============Author POV=====================
Sebulan kemudian
“Choi Minho, apakah kau yakin?“ tanya seorang namja dibalik kursi kantornya, saat ini Minho berada di ruangan kepala sekolah.
“Nee... Kim Mi-Young sama sekali tidak punya ingatan fotografis, kepala sekolah, dia yeoja biasa” Jawab Minho mantap sambil berusaha terlihat wajar, dia tahu dia berbohong, dia sudah bisa mengetahui kalau Mi-Young memiliki ingatan fotografis tapi jika sekolah tahu, dia pasti akan dimanfaatkan, anni.. cukup aku saja, Choi Minho yang dimanfaatkan oleh sekolah busuk ini, karena aku memang tidak punya pilihan lain.
Orang dibalik kursi itu pun berdiri dan berjalan ke arah Minho sambil tersenyum sinis, seorang namja sangat tampan, berkulit putih dan tinggi, dia menggunakan kaca mata hitam “Kalau hanya kita berdua kau tak perlu memanggilku kepala sekolah, cukup panggil saja aku Kyuhyun hyung”
“Anni... aku tidak bisa seperti itu, anda, walaupun masih sangat muda adalah kepala sekolah disini” jawab Minho sopan
“Minho, sebelumnya kamu terlihat yakin Kim Mi-Young punya ingatan fotografis”
“Saya keliru”
“Hmm... arra, oya, kau ingat kan kalau besok kau harus ke Tokyo selama seminggu, kau harus bisa menghack dan memasuki sistem keamanan kepolisian Jepang?”
“Nee.. tidak mungkin saya lupa”
“kau boleh pergi!”
“Nee... “ Minho pun meninggalkan ruangan kepala sekolah
“hahahahahha.. kau melindungi yeoja itu Minho? Aku merasa tidak bisa mempercayaimu, lihat saja, akan aku cari tahu apakah kau berbohong padaku atau tidak. Dan kau pasti tahu hukuman apa yang pantas bagi pengkhianat sekolah.
============Masiihhh... author POV=========
Ruang PKK. 16.00
“Waahhh~~~~ wanginya sungguh enak, kau sedang membuat apa Key?” Jonghyun menepuk pundak key yang beru saja memasukkan adonan ke dalam oven, membuat namja itu terlonjak kaget.
“Hyung, kau membuatku kaget!” ucap key sambil mengelus dadanya “Ya.. kau ini kemana saja! Tidak pernah masuk klub dan di kelas pun katanya kau sering bolos, kau tahu tidak kita akan ada pertandingan dua minggu lagi, pokoknya kamu harus ikut! Kita ada training intensif di Chungdam Hill besok lusa.kalau kamu tidak ikut aku..”
“Key! Stop! Kau cerewet sekali! Haha.. nee..aku akan ikut!.. hmm.. “ Jonghyun mengintip oven “Key, kau membuat strawberry pie? Aku mau ya! kebetulan aku sangat lapar..”
“Andwee... ini bukan untukmu hyung!”
“pelit kau, sedikit saja, kau tak kasihan sama hyung mu ini?”
“Nanti akan kubikinkan, tapi jangan yang ini,, jebal!”
Jonghyun mulai curiga, biasanya key selalu membolehkan makanannya dicicipi olehnya “Key, jangan bilang kalau kau akan memberikan pie ini pada yeoja yang kamu suka?”
“MWO?” Key terbelalak kaget, bagaimana hyungnya bisa tau? “An..ni.. ini bu..buatt aku ma..kan sendiri k..kok”
“Kekekekekkekekekeke” Jonghyun terkekeh sambil memegang perutnya, membuat muka Key makin merah padam “Kau tidak bisa menutupinya Key! Akhirnya kau menyukai yeoja juga, aku pikir kamu hanya mencintai aku!”
“kau gila hyung!, mana mungkin aku mencintaimu!” Key langsung manyun dan mengambil penggiling adonan lalu mulai memukulkannya pada Jonghyun “dasar! Kau ini! Berhenti menggodaku!!”
“nee.. arra,, keke mian key hehehe.. iya! Aku stop ketawa!” Jonghyun masih mesem-mesem melihat muka key yang bt banget “Jadi siapa yeoja itu?”
“Dia... kau juga akan tahu, dia manager baru tim basket kita, tapi hyung! Jangan beritahu siapa-siapa!”
“Waeyo? Ah~~ aku tahu, kamu pasti belum bilang ke dia! Dasar pabo! Dia direbut baru kau tahu rasa pabo!”
“Suatu saat aku akan bilang kok!”
“Hmm... jadi kapan kau akan memberikan pie cintamu ini padanya?”
“Dia sedang mengamati anggota baru yang sedang latihan, ternyata dia hebat loh! Bisa mempelajari dan ingat buku-buku basket yang aku berikan, aku akan memberikannya sesudah latihan, tentu saja setelah yang lain pulang” key tersenyum.
“Waahh....kau pasti benar-benar menyukainya!, ya sudah aku pergi dulu ya key, bye!!”
==============end of author POV==============
============Jonghyun POV=============
Aku masih senyum-senyum mengingat ekspresi key, hahahaha namja pabo itu sekarang sudah mulai jatuh cinta? Padahal rasanya bau kemaren dia menertawakan aku ketika aku bercerita bahwa aku sudah jatuh cinta pada seorang yeoja dari kelas 3 sd.
“Hyung, kau bisa bilang kalau itu cinta? Kau masih sd hyung! Hahahahahhahaa” kira-kira seperti itu dia terkekeh tak percaya.
Aku tak membalas perkataan Key dan hanya ikut tertawa, aku dan Key adalah sahabat dekat. Key adalah orang yang sangat berharga bagi diriku, mungkin setelah cinta pertamaku. Waktu kecil aku adalah anak yang sakit-sakitan, saat itu ketika aku sedang berobat di luar negeri aku sekamar dengan seorang namja yang menderita penyakit jantung kronis. Namja itu adalah hyungnya key, key sering datang berkunjung ke rumah sakit. Saat itu aku sangat membutuhkan donor sumsum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakitku dan tak disangka hari itu datang, dan operasi berjalan dengan lancar. Aku sembuh. Tapi aku mendapati kalau hyungnya Key yang meminta dokter untuk menyumbangkan sumsum tulang belakangnya padaku di saat-saat terakhirnya, dan dia hanya meninggalkan sepucuk surat padaku.
Untuk Namja Cilik yang selalu semangat
Aku harap ketika kau membaca surat ini, kau telah sembuh dari penyakitmu.
Jangan pikir ini salahmu karena aku mati, penyakitku ini sudah tak bisa tertolong, tapi kau, kau masih bisa tertolong dan meraih impianmu.
Aku tahu kamu tidak suka berhutang budi pada orang lain, maka sebagai gantinya
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
“Jonghyun sunbae, anneyong!” suara seorang yeoja membuyarkan lamunanku, akhh yeoja itu yeoja yang merusakkan PSP ku, sudah lama aku tidak melihatnya?, hmm dan dia bersama Soo yun.
“Anneyong!” balasku
“Kebetulan, tadi aku mau menitipkan kemeja dan syalmu yang sudah aku cuci dan setrika pada soo yun, soalnya sulit sekali untuk bertemu denganmu sunbae!”
“Ehh... gomawo” aku menerima sodoran yang diberikan yeoja di hadapanku.
“Cheonmaneyo sunbae,, ehh.. aku harus pergi sekarang, duluan ya sunbae, soo yun!”
“Nee...hati-hati kau diomeli si cerewet itu lagi!”
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nuguseyo? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku akan menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, tak memikirkan apapun, siapapun hanya dia! gadis itu yang selama ini aku cari! dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Jonghyun sama sekali tak sadar, cangkang keong laut yang digengamnya, saat itu pula terjatuh ke lantai dan retak.
TBC
Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Langganan:
Postingan (Atom)