Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung su a.k. Kim Jonghyun, Choi Minho, Key, Onew, Taemin a.k. Taeyeon
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelum mulai aku mau jelasin yang harusnya dijelaskan dari dulu, yaitu kelas2 mereka biar gak bingung #telat jelasin, mian#
kim Mi-Young, Hwang Soo yun, Taeyeon a.k. Taemin :Kelas X reguler class
Key : Kelas XI reguler class
Minho : Kelas XI special class
Jonghyun : kelas XII Special class
Onew : kelas XII Special Class
Last Part
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nugu? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
===========New Part=========
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Tubuhku membeku, lidahku kelu, kepalaku terasa blank, apakah ini hanya mimpi? Key memberikan pie strawberrynya pada Mi-Young! Mi-Young sahabat kecilku di pantai Jungmun, Mi-Young cahaya ku, Mi-Young cinta pertamaku yang ternyata yeoja yang juga dicinta sahabat karibku yang lebih berharga dari nyawaku. Tapi kenapa harus Key?
“Jonghyun sunbae!”
Suara yeoja di depanku membuyarkan lamunanku, Jonghyun pabo! Kenapa kau tadi tidak langsung keluar! Mi-Young menghampiri aku, sementara Key terlihat merah sekali mukanya, mungkin dia malu karena yeoja yang dia suka ketahuan secara tiba-tiba olehku.
“Jonghyun sunbae! Waeyo? Apakah kemeja atau syalnya masih ada yang kotor? Atau kau kemari untuk latihan, aku kira jonghyun sunbae sangat sibuk.
“A... ann..anni... kemeja dan syalnya sudah sangat bersih dan harum, lagi pula aku cuman ada urusan dengan key sedikit, tapi kayaknya tidak terlalu penting, jadi lebih baik aku kembali saja”
Aku menatap key dan menyadari dahinya berkerut, aku tahu dia menyadari kalau aku berbohong karena aku berbicara dengan cepat dan agak tergagap. Jonghyun pabo kamu! Tapi kan tidak mungkin aku bicara yang sejujurnya, tidak setelah aku tahu yeoja yang dicintai Key adalah cinta pertamaku sendiri!
Eotthokke??
“ Aku pergi!” Aku berbalik, dan merasa punggungku hangat di pegang seseorang, dan entah kenapa jantungku berdetak lebih cepat, aku pun berbalik dan mendapati dia, dia yang selama ini aku cintai ternyata telah jadi seimut ini, seandainya mungkin. Aku pasti telah memeluknya..
“Jonghyun sunbae, kalau ada urusan dengan Key, silahkan. Lagipula aku mau pulang ke asrama”
“Nee... hyung, waeyo? Kamu kelihatan agak aneh, sakitkah kau hyung?” key mendekatiku dan mencoba memegang dahiku dengan tangannya, tapi aku menepisnya, mungkin aku menepisnya terlalu kasar karena setelah itu Key menatap aku dengan pandangan tanda tanya.
“Anni.. gwenchana Key! Aku agak tidak enak badan saja. Aku akan pergi untuk beristirahat sekarang. Kataku berbohong, aku yakin key tahu aku berbohong. Tapi ada apa denganku? Kenapa darahku serasa mendidih melihat key? Apakah ini yang disebut cemburu?
“Kim Mi-Young ayo pulang!” suara namja di belakangku membuyarkan lamunanku, aku bisa melihat ekspresi Mi-Young yang sebelumnya terlihat bingung mendadak berubah menjadi berseri-seri.
“OPPA! Kau menjemputku?” Mi-Young dengan segera berlari melewati diriku, aku bisa melihat ekspresi Key berubah menjadi bt, tapi..jjamkaman suara itu, adalah suara yang sangat aku kenal! Jangan-jangan...perlahan aku berbalik dan mendapati Minho sedang memandang Mi-Young dengan sinis.
“Kau lama sekali pabo! Bukankah aku sudah bilang kalau latihan sudah selesai langsung ke kelasku??”
“Nee... oppa, mianhae. Ehh~~ tadi key membuatkanku pie strawberry, lihat deh oppa! Dia sangat pintar masak! Kemarin lusa dia membuatkan aku cake apel juga!”
“Sudah jangan cerewet lagi! Dan Jonghyun hyung, sudah lama kita tidak bertemu. Chukkae ya! Katanya minggu kemarin kamu dapat penghargaan Penyanyi pria terbaik of the year”
“Oh... ya benar, gomawo “ aku masih bingung, Minho ada disini? Sebenarnya ada hubungan apa antara dia dan Mi-Young. Apakah Mi-Young adalah yeojachingunya? Anni.. rasanya tidak mungkin Minho punya pacar karena dia selalu berkata bahwa semua yeoja adalah miliknya. #author dibakar flamers#
“Oh, kamu bingung hubungan aku dengan dia, dia adalah partnerku hyung, sepertinya kalian sudah saling mengenal. Terima kasih sudah meminjamkannya syal untuk menghangatkan dia waktu itu. Kami permisi dulu.” Minho memegang tangan Mi-Young dihadapanku dan menariknya pergi.
“Syal??” Aku bisa mendengar suara heran key, tapi aku lebih memikirkan apa yang dikatakan Minho, jjamkaman! Minho adalah partner Mi-Young?, waktu itu Mi-Young cerita kalau dia sedih karena partnernya berciuman dengan yeoja lain, jangan-jangan Mi-Young menyukai Minho? Aku merasa dadaku semakin sakit dan kepalaku pusing. Aku menekan kepalaku yang terasa sakit, kenapa banyak kenyataan yang membuatku bingung!
“Hyung, kamu ada perlu apa sama aku?” key berkata dingin, aku pikir dia merasa ada sesuatu antara aku dengan Mi-Young
“Anni, tidak penting, aku pergi!”
“Hyung! Jjamkaman!.....hey Hyung!” key memanggilku yang pergi ke luar, tapi aku tak menggubrisnya. Mian Key, sekarang aku butuh sendiri!
====================Jonghyun POV END==========
===================Someone POV=========
Saat ini aku sedang menuju ke ruang olahraga karena disuruh Yesung songsaengnim untuk mengambilkan catatan olahraga yang tertinggal, aku melirik jam tanganku. Sudah jam 6, sebentar lagi hari akan segera gelap. Aku nggak mau sampai sendirian di ruang olahraga yang menyeramkan itu. Maka setelah aku mengambil catatan, aku langsung buru-buru keluar.
“trang..” aku membeku, aku merasa menendang sesuatu, ketika aku lihat ternyata ada cangkang keong laut berkilap keemasan tertimpa cahaya lampu “yeppeo”
“Jjamkaman... rasanya aku pernah melihat ini, dimana ya?” aku pun mengambil dan mengamatinya lekat-lekat, sayang sekali di pinggirannya terdapat retakan, lalu akupun memutuskan memungutnya, sayang benda secantik ini kalau dibiarkan.
==============someone POV end=========
==============Mi-Young POV===========
06.00 pm waktu Korea
“Oppa? Mwo? Memangnya kita tidak langsung pulang ke asrama?” aku terbengong menatap motor race di hadapanku, tapi bukannya langsung menjawab pertanyaanku, Minho oppa malah membenamkan wajahku ke dalam helm berwarna birunya. Sedangkan dia sendiri sudah menggunakan helm dengan warna senada. Sebelumnya tas dan bawaanku lainnya juga sudah dititipkan pada pilot helikopter untuk dibawa ke asrama. Padahal aku ingin segera makan pie strawberry itu...
“Kamu belum pernah melihat-lihat Seoul kan? Kita ke daerah Namsan, tapi...”
“Mwo?” aku bingung, sekarang Minho oppa malah memperhatikan seragam yang aku kenakan lalu menggeleng, sambil menghembuskan nafas dia menaiki motornya “Memang harus ke tempat itu dulu... kajja! Naik!”
“Ke tempat itu.?” Aku masih bingung, tapi Minho oppa tak peduli dan malah cemberut, maka aku pun naik motornya.
Ya Tuhaannn...........aku gugup sekali! Aku dibonceng Minho oppa??? Gawat! Bisa-bisa aku berharap lagi! Padahal sudah kuputuskan bahwa aku hanya mengidolakan Minho oppa dan tetap setia pada Jung su.
“Pegangan sini” kedua tanganku ditarik oleh Minho oppa ke dadanya, omo?? Aku memeluknya? Mi-Young! Sadarkan dirimu! Jangan sampai kau pingsan!
“Hey pabo! Jangan berpikir macam-macam!"ucap Minho oppa sinis, langsung membuatku sadar "Baiklah... pegangan kuat-kuat, kita akan pergi!”
“Brungggggggggggg..........” akhirnya kami pun meninggalkan lokasi sekolah.
==============End of Mi-Young POV========
=============Park Min Gi POV=============
06.30 pm waktu korea
Piano Recital at Namsan Tower
Akhirnya orang yang aku nanti-nantikan akan mempertunjukkan kehebatannya bermain piano. Aku telah menunggu sedari tadi untuk menyaksikannya. Sudah dua tahun aku tak melihat permainannya. Aku yakin dia pasti sudah menjadi pianis yang sangat hebat. Di sekolah aku tak bisa dekat dengannya, aku masih belum siap...aku..
“Jinki...kau...” aigoo.. dia bertambah tampan dan terlihat dewasa. Dengan menggunakan tuksedo hitam dia menghormat ke arah penonton da...
“Eh..”aku yang berada di barisan ke dua paling depan kaget merasa kedua mata kami bertemu, dengan segera aku menunduk, apakah dia melihatku?
Ntah berapa lama aku menunduk, lalu kudengar suara dentingan piano yang indah menelusup ke kalbuku. Akupun menengadah dan melihat Jinki di depanku bermain piano dengan penuh penghayatan. Aku memang tak mengerti Beethoven- Symphony No.7 -1st Movement yang dimainkannya ataupun musik klasik lainnya. Tapi yang aku sadari dia sangat menikmatinya. Untunglah dia terlihat bahagia...
“Jinki... aku... sarangahaeyo, jeongmal saranghaeyo.. perasaan ini dari dulu tidak pernah berubah” bisikku pelan
=============Min Gi POV end===========
=============Minho POV==============
“Oppa!! Jangan bilang yang ini juga tidak cocok untukku!” Yeoja dihadapanku muncul dibalik gorden sambil menggunakan dress berwarna pink selutut dengan pita hitam mengelilingi pinggangnya, dari tadi dia tak berhenti bertanya-tanya, bahkan ketika di salon pula. Coba sekarang dia bisa diam dan tersenyum sejenak, maka aku pun mengambil sesuatu di kantong jaketku.
“Mi-Young, ini, mau?” aku melemparkan kotak kecil, yang untungnya ditangkap dengan sigap oleh yeoja dihadapanku.
“Mwo? Ah... coklat, lucu sekali! Berbentuk hati!”
Ctrekkk,, aku mengambil fotonya dengan kamera ponselku, aish... wajahnya yang sedang tersenyum membuatku terpesona. Aku yakin foto ini akan berguna saat aku pergi, setidaknya aku bisa melihat senyumnya.
“Oppa! Kenapa kau mengambil fotoku?!” dia terlihat ngambek, lucu sekali, aku benar-banar hampir tertawa
“Ok, kami ambil gaun yang sedang dia pakai saja!” aku memberitahu karyawati di butik itu “dan Mi Young,pakailah jaketmu kembali sampai ke tempat tujuan utama kita, kajja, hampir terlambat nih!”
Kami pun lalu melanjutkan perjalanan dan hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk mencapai Namsan, tapi untuk menuju Namsan Tower kami harus menaiki kereta gantung. Maka aku parkirkan motorku, dan mengajaknya menaiki kereta gantung
“Oppa...aku takut” aigo... yeoja ini, dia malah terduduk lemas sambil memeluk lututnya ketika kereta gantung ini mulai berjalan. Aku bingung, mana di kereta gantung ini hanya kami berdua. Aku melihat ke arah sekitar dan mendapati bintang-bintang terlihat sangat banyak dan cemerlang malam ini, belum lagi kerlap-kerlip sinar lampu, bodoh sekali kalau yeoja ini menyia-nyiakannya dan malah melihat barisan semut berjajar di lantai kereta gantung #emang ada??=,=, abaikan#, maka aku pun menarik tangannya.
“Oppa?”
“Lihat keluar pabo! Tidak usah takut, ada aku...” aku tersenyum padanya sambil menggenggam tangan kirinya lebih erat, Mi-Young menatapku diam-diam lalu balas tersenyum dan menganguk. Aigo, aku pasti memeluknya kalau saja dia tidak berteriak
“ OPPA! BINTANG JATUH!” aku menengadah melihat ke luar tapi tidak melihat bintang jatuh, mungkin aku telat? Lalu ketika aku menatap kembali Mi-Young, yeoja ini sedang memejamkan mata sambil tersenyum.
“Kau sedang apa? Sakit?” tanyaku sambil memegang dahinya, aku takut dia sakit beneran. Yeoja ini sering membuatku khawatir kalau anemianya kambuh.
“anni, gwenchana oppa! Aku sedang membuat permintaan”
“Apa permintaanmu?”
“Shttt... ini rahasia, kalau diberi tahu pada orang lain nanti tidak terkabul” Mi-Young kembali menatap ke arah luar “Oppa.. ternyata pemandangan malam dari atas itu neumo neumo neuomo yeppeo!”
“Terserah lah” aku merasa agak bt, padahal kau dia bilang ingin sesuatu, aku mungkin bisa mengabulkannya saat ini pula. Karena aku harus ke Jepang besok. Aku belum memberitahu dia, tapi aku akan memberitahu hal itu termasuk hal penting lain yang baru beberapa hari lalu aku sadari, mengenai perasaanku padanya...
Noona neomu yeppeo (Keu keu nyeo reul boh neun nah neun) mee chyeo Hah hah jee man ee jehn jee chyeo Replay Replay Replay
Ponsel Mi-Young berbunyi, sepertinya SMS karena dia langsung melihat layarnya, perlahan Mi-Young menatap ke arahku seperti agak bimbang.
“Mwo?”
“Anni... Cuma chinguku Soo yun, dia bertanya dimana aku sekarang” Mi-Young pun lalu terlihat sibuk membalas sms, perasaanku tidak enak, pasti dari namja. Tapi siapa? key? Onew hyung atau...belum sempat aku bertanya lagi, Kereta gantung telah berhenti dan kami telah sampai di Namsan Tower di lantai 54, di lantai teratas. Aku benar-benar tak sabar ingin melihat ekspresi Mi-Young disini.
“Oppa!! Ini hebat banget! Restoran di atas tower, dan sekeliling tower ini kaca semua, jadi kita bisa lihat keluar! Ommo........ oppa! Lihat itu! Itu laut kan?? Di dekat sini ternyata ada laut ya! sinar dari mercusuar yang jauh itu juga kelihat berkedip-kedip dari sini, wahhh aku ingin sekali ke mercusuar oppa! dulu waktu kecil aku sering ke mercusuar dan terus...." yeoja dihadapanku tak berhenti bercerita, aku hanya menganguk dan tersenyum melihat dirinya bercerita. Lucu sekali, wajahnya berseri-seri dan saat dirinya tersenyum lesung pipitnya terlihat jelas mebuatnya tambah manis. Aku benar-benar menyukainya..
Aku merasa sangat senang melihat Mi-Young yang tertarik pada pemandangan di sekelilingnya, setelah hampir setengah jam kami berputa-putar melihat pemandangan sambil aku ditarik-tariknya, akhirnya kami duduk juga di meja dengan kursi saling berhadapan yang dekat dengan kaca. Mi-Young dihadapanku entah sejak kapan dia jadi pendiam. Suasana diantara kami jadi canggung. Untung saja pelayan segera datang dan kami pun memesan makanan lalu makan dengan suasana yang agak canggung.
Aigo... kenapa aku tegang begini? Sepertinya memang tidak mungkin hanya mengandalkan mulutku saja untuk mengungkapkan perasaanku.
“Mi-Young tunggu sini, jebal jangan kemana-mana arrasseo? Aku pergi sebentar”
“kemana oppa? ah... arra... “
Lalu aku pun tersenyum padanya sebelum pergi
==================Min ho POV end============
=================Mi-Young POV=============
Aku menatap layar hpku kembali, sms yang kuterima ketika di kereta gantung..
From : Onew oppa
Mi-Young, kau ada di mana? Malam ini jam 10an bisakah kita bertemu di atap asrama?
Aku membalas kalau aku tidak bisa karena sedang ke Namsan tower bersama Minho oppa, tapi balasan dari Onew oppa malah membuatku semakin shock
From : Onew oppa
Benarkah? Kebetulan aku ada recital hingga jam 8.30 pm, kalau urusanmu dengan Minho oppa sudah selesai, sms aku saja. Aku akan menunggu.
“Aneh..”gumamku bingung, bagaimana mungkin aku memberitahu Minho oppa kalau aku akan bertemu Jinki oppa sebab aku tahu hubungan mereka tidak baik. Aigoo... aku benar-benar penasaran apa yang membuat SHINee bisa pecah? Aku pernah bertanya pada Onew oppa tapi dia tidak mau memberitahuku. Tapi aku yakin, walaupun hubungan mereka dari luar terlihat kurang baik tapi aku bisa merasakan mereka saling membutuhkan satu sama lain, terutama Key. Saat itu juga Key menangis di ruangan yang kemudian aku ketahui sebagai ruangan tempat dahulu SHINing star sedang berkumpul.
"Oya,, key sedang apa ya?" gumamku tanpa sadar, Oya... pie strawberry yang rencananya mau aku makan sekarang masih tergeletak dikamar asrama. Masakan key benar-benar enak, seandainya saja dia adalah Jung su...
“Menunggu lama?” suara bass Minho mengagetkanku, aku pun refleks menggeleng dan dia malah masih berdiri di depan kursiku sambil masih tersenyum gugup, membuatku ikut gugup juga. Aigoo... jujur aku masih bingung mengapa Minho oppa tiba-tiba mengajakku kemari.
“Mi-Young, berdirilah..” aku menyambut uluran tangannya dan melangkah ke luar meja “Tutup matamu”
“Waeyo?”
“Tutup saja, jangan mengintip! Arraseo!”
“Nee... arra..”aku pun menutup mataku, dan beberapa saat kemudian sesuatu yang empuk, berbulu sekaligus besar tiba-tiba memelukku. Karena kaget aku membuka mataku dan menatap Teddy bear putih raksasa yang tingginya hampir sama dengan tinggi ku yang 160 cm. “Kyeopta!” aku memeluknya lagi, bulunya begitu lembut dan harum.
“Ehemm” Aku akhirnya tersadar kalau ada Minho oppa dan melepaskan pelukanku dari boneka itu lalu menyandarkan boneka nya ke dinding, ya ampun, dasar Mi-Young pabo! “Oppa.. ini buatku?”
Cup
Aku merasa jantungku hampir berhenti berdetak, Minho oppa mencium dahiku? Lalu ia menatap mataku dalam-dalam, aigo... aku merasa seperti dihipnotis, apakah aku bermimpi? Wajah Minho oppa close up di depan pandanganku!!!! Minho oppa, jangan seperti ini,, aku tak mau berharap lagi, lagipula Jung su..
“Mi-Young, saranghae... jeongmal saranghae, maukah kau jadi yeojachinguku?”
“Mwo?.. opp..oppa..” entah kenapa pada saat ini yang terlintas di bayanganku adalah bayangan Jonghyun sunbae, refleks aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan bayangan itu, tapi rupanya Minho oppa salah sangka.
“Jadi kau tak mau?” aku melihat raut wajah Minho oppa menjadi sangat kecewa
“Anni... bukan itu oppa.. aku..aku hanya butuh waktu, lagipula..” aku terdiam karena sekarang Minho oppa memelukku erat.
“Nee.. kamu benar.. gwenchana. Mi-Young” Minho berbisik di telingaku “sebenarnya oppa akan pergi besok ke Jepang selama seminggu. Oppa akan jujur padamu, sebenarnya oppa adalah seorang hacker”
“Hacker? Oppa?”
“Nee.. dan mulai besok oppa akan mencoba menghack sistem keamanan kepolisian jepang untuk mendapat data mengenai teroris asal jepang yang diduga akan meneror korea, dan ini sangat berbahaya. Makanya aku mengatakan hal ini sekarang karena aku takut tidak akan ada kesempatan ini lagi”
Aku melepaskan pelukan Minho oppa, mendengar kemungkinan tidak akan kembali membuatku cemas “Oppa, kau harus kembali!”
“pastikan aku kembali untuk mendengar kata ‘ya’ dari mulutmu ya!” aku hanya terdiam, seandainya Minho oppa mengatakannya sebulan yang lalu, aku pasti akan sangat senang dan menerimanya, tapi sekarang?sebulan terakhir ini ingatan mengenai kenanganku dengan Jung su semakin kuat. Aku merasa kapanpun kami bisa bertemu, dan perasaanku pada Minho oppa, ntahlah.....
“Jangan pasang muka bingung seperti itu, hmm... sudah malam, kajja kita pulang!”
“Nee...” jawabku sambil mengambil boneka Teddy bear raksasaku, dan ketika aku akan melangkah Minho oppa menggenggam tangan kiriku yang bebas, tapi baru saja bebeapa meter kami melangkah, seorang namja berdiri di hadapan kami.
“nuguseyo?” aku menurunkan teddy bear yang aku bawa dan melihat Onew oppa telah berdiri di hadapanku, dia terlihat resmi sekali menggunakan tuksedo berwarna hitam dan rambutnya terlihat rapih.
“Hyung, kau disini?” sapa Minho sopan, ntah mengapa aku masih bisa merasakan aura kurang bersahabat diantara mereka.
“Nee, aku baru saja selesai piano recital disini. Ngomong-ngomong hp mu dimatikan? Kepala sekolah menghubungimu”
“Waeyo? Dia mencariku?”
“Ini” Onew menyodorkan selembar tiket pada Minho oppa, bagian depannya tertulis Korean Airlines.
“Mwo?”
“Tadi kepala sekolah nitip padaku, penerbangan mu dimajukan, tinggal 30 menit lagi sebelum pesawatmu take off. Barang-barangmu pun telah dikirimkan ke bandara”
Minho oppa? Pergi sekarang? Aku merasa hatiku tidak tenang, aku memandang Minho oppa yang sepertinya mencoba berbicara tetapi tak ada apapun yang keluar dari mulutnya, aku merasakan dia makin mempererat genggamannya. Aigoo... ada apa ini, hatiku benar-benar tidak tenang.
“Aku yang akan mengantar Mi-Young ke asrama, tenang saja”
“Nee... baiklah, aku akan pergi” akhirnya Minho berkata mantap, aku percayakan Mi-Young ku padamu" Tanpa berbasa-basi lagi Minho oppa melepaskan genggamannya lalu pergi, tapi sebelumnya dia menyelipkan sesuatu di tanganku.
Minho oppa? Entah mengapa aku merasa sangat sedih, dia akan meninggalkan aku begitu saja? Aku menatap punggung tegapnya yang hilang masuk ke dalam lift.
“Mi-Young, gwenchana?”
“Oppa?”
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!”
“Nee oppa” jawabku lemas.
================Mi-Young POV end===========
================Onew POV===================
“Oppa?” aku menatap wajah Mi-Young yang terlihat sangat khawatir, apa dia sudah tahu yang sebenarnya? Pekerjaan yang dilakukan Minho? Sepertinya iya. Aku sudah tahu dari sorot mata Minho, dia mencintai Mi-Young, tapi aku pikir yeoja ini mencintai namja lain, apa aku salah?
“Kajja, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu, kita cari tempat yang agak tenang ya!” ajakku
“Eh, bagaimana kalau disitu?” aku menunjuk kursi panjang yang terletak di lobi
“Nee oppa” jawabnya lemas. Sambil memegang teddy bearnya lebih erat lagi. Kami pun duduk bersebelahan.
“Teddy bear itu dari Minho?”
“Nee...” Jawabnya, sambil tersipu malu
“Mukamu merah, kekekekkekeke~~ aku kira kau menyukai Key”
“Mwo? Kenapa oppa bisa berkata begitu?” Mi-Young terlihat kaget, aku bisa merasakan dari suaranya dia gugup.
“Ini sih perkiraan oppa aja, sebab beberapa kali oppa melihat kalian berdua, kalian terlihat sangat bahagia. Kau tidak segan-segan mengomel padanya, kau selalu terlihat bahagia ketika dia memberimu hasil masakannya, aku merasa kalian berdua saling merasa nyaman satu sama lain. Sedangkan saat kau bersama Minho, kau terlihat tidak banyak tingkah, kau segan padanya kan?”
“Nee...” Mi-Young terdiam sesaat sambil membenamkan mukanya ke dalam pelukan teddy bearnya, lalu setelah beberapa lama mukanya muncul lagi, hahaha.. dia terlihat sangat lucu.
“Oppa, jangan membahas hal itu jebal, daripada itu, apa yang ingin kau ceritakan?”
“Hahahahhaha... nee..aku tak akan membahas hal itu lagi, hatimu lebih tahu” Onew menegakkan tubuhnya lalu menghadap ke arahku. “Mi-Young kau dulu pernah bertanya padaku kenapa SHINee bisa pecah kan? Aku akan memberitahumu. Tapi sebelumnya aku ingin mengaku, aku.. aku pikir aku menyukaimu” aku menunggu reaksinya, dan seperti yang kuduga dia terlihat kaget dan mundur sedikit
“tenang saja Mi-Young, oppa baru sadar kalau ada yeoja lain yang benar-benar oppa cintai dari dulu, tapi aku tidak tahu dia mencintai oppa atau tidak, jadi...” aku mengedarkan pandangan di sekitarku.
“Oppa, mencari siapa?”
“Shttt....oppa akan melakukan sulap, mengeluarkan orang dari bawah meja” bisikku pelan, lalu akupun berjalan ke arah Meja bertaplak putih yang taplaknya menjulur panjang hingga lantai, lalu aku mengacungkan jempol dan memberi kode pada Mi-Young yang masih bingung untuk bersama-sama menghitung.
“Hana, dul, set” aku pun menyingkapkan taplak meja, dan seperti yang sudah kuduga, seseorang yang sangat aku kenal bersembunyi di bawahnya terlihat sangat kaget.
“Nu..nuguseyo oppa?”Mi-Young terlihat tak kalah kagetnya melihat orang dibawah meja, sedangkan aku hanya tersenyum tipis.
“keluarlah.. kau sudah ketahuan dari tadi, perkenalkan dirimu pada yeodongsaeng kita” kataku sambil menatap ke bawah.
TBC
Gimana??Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Yang mau ditagg selanjutnya, koment ajjah #kurang baek apa aku???plakk#
KEY OPPA SUKA NGOMEL SAMA SILENT READER LOH! #Sok tw, abaikan hehehehehe#
Kamis, Februari 03, 2011
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 8]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
NEW PART
-Kim Mi-Young POV-
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” kata-kata Choi Minho membuatku membeku sesaat, jadi ternyata benar, luka di bibirnya itu karena dia berciuman? Ntah kenapa darahku serasa mendidih
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?” kataku galak, aku bisa merasakan pandangan kaget Eun Jae yang membuatku malu, dia kan tidak bersalah, tidak, Minho oppa juga tidak salah. Tapi kenapa aku merasa sangat marah pada mereka? “Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
Aku pun mengibaskan tangan minho oppa, lalu berlari menjauhi mereka. Kemanapun asal tidak melihat mereka. Mi-Young pabo! Mwo? Apa sih yang terjadi pada dirimu? Gerutuku kesal sambil berjalan cepat,aku tak peduli mau jalan kemana, aku hanya berlari terus tak memperhatikan sekeliling.
Mereka berciuman, Minho oppa yang mencium Eun Jae duluan, bukankah itu berarti Minho oppa mencintai Eun Jae.
Eun Jae menyatakan cinta pada Minho oppa lalu menciumnya, berarti Eun Jae mencintai Minho oppa juga.
Lalu setelah itu... tentu saja mereka akan berpacaran.
Berpacaran?
Deg!
Aku berhenti berlari dan hanya berjalan pelan sambil memegang dadaku yang tiba-tiba terasa sangat perih. Rasa perih yang begitu menyiksa, dapat kurasakan mataku mulai memanas. Bayangan Minho oppa dan Eun Jae yang sedang berciuman terus menerus membayangiku, membuatku muak.
Apa ini tanda kalo penyakitku makin parah?? Aishh...benar, penyakit anemiaku mungkin tambah parah, pikirku sambil menekankan jariku ke kepalaku yang memang terasa pusing. Ternyata melihat orang ciuman benar-benar tidak menyehatkan.
“O iya..liontin burung biruku” aku mengaduk isi tas selempang dan saku bajuku sambil terus berjalan menyusuri tangga, aku sangat membutuhkannya, aku harus bersembunyi sambil memegangnya beberapa saat. Liontin ini selalu membentuku apabila aku sedang sangat sedih. Andwee,, aku baru ingat kalau aku meninggalkannya di asrama!
“Woy yeoja yang ngerusakkin PSP aku!”
Aku mendongakkan kepala dan melihat sekeliling, aku baru sadar angin yang lumayan kencang telah menerpaku, menerbangkan rambut panjangku. Ternyata aku berada di atap sekolah, aku yakin, tapi siapa yang memanggilku? Mataku masih belum bisa fokus karena tergenang air mata, ketika aku menoleh ke arah kanan untuk kedua kalinya aku mendapati sesosok namja menuju ke arahku, tapi ketika aku berusaha melihatnya, kepalaku malah semakin pusing. Aku tak kuat untuk berdiri...
“Hey!! Gwenchana??” Aku merasakan tubuhku yang hendak jatuh ditopang olehnya dengan mantap, haduuhhh padahal tadi siang aku baik-baik saja.
“Nee.. tidak usah membantuku, gwenchana...” Aku mencoba duduk bersila di lantai atap itu, sekarang mataku yang mulai memanas, burung biru, kenapa aku lupa membawa liontin burung biruku? Aku membutuhkannya sekarang. Dan Tapi kenapa aku malah berjalan kesini?
“Menangis saja di punggungku..., tenang aku tidak akan melihat”
Aku mendongak dan mendapati namja yang tadi membantuku telah duduk di belakangku, namja ini, dari suaranya tadi aku yakin dia adalah namja yang pertama kali aku temui di sekolah ini. Kalau tak salah temannya bilang namanya Kim Jonghyun. Ntah kenapa aku tidak segan, aku memeluk punggungnya dan mulai menangis, menangis sejadi-jadinya. Untuk hal yang sama sekali aku tidak mengerti, mengapa kenyataan bahwa Choi Minho berciuman dengan seorang yeoja membuatku merasa sakit? Bukankah aku membencinya? Bukankah aku selalu ingin menghindarinya?
“Kamu ingin bercerita? Aku akan mendengarkan masalah kamu”
“Hik.. hik... “aku yang sedang terisak, berhenti sesaat “Jinjja?”
“Nee... aku berjanji tidak akan memberi tahu siapapun, lagian kau akan lebih tenang kalau sudah bercerita”
Aku bimbang sesaat, lalu kuputuskan untuk memberitahunya. Entah kenapa aku merasa bisa mempercayai namja ini.
“Partnerku... berciuman dengan seorang yeoja,,,hey! Kau menertawaiku!” ucapku kesal saat mendengar dia mendengus.
“Mianhae.. silahkan lanjutkan”
“Partnerku mencium yeoja itu duluan, lalu yeoja itu balas menciumnya, aku pikir mereka akan berpacaran.. hiks” aku pun mulai menangis lagi.
“eh.. kau sangat mencintai partnermu ya?”
“Mwo?? Cinta? Anni!!, sudah jangan bertanya lagi!” jawabku panik,,,
Aku mencintai choi Minho? ANDWEE!!... bukankah aku membencinya, tapi...apa aku benar-benar membencinya? Anni... lagipula kalau aku mencintainya, percuma saja Mi-Young, dia punya pacar sekarang!
Ntah berapa lama aku menangis, tapi akhinya air mataku berhenti juga. Perlahan aku melepaskan punggungnya dan yang bisa kulihat adalah punggung kemejanya basah dengan air mataku. Tapi perasaanku lebih enakkan, rasanya sama ketika seperti jika aku menangis aku menggenggam liontin burunng biru ku. Jjamkaman~ andwee, tidak mungkin sensasinya sama, kecuali kalau didepanku ini adalah Jung Su. Tidak, tidak mungkin Jung Su, jangan berharap lagi Mi-Young. Cukuplah yakin bahwa Jung Su yang akan menemukanmu duluan.
“Kamu sudah baikkan?”
“Nee...Kim Sunbae, gomawo dan mianhae, aku udah ngebuat baju kamu basah. Aku akan cuci”
“Jinjja?” aku melongo melihat Kim Jonghyun tiba-tiba berdiri, dia membuka kancing kemejanya. ANDWEE!! apa dia tidak berpikir kalau ada seorang yeoja di depannya?? Belum sempat aku mau menutup mataku, aku terlanjur melihat bekas luka yang melintang di punggung namja di hadapanku, bekas operasi kah? Seperti bekas jahitan.
“Itu...”
“Ahh..ohh... anni...bukan apa-apa,, cuman luka bekas jatuh waktu kecil” Aku bisa merasakan dia berbicara lebih cepat dan agak gugup, dengan cepat namja di hadapanku ini mengambil kaos dari tas gendongnya dan memakainya secepat kilat. “Hmm... nih kemejaku, mau kau cuci kan? Hehehe.. ~~eh, oya, pakai ini, udaranya lagi dingin” Kim Jonghyun mengalungkan dileherku sebuah syal biru yang sedari tadi dia pakai di lehernya sambil memberi bungkusan kemejanya ke tanganku.
“Kembalikan waktu kamu mengembalikan kemejaku yah,, “ Jonghyun tersenyum padaku, manis sekali, tapi ekspresinya berubah ketika ia melihat jam tangannya “Andwee!!! Aku ada rekaman hari ini! Aku telaattt,, hmm... tak apa-apakan aku tinggal duluan? atau kita ke bawah bareng saja?”
“Nee.., aku ingin disini sebentar lagi, hmm... Kim Sunbae, gomawo..” jawabku, rasanya hatiku menjadi hangat ketika melihat wajahnya.
“Cheonmaneyo..Anneyong,, bye bye~~~~~~jangan lama-lama di sini, kau bisa masuk angin”
============Kim Mi Young POV end===========
==============Author POV =================
Studio Rekaman
“Hey, Kim Jonghyun ada apa denganmu hari ini? Kamu sama sekali tidak fokus ketika rekaman, sakit?” tanya seorang pria berumur 40an pada seorang namja yang sedang terduduk sambil mengaduk-aduk spaghetinya yang sama sekali belum masuk ke perutnya..
“Anni..., manajer beri aku waktu sendiri sebentar, aku akan baik lagi, aku janji tak akan mengecewakanmu”
“Ok, kalau begitu aku tinggal dulu untuk berbicara dengan produser, jangan lupa habiskan makananmu, Arasseo?”
“Nee...arra..”Jonghyun menjawab sambil tersenyum, manajernya pun meninggalkannya sendirian tenggelam dalam pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan yang membuatdirinya tak bisa fokus dengan rekamannya.
Kenapa dirinya terus teringat dengan yeoja perusak PSP itu? Wajahnya yang terlihat merana. Memang siapa partner yeoja itu yang membuatnya sangat patah hati? Apakah yang akan dilakukan yeoja itu sekarang? Bukankah mau tidak mau dia harus bersama partnernya lagi? Kenapa aku begitu mempedulikannya? Memangnya siapa dia?Bukankah kami baru bertemu dua kali.
“Sudahlah Kim Jonghyun, kenapa kamu tiba-tiba penasaran sama yeoja yang bernama....? Aishhh...aku lupa, aku tidak tanya namanya siapa. Sepertinya lain kali aku harus menanyakannya”
==========end of author POV ===========
==========Minho POV ===============
Asrama SHINing Star 17.00
Aishh... ada apa dengan yeoja ini, dia masih diam saja sedari tadi! Aku benar-benar tak habis pikir. Sekarang kami baru saja sampai ke asrama dan sedang menelusuri tangga menuju kamar. Gadis ini sudah membuaku hampir gila mencarinya, aku kira dia ke gedung olahraga tapi tidak ada dan akhirnya kutemukan dia sedang terdiam di atap sekolah dengan mata bengkak, tapi tetap ditanya apapun dia tidak mau menjawab.
“Kau..ganti bajumu ppalli!, 10 menit lagi kita ke ruang makan, arraseo?”
“Nee... arra..” jawabnya lirih masih tak mau melihat wajahku, membuatku makin kesal, kenapa sih sama yeoja ini? Dia pun lalu berbalik dan masuk ke kamarnya tanpa sekalipun melihatku.
Aku pun masuk ke kamar untuk berganti baju, dengan cepat aku selesai dan keluar kamar, dan yang menyambutku
“Minho oppa!, aku lapar, kita makan dimana? Apakah aku bisa bertemu dengan anggota SHINee yang lain? Wah wahh...”
Aku melongo, apa benar yang didepan ku sekarang adalah Mi-Young yang dari tadi nyuekkin aku? Kenapa dia tiba-tiba ceria? Tidak, dia pasti berpura-pura ceria.
“Mi-Young.. mwo? Apa sebenarnya yang ngeganggu otak baka mu itu hah? Liat mataku!” Aku mendekatinya dan yeoja ini malah menjauh hingga dirinya tidak bisa mundur lagi.
“Minho oppa, aku... pikir lebih baik oppa menuruti saran Key untuk bertukeran partner, Eun Jae dan Minho oppa kan berpaca...” Secara tiba-tiba aku mendekati wajahnya dan yeoja di hadapanku hanya langsung terdiam. Bodoh Minho, apa yang akan kau lakukan? Menciumnya? Kalau dia malah makin menjauh darimu, apa kamu rela? Tidak, ini bukan waktu yang tepat, maka aku sentil saja dahinya
“PLETAK!!”
“Adaww!!!!!!! Sakiitt”
“Hey yeoja pabo!, aku tidak menyukai Eun Jae dan tidak berpacaran dengan dia tau! Maka jangan nyebutin hal-hal bodoh seperti tukeran partner”
“Mwo? Jinjja?” Yeoja itu membelalakkan matanya, aku merasa dia jadi lebih semangat, syukurlah “Tapi ciuman itu”
“I..itu...cuman kesalahpahaman, tapi memang benar tadi pagi aku mencium seseorang, tapi kecelakaan”
“Nuguseyo?? Kecelakaan? Maksudnya?”
“Aku tak akan memberitahumu! Kajja, kita ke ruang makan, aku sudah sangat lapar”
============Minho POV END==============
============Author POV================
Minho dan Mi-Young pun ke ruang makan yang berada tepat dilantai bawah kamar mereka, dan ketika baru saja sampai, Mi-Young langsung berlari ke arah seorang yeoja yang sedari tadi sendirian di meja makan. Di meja makan sudah tersaji berbagai masakan korea yang siap disantap.
“Soo yun, ini partnerku Minho oppa” kenal Mi young, semantara Minho hanya menganguk dan dibalas angukan oleh soo yun “jadi benar partnermu Jonghyun sunbae? Kenapa dia tidak ada disini” tambahnya lagi.
“Nee...tapi dia pulang telat karena harus rekaman , hmm Mi-Young, syal ini mirip dengan punya Jonghyun sunbae?” Soo yun menunjuk syal biru yang melingkar di leher Mi-Young, Soo yun bisa merasakan Minho menghentikan menyantap makanannya, dan beralih menatap mereka.
“Oh... ini memang punya dia, tadi siang dia meminjamkannya padaku, bisakah aku nitip untuk diberikan padanya Soo yun”
“Anni... lebih baik kau kembalikan sendiri, lebih sopan” Soo yun menghentikan Mi Young yang hendak melepas syalnya
“Ohh.. arra.. “
Soo yun dan Mi-Young pun terus berbincang sambil menyantap makan malam mereka sampai tiba-tiba dua orang masuk ke ruang makan.
“eh Onew oppa! Dan.. Taeyeon!”
“Mi Young! Ternyata benar kamu disini!” Ujar Onew oppa tanpa sekalipun melirik ke arah Minho
“Anneyong Mi-Young, ehh ada Soo yun dan Minho oppa” tambah taeyeon ramah sambil tersenyum manis, hari ini Taeyeon juga terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna putih. Onew juga menggunakan baju resmi. Mi-Young langsung berpikir meraka pasangan yang sangat serasi.
“Mi-Young, saatnya belajar! Kamu pasti sudah selesai makan kan?” Minho tiba-tiba berdiri dan mendekati Mi-Young
“Nee... tapi sekarang?”
“Mi-Young kau akan pergi?” Tanya Taeyeon terlihat sangat kecewa “ Nanti aku main ke kamarmu yahh!!’
“Nee.. Taeyeon”
“Kajja!.. semuanya, kami duluan!” dan tanpa basa-basi Minho menarik Mi-Young keluar dari ruang makan.
===========Author POV END==============
============Minho POV=================
Aku menatap yeoja di hadapanku yang sedang mengerjakan soal, yeoja ini ternyata bertemu dengan Jonghyun hyung tadi siang. Aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak bisa tanya, hal itu sepertinya sangat sulit keluar dari mulutku. Eh, belum lagi dia mengenal Onew hyung, Onew hyung bukan tipe orang yang akan tersenyum lebar pada orang yang baru dikenalnya. Tapi tadi jelas-jelas Onew hyung tersenyum lebar pada Mi-Young, sebenarnya sudah berapa lama mereka dekat? Key juga, bagaimana Yeoja ini bisa kenal dengan namja cerewet itu bahkan menjadi manajer tim basket, bukannya Key itu selalu saja ada alasan sehingga tim basket belum saja punya manager, ada apa?? Haaa~~~~~~
“Oppa... kamu lelah? Mengeluarkan nafas panjang seperti itu”
Yaa!! Aku lelah gara-gara kamu pabo! Engga aku sangka kalau jadi partner bisa begitu melelahkan, tapi tidak mungkin aku bilang, maka aku hanya menggeleng “Cepat selesaikan,, ehh..pabo! ini salah seharusnya persamaan ini diselesaikan dengan rumus ini dan.....”
Mi-Young, awalnya, Yeoja yang lebih memilih main PSP daripada melihat aku.
Mi-Young, mungkin ini karena dia partnerku, maka aku mempedulikannya.
Mi-Young kau tahu, hari-hari yang kulewati denganmu terasa lebih baik
Mi-Young kau membuatku terlupa akan masa lalu ku yang kelam
Mi-Young, kau membuat jiwaku hangat
Bagaimanapun aku akan menjagamu, apapun yang terjadi!
=============End of Minho POV==============
===============Author POV=====================
Sebulan kemudian
“Choi Minho, apakah kau yakin?“ tanya seorang namja dibalik kursi kantornya, saat ini Minho berada di ruangan kepala sekolah.
“Nee... Kim Mi-Young sama sekali tidak punya ingatan fotografis, kepala sekolah, dia yeoja biasa” Jawab Minho mantap sambil berusaha terlihat wajar, dia tahu dia berbohong, dia sudah bisa mengetahui kalau Mi-Young memiliki ingatan fotografis tapi jika sekolah tahu, dia pasti akan dimanfaatkan, anni.. cukup aku saja, Choi Minho yang dimanfaatkan oleh sekolah busuk ini, karena aku memang tidak punya pilihan lain.
Orang dibalik kursi itu pun berdiri dan berjalan ke arah Minho sambil tersenyum sinis, seorang namja sangat tampan, berkulit putih dan tinggi, dia menggunakan kaca mata hitam “Kalau hanya kita berdua kau tak perlu memanggilku kepala sekolah, cukup panggil saja aku Kyuhyun hyung”
“Anni... aku tidak bisa seperti itu, anda, walaupun masih sangat muda adalah kepala sekolah disini” jawab Minho sopan
“Minho, sebelumnya kamu terlihat yakin Kim Mi-Young punya ingatan fotografis”
“Saya keliru”
“Hmm... arra, oya, kau ingat kan kalau besok kau harus ke Tokyo selama seminggu, kau harus bisa menghack dan memasuki sistem keamanan kepolisian Jepang?”
“Nee.. tidak mungkin saya lupa”
“kau boleh pergi!”
“Nee... “ Minho pun meninggalkan ruangan kepala sekolah
“hahahahahha.. kau melindungi yeoja itu Minho? Aku merasa tidak bisa mempercayaimu, lihat saja, akan aku cari tahu apakah kau berbohong padaku atau tidak. Dan kau pasti tahu hukuman apa yang pantas bagi pengkhianat sekolah.
============Masiihhh... author POV=========
Ruang PKK. 16.00
“Waahhh~~~~ wanginya sungguh enak, kau sedang membuat apa Key?” Jonghyun menepuk pundak key yang beru saja memasukkan adonan ke dalam oven, membuat namja itu terlonjak kaget.
“Hyung, kau membuatku kaget!” ucap key sambil mengelus dadanya “Ya.. kau ini kemana saja! Tidak pernah masuk klub dan di kelas pun katanya kau sering bolos, kau tahu tidak kita akan ada pertandingan dua minggu lagi, pokoknya kamu harus ikut! Kita ada training intensif di Chungdam Hill besok lusa.kalau kamu tidak ikut aku..”
“Key! Stop! Kau cerewet sekali! Haha.. nee..aku akan ikut!.. hmm.. “ Jonghyun mengintip oven “Key, kau membuat strawberry pie? Aku mau ya! kebetulan aku sangat lapar..”
“Andwee... ini bukan untukmu hyung!”
“pelit kau, sedikit saja, kau tak kasihan sama hyung mu ini?”
“Nanti akan kubikinkan, tapi jangan yang ini,, jebal!”
Jonghyun mulai curiga, biasanya key selalu membolehkan makanannya dicicipi olehnya “Key, jangan bilang kalau kau akan memberikan pie ini pada yeoja yang kamu suka?”
“MWO?” Key terbelalak kaget, bagaimana hyungnya bisa tau? “An..ni.. ini bu..buatt aku ma..kan sendiri k..kok”
“Kekekekekkekekekeke” Jonghyun terkekeh sambil memegang perutnya, membuat muka Key makin merah padam “Kau tidak bisa menutupinya Key! Akhirnya kau menyukai yeoja juga, aku pikir kamu hanya mencintai aku!”
“kau gila hyung!, mana mungkin aku mencintaimu!” Key langsung manyun dan mengambil penggiling adonan lalu mulai memukulkannya pada Jonghyun “dasar! Kau ini! Berhenti menggodaku!!”
“nee.. arra,, keke mian key hehehe.. iya! Aku stop ketawa!” Jonghyun masih mesem-mesem melihat muka key yang bt banget “Jadi siapa yeoja itu?”
“Dia... kau juga akan tahu, dia manager baru tim basket kita, tapi hyung! Jangan beritahu siapa-siapa!”
“Waeyo? Ah~~ aku tahu, kamu pasti belum bilang ke dia! Dasar pabo! Dia direbut baru kau tahu rasa pabo!”
“Suatu saat aku akan bilang kok!”
“Hmm... jadi kapan kau akan memberikan pie cintamu ini padanya?”
“Dia sedang mengamati anggota baru yang sedang latihan, ternyata dia hebat loh! Bisa mempelajari dan ingat buku-buku basket yang aku berikan, aku akan memberikannya sesudah latihan, tentu saja setelah yang lain pulang” key tersenyum.
“Waahh....kau pasti benar-benar menyukainya!, ya sudah aku pergi dulu ya key, bye!!”
==============end of author POV==============
============Jonghyun POV=============
Aku masih senyum-senyum mengingat ekspresi key, hahahaha namja pabo itu sekarang sudah mulai jatuh cinta? Padahal rasanya bau kemaren dia menertawakan aku ketika aku bercerita bahwa aku sudah jatuh cinta pada seorang yeoja dari kelas 3 sd.
“Hyung, kau bisa bilang kalau itu cinta? Kau masih sd hyung! Hahahahahhahaa” kira-kira seperti itu dia terkekeh tak percaya.
Aku tak membalas perkataan Key dan hanya ikut tertawa, aku dan Key adalah sahabat dekat. Key adalah orang yang sangat berharga bagi diriku, mungkin setelah cinta pertamaku. Waktu kecil aku adalah anak yang sakit-sakitan, saat itu ketika aku sedang berobat di luar negeri aku sekamar dengan seorang namja yang menderita penyakit jantung kronis. Namja itu adalah hyungnya key, key sering datang berkunjung ke rumah sakit. Saat itu aku sangat membutuhkan donor sumsum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakitku dan tak disangka hari itu datang, dan operasi berjalan dengan lancar. Aku sembuh. Tapi aku mendapati kalau hyungnya Key yang meminta dokter untuk menyumbangkan sumsum tulang belakangnya padaku di saat-saat terakhirnya, dan dia hanya meninggalkan sepucuk surat padaku.
Untuk Namja Cilik yang selalu semangat
Aku harap ketika kau membaca surat ini, kau telah sembuh dari penyakitmu.
Jangan pikir ini salahmu karena aku mati, penyakitku ini sudah tak bisa tertolong, tapi kau, kau masih bisa tertolong dan meraih impianmu.
Aku tahu kamu tidak suka berhutang budi pada orang lain, maka sebagai gantinya
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
“Jonghyun sunbae, anneyong!” suara seorang yeoja membuyarkan lamunanku, akhh yeoja itu yeoja yang merusakkan PSP ku, sudah lama aku tidak melihatnya?, hmm dan dia bersama Soo yun.
“Anneyong!” balasku
“Kebetulan, tadi aku mau menitipkan kemeja dan syalmu yang sudah aku cuci dan setrika pada soo yun, soalnya sulit sekali untuk bertemu denganmu sunbae!”
“Ehh... gomawo” aku menerima sodoran yang diberikan yeoja di hadapanku.
“Cheonmaneyo sunbae,, ehh.. aku harus pergi sekarang, duluan ya sunbae, soo yun!”
“Nee...hati-hati kau diomeli si cerewet itu lagi!”
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nuguseyo? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku akan menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, tak memikirkan apapun, siapapun hanya dia! gadis itu yang selama ini aku cari! dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Jonghyun sama sekali tak sadar, cangkang keong laut yang digengamnya, saat itu pula terjatuh ke lantai dan retak.
TBC
Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Reader a.k. Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang, Cho kyuhyun,
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Last Part
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
NEW PART
-Kim Mi-Young POV-
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” kata-kata Choi Minho membuatku membeku sesaat, jadi ternyata benar, luka di bibirnya itu karena dia berciuman? Ntah kenapa darahku serasa mendidih
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?” kataku galak, aku bisa merasakan pandangan kaget Eun Jae yang membuatku malu, dia kan tidak bersalah, tidak, Minho oppa juga tidak salah. Tapi kenapa aku merasa sangat marah pada mereka? “Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
Aku pun mengibaskan tangan minho oppa, lalu berlari menjauhi mereka. Kemanapun asal tidak melihat mereka. Mi-Young pabo! Mwo? Apa sih yang terjadi pada dirimu? Gerutuku kesal sambil berjalan cepat,aku tak peduli mau jalan kemana, aku hanya berlari terus tak memperhatikan sekeliling.
Mereka berciuman, Minho oppa yang mencium Eun Jae duluan, bukankah itu berarti Minho oppa mencintai Eun Jae.
Eun Jae menyatakan cinta pada Minho oppa lalu menciumnya, berarti Eun Jae mencintai Minho oppa juga.
Lalu setelah itu... tentu saja mereka akan berpacaran.
Berpacaran?
Deg!
Aku berhenti berlari dan hanya berjalan pelan sambil memegang dadaku yang tiba-tiba terasa sangat perih. Rasa perih yang begitu menyiksa, dapat kurasakan mataku mulai memanas. Bayangan Minho oppa dan Eun Jae yang sedang berciuman terus menerus membayangiku, membuatku muak.
Apa ini tanda kalo penyakitku makin parah?? Aishh...benar, penyakit anemiaku mungkin tambah parah, pikirku sambil menekankan jariku ke kepalaku yang memang terasa pusing. Ternyata melihat orang ciuman benar-benar tidak menyehatkan.
“O iya..liontin burung biruku” aku mengaduk isi tas selempang dan saku bajuku sambil terus berjalan menyusuri tangga, aku sangat membutuhkannya, aku harus bersembunyi sambil memegangnya beberapa saat. Liontin ini selalu membentuku apabila aku sedang sangat sedih. Andwee,, aku baru ingat kalau aku meninggalkannya di asrama!
“Woy yeoja yang ngerusakkin PSP aku!”
Aku mendongakkan kepala dan melihat sekeliling, aku baru sadar angin yang lumayan kencang telah menerpaku, menerbangkan rambut panjangku. Ternyata aku berada di atap sekolah, aku yakin, tapi siapa yang memanggilku? Mataku masih belum bisa fokus karena tergenang air mata, ketika aku menoleh ke arah kanan untuk kedua kalinya aku mendapati sesosok namja menuju ke arahku, tapi ketika aku berusaha melihatnya, kepalaku malah semakin pusing. Aku tak kuat untuk berdiri...
“Hey!! Gwenchana??” Aku merasakan tubuhku yang hendak jatuh ditopang olehnya dengan mantap, haduuhhh padahal tadi siang aku baik-baik saja.
“Nee.. tidak usah membantuku, gwenchana...” Aku mencoba duduk bersila di lantai atap itu, sekarang mataku yang mulai memanas, burung biru, kenapa aku lupa membawa liontin burung biruku? Aku membutuhkannya sekarang. Dan Tapi kenapa aku malah berjalan kesini?
“Menangis saja di punggungku..., tenang aku tidak akan melihat”
Aku mendongak dan mendapati namja yang tadi membantuku telah duduk di belakangku, namja ini, dari suaranya tadi aku yakin dia adalah namja yang pertama kali aku temui di sekolah ini. Kalau tak salah temannya bilang namanya Kim Jonghyun. Ntah kenapa aku tidak segan, aku memeluk punggungnya dan mulai menangis, menangis sejadi-jadinya. Untuk hal yang sama sekali aku tidak mengerti, mengapa kenyataan bahwa Choi Minho berciuman dengan seorang yeoja membuatku merasa sakit? Bukankah aku membencinya? Bukankah aku selalu ingin menghindarinya?
“Kamu ingin bercerita? Aku akan mendengarkan masalah kamu”
“Hik.. hik... “aku yang sedang terisak, berhenti sesaat “Jinjja?”
“Nee... aku berjanji tidak akan memberi tahu siapapun, lagian kau akan lebih tenang kalau sudah bercerita”
Aku bimbang sesaat, lalu kuputuskan untuk memberitahunya. Entah kenapa aku merasa bisa mempercayai namja ini.
“Partnerku... berciuman dengan seorang yeoja,,,hey! Kau menertawaiku!” ucapku kesal saat mendengar dia mendengus.
“Mianhae.. silahkan lanjutkan”
“Partnerku mencium yeoja itu duluan, lalu yeoja itu balas menciumnya, aku pikir mereka akan berpacaran.. hiks” aku pun mulai menangis lagi.
“eh.. kau sangat mencintai partnermu ya?”
“Mwo?? Cinta? Anni!!, sudah jangan bertanya lagi!” jawabku panik,,,
Aku mencintai choi Minho? ANDWEE!!... bukankah aku membencinya, tapi...apa aku benar-benar membencinya? Anni... lagipula kalau aku mencintainya, percuma saja Mi-Young, dia punya pacar sekarang!
Ntah berapa lama aku menangis, tapi akhinya air mataku berhenti juga. Perlahan aku melepaskan punggungnya dan yang bisa kulihat adalah punggung kemejanya basah dengan air mataku. Tapi perasaanku lebih enakkan, rasanya sama ketika seperti jika aku menangis aku menggenggam liontin burunng biru ku. Jjamkaman~ andwee, tidak mungkin sensasinya sama, kecuali kalau didepanku ini adalah Jung Su. Tidak, tidak mungkin Jung Su, jangan berharap lagi Mi-Young. Cukuplah yakin bahwa Jung Su yang akan menemukanmu duluan.
“Kamu sudah baikkan?”
“Nee...Kim Sunbae, gomawo dan mianhae, aku udah ngebuat baju kamu basah. Aku akan cuci”
“Jinjja?” aku melongo melihat Kim Jonghyun tiba-tiba berdiri, dia membuka kancing kemejanya. ANDWEE!! apa dia tidak berpikir kalau ada seorang yeoja di depannya?? Belum sempat aku mau menutup mataku, aku terlanjur melihat bekas luka yang melintang di punggung namja di hadapanku, bekas operasi kah? Seperti bekas jahitan.
“Itu...”
“Ahh..ohh... anni...bukan apa-apa,, cuman luka bekas jatuh waktu kecil” Aku bisa merasakan dia berbicara lebih cepat dan agak gugup, dengan cepat namja di hadapanku ini mengambil kaos dari tas gendongnya dan memakainya secepat kilat. “Hmm... nih kemejaku, mau kau cuci kan? Hehehe.. ~~eh, oya, pakai ini, udaranya lagi dingin” Kim Jonghyun mengalungkan dileherku sebuah syal biru yang sedari tadi dia pakai di lehernya sambil memberi bungkusan kemejanya ke tanganku.
“Kembalikan waktu kamu mengembalikan kemejaku yah,, “ Jonghyun tersenyum padaku, manis sekali, tapi ekspresinya berubah ketika ia melihat jam tangannya “Andwee!!! Aku ada rekaman hari ini! Aku telaattt,, hmm... tak apa-apakan aku tinggal duluan? atau kita ke bawah bareng saja?”
“Nee.., aku ingin disini sebentar lagi, hmm... Kim Sunbae, gomawo..” jawabku, rasanya hatiku menjadi hangat ketika melihat wajahnya.
“Cheonmaneyo..Anneyong,, bye bye~~~~~~jangan lama-lama di sini, kau bisa masuk angin”
============Kim Mi Young POV end===========
==============Author POV =================
Studio Rekaman
“Hey, Kim Jonghyun ada apa denganmu hari ini? Kamu sama sekali tidak fokus ketika rekaman, sakit?” tanya seorang pria berumur 40an pada seorang namja yang sedang terduduk sambil mengaduk-aduk spaghetinya yang sama sekali belum masuk ke perutnya..
“Anni..., manajer beri aku waktu sendiri sebentar, aku akan baik lagi, aku janji tak akan mengecewakanmu”
“Ok, kalau begitu aku tinggal dulu untuk berbicara dengan produser, jangan lupa habiskan makananmu, Arasseo?”
“Nee...arra..”Jonghyun menjawab sambil tersenyum, manajernya pun meninggalkannya sendirian tenggelam dalam pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan yang membuatdirinya tak bisa fokus dengan rekamannya.
Kenapa dirinya terus teringat dengan yeoja perusak PSP itu? Wajahnya yang terlihat merana. Memang siapa partner yeoja itu yang membuatnya sangat patah hati? Apakah yang akan dilakukan yeoja itu sekarang? Bukankah mau tidak mau dia harus bersama partnernya lagi? Kenapa aku begitu mempedulikannya? Memangnya siapa dia?Bukankah kami baru bertemu dua kali.
“Sudahlah Kim Jonghyun, kenapa kamu tiba-tiba penasaran sama yeoja yang bernama....? Aishhh...aku lupa, aku tidak tanya namanya siapa. Sepertinya lain kali aku harus menanyakannya”
==========end of author POV ===========
==========Minho POV ===============
Asrama SHINing Star 17.00
Aishh... ada apa dengan yeoja ini, dia masih diam saja sedari tadi! Aku benar-benar tak habis pikir. Sekarang kami baru saja sampai ke asrama dan sedang menelusuri tangga menuju kamar. Gadis ini sudah membuaku hampir gila mencarinya, aku kira dia ke gedung olahraga tapi tidak ada dan akhirnya kutemukan dia sedang terdiam di atap sekolah dengan mata bengkak, tapi tetap ditanya apapun dia tidak mau menjawab.
“Kau..ganti bajumu ppalli!, 10 menit lagi kita ke ruang makan, arraseo?”
“Nee... arra..” jawabnya lirih masih tak mau melihat wajahku, membuatku makin kesal, kenapa sih sama yeoja ini? Dia pun lalu berbalik dan masuk ke kamarnya tanpa sekalipun melihatku.
Aku pun masuk ke kamar untuk berganti baju, dengan cepat aku selesai dan keluar kamar, dan yang menyambutku
“Minho oppa!, aku lapar, kita makan dimana? Apakah aku bisa bertemu dengan anggota SHINee yang lain? Wah wahh...”
Aku melongo, apa benar yang didepan ku sekarang adalah Mi-Young yang dari tadi nyuekkin aku? Kenapa dia tiba-tiba ceria? Tidak, dia pasti berpura-pura ceria.
“Mi-Young.. mwo? Apa sebenarnya yang ngeganggu otak baka mu itu hah? Liat mataku!” Aku mendekatinya dan yeoja ini malah menjauh hingga dirinya tidak bisa mundur lagi.
“Minho oppa, aku... pikir lebih baik oppa menuruti saran Key untuk bertukeran partner, Eun Jae dan Minho oppa kan berpaca...” Secara tiba-tiba aku mendekati wajahnya dan yeoja di hadapanku hanya langsung terdiam. Bodoh Minho, apa yang akan kau lakukan? Menciumnya? Kalau dia malah makin menjauh darimu, apa kamu rela? Tidak, ini bukan waktu yang tepat, maka aku sentil saja dahinya
“PLETAK!!”
“Adaww!!!!!!! Sakiitt”
“Hey yeoja pabo!, aku tidak menyukai Eun Jae dan tidak berpacaran dengan dia tau! Maka jangan nyebutin hal-hal bodoh seperti tukeran partner”
“Mwo? Jinjja?” Yeoja itu membelalakkan matanya, aku merasa dia jadi lebih semangat, syukurlah “Tapi ciuman itu”
“I..itu...cuman kesalahpahaman, tapi memang benar tadi pagi aku mencium seseorang, tapi kecelakaan”
“Nuguseyo?? Kecelakaan? Maksudnya?”
“Aku tak akan memberitahumu! Kajja, kita ke ruang makan, aku sudah sangat lapar”
============Minho POV END==============
============Author POV================
Minho dan Mi-Young pun ke ruang makan yang berada tepat dilantai bawah kamar mereka, dan ketika baru saja sampai, Mi-Young langsung berlari ke arah seorang yeoja yang sedari tadi sendirian di meja makan. Di meja makan sudah tersaji berbagai masakan korea yang siap disantap.
“Soo yun, ini partnerku Minho oppa” kenal Mi young, semantara Minho hanya menganguk dan dibalas angukan oleh soo yun “jadi benar partnermu Jonghyun sunbae? Kenapa dia tidak ada disini” tambahnya lagi.
“Nee...tapi dia pulang telat karena harus rekaman , hmm Mi-Young, syal ini mirip dengan punya Jonghyun sunbae?” Soo yun menunjuk syal biru yang melingkar di leher Mi-Young, Soo yun bisa merasakan Minho menghentikan menyantap makanannya, dan beralih menatap mereka.
“Oh... ini memang punya dia, tadi siang dia meminjamkannya padaku, bisakah aku nitip untuk diberikan padanya Soo yun”
“Anni... lebih baik kau kembalikan sendiri, lebih sopan” Soo yun menghentikan Mi Young yang hendak melepas syalnya
“Ohh.. arra.. “
Soo yun dan Mi-Young pun terus berbincang sambil menyantap makan malam mereka sampai tiba-tiba dua orang masuk ke ruang makan.
“eh Onew oppa! Dan.. Taeyeon!”
“Mi Young! Ternyata benar kamu disini!” Ujar Onew oppa tanpa sekalipun melirik ke arah Minho
“Anneyong Mi-Young, ehh ada Soo yun dan Minho oppa” tambah taeyeon ramah sambil tersenyum manis, hari ini Taeyeon juga terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna putih. Onew juga menggunakan baju resmi. Mi-Young langsung berpikir meraka pasangan yang sangat serasi.
“Mi-Young, saatnya belajar! Kamu pasti sudah selesai makan kan?” Minho tiba-tiba berdiri dan mendekati Mi-Young
“Nee... tapi sekarang?”
“Mi-Young kau akan pergi?” Tanya Taeyeon terlihat sangat kecewa “ Nanti aku main ke kamarmu yahh!!’
“Nee.. Taeyeon”
“Kajja!.. semuanya, kami duluan!” dan tanpa basa-basi Minho menarik Mi-Young keluar dari ruang makan.
===========Author POV END==============
============Minho POV=================
Aku menatap yeoja di hadapanku yang sedang mengerjakan soal, yeoja ini ternyata bertemu dengan Jonghyun hyung tadi siang. Aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku tidak bisa tanya, hal itu sepertinya sangat sulit keluar dari mulutku. Eh, belum lagi dia mengenal Onew hyung, Onew hyung bukan tipe orang yang akan tersenyum lebar pada orang yang baru dikenalnya. Tapi tadi jelas-jelas Onew hyung tersenyum lebar pada Mi-Young, sebenarnya sudah berapa lama mereka dekat? Key juga, bagaimana Yeoja ini bisa kenal dengan namja cerewet itu bahkan menjadi manajer tim basket, bukannya Key itu selalu saja ada alasan sehingga tim basket belum saja punya manager, ada apa?? Haaa~~~~~~
“Oppa... kamu lelah? Mengeluarkan nafas panjang seperti itu”
Yaa!! Aku lelah gara-gara kamu pabo! Engga aku sangka kalau jadi partner bisa begitu melelahkan, tapi tidak mungkin aku bilang, maka aku hanya menggeleng “Cepat selesaikan,, ehh..pabo! ini salah seharusnya persamaan ini diselesaikan dengan rumus ini dan.....”
Mi-Young, awalnya, Yeoja yang lebih memilih main PSP daripada melihat aku.
Mi-Young, mungkin ini karena dia partnerku, maka aku mempedulikannya.
Mi-Young kau tahu, hari-hari yang kulewati denganmu terasa lebih baik
Mi-Young kau membuatku terlupa akan masa lalu ku yang kelam
Mi-Young, kau membuat jiwaku hangat
Bagaimanapun aku akan menjagamu, apapun yang terjadi!
=============End of Minho POV==============
===============Author POV=====================
Sebulan kemudian
“Choi Minho, apakah kau yakin?“ tanya seorang namja dibalik kursi kantornya, saat ini Minho berada di ruangan kepala sekolah.
“Nee... Kim Mi-Young sama sekali tidak punya ingatan fotografis, kepala sekolah, dia yeoja biasa” Jawab Minho mantap sambil berusaha terlihat wajar, dia tahu dia berbohong, dia sudah bisa mengetahui kalau Mi-Young memiliki ingatan fotografis tapi jika sekolah tahu, dia pasti akan dimanfaatkan, anni.. cukup aku saja, Choi Minho yang dimanfaatkan oleh sekolah busuk ini, karena aku memang tidak punya pilihan lain.
Orang dibalik kursi itu pun berdiri dan berjalan ke arah Minho sambil tersenyum sinis, seorang namja sangat tampan, berkulit putih dan tinggi, dia menggunakan kaca mata hitam “Kalau hanya kita berdua kau tak perlu memanggilku kepala sekolah, cukup panggil saja aku Kyuhyun hyung”
“Anni... aku tidak bisa seperti itu, anda, walaupun masih sangat muda adalah kepala sekolah disini” jawab Minho sopan
“Minho, sebelumnya kamu terlihat yakin Kim Mi-Young punya ingatan fotografis”
“Saya keliru”
“Hmm... arra, oya, kau ingat kan kalau besok kau harus ke Tokyo selama seminggu, kau harus bisa menghack dan memasuki sistem keamanan kepolisian Jepang?”
“Nee.. tidak mungkin saya lupa”
“kau boleh pergi!”
“Nee... “ Minho pun meninggalkan ruangan kepala sekolah
“hahahahahha.. kau melindungi yeoja itu Minho? Aku merasa tidak bisa mempercayaimu, lihat saja, akan aku cari tahu apakah kau berbohong padaku atau tidak. Dan kau pasti tahu hukuman apa yang pantas bagi pengkhianat sekolah.
============Masiihhh... author POV=========
Ruang PKK. 16.00
“Waahhh~~~~ wanginya sungguh enak, kau sedang membuat apa Key?” Jonghyun menepuk pundak key yang beru saja memasukkan adonan ke dalam oven, membuat namja itu terlonjak kaget.
“Hyung, kau membuatku kaget!” ucap key sambil mengelus dadanya “Ya.. kau ini kemana saja! Tidak pernah masuk klub dan di kelas pun katanya kau sering bolos, kau tahu tidak kita akan ada pertandingan dua minggu lagi, pokoknya kamu harus ikut! Kita ada training intensif di Chungdam Hill besok lusa.kalau kamu tidak ikut aku..”
“Key! Stop! Kau cerewet sekali! Haha.. nee..aku akan ikut!.. hmm.. “ Jonghyun mengintip oven “Key, kau membuat strawberry pie? Aku mau ya! kebetulan aku sangat lapar..”
“Andwee... ini bukan untukmu hyung!”
“pelit kau, sedikit saja, kau tak kasihan sama hyung mu ini?”
“Nanti akan kubikinkan, tapi jangan yang ini,, jebal!”
Jonghyun mulai curiga, biasanya key selalu membolehkan makanannya dicicipi olehnya “Key, jangan bilang kalau kau akan memberikan pie ini pada yeoja yang kamu suka?”
“MWO?” Key terbelalak kaget, bagaimana hyungnya bisa tau? “An..ni.. ini bu..buatt aku ma..kan sendiri k..kok”
“Kekekekekkekekekeke” Jonghyun terkekeh sambil memegang perutnya, membuat muka Key makin merah padam “Kau tidak bisa menutupinya Key! Akhirnya kau menyukai yeoja juga, aku pikir kamu hanya mencintai aku!”
“kau gila hyung!, mana mungkin aku mencintaimu!” Key langsung manyun dan mengambil penggiling adonan lalu mulai memukulkannya pada Jonghyun “dasar! Kau ini! Berhenti menggodaku!!”
“nee.. arra,, keke mian key hehehe.. iya! Aku stop ketawa!” Jonghyun masih mesem-mesem melihat muka key yang bt banget “Jadi siapa yeoja itu?”
“Dia... kau juga akan tahu, dia manager baru tim basket kita, tapi hyung! Jangan beritahu siapa-siapa!”
“Waeyo? Ah~~ aku tahu, kamu pasti belum bilang ke dia! Dasar pabo! Dia direbut baru kau tahu rasa pabo!”
“Suatu saat aku akan bilang kok!”
“Hmm... jadi kapan kau akan memberikan pie cintamu ini padanya?”
“Dia sedang mengamati anggota baru yang sedang latihan, ternyata dia hebat loh! Bisa mempelajari dan ingat buku-buku basket yang aku berikan, aku akan memberikannya sesudah latihan, tentu saja setelah yang lain pulang” key tersenyum.
“Waahh....kau pasti benar-benar menyukainya!, ya sudah aku pergi dulu ya key, bye!!”
==============end of author POV==============
============Jonghyun POV=============
Aku masih senyum-senyum mengingat ekspresi key, hahahaha namja pabo itu sekarang sudah mulai jatuh cinta? Padahal rasanya bau kemaren dia menertawakan aku ketika aku bercerita bahwa aku sudah jatuh cinta pada seorang yeoja dari kelas 3 sd.
“Hyung, kau bisa bilang kalau itu cinta? Kau masih sd hyung! Hahahahahhahaa” kira-kira seperti itu dia terkekeh tak percaya.
Aku tak membalas perkataan Key dan hanya ikut tertawa, aku dan Key adalah sahabat dekat. Key adalah orang yang sangat berharga bagi diriku, mungkin setelah cinta pertamaku. Waktu kecil aku adalah anak yang sakit-sakitan, saat itu ketika aku sedang berobat di luar negeri aku sekamar dengan seorang namja yang menderita penyakit jantung kronis. Namja itu adalah hyungnya key, key sering datang berkunjung ke rumah sakit. Saat itu aku sangat membutuhkan donor sumsum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakitku dan tak disangka hari itu datang, dan operasi berjalan dengan lancar. Aku sembuh. Tapi aku mendapati kalau hyungnya Key yang meminta dokter untuk menyumbangkan sumsum tulang belakangnya padaku di saat-saat terakhirnya, dan dia hanya meninggalkan sepucuk surat padaku.
Untuk Namja Cilik yang selalu semangat
Aku harap ketika kau membaca surat ini, kau telah sembuh dari penyakitmu.
Jangan pikir ini salahmu karena aku mati, penyakitku ini sudah tak bisa tertolong, tapi kau, kau masih bisa tertolong dan meraih impianmu.
Aku tahu kamu tidak suka berhutang budi pada orang lain, maka sebagai gantinya
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
“Jonghyun sunbae, anneyong!” suara seorang yeoja membuyarkan lamunanku, akhh yeoja itu yeoja yang merusakkan PSP ku, sudah lama aku tidak melihatnya?, hmm dan dia bersama Soo yun.
“Anneyong!” balasku
“Kebetulan, tadi aku mau menitipkan kemeja dan syalmu yang sudah aku cuci dan setrika pada soo yun, soalnya sulit sekali untuk bertemu denganmu sunbae!”
“Ehh... gomawo” aku menerima sodoran yang diberikan yeoja di hadapanku.
“Cheonmaneyo sunbae,, ehh.. aku harus pergi sekarang, duluan ya sunbae, soo yun!”
“Nee...hati-hati kau diomeli si cerewet itu lagi!”
“Haha.. bye..” yeoja di hadapanku menggoyangkan badannya sambil melambai pada Soo yun, sebuah benda kecil tersingkap dari balik bajunya, sebelum aku dapat bereaksi apa-apa dia sudah berlalu.
Mwo?? Jjamkaman! Liontin itu... apa mungkin dia..
“Oppa... waeyo??”
“Soo yun, kau...tahu si siapa nama yeoja itu?”
“Nuguseyo? Maksud oppa yang tadi? Dia Mi-Young, memangnya oppa belum tahu namanya?”
“Jjamkaman, siapa? Mi Young? Kim Mi-Young?”
“Nee.. Kim Mi Young, waeyo oppa? Kau tampak pucat”
“Soo yun, kau tahu tadi dia mau kemana?”
“Aku pikir dia ke ruang olahraga oppa”
“Gomawo Soo yun!” aku mengambil sesuatu di kantong jaketku, sebuah keong laut berwarna keemasan, aku menatapnya sungguh-sungguh lalu aku pun langsung berlari, saat ini dipikiranku hanya dipenuhi oleh yeoja ini, bagaimana mungkin aku tidak sadar? Dia begitu dekat dengan ku!
Ya, aku sudah berjanji akan menemukannmu, sekarang aku akan menemukanmu! Tunggu aku Mi-Young!
Aku terus berlari ke ruang olahraga, tak memikirkan apapun, siapapun hanya dia! gadis itu yang selama ini aku cari! dan setelah aku sampai di depan aku berhenti. Benarkan Mi-Young ada di sini? Apa yang akan aku katakan padanya? Lalu perlahan aku mengintip ke dalam ruang olahraga dan Mi-Young disana! Tapi dia dengan siapa? Aku melihat lebih jauh dan aku tak bisa mempercayai mataku, aku melihat seorang namja yang memberikan pie strawberry pada Mi-Young, dan namja itu adalah KEY!
Aku hanya minta dua hal, jadilah pengganti aku untuk Key dan
Jangan pernah khianati dia.
Jonghyun sama sekali tak sadar, cangkang keong laut yang digengamnya, saat itu pula terjatuh ke lantai dan retak.
TBC
Comment?? comment??? kripik eh kritik saran juga boleehh, u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T,,, Please don't be silent reader =,= *mewek, abaikan*
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 7]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young she is U, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelumnya
========inget! key POV========
"Aishh....masak itu lebih cocok untukmu umma, appa a.k. aku tinggal menunggu makanannya saja" dan saat itu Jonghyun hyung dapat jitakkan keras dari Onew hyung.
"Akulah appa disini pabo! aku lah leadernya maka aku appanya!" Ujar Onew hyung pada jinki, lalu mereka mulai ribut memperebutkan gelar 'appa' itu, aku sih waktu itu tidak peduli dan langsung ke dapur.
“Eh..” aku menyadari mataku memanas dan bisa kurasakan setetes air mata membasahi pipiku yang tirus. Key pabo! Ada apa denganmu? Kenapa mengetahui kalau ruangan ini sudah sangat berbeda membuatmu sangat sedih? Tapi memang benar sekarang ruangan ini sudah sangat berbeda, apa mungkin ruangan ini bisa kembali seperti dulu?
“Key? Itu kamu?”
New Part
Aku tersentak, dan tanpa sempat menghapus air mata di pipiku aku berbalik. Hatiku serasa terlonjak ketika melihat seorang yeoja yang sedang melihatku dari pintu ruangan ini yang setengah terbuka. Aku pun buru-buru menghapus air mataku walau aku pikir percuma, dia sudah melihatnya. Key pabo! Dan sekarang dia akan menganggapmu namja yang cengeng.
“Mi-Young, apa yang kamu lakukan disini?”
Ya, yeoja itu adalah Mi-Young, yeoja mungil berambut panjang yang kelihatan cuek. Tapi ketika dia tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya dia bisa terlihat neumo kyeopta. Yeoja yang membuatku kesini karena aku merasa khawatir dia berada dekat dengan Choi Minho. Aku tidak ingin yeoja ini bernasib sama seperti Min Ah Noona. Aisshh...kenapa aku mempedulikannya?
“Key, waeyo? Kamu lagi sedih?” yeoja itu perlahan mendekati diriku dengan wajah cemas, aigoo memangnya muka ku ini begitu kelihatan sangat merana?
“Annii...gwenchana” kataku tapi tak berani menatap matanya yang sepertinya berusaha menatap mataku “Kamu ngapain disini?”
“Key, kamu berbohong” Mi-Young berkata lirih, kemudian aku melihat yeoja di depanku itu mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah kantung kecil berwarna biru, seperti wadah untuk jimat. Mungkin di dalamnya memang ada jimat. Apa yang akan yeoja itu lakukan? Mungkin kalau keadaannya seperti biasa aku akan mengomel, tapi benar kata yeoja ini, aku sedang down.
“Itu jimat?” tanyaku memastikan
“Nee, akan aku pinjamkan sebentar padamu” dia memegang tangan kananku dan menjabat tanganku dengan jimat yang terselip di tangannya “kalau kamu percaya, ini bisa menghilangkan sedikit kesedihan mu loh”
“Jinjja?” aku memandang matanya dan dia tersenyum sambil menunjukkan lesung pipinya yang manis, entah apa yang merasukiku, aku ingin memeluknya. Maka aku genggam jimatnya lalu aku tarik dirinya dalam pelukanku.
“Key??! Wae??” aku dapat merasakan yeoja ini berusaha melepaskan pelukanku. Tapi aku tidak bisa. Aku merasa baikkan. Apakah karena jimat yang aku genggam atau karena memeluk yeoja ini, tapi aku tidak peduli.
“Mi-Young, biarkan aku begini selama 5 menit saja, aku mohon” pintaku sambil berbisik di telinganya, dan sepertinya dia mengerti. Yeoja ini mulai berhenti memberontak dan hanya diam. Aisshh.. apa dia bisa mendengar detak jantungku yang kencang ini?
“Key, tapi kalau ada yang melihat...”
“Jangan pedulikan...” aku menutup mataku sambil membelai rambutnya yang panjang, sudah lama aku tak merasakan perasaan damai seperti ini, rasanya masalah-masalahku menghilang begitu saja. Aku tak tahu sudah berapa lama aku memeluknya, yang jelas kalau bisa aku tak mau melepaskannya.
Seandainya waktu berhenti saat ini juga, aku tidak akan menyesal
=============End of Key (My chagi,ABAIKAN) POV=======
============Kim Mi-Young POV==========
“Jinjja?” dia bertanya padaku apakah benar jimat yang aku bawa bisa menghilangkan kesedihan. Aku pun menganguk, aku percaya liontin burung biruku bisa menyerap ketidak bahagiaan. Lalu..
“Key??! Wae??” aku benar-benar tak percaya,, key memelukku? Lagi? Aku bisa merasakan darahku berdesir, ada perasaan aneh yang mengaliri tubuhku sama ketika dia memelukku. Perasaan aneh itu lebih kuat, membuatku tak nyaman, membuatku tak bisa bernafas.
“Mi-Young, biarkan aku begini selama 5 menit saja, aku mohon” katanya lirih di telingaku, membuatku teringat ekspresinya ketika tadi aku masuk pintu. Dia terlihat sangat merana, seolah sesuatu yang paling berharga telah direnggut darinya. Tapi tetap saja...
“Key, tapi kalau ada yang melihat?”
“Jangan pedulikan...”
Entah kenapa aku menurutinya, aku tidak membalas pelukannya, aku hanya diam. Aku takut kalau aku merangkulnya juga dia bisa merasakan kalau jantungku berdetak jauh lebih cepat, wajahku juga kenapa panas begini?
“Ehmmm” suara itu membuatku refleks mendorong Key, dan ketika aku berbalik yang kulihat adalah...
“Choi Minho... akhirnya kau datang juga, aku mencarimu” jawab Key tenang, dan aku baru sadar Key masih memegang tangan kiriku dengan jimatku yang terselip diantara tangan kami. Aku melihat ke sekeliling kecuali ke arah Minho, habis aku merasa dia sedang mengawasi aku dengan tatapan apinya itu, yang jelas aku tak sanggup melihat ke arahnya.
“Mi-Young, sini!” tanpa menanggapi key, Minho menarik tanganku ke arahny. Lalu ia mendongakkan wajahku sampai aku memandang matanya “Kenapa kau bisa disini pabo! Bukankah aku suruh kau mengerjakan soal-soal itu?? Kalau kau mau mengerjakan besok, lebih baik kau tidur daripada berkeliaran, walau aku yakin kau tidak akan tersesat”
“Mianhae, aku tadi tidak bisa tidur, jadi aku berjalan-jalan sedikit” aku berkata jujur, haduuhhh tatapannya punya kekuatan magis ya? aku jadi ga bisa bohong.
“Mi-Young, panggil aku oppa, bilang ‘oppa, mianhae, lain kali aku akan pergi dengan sepengetahuanmu’ sambil senyum, ppalli!” bisik Minho oppa padaku membuatku melongo, sepertinya nih namja makin tidak bisa aku mengerti jalan pikirannya. Tapi aku tak bisa menolaknya, maka aku lakukan..
“Minho oppa, mianhae, lain kali aku akan pergi dengan sepengetahuanmu” kataku sambil mencoba tersenyum, Minho membalas senyumanku sambil menganguk . Omooooo..........senyumannya beda dari biasanya! Biasanya senyumannya membuatku bergidik karena aku tahu itu adalah senyum bisnis, terpaksa, dan penuh kebohongan. Tapi senyum yang ada di depanku sekarang, membuatku diam membeku. Tunggu, apa dia memang setampan ini? Mi-Young sadarkan dirimu!!
“Ehmmm” kali ini Key yang berdeham membuatku sadar seketika, aegyoo...apa tadi aku terkena sihir?
“Apa yang kau mau Key?” Minho akhirnya memfokuskan dirinya pada Key “Aku terkejut kamu kembali lagi ke sini, memang benar sih SHINee membutuhkanmu, dan kau bisa datang kapanpun”
“Aku akan kembali ke SHINee dengan satu syarat” Key mendekati Minho dan aku “ Biarkan Mi-Young menjadi partnerku”
“Mwo??” aku kaget, kenapa Key tiba-tiba pengen aku jadi partnernya?
“Aniyo, aku tidak bisa” Jawab Minho langsung, masih tetap tenang. “Ini sudah diputuskan oleh direktur sekolah, Mi-Young tetap akan jadi partnerku selama setahun ini”
“Aku tak bisa, aku tak bisa mempercayakan dia pada orang seperti kamu, kamu tidak bisa aku percaya!”
“Key, sudah berapa kali aku katakan, aku juga tidak mau hal itu terjadi, aku tidak tahu akan seperti itu. Bisakah kamu berhenti menyalahkan aku?” sekarang Minho sudah mulai kehilangan ketenangannya “Lihat saja, tidak akan terjadi apa-apa dengan Mi-Young, aku akan menjaganya! ARASSEO!”
Lalu Minho pun menarik aku ke luar dari ruangan itu.
==============end of Mi-Young POV ==============
===================Author POV ================
6.00 am
Pagi itu cuaca sangat cerah, cahaya matahari masuk dari sela-sela jendela ke arah seorang yeoja yang tertidur di atas meja. Wajahnya terlihat sangat letih dan tangan kirinya masih memegang pinsil mekanik warna merahnya. Disampingnya beberapa lembar kertas berisi soal dan jawaban tersusun rapih, tapi ada beberapa lembar lagi yang hanya berisi soal dan ditidurinya. Sementara sebuah kipas angin terus menyala ke arahnya.
Seorang namja bertubuh jangkung dan tampan memasuki kamar yeoja itu. Wajahnya terlihat kusut karena tidak tidur semalaman. Habis dia pikir kalau baru tidur tengah malam, pasti dirinya bakal bangun kesiangan dan dipastikan akan bolos sekolah dengan sukses.
“Hey, yeoja cuek, bangun!!” Choi Minho yang mendapatinya tertidur serta merta menggoyangkan punggung yeoja itu, tapi satu, dua kali Kim Mi-Young tetap tertidur pulas. Maka Choi Minho pun dengan nggan menggoyangkan kedua pundak Kim Mi-Young dan kali ini ada reaksi, yeoja itu bergerak, menggeliat dan ...
Bruk... Kim Mi-Young jatuh dari kursi dan menubruk tubuh Choi Minho dengan mulusnya, mereka pun berpelukan..dan yang paling tidak dibayangkan Choi Minho...
‘apa ini?’ pikir namja itu bingung saat ia merasakan tubuh mungil yeoja itu menimpa tubuhnya, sekejap dia tidak bisa berpikir ketika bibirnya terasa hangat, namja itu terbelalak kaget menyadari bibirnya terkunci dengan bibir Kim Mi-Young dan tubuhnya pun beraksi seketika.
“Adaawww!!!!!!!!” Mi-Young menjerit keras, ternyata Choi Minho telah mendorong yeoja itu dan alhasil “Minho sunbae....aigool! sakit tau! Sunbae bangunin aku sampe jedugin aku ke tembok segala... ohh... jam 6, aku harus buru-buru deh.. “
“Sudah cepat sana! Pokoknya 30 menit lagi aku tunggu di bawah, sarapan tinggal 5 menit lagi, kayaknya ngga sempet, makanya nih!” Choi Minho terlihat sudah kembali menguasai dirinya, seolah tidak terjadi apa-apa. “Aku pergi” tambahnya lagi.
“Mwo?.. sandwich?! Hmm...gomawo” Kim Mi-Young mengangukkan kepalanya agak segan karena masih bt disuruh ngerjain soal yang ngebuat dia baru tidur jam 4, tapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu..
“ Minho sunbae, bibirmu kenapa?”
“Hah??! Ehh... aq gak ngerti apa yang kamu bilang” Laki-laki yang ditanyanya kaget bukan main, tapi dengan cepat ekspresinya dibuat datar dan ngga tahu menahu. Percuma saja karna Kim Mi-Young sudah melihat reaksi pertama. Mata yeoja itu menyipit curiga.
“Kalau kamu ada waktu buat mencurigai orang kayak gitu, lebih baik pake waktumu buat siap2 sekolah, aku tunggu 10 menit lagi di Helipad di atas, lebih dari itu, aku tinggal”
“MWO?? Hey! Sunbae!”
“Dan jangan panggil aku dengan panggilan sunbae, panggil Minho oppa dasar pabo!, dan aq tunggu 5 menit lagi!”Choi Minho pun berlalu meninggalkan Kim Mi-Young yang merenggut kesal, 5 menit siap-siap ke sekolah??? Cuma ngasi 5 menit? Dan dia belum mandi, ganti baju, beresin kamar dan...
“ARRGGHHH.... CHOI MINHOOO!! AWASS KAUU!” Ingin sekali Kim Mi-Young berteriak seperti itu.
================skip,, ceritanya uda mandi=============
Kim Mi-Young mematut dirinya yang telah memakai seragam regular class, jas dan rok selutut berwarna merah marun, dengan kemeja warna putih dan dasi bersulam huruf R. Ia tak punya waktu untuk memperhatikan penampilannya lebih jauh, karna ini sudah 10 menit lebih dari waktu yang diberikan Choi Minho, dengan segera yeoja itu menyambar tas gendong hitamnya dan bergegas keluar ruangan melewati jalan yang kemarin dilewatinya, ke arah atas dimana tempat helipad berada. Dan ketika dia menaiki tangga dan berbelok...
Duuk..yeoja itu menabrak seorang namja, dan seketika itu juga lembaran kertas yang dipegang namja itu jatuh berceceran
“Eeehhh....mianhae! sinih aku ambilin” Kim Mi-Young dengan cepat membantu namja itu memungut tumpukkan kertas yang berceceran dan memberikannya.
“Gomawo”
Kim Mi-Young terperangah, dia baru menyadari yang ditabraknya adalah seorang namja yang ditemuinya di ruang kesehatan. Yesung songsaengnim! Omoo..... dia begitu dekat dengannya.
“Eh, waeyo? Yesung songsaeng masih mencari?” tanya Mi-Young sambil memperhatikan wajah Yesung songsaeng dari dekat, memang lebih dekat dilihat, namja ini terlihat makin tampan.
“Nee, soalnya ini bukan milik saya, kalau kurang satu saja, saya akan merasa tidak enak sama Leeuteuk songsaeng, tapi saya tidak tahu berapa jumlah kertasnya”
“Ngga perlu” Kim Mi-Young menghentikan tangan namja itu yang meraba di kolong meja “kertas yang yesung songsaeng jatuhkan tu 27 lembar, 13 saya yang ambil dan 14 anda yang ambil, saya yakin”
“Ahhh??” Yesung songsaeng terlihat bingung, bahkan wajah bingungnya terlihat sangat tampan di mata yeoja ini.
“Percaya deh! Yesung songsaeng”
“Ahh..ok.. oya, Kamu mau sekolah? Bukannya sebentar lagi bel?”
“OMO!! Oya, saya pergi dulu! Oh, ya yesung songsaeng kok bisa ada di sini?”
“Ohh, karena saya pengganti guru yang sebelumnya bertanggung jawab di asrama SHINing star ini, dan kamu? Yang waktu itu sama Onew kan? Partnernya onew?”
“Anni... aku partnernya Minho oppa, Kim Mi-Young imnida ” Mi-Young melihat jamnya lagi “Baiklah Yesung songsaeng, saya pergi dulu” Kim Mi-Young tersenyum manis, yeoja itu sangat senang karena orang yang dia pikir dia suka ternyata satu asrama dengannya. Yah... ada untungnya juga bisa tinggal di asrama shining star, bisa ngedeketin Yesung songsaeng, pikirnya senang.
Mi-young yakin kalau dia memang menyukai yesung songseng. Ahhh.... senangnya kalau punya namjachingu secakep dan sekeren yesung songsaeng, pikirnya sambil tersenyum. Yah sekarang ngga ada waktu untuk memikirkan namja manis itu, kali ini dibenaknya muncul Minho, apakah cowok dingin itu masih menunggunya?
Begitu sampai di atas serta merta angin kencang yang ditimbulkan oleh baling-baling helikopter menerpa Kim Mi-Young, dan tepat dihadapannya dua orang namja melihat ke arahnya. Yang satu, namja tinggi berkacamata, wajahnya yang tirus, mungil dan tampan terlihat sangat cool seperti karakter utama cowok pada komik jepang dan sorot matanya tajam. Dia mengenakan seragam hitam dan kemeja putih dengan dasi berukir tinta emas membentuk huruf S, Choi Minho menatap tajam Kim Mi-Young membuat yeoja mungil itu mengalihkan pandangannya, ada yang tidak beres dari sorot mata tu orang, pikirnya.
“Kamu tahu telat berapa lama? 23 menit 54 detik Kim Mi-Young dan 5 menit 5 detik lagi kelas akan masuk”
“Sudah aku bilang kan, si pabo ini biar sama aku saja!” namja satunya lagi menimpali yang tak lain dan tak bukan adalah Key. Namja itu menggunakan seragam senada dengan Kim Mi-Young Cuma dilengan kanannya terdapat 2 lingkaran putih yang menandakan tahun kedua.
“Mian...” Kim Mi-Young berkata datar sambil berjalan ke arah mereka, dan yeoja itu agak terkejut karna seketika Choi Minho menarik lengannya mendekat ke tubuhnya.
“Tapi dia partnerku, sana urus partnermu sendiri!” Choi Minho melirik yeoja dibelakang Key yang hanya berdiri mematung, Kim Mi-Young sendiri baru sadar bahwa yeoja itu ada disana sedari tadi. Seorang yeoja berambut ikal dan panjang yang sepertinya keturunan eropa balik memperhatikannya, benar-benar yeoja yang cantik jelita, seperti putri. Yeoja itu mengenakan seragam yang senada dengan Choi Minho, berarti dia kelas spesial.
“Lee eun jae dan Key, apakah kalian akan ikut? Tentunya akan memakan waktu untuk menyalakan mesin helikopter yang satu lagi, ikut saja” Choi Minho berkata ramah, akhirnya dengan enggan Key diikuti Lee eun jae naik dalam helikopter.
Helikopter pun mengudara,,, Key yang sebenarnya takut ketinggian sekaang sudah mulai terbiasa naik helikopter tapi tetap saja, dia tidak berani menatap keluar, ia pun tak sengaja memperhatikan wajah Kim Mi-Young berubah pucat pasi “wae?Kamu kenapa? Takut?”
Choi Minho tersentak, “Eh, kamu takut ketinggian? Tapi tadi malam kamu...” Choi Minho teringat tadi malam ketika naik heli dia terlalu sibuk dengan netbooknya dan mengira Kim Mi-Young sedang tertidur sambil tengkurap padahal yeoja itu sebenarnya sangat ketakutan pada ketinggian, perasaannya jadi tak enak.
Ketika heli meningkatkan ketinggiannya serta merta Kim Mi-Young memeluk bahu Key..”Eh,, mianhae Key”
Sebelum Key sempat berkata apapun, Choi Minho serta merta membalikkan tubuh Kim Mi-Young ke arahnya dan mengerudungkan jasnya agar Kim Mi-Young tidak bisa melihat ke luar “cukupkan begini? Kita bakal cepet sampai”
“Ehh,, Minho oppa, itu manis banget. Jangan-jangan yeoja ini bukan hanya partner tapi kekasih oppa ya?” Eun Jae tiba-tiba nyeletuk,, “waahh,, oppa harus mikirin fans2 oppa diluar sana loh!”
Key mendelik ke arah Choi Minho sedangkan Choi Minho hanya tersenyum, entah mengapa namja itu merasa senang ada yang mengira dirinya dan Kim Mi-Young adalah sepasang kekasih. Belum sempat menanggapi, helikopter telah turun.. Kim Mi-Young yang asalnya pucat, terlihat sudah pulih saat menginjakkan kaki di depan gerbang sekolah. Disini mereka berpisah, Kim Mi-Young dan Key ke arah utara, ke arah area regular class dan Choi Minho serta Lee eun jae ke arah selatan, tapi sebelum itu.
“Lee eun jae!” Kim Mi-Young memanggil yeoja yang sudah mau pergi, Choi Minho pun melirik kembali “Minho oppa bukan namja chingu aq, dan ngga akan pernah!”
“Oh ya? Mungkin kamu memang tidak akan pernah jadi kekasihnya. Tapi apa kamu yakin tidak akan menyukainya?”Eun jae memandang sangsi pada yeoja mungil itu.
“Aku...”Kim Mi-Young terdiam, ntah mengapa dia kesulitan membalas. Jangan-jangan Choi Minho mengeluarkan sesuatu yang membuat Kim Mi-Young sulit untuk mengucapkan apa yang ingin dikatakannya.
“Pabo!!! Kita bisa telat tau!” Untung saja Key segera menarik tangan Kim Mi-Young “Tentu saja dia ngga akan menyukai Choi Minho!, beres? Nah kami duluan”
“Choi Minho... baru kali ini aku liat Key seperti itu, kamu juga, apa yeoja itu ‘spesial’?” Eun jae bertanya sambil memandang punggung Key dan Kim Mi-Young di belokkan, tapi Choi Minho tidak juga menyahut malah memegang bibirnya yang agak luka“ Eh, kenapa dengan bibirmu?”
“Bukan, bukan apa-apa” tanpa berkata lagi, ia pun berlalu.
============Choi Minho –pov-===============
“Choi Minho, kamu tahukan ini penting, ini perintah dari organisasi! Selesaikan dalam waktu sehari, bisa kamu bereskan?”
Oh ya. aku, Choi Minho adalah siswa kelas XI special class SMA SHINING SCHOOL, dari masuk smp banyak yang mengira aku bisa masuk ke kelas special karena bakat olahragaku yang luar biasa. Ya, aku sangat hebat dibidang olahraga. Kadang pihak sekolah menyertakan aku yang bukan klub tenis untuk menjadi peserta dalam kejuaraan tenis, begitupun olahraga lainnya. Tapi aku bosan tidak ada yang dapat menandingiku, lalu ketika aku diminta jadi partisipan sementara dalam kejuaraan basket waktu smp, ada seseorang yang dapat menandingiku, seorang namja aneh yang cerewet. Kenapa aku malah bercerita tentang dia? Oh ya, bakatku yang paling potensial dan membuatku menjadi anak emas SHINing school adalah bakatku menghack. Ya benar, aku adalah seorang hacker dengan julukan Flame.
“Sistem keamanannya sangat ketat, tapi baiklah, akan kuusahakan” Aku pun lalu keluar dari ruang kelas paling akhir, lorong di kelas spesial sudah sepi. “Yah maklum lah, anak yang lain sudah pulang sedangkan aku baru menyelesaikan “misi” ku yang terlambat dikerjakan” aku pun berjalan ke arah luar, dan tak sengaja melihat cermin. Aku masih tampak seperti aku, tapi...”tuh kan!” aku mengumpati diriku yang kembali teringat kejadian tadi pagi.
‘kejadian itu nyata? Ternyata memang ciuman itu nggak sehat! Membuat gelisah seharian. Si Mi Young itu harus bertanggung jawab membuat ku terlihat pabo begini!” Kugoyang-goyangkan kepalaku, berharap kejadian tada pagi bisa menghilang keluar dari otakku, tubuhnya yang mungil, pinggangnya yang ramping, bibirnya yang..gila! apakah aku sudah kerasukkan?? Dasar mesummm,,, cepat keluar!!
“Oppa?”
“Hah?” aku kaget karena tiba-tiba ada yang menepuk pundakku, dan ketika berbalik ternyata Eun Jae yang menyapaku.
“Oppa?? Gwenchana?”
Otakku bekerja, mungkin kah kalau aku mencium gadis lain maka Mi Young bakal menghilang dari pikiranku? Seharian ini diriku benar-benar tidak bisa fokus, maka ntah tanpa pikir panjang aku memegang pipi Eun Jae dan menciumnya.
“O..oppa?”
“Mianhae, aku nggak bermaksud begitu” ahh..Minho pabo, apa yang ada dipikiran mu, aku nggak mungkin mencium bibirnya maka tadi aku cium saja pipinya dan sekarang gadis ini bingung, apa yang harus aku jelaskan?
“Oppa... gwenchana.. sebenernya... saranghae” Eun Jae tiba-tiba melompat ke pelukanku dan mencium bibirku, melumatnya, apaan ini? Ini salahh... dia bilang dia mencintaiku dan sekarang?belum sempat aku bereaksi..
“Ehh.. Mi-Young sshi..”
Mi-Young?? Otakku mendadak telmi, dan ketika aku berbalik, kulihat ternyata benar gadis yang dari tadi pagi menghantui pikiranku, gadis mungil dengan lesung pipit itu sedang melihatku dengan wajah datar. Apa dia melihat semuanya?
“Mian Eun Jae sshi dan Minho oppa, aku tidak tau kalian lagi sibuk, silahkan teruskan” gadis itu pun berbalik, hey tunggu Mi Young kamu benar-benar akan pergi seperti itu? Maka kutarik lengan kecilnya.
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” uupss... aku kelepasan,,rasanya malu banget, bagaimana aku bisa bilang hal seperti itu depan dia!
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?"
Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
“Oppa? Oppa berciuman tadi pagi? Sebenarnya ada apa ini oppa?”
“Eun Jae, mianhae, aku harus pergi sekarang...”
=================End of Minho POV ==================
=========================Author POV ==============
17. 05 KST
Incheon International Airport
Incheon International Airport terlihat ramai sepeti biasanya, orang-orang dari berbagai negara terlihat memadati bandara terbesar di korea selatan itu. Seorang namja berwajah manis terlihat sibuk memperhatikan satu persatu wajah orang-orang yang baru saja datang dan keluar dari pintu kedatangan airport hingga akhirnya dia menemukan orang yang dia kenal.
“Min Gi NOONA!!” Teriak namja itu pada seorang yeoja berambut lurus panjang dan menggunakan topi yang baru saja keluar, yeoja itu rupanya sadar dan melihat namja yang memanggilnya.
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
TBC
Naahhhhhhhh semakin mendekati ke inti cerita =DD,, Min Gi udah dateng, sebenernya dia ada hubungan apa sama nyu?
Apa Mi-Young bener-bener suka sama Yesung Songsaeng?#Kalo author si bener2 suka >//< *ga da yg nanya*
Sebenernya gimana sih perasaan Minho sama Key ke Mi-Young? Lalu Jonghyun, ngapain sih dia kok jarang muncul? #authorditendangblingers#
Terus kenapa SHINee bisa pecah?
Lalu si Jung su itu siapa?
Authornya siapa si?? #ga nyambung#
Hehehe makannya ikutin terus y! Tinggal 3 or 4 part lagi T,T #Author mewek, ABAIKAN#
Comment?? comment??? u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T
@FF ini sudah dipostkan di NOTE FB AQ, Jadi jangan coba2 Plagiat, banyak saksi yang udah baca@
gomawo ^^
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young she is U, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Yesung, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelumnya
========inget! key POV========
"Aishh....masak itu lebih cocok untukmu umma, appa a.k. aku tinggal menunggu makanannya saja" dan saat itu Jonghyun hyung dapat jitakkan keras dari Onew hyung.
"Akulah appa disini pabo! aku lah leadernya maka aku appanya!" Ujar Onew hyung pada jinki, lalu mereka mulai ribut memperebutkan gelar 'appa' itu, aku sih waktu itu tidak peduli dan langsung ke dapur.
“Eh..” aku menyadari mataku memanas dan bisa kurasakan setetes air mata membasahi pipiku yang tirus. Key pabo! Ada apa denganmu? Kenapa mengetahui kalau ruangan ini sudah sangat berbeda membuatmu sangat sedih? Tapi memang benar sekarang ruangan ini sudah sangat berbeda, apa mungkin ruangan ini bisa kembali seperti dulu?
“Key? Itu kamu?”
New Part
Aku tersentak, dan tanpa sempat menghapus air mata di pipiku aku berbalik. Hatiku serasa terlonjak ketika melihat seorang yeoja yang sedang melihatku dari pintu ruangan ini yang setengah terbuka. Aku pun buru-buru menghapus air mataku walau aku pikir percuma, dia sudah melihatnya. Key pabo! Dan sekarang dia akan menganggapmu namja yang cengeng.
“Mi-Young, apa yang kamu lakukan disini?”
Ya, yeoja itu adalah Mi-Young, yeoja mungil berambut panjang yang kelihatan cuek. Tapi ketika dia tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya dia bisa terlihat neumo kyeopta. Yeoja yang membuatku kesini karena aku merasa khawatir dia berada dekat dengan Choi Minho. Aku tidak ingin yeoja ini bernasib sama seperti Min Ah Noona. Aisshh...kenapa aku mempedulikannya?
“Key, waeyo? Kamu lagi sedih?” yeoja itu perlahan mendekati diriku dengan wajah cemas, aigoo memangnya muka ku ini begitu kelihatan sangat merana?
“Annii...gwenchana” kataku tapi tak berani menatap matanya yang sepertinya berusaha menatap mataku “Kamu ngapain disini?”
“Key, kamu berbohong” Mi-Young berkata lirih, kemudian aku melihat yeoja di depanku itu mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah kantung kecil berwarna biru, seperti wadah untuk jimat. Mungkin di dalamnya memang ada jimat. Apa yang akan yeoja itu lakukan? Mungkin kalau keadaannya seperti biasa aku akan mengomel, tapi benar kata yeoja ini, aku sedang down.
“Itu jimat?” tanyaku memastikan
“Nee, akan aku pinjamkan sebentar padamu” dia memegang tangan kananku dan menjabat tanganku dengan jimat yang terselip di tangannya “kalau kamu percaya, ini bisa menghilangkan sedikit kesedihan mu loh”
“Jinjja?” aku memandang matanya dan dia tersenyum sambil menunjukkan lesung pipinya yang manis, entah apa yang merasukiku, aku ingin memeluknya. Maka aku genggam jimatnya lalu aku tarik dirinya dalam pelukanku.
“Key??! Wae??” aku dapat merasakan yeoja ini berusaha melepaskan pelukanku. Tapi aku tidak bisa. Aku merasa baikkan. Apakah karena jimat yang aku genggam atau karena memeluk yeoja ini, tapi aku tidak peduli.
“Mi-Young, biarkan aku begini selama 5 menit saja, aku mohon” pintaku sambil berbisik di telinganya, dan sepertinya dia mengerti. Yeoja ini mulai berhenti memberontak dan hanya diam. Aisshh.. apa dia bisa mendengar detak jantungku yang kencang ini?
“Key, tapi kalau ada yang melihat...”
“Jangan pedulikan...” aku menutup mataku sambil membelai rambutnya yang panjang, sudah lama aku tak merasakan perasaan damai seperti ini, rasanya masalah-masalahku menghilang begitu saja. Aku tak tahu sudah berapa lama aku memeluknya, yang jelas kalau bisa aku tak mau melepaskannya.
Seandainya waktu berhenti saat ini juga, aku tidak akan menyesal
=============End of Key (My chagi,ABAIKAN) POV=======
============Kim Mi-Young POV==========
“Jinjja?” dia bertanya padaku apakah benar jimat yang aku bawa bisa menghilangkan kesedihan. Aku pun menganguk, aku percaya liontin burung biruku bisa menyerap ketidak bahagiaan. Lalu..
“Key??! Wae??” aku benar-benar tak percaya,, key memelukku? Lagi? Aku bisa merasakan darahku berdesir, ada perasaan aneh yang mengaliri tubuhku sama ketika dia memelukku. Perasaan aneh itu lebih kuat, membuatku tak nyaman, membuatku tak bisa bernafas.
“Mi-Young, biarkan aku begini selama 5 menit saja, aku mohon” katanya lirih di telingaku, membuatku teringat ekspresinya ketika tadi aku masuk pintu. Dia terlihat sangat merana, seolah sesuatu yang paling berharga telah direnggut darinya. Tapi tetap saja...
“Key, tapi kalau ada yang melihat?”
“Jangan pedulikan...”
Entah kenapa aku menurutinya, aku tidak membalas pelukannya, aku hanya diam. Aku takut kalau aku merangkulnya juga dia bisa merasakan kalau jantungku berdetak jauh lebih cepat, wajahku juga kenapa panas begini?
“Ehmmm” suara itu membuatku refleks mendorong Key, dan ketika aku berbalik yang kulihat adalah...
“Choi Minho... akhirnya kau datang juga, aku mencarimu” jawab Key tenang, dan aku baru sadar Key masih memegang tangan kiriku dengan jimatku yang terselip diantara tangan kami. Aku melihat ke sekeliling kecuali ke arah Minho, habis aku merasa dia sedang mengawasi aku dengan tatapan apinya itu, yang jelas aku tak sanggup melihat ke arahnya.
“Mi-Young, sini!” tanpa menanggapi key, Minho menarik tanganku ke arahny. Lalu ia mendongakkan wajahku sampai aku memandang matanya “Kenapa kau bisa disini pabo! Bukankah aku suruh kau mengerjakan soal-soal itu?? Kalau kau mau mengerjakan besok, lebih baik kau tidur daripada berkeliaran, walau aku yakin kau tidak akan tersesat”
“Mianhae, aku tadi tidak bisa tidur, jadi aku berjalan-jalan sedikit” aku berkata jujur, haduuhhh tatapannya punya kekuatan magis ya? aku jadi ga bisa bohong.
“Mi-Young, panggil aku oppa, bilang ‘oppa, mianhae, lain kali aku akan pergi dengan sepengetahuanmu’ sambil senyum, ppalli!” bisik Minho oppa padaku membuatku melongo, sepertinya nih namja makin tidak bisa aku mengerti jalan pikirannya. Tapi aku tak bisa menolaknya, maka aku lakukan..
“Minho oppa, mianhae, lain kali aku akan pergi dengan sepengetahuanmu” kataku sambil mencoba tersenyum, Minho membalas senyumanku sambil menganguk . Omooooo..........senyumannya beda dari biasanya! Biasanya senyumannya membuatku bergidik karena aku tahu itu adalah senyum bisnis, terpaksa, dan penuh kebohongan. Tapi senyum yang ada di depanku sekarang, membuatku diam membeku. Tunggu, apa dia memang setampan ini? Mi-Young sadarkan dirimu!!
“Ehmmm” kali ini Key yang berdeham membuatku sadar seketika, aegyoo...apa tadi aku terkena sihir?
“Apa yang kau mau Key?” Minho akhirnya memfokuskan dirinya pada Key “Aku terkejut kamu kembali lagi ke sini, memang benar sih SHINee membutuhkanmu, dan kau bisa datang kapanpun”
“Aku akan kembali ke SHINee dengan satu syarat” Key mendekati Minho dan aku “ Biarkan Mi-Young menjadi partnerku”
“Mwo??” aku kaget, kenapa Key tiba-tiba pengen aku jadi partnernya?
“Aniyo, aku tidak bisa” Jawab Minho langsung, masih tetap tenang. “Ini sudah diputuskan oleh direktur sekolah, Mi-Young tetap akan jadi partnerku selama setahun ini”
“Aku tak bisa, aku tak bisa mempercayakan dia pada orang seperti kamu, kamu tidak bisa aku percaya!”
“Key, sudah berapa kali aku katakan, aku juga tidak mau hal itu terjadi, aku tidak tahu akan seperti itu. Bisakah kamu berhenti menyalahkan aku?” sekarang Minho sudah mulai kehilangan ketenangannya “Lihat saja, tidak akan terjadi apa-apa dengan Mi-Young, aku akan menjaganya! ARASSEO!”
Lalu Minho pun menarik aku ke luar dari ruangan itu.
==============end of Mi-Young POV ==============
===================Author POV ================
6.00 am
Pagi itu cuaca sangat cerah, cahaya matahari masuk dari sela-sela jendela ke arah seorang yeoja yang tertidur di atas meja. Wajahnya terlihat sangat letih dan tangan kirinya masih memegang pinsil mekanik warna merahnya. Disampingnya beberapa lembar kertas berisi soal dan jawaban tersusun rapih, tapi ada beberapa lembar lagi yang hanya berisi soal dan ditidurinya. Sementara sebuah kipas angin terus menyala ke arahnya.
Seorang namja bertubuh jangkung dan tampan memasuki kamar yeoja itu. Wajahnya terlihat kusut karena tidak tidur semalaman. Habis dia pikir kalau baru tidur tengah malam, pasti dirinya bakal bangun kesiangan dan dipastikan akan bolos sekolah dengan sukses.
“Hey, yeoja cuek, bangun!!” Choi Minho yang mendapatinya tertidur serta merta menggoyangkan punggung yeoja itu, tapi satu, dua kali Kim Mi-Young tetap tertidur pulas. Maka Choi Minho pun dengan nggan menggoyangkan kedua pundak Kim Mi-Young dan kali ini ada reaksi, yeoja itu bergerak, menggeliat dan ...
Bruk... Kim Mi-Young jatuh dari kursi dan menubruk tubuh Choi Minho dengan mulusnya, mereka pun berpelukan..dan yang paling tidak dibayangkan Choi Minho...
‘apa ini?’ pikir namja itu bingung saat ia merasakan tubuh mungil yeoja itu menimpa tubuhnya, sekejap dia tidak bisa berpikir ketika bibirnya terasa hangat, namja itu terbelalak kaget menyadari bibirnya terkunci dengan bibir Kim Mi-Young dan tubuhnya pun beraksi seketika.
“Adaawww!!!!!!!!” Mi-Young menjerit keras, ternyata Choi Minho telah mendorong yeoja itu dan alhasil “Minho sunbae....aigool! sakit tau! Sunbae bangunin aku sampe jedugin aku ke tembok segala... ohh... jam 6, aku harus buru-buru deh.. “
“Sudah cepat sana! Pokoknya 30 menit lagi aku tunggu di bawah, sarapan tinggal 5 menit lagi, kayaknya ngga sempet, makanya nih!” Choi Minho terlihat sudah kembali menguasai dirinya, seolah tidak terjadi apa-apa. “Aku pergi” tambahnya lagi.
“Mwo?.. sandwich?! Hmm...gomawo” Kim Mi-Young mengangukkan kepalanya agak segan karena masih bt disuruh ngerjain soal yang ngebuat dia baru tidur jam 4, tapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu..
“ Minho sunbae, bibirmu kenapa?”
“Hah??! Ehh... aq gak ngerti apa yang kamu bilang” Laki-laki yang ditanyanya kaget bukan main, tapi dengan cepat ekspresinya dibuat datar dan ngga tahu menahu. Percuma saja karna Kim Mi-Young sudah melihat reaksi pertama. Mata yeoja itu menyipit curiga.
“Kalau kamu ada waktu buat mencurigai orang kayak gitu, lebih baik pake waktumu buat siap2 sekolah, aku tunggu 10 menit lagi di Helipad di atas, lebih dari itu, aku tinggal”
“MWO?? Hey! Sunbae!”
“Dan jangan panggil aku dengan panggilan sunbae, panggil Minho oppa dasar pabo!, dan aq tunggu 5 menit lagi!”Choi Minho pun berlalu meninggalkan Kim Mi-Young yang merenggut kesal, 5 menit siap-siap ke sekolah??? Cuma ngasi 5 menit? Dan dia belum mandi, ganti baju, beresin kamar dan...
“ARRGGHHH.... CHOI MINHOOO!! AWASS KAUU!” Ingin sekali Kim Mi-Young berteriak seperti itu.
================skip,, ceritanya uda mandi=============
Kim Mi-Young mematut dirinya yang telah memakai seragam regular class, jas dan rok selutut berwarna merah marun, dengan kemeja warna putih dan dasi bersulam huruf R. Ia tak punya waktu untuk memperhatikan penampilannya lebih jauh, karna ini sudah 10 menit lebih dari waktu yang diberikan Choi Minho, dengan segera yeoja itu menyambar tas gendong hitamnya dan bergegas keluar ruangan melewati jalan yang kemarin dilewatinya, ke arah atas dimana tempat helipad berada. Dan ketika dia menaiki tangga dan berbelok...
Duuk..yeoja itu menabrak seorang namja, dan seketika itu juga lembaran kertas yang dipegang namja itu jatuh berceceran
“Eeehhh....mianhae! sinih aku ambilin” Kim Mi-Young dengan cepat membantu namja itu memungut tumpukkan kertas yang berceceran dan memberikannya.
“Gomawo”
Kim Mi-Young terperangah, dia baru menyadari yang ditabraknya adalah seorang namja yang ditemuinya di ruang kesehatan. Yesung songsaengnim! Omoo..... dia begitu dekat dengannya.
“Eh, waeyo? Yesung songsaeng masih mencari?” tanya Mi-Young sambil memperhatikan wajah Yesung songsaeng dari dekat, memang lebih dekat dilihat, namja ini terlihat makin tampan.
“Nee, soalnya ini bukan milik saya, kalau kurang satu saja, saya akan merasa tidak enak sama Leeuteuk songsaeng, tapi saya tidak tahu berapa jumlah kertasnya”
“Ngga perlu” Kim Mi-Young menghentikan tangan namja itu yang meraba di kolong meja “kertas yang yesung songsaeng jatuhkan tu 27 lembar, 13 saya yang ambil dan 14 anda yang ambil, saya yakin”
“Ahhh??” Yesung songsaeng terlihat bingung, bahkan wajah bingungnya terlihat sangat tampan di mata yeoja ini.
“Percaya deh! Yesung songsaeng”
“Ahh..ok.. oya, Kamu mau sekolah? Bukannya sebentar lagi bel?”
“OMO!! Oya, saya pergi dulu! Oh, ya yesung songsaeng kok bisa ada di sini?”
“Ohh, karena saya pengganti guru yang sebelumnya bertanggung jawab di asrama SHINing star ini, dan kamu? Yang waktu itu sama Onew kan? Partnernya onew?”
“Anni... aku partnernya Minho oppa, Kim Mi-Young imnida ” Mi-Young melihat jamnya lagi “Baiklah Yesung songsaeng, saya pergi dulu” Kim Mi-Young tersenyum manis, yeoja itu sangat senang karena orang yang dia pikir dia suka ternyata satu asrama dengannya. Yah... ada untungnya juga bisa tinggal di asrama shining star, bisa ngedeketin Yesung songsaeng, pikirnya senang.
Mi-young yakin kalau dia memang menyukai yesung songseng. Ahhh.... senangnya kalau punya namjachingu secakep dan sekeren yesung songsaeng, pikirnya sambil tersenyum. Yah sekarang ngga ada waktu untuk memikirkan namja manis itu, kali ini dibenaknya muncul Minho, apakah cowok dingin itu masih menunggunya?
Begitu sampai di atas serta merta angin kencang yang ditimbulkan oleh baling-baling helikopter menerpa Kim Mi-Young, dan tepat dihadapannya dua orang namja melihat ke arahnya. Yang satu, namja tinggi berkacamata, wajahnya yang tirus, mungil dan tampan terlihat sangat cool seperti karakter utama cowok pada komik jepang dan sorot matanya tajam. Dia mengenakan seragam hitam dan kemeja putih dengan dasi berukir tinta emas membentuk huruf S, Choi Minho menatap tajam Kim Mi-Young membuat yeoja mungil itu mengalihkan pandangannya, ada yang tidak beres dari sorot mata tu orang, pikirnya.
“Kamu tahu telat berapa lama? 23 menit 54 detik Kim Mi-Young dan 5 menit 5 detik lagi kelas akan masuk”
“Sudah aku bilang kan, si pabo ini biar sama aku saja!” namja satunya lagi menimpali yang tak lain dan tak bukan adalah Key. Namja itu menggunakan seragam senada dengan Kim Mi-Young Cuma dilengan kanannya terdapat 2 lingkaran putih yang menandakan tahun kedua.
“Mian...” Kim Mi-Young berkata datar sambil berjalan ke arah mereka, dan yeoja itu agak terkejut karna seketika Choi Minho menarik lengannya mendekat ke tubuhnya.
“Tapi dia partnerku, sana urus partnermu sendiri!” Choi Minho melirik yeoja dibelakang Key yang hanya berdiri mematung, Kim Mi-Young sendiri baru sadar bahwa yeoja itu ada disana sedari tadi. Seorang yeoja berambut ikal dan panjang yang sepertinya keturunan eropa balik memperhatikannya, benar-benar yeoja yang cantik jelita, seperti putri. Yeoja itu mengenakan seragam yang senada dengan Choi Minho, berarti dia kelas spesial.
“Lee eun jae dan Key, apakah kalian akan ikut? Tentunya akan memakan waktu untuk menyalakan mesin helikopter yang satu lagi, ikut saja” Choi Minho berkata ramah, akhirnya dengan enggan Key diikuti Lee eun jae naik dalam helikopter.
Helikopter pun mengudara,,, Key yang sebenarnya takut ketinggian sekaang sudah mulai terbiasa naik helikopter tapi tetap saja, dia tidak berani menatap keluar, ia pun tak sengaja memperhatikan wajah Kim Mi-Young berubah pucat pasi “wae?Kamu kenapa? Takut?”
Choi Minho tersentak, “Eh, kamu takut ketinggian? Tapi tadi malam kamu...” Choi Minho teringat tadi malam ketika naik heli dia terlalu sibuk dengan netbooknya dan mengira Kim Mi-Young sedang tertidur sambil tengkurap padahal yeoja itu sebenarnya sangat ketakutan pada ketinggian, perasaannya jadi tak enak.
Ketika heli meningkatkan ketinggiannya serta merta Kim Mi-Young memeluk bahu Key..”Eh,, mianhae Key”
Sebelum Key sempat berkata apapun, Choi Minho serta merta membalikkan tubuh Kim Mi-Young ke arahnya dan mengerudungkan jasnya agar Kim Mi-Young tidak bisa melihat ke luar “cukupkan begini? Kita bakal cepet sampai”
“Ehh,, Minho oppa, itu manis banget. Jangan-jangan yeoja ini bukan hanya partner tapi kekasih oppa ya?” Eun Jae tiba-tiba nyeletuk,, “waahh,, oppa harus mikirin fans2 oppa diluar sana loh!”
Key mendelik ke arah Choi Minho sedangkan Choi Minho hanya tersenyum, entah mengapa namja itu merasa senang ada yang mengira dirinya dan Kim Mi-Young adalah sepasang kekasih. Belum sempat menanggapi, helikopter telah turun.. Kim Mi-Young yang asalnya pucat, terlihat sudah pulih saat menginjakkan kaki di depan gerbang sekolah. Disini mereka berpisah, Kim Mi-Young dan Key ke arah utara, ke arah area regular class dan Choi Minho serta Lee eun jae ke arah selatan, tapi sebelum itu.
“Lee eun jae!” Kim Mi-Young memanggil yeoja yang sudah mau pergi, Choi Minho pun melirik kembali “Minho oppa bukan namja chingu aq, dan ngga akan pernah!”
“Oh ya? Mungkin kamu memang tidak akan pernah jadi kekasihnya. Tapi apa kamu yakin tidak akan menyukainya?”Eun jae memandang sangsi pada yeoja mungil itu.
“Aku...”Kim Mi-Young terdiam, ntah mengapa dia kesulitan membalas. Jangan-jangan Choi Minho mengeluarkan sesuatu yang membuat Kim Mi-Young sulit untuk mengucapkan apa yang ingin dikatakannya.
“Pabo!!! Kita bisa telat tau!” Untung saja Key segera menarik tangan Kim Mi-Young “Tentu saja dia ngga akan menyukai Choi Minho!, beres? Nah kami duluan”
“Choi Minho... baru kali ini aku liat Key seperti itu, kamu juga, apa yeoja itu ‘spesial’?” Eun jae bertanya sambil memandang punggung Key dan Kim Mi-Young di belokkan, tapi Choi Minho tidak juga menyahut malah memegang bibirnya yang agak luka“ Eh, kenapa dengan bibirmu?”
“Bukan, bukan apa-apa” tanpa berkata lagi, ia pun berlalu.
============Choi Minho –pov-===============
“Choi Minho, kamu tahukan ini penting, ini perintah dari organisasi! Selesaikan dalam waktu sehari, bisa kamu bereskan?”
Oh ya. aku, Choi Minho adalah siswa kelas XI special class SMA SHINING SCHOOL, dari masuk smp banyak yang mengira aku bisa masuk ke kelas special karena bakat olahragaku yang luar biasa. Ya, aku sangat hebat dibidang olahraga. Kadang pihak sekolah menyertakan aku yang bukan klub tenis untuk menjadi peserta dalam kejuaraan tenis, begitupun olahraga lainnya. Tapi aku bosan tidak ada yang dapat menandingiku, lalu ketika aku diminta jadi partisipan sementara dalam kejuaraan basket waktu smp, ada seseorang yang dapat menandingiku, seorang namja aneh yang cerewet. Kenapa aku malah bercerita tentang dia? Oh ya, bakatku yang paling potensial dan membuatku menjadi anak emas SHINing school adalah bakatku menghack. Ya benar, aku adalah seorang hacker dengan julukan Flame.
“Sistem keamanannya sangat ketat, tapi baiklah, akan kuusahakan” Aku pun lalu keluar dari ruang kelas paling akhir, lorong di kelas spesial sudah sepi. “Yah maklum lah, anak yang lain sudah pulang sedangkan aku baru menyelesaikan “misi” ku yang terlambat dikerjakan” aku pun berjalan ke arah luar, dan tak sengaja melihat cermin. Aku masih tampak seperti aku, tapi...”tuh kan!” aku mengumpati diriku yang kembali teringat kejadian tadi pagi.
‘kejadian itu nyata? Ternyata memang ciuman itu nggak sehat! Membuat gelisah seharian. Si Mi Young itu harus bertanggung jawab membuat ku terlihat pabo begini!” Kugoyang-goyangkan kepalaku, berharap kejadian tada pagi bisa menghilang keluar dari otakku, tubuhnya yang mungil, pinggangnya yang ramping, bibirnya yang..gila! apakah aku sudah kerasukkan?? Dasar mesummm,,, cepat keluar!!
“Oppa?”
“Hah?” aku kaget karena tiba-tiba ada yang menepuk pundakku, dan ketika berbalik ternyata Eun Jae yang menyapaku.
“Oppa?? Gwenchana?”
Otakku bekerja, mungkin kah kalau aku mencium gadis lain maka Mi Young bakal menghilang dari pikiranku? Seharian ini diriku benar-benar tidak bisa fokus, maka ntah tanpa pikir panjang aku memegang pipi Eun Jae dan menciumnya.
“O..oppa?”
“Mianhae, aku nggak bermaksud begitu” ahh..Minho pabo, apa yang ada dipikiran mu, aku nggak mungkin mencium bibirnya maka tadi aku cium saja pipinya dan sekarang gadis ini bingung, apa yang harus aku jelaskan?
“Oppa... gwenchana.. sebenernya... saranghae” Eun Jae tiba-tiba melompat ke pelukanku dan mencium bibirku, melumatnya, apaan ini? Ini salahh... dia bilang dia mencintaiku dan sekarang?belum sempat aku bereaksi..
“Ehh.. Mi-Young sshi..”
Mi-Young?? Otakku mendadak telmi, dan ketika aku berbalik, kulihat ternyata benar gadis yang dari tadi pagi menghantui pikiranku, gadis mungil dengan lesung pipit itu sedang melihatku dengan wajah datar. Apa dia melihat semuanya?
“Mian Eun Jae sshi dan Minho oppa, aku tidak tau kalian lagi sibuk, silahkan teruskan” gadis itu pun berbalik, hey tunggu Mi Young kamu benar-benar akan pergi seperti itu? Maka kutarik lengan kecilnya.
“Hey! Awas ya kalau kamu mikir aku ini orang mesum, baru hari ini aku mencium yeoja tau!” uupss... aku kelepasan,,rasanya malu banget, bagaimana aku bisa bilang hal seperti itu depan dia!
“Ohh.. jadi kamu juga ciuman ya tadi pagi? Bibirmu sampe luka gitu, pasti cewek yang menciummu itu ganas ya?"
Haha...ehh mian Eun Jae, bukan maksud aku begitu.. yahh aku pergi, Key nunggu aku, kita ada latihan”
“Oppa? Oppa berciuman tadi pagi? Sebenarnya ada apa ini oppa?”
“Eun Jae, mianhae, aku harus pergi sekarang...”
=================End of Minho POV ==================
=========================Author POV ==============
17. 05 KST
Incheon International Airport
Incheon International Airport terlihat ramai sepeti biasanya, orang-orang dari berbagai negara terlihat memadati bandara terbesar di korea selatan itu. Seorang namja berwajah manis terlihat sibuk memperhatikan satu persatu wajah orang-orang yang baru saja datang dan keluar dari pintu kedatangan airport hingga akhirnya dia menemukan orang yang dia kenal.
“Min Gi NOONA!!” Teriak namja itu pada seorang yeoja berambut lurus panjang dan menggunakan topi yang baru saja keluar, yeoja itu rupanya sadar dan melihat namja yang memanggilnya.
“Taemin, rupanya kau datang! Aigooo~~ sudah lama kita tidak bertemu kamu tetap manis saja!”
“Anniyo noona, sekarang saya tuh manly. Aku seneng banget akhirnya noona kembali juga ke Seoul!, kita harus merayakannya noona!”
“Nee..manly hahahhaha.... nanti ya, noona mu ini masih sibuk. Hmm... Taemin, kamu benar-benar merahasiakan kedatanganku dari Onew oppa kan?”
“Nee..noona, tapi waeyo? Kenapa noona tidak mau Onew hyung tahu? Padahal dia pasti akan sangat bahagia.
Min Gi terdiam dan menunduk ke bawah seolah-olah ingin melupakan suatu hal buruk.
“Noona, mianhae, jangan sedih, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi. Kajja, kita cari makanan! Aku lapaaarr”
“Nee... sebentar Taemin, noona ingin ke toilet” Min Gi pun berjalan ke arah toilet sambil membuka hpnya, sekarang jam 5.09 pm, sudah waktunya. Ia pun lalu mulai mengetik
To : Onew Ayam
Chagi…anneyong! Apakah kamu sudah makan? Ayam lagi kah?
Aku sedang berjuang disini. Secepatnya aku segera kembali.
Lalu yeoja itu pun mengirimkan pesan itu.
TBC
Naahhhhhhhh semakin mendekati ke inti cerita =DD,, Min Gi udah dateng, sebenernya dia ada hubungan apa sama nyu?
Apa Mi-Young bener-bener suka sama Yesung Songsaeng?#Kalo author si bener2 suka >//< *ga da yg nanya*
Sebenernya gimana sih perasaan Minho sama Key ke Mi-Young? Lalu Jonghyun, ngapain sih dia kok jarang muncul? #authorditendangblingers#
Terus kenapa SHINee bisa pecah?
Lalu si Jung su itu siapa?
Authornya siapa si?? #ga nyambung#
Hehehe makannya ikutin terus y! Tinggal 3 or 4 part lagi T,T #Author mewek, ABAIKAN#
Comment?? comment??? u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T
@FF ini sudah dipostkan di NOTE FB AQ, Jadi jangan coba2 Plagiat, banyak saksi yang udah baca@
gomawo ^^
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 6]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young she is U, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Taeyeon, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelumnya
“Baru kali ini aku liat Choi Minho sunbae menggandeng yeoja, padahal dia sering keliatan bareng yeoja-yeoja di sekolah” celetuk Dongho sambil melempar bola tenis ke Gikwang.
“Berarti mereka ada sesuatu ya! Hehehe”
“Wah... padahal aku ngincer Kim Mi-Young tapi kalau Kak Choi Minho lawannya si ak – eh kenapa??” Dongho kaget karna Jaejin menyikut dirinya lalu menunjuk pada Key yang masih membeku. Mendadak semua ikut terdiam. Ada isu kalau Key benar-benar marah bisa timbul korban, tapi tanpa diduga tiba-tiba Key tersenyum
“Akh... mereka kan partner jadi wajar aja bareng, sudah sore, kita sudahi latihanya" jelas key pada yang lainnya kemudian dia mendekati Jaejin "Jaejin, hari ini aku nginep di kamar kamu ya!.
Key, lagi-lagi tadi kamu berakting, pikir Jaejin sambil menganguk lalu mengikuti Key ke ruang ganti.
NEW PART
===================author POV=================
Di sebuah kamar mandi di asrama pria, sudah beberapa menit Key menatap kosong bayangan dirinya di cermin.
Kim Mi-Young, kenapa rasanya ada sesuatu sama yeoja itu? Bayangan dia tidak mau hilang! Sejak ketemu yeoja itu, entah kenapa aku jadi aneh, dan sekarang makin parah, aku..aku.. kenapa?
Mengapa ketika namanya terdengar maka hatiku akan terlonjak?
Mengapa ketika dia berada di depanku jantungku berdetak lebih cepat?
Mengapa ketika mendengar dia bersama namja lain hatiku tidak terima?
Mengapa mengetahui dia harus disisi Choi Minho membuat hatiku sakit?
Mengapa perasaan ini seolah tak asing?
Waeyo?
“Key, aku mau ke asrama SHINing star dulu ya! Mau ke Jonghyun Hyung” suara Jaejin terdengar jelas di telinganya, Key langsung merasa harus ikut kesana, dengan segera Key mengejar Jaejin yang baru mau keluar kamarnya.
“JAEJIN! JJAMKAMAN! Aku ikut ke asrama bintang!”
“Mwo? Serius? Bukannya kamu bilang udah gak peduli lagi soal SHINee?”
“Tentu saja aku udah gak mau tau urusan sama tugas-tugas SHINee, aku ada urusan sama Choi Minho”
“Soal manager kan? Kamu khawatir sama Kim Mi-Young ya? lagian emang udah waktunya kamu aktif lagi di SHINee, sudah, kembali aja kesana!
“You wish! Aku udah muak berurusan sama masalah-masalah busuk di sekolah!” Key terdiam sesaat “sudah ahhh... kajja!”
======================8888==============
Di halaman luas tak jauh dari sekolah
Sekarang baru Kim Mi-Young merasa mengerti kenapa asrama yang ada di hadapannya disebut asrama SHINing star disebut juga asrama bintang. Asrama bintang terletak di atas bukit tinggi yang masih merupakan area sekolah dan ketika malam hari cahaya dari asrama akan terlihat dari bawah seperti titik-titik besar menyerupai bintang. Entah apa bahan dinding yang digunakan sehingga tidak terlihat sama sekali apabila pada malam hari. Dan yang paling tidak menyenangkan menurut Kim Mi-Young adalah transportasinya..,
“APA???Jadi kita ke sana pake ini??” Kim Mi-Young dengan tak percaya menunjuk ke arah di depannya. Memang tadinya Kim Mi-Young agak bingung juga memikirkan bagaimana siswa yang tinggal di Asrama bintang bisa pulang-pergi ke sekolah, tentunya untuk naik bukit atau turun bukit akan memakan waktu lama dan melelahkan, yeoja itu berpikir akan ada lift atau semacamnya ternyata ...
Sebuah helikopter di depan mereka baling-balingnya mulai berputar dan semakin cepat menunggu mereka untuk memasukinya. Mi-Young tak bisa berkata-kata, baru kali ini dia melihat langsung helikopter dan merasakan hembusannya yang begitu kuat. Kim Mi-Young melihat ke arah Choi Minho yang sepertinya tampak sangat puas telah melihat reaksi Kim Mi-Young.
“Tentunya ada lift” Choi Minho berseloroh lalu tersenyum sinis,membuat yeoja itu kaget dan berpikir Choi Minho itu benar-benar bisa baca pikiran orang “Memangnya kamu lupa siapa aku? Akulah leader SHINee sekaligus pemegang kekuasaan di sekolah ini”
‘Choi Minho... akan aku cari kelemahan mu! Dan akan aku buat kamu menyesal!!’
“Wajah yang bagus, tapi... aku tanpa kelemahan loh!, Oya ayo masuk, atau kamu takut naik helikopter?”
Kim Mi-Young mengalihkan pandangannya dari Choi Minho dan langsung berjalan dengan percaya diri ke dalam heli, sementara Choi Minho mendengus dan tak lama mengikuti yeoja itu ke dalam Heli.
=================sudah di ASRAMA BINTANG #Plakk author ngeskip==========
“Nah, ini kamar mu” Choi Minho menunjuk pintu yang berwarna merah lalu melemparkan kunci pada yeoja itu. “Barang-barang mu yang lain sudah dipindahkan dari asrama yang lama ke dalam sini tadi sore, sekarang sudah malam tapi kau bisa bertemu dengan penghuni asrama lainnya besok, sedangkan pintu yang di depan kamarmu itu kamar ku”
“Nee....”
“Hei, ingat yah kamu harus berusaha keras dalam segala hal, aku ngga sudi partnerku memalukan ku. Untuk hari ini” Choi Minho mengeluarkan setumpuk kertas setebal 10 cm “ini soal-soal kelas 1 SMA, besok selesaikan seluruhnya.. Eotteokhae? Kamu pasti sanggup kan?”
“Eh...”
Choi Minho merasa menang karena merasa membuat Kim Mi-Young kewalahan “Kau tidak bisa membantah ku kamu..”
“Anni.., maksudku kamu suka warna biru ?”
“Hah?, waeyo?kenapa kamu bisa bilang begitu?”
“Intuisi ku” Kim Mi-Young pun melesat masuk ke kamarnya begitu pintu terbuka “ Tenang aku bakal selesaikan soal ini” dan yeoja itupun menutup pintunya.
‘Pabonya aku! Aku bisa ketahuan punya ikatan fotografis, tapi entah kenapa ingin sekali bertanya, Choi Minho memang ngga terus mengenakan warna biru, Cuma barang yang tiap hari pasti dipakai yaitu jam tangan meski berganti merk tetap berwarna biru, pulpen juga, lalu pintu kamarnya sendiri berwarna biru, apa benar itu cuma kebetulan saja?’ entah mengapa Kim Mi-Young merasa penasaran, memang selama beberapa hari kebelakang ini dia sering hampir berpapasan dengan Choi Minho cuman ketika melihat Minho, Mi Young otomatis menyembunyikan diri. Entah kenapa dia sangat sangat segan pada namja satu ini.
“Sudahhhh.... memangnya kenapa kalau dia suka warna biru??Memangnya hanya Jung su yang menyukai warna itu? Aku masih harus mengerjalan setumpuk soal ini, aku tidak akan biarkan dia membodoh-bodohi aku lebih dari ini! Aku akan cari kelemahannya, lihat saja Choi Minho!”
================Key (my love, ABAIKAN) POV =================
Akhirnya aku memasuki asrama ini lagi, asrama yang sebelumnya aku anggap adalah rumah yang berharga meskipun aku tidak terlalu suka mengerjakan tugas-tugas dari sekolah yang dibebankan pada SHINee. Tapi bersama Onew hyung, Jonghyun hyung, Taeminnie, dan bahkan Minho aku bisa melakukannya dengan senang hati. Kalau saja kejadian itu tidak ada, tapi aku sudah terlanjur tidak bisa memaafkan choi Minho, tidak sama sekali. Karena jika bukan karena dia...
Kriett...
Aku membuka pintu lebar-lebar sebuah ruangan, ruangan ini kosong dan terasa dingin, ya, ruangan yang dulu penuh dengan kehangatan. Ruangan tempat kami biasa berkumpul untuk mengerjakan tugas, belajar atau hanya sekedar beristirahat dan bercanda. Ruangan yang cukup luas untuk kami berlima. Di samping kananku terdapat TV flat 32 inchi, biasanya Minho selalu main PS winning eleven kesukaannya sampai tidak bisa diganggu. Aku pernah mengalahkannya sekali dan dia sangat tidak terima, aku masih ingat ekspresinya ketika aku mengalahkannya.
Minho,dia menutup mukanya dengan kedua tangannya sambil menunduk, terlihat sangat kecewa. Lalu beberapa menit kemudian dia berkata dengan wajah berapi-api"Key, ayo kita main, akan aku buktikan kalau aku tidak akan kalah lagi!"
lalu ia memaksaku bermain dari siang sampai tengah malam, Jonghyun dan taemin menyemangati Minho karena yakin Minho akan menang tapi untungnya Onew hyung mendukungku, walaupun begitu, hasilnya aku hanya menang sekali dan membuat Minho mengacungkan tanganya dengan muka senang penuh kemenangan. Lalu setelah itu taemin, maknae SHINee juga merengek minta diajarkan olehnya, ya tentu saja Minho mengajarinya main PS karena dia sangat menyayangi Taemin, tidak, kami semua menyayanginya dan pasti menuruti permintaanya.
"Hyung, belikan lah aku susu pisang?? atau hyung bisa membuatkan aku susu pisang?rasanya buatan hyung bakal paling enak?" kira-kira begitu perkataan terakhirnya ketika kami masih bersahabat seperti dulu. Aneh-aneh saja dia, mana bisa aku membuat susu pisang, kalau saja kami masih seperti dulu, mungkin aku akan mencari tahu cara membuat susu pisang dan meminta dia meminum buatanku.
Tapi kemanakah Taemin sekarang? Aku sudah lama tak melihatnya.
Aku pun masuk lebih dalam ke ruangan itu, akh ruangan ini lebih luas dari sebelumnya. Ternyata itu bukan cuman perasaanku, karena aku menyadari piano berwarna putih dan besar itu sudah tidak ada. Piano yang sering dimainkan oleh Onew hyung. Aku sangat menyukai permainan Onew hyung. Aissh kalau aku yeoja mungkin aku sudah tergila-gila olehnya, dia juga sempat mengajariku dan Taemin main piano walau akhirnya aku berhenti karena aku lebih tertarik oleh hal-hal lain.
Aishh... Onew hyung memang benar-benar keren, apalagi ketika dia memainkan piano sambil bernyanyi. bahkan kami yang sedang ribut pun akan langsung terdiam begitu mendengar dentingan pianonya, benar-benar seperti sihir.
Lalu tak jauh dari tempat piano seharusnya berada, seharusnya terdapat mesin karaoke box. Box yang sangat besar yang cukup untuk kita berlima dilengkapi dengan kedap suara jadi kalau bernyanyi di dalamnya, tentu saja orang di luar tidak bisa mendengar. Jonghyun hyung paling sering memakainya karena dia sangat suka menyanyi dan memiliki suara paling bagus diantara kami. Dia paling sering mengajakku duet.
"Key!! Ayo kita duet! Kita nyanyi lagu GEE lagi kayak kemaren? kekekeke" ajaknya sambil terkekeh, begitu kira-kira terakhir dia mengajakku bernyanyi.
Yang lainnya pun sering bernyanyi, bahkan tak jarang kami nyanyi berlima. Tapi aku lebih suka menari sambil dance, kalau mau dance, maka kami ambil mesin karaokenya lalu dance dan nyanyi di luar box. #nyanyi lucifer kah?? ato rdd? Hello juga sepertinya, #plakk author sok tau, ABAIKAN#
Dan di samping kiri ada pintu yang menghubungkan ke ruangan yang lebih kecil, ruangan yang kusulap menjadi dapur. Aku sangat suka memasak dan onew hyung selalu memintaku memasakkan ayam, ayam dan ayam lagi! Tapi aku tidak bosan memasakkannya ayam, mulai dari ayam goreng, ayam panggang, ayam goreng tepung, ayam semur, ayam gulai, ayam bumbu rica-rica, ayam pop #plakk author digampar reader, emangnya ini di indonesia??=,=, ABAIKAN yang penting key masak ayam#. Masakkanku sangat lezat bagi mereka dan karena salah satu keahlian aku inilah mereka memanggilku dengan sebutan umma.
"UMMA!!!! Ayam ayam ayam" begitu biasanya Onew meminta makan
"UMMA LAPAAAAAAAAARRRRR!!!!!!!!!!!" akhh si maknae itu benar-benar lucu kalau sudah merengek ingin dimasakkan sesuatu. dan akhirnya member lainnya ikut memanggilku "umma"
Onew hyung pernah kusuruh masak sendiri tapi hasilnya sangat kacau, dapur sudah seperti kapal titanic pecah digilas badai tsunami dan dia sendiri sudah seperti badut,maka akhirnya aku omeli dia seharian, haha saat itu wajahnya sangat lucu, belepotan kecap dan tepung, ntah sebelumnya dia mau masak apa. Taemin juga sering menggerecoki aku di dapur, kataanya mau belajar masak, tapi Jonghyun hyung sama sekali tidak mau masak padahal sudah aku paks. Mungkin dia tidak bagus dalam memasak? Seperti ini kira-kira jawabanyya kalau aku ajak dia masak.
"Aishh....masak itu lebih cocok untukmu umma, appa a.k. aku tinggal menunggu makanannya saja" dan saat itu Jonghyun hyung dapat jitakkan keras dari Onew hyung.
"Akulah appa disini pabo! aku lah leadernya maka aku appanya!" Ujar Onew hyung pada jinki, lalu mereka mulai ribut memperebutkan gelar 'appa' itu, aku sih waktu itu tidak peduli dan langsung ke dapur.
“Eh..” aku menyadari mataku memanas dan bisa kurasakan setetes air mata membasahi pipiku yang tirus. Key pabo! Ada apa denganmu? Kenapa mengetahui kalau ruangan ini sudah sangat berbeda membuatmu sangat sedih? Tapi memang benar sekarang ruangan ini sudah sangat berbeda, apa mungkin ruangan ini bisa kembali seperti dulu?
“Key? Itu kamu?”
TBC
Haha siapa tu yang mergokkin key??? ada yang bisa nebak??
mian yah lebih pendek dari biasanya *bow*
Comment?? comment??? u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T
NO BASH
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young she is U, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Taeyeon, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Sebelumnya
“Baru kali ini aku liat Choi Minho sunbae menggandeng yeoja, padahal dia sering keliatan bareng yeoja-yeoja di sekolah” celetuk Dongho sambil melempar bola tenis ke Gikwang.
“Berarti mereka ada sesuatu ya! Hehehe”
“Wah... padahal aku ngincer Kim Mi-Young tapi kalau Kak Choi Minho lawannya si ak – eh kenapa??” Dongho kaget karna Jaejin menyikut dirinya lalu menunjuk pada Key yang masih membeku. Mendadak semua ikut terdiam. Ada isu kalau Key benar-benar marah bisa timbul korban, tapi tanpa diduga tiba-tiba Key tersenyum
“Akh... mereka kan partner jadi wajar aja bareng, sudah sore, kita sudahi latihanya" jelas key pada yang lainnya kemudian dia mendekati Jaejin "Jaejin, hari ini aku nginep di kamar kamu ya!.
Key, lagi-lagi tadi kamu berakting, pikir Jaejin sambil menganguk lalu mengikuti Key ke ruang ganti.
NEW PART
===================author POV=================
Di sebuah kamar mandi di asrama pria, sudah beberapa menit Key menatap kosong bayangan dirinya di cermin.
Kim Mi-Young, kenapa rasanya ada sesuatu sama yeoja itu? Bayangan dia tidak mau hilang! Sejak ketemu yeoja itu, entah kenapa aku jadi aneh, dan sekarang makin parah, aku..aku.. kenapa?
Mengapa ketika namanya terdengar maka hatiku akan terlonjak?
Mengapa ketika dia berada di depanku jantungku berdetak lebih cepat?
Mengapa ketika mendengar dia bersama namja lain hatiku tidak terima?
Mengapa mengetahui dia harus disisi Choi Minho membuat hatiku sakit?
Mengapa perasaan ini seolah tak asing?
Waeyo?
“Key, aku mau ke asrama SHINing star dulu ya! Mau ke Jonghyun Hyung” suara Jaejin terdengar jelas di telinganya, Key langsung merasa harus ikut kesana, dengan segera Key mengejar Jaejin yang baru mau keluar kamarnya.
“JAEJIN! JJAMKAMAN! Aku ikut ke asrama bintang!”
“Mwo? Serius? Bukannya kamu bilang udah gak peduli lagi soal SHINee?”
“Tentu saja aku udah gak mau tau urusan sama tugas-tugas SHINee, aku ada urusan sama Choi Minho”
“Soal manager kan? Kamu khawatir sama Kim Mi-Young ya? lagian emang udah waktunya kamu aktif lagi di SHINee, sudah, kembali aja kesana!
“You wish! Aku udah muak berurusan sama masalah-masalah busuk di sekolah!” Key terdiam sesaat “sudah ahhh... kajja!”
======================8888==============
Di halaman luas tak jauh dari sekolah
Sekarang baru Kim Mi-Young merasa mengerti kenapa asrama yang ada di hadapannya disebut asrama SHINing star disebut juga asrama bintang. Asrama bintang terletak di atas bukit tinggi yang masih merupakan area sekolah dan ketika malam hari cahaya dari asrama akan terlihat dari bawah seperti titik-titik besar menyerupai bintang. Entah apa bahan dinding yang digunakan sehingga tidak terlihat sama sekali apabila pada malam hari. Dan yang paling tidak menyenangkan menurut Kim Mi-Young adalah transportasinya..,
“APA???Jadi kita ke sana pake ini??” Kim Mi-Young dengan tak percaya menunjuk ke arah di depannya. Memang tadinya Kim Mi-Young agak bingung juga memikirkan bagaimana siswa yang tinggal di Asrama bintang bisa pulang-pergi ke sekolah, tentunya untuk naik bukit atau turun bukit akan memakan waktu lama dan melelahkan, yeoja itu berpikir akan ada lift atau semacamnya ternyata ...
Sebuah helikopter di depan mereka baling-balingnya mulai berputar dan semakin cepat menunggu mereka untuk memasukinya. Mi-Young tak bisa berkata-kata, baru kali ini dia melihat langsung helikopter dan merasakan hembusannya yang begitu kuat. Kim Mi-Young melihat ke arah Choi Minho yang sepertinya tampak sangat puas telah melihat reaksi Kim Mi-Young.
“Tentunya ada lift” Choi Minho berseloroh lalu tersenyum sinis,membuat yeoja itu kaget dan berpikir Choi Minho itu benar-benar bisa baca pikiran orang “Memangnya kamu lupa siapa aku? Akulah leader SHINee sekaligus pemegang kekuasaan di sekolah ini”
‘Choi Minho... akan aku cari kelemahan mu! Dan akan aku buat kamu menyesal!!’
“Wajah yang bagus, tapi... aku tanpa kelemahan loh!, Oya ayo masuk, atau kamu takut naik helikopter?”
Kim Mi-Young mengalihkan pandangannya dari Choi Minho dan langsung berjalan dengan percaya diri ke dalam heli, sementara Choi Minho mendengus dan tak lama mengikuti yeoja itu ke dalam Heli.
=================sudah di ASRAMA BINTANG #Plakk author ngeskip==========
“Nah, ini kamar mu” Choi Minho menunjuk pintu yang berwarna merah lalu melemparkan kunci pada yeoja itu. “Barang-barang mu yang lain sudah dipindahkan dari asrama yang lama ke dalam sini tadi sore, sekarang sudah malam tapi kau bisa bertemu dengan penghuni asrama lainnya besok, sedangkan pintu yang di depan kamarmu itu kamar ku”
“Nee....”
“Hei, ingat yah kamu harus berusaha keras dalam segala hal, aku ngga sudi partnerku memalukan ku. Untuk hari ini” Choi Minho mengeluarkan setumpuk kertas setebal 10 cm “ini soal-soal kelas 1 SMA, besok selesaikan seluruhnya.. Eotteokhae? Kamu pasti sanggup kan?”
“Eh...”
Choi Minho merasa menang karena merasa membuat Kim Mi-Young kewalahan “Kau tidak bisa membantah ku kamu..”
“Anni.., maksudku kamu suka warna biru ?”
“Hah?, waeyo?kenapa kamu bisa bilang begitu?”
“Intuisi ku” Kim Mi-Young pun melesat masuk ke kamarnya begitu pintu terbuka “ Tenang aku bakal selesaikan soal ini” dan yeoja itupun menutup pintunya.
‘Pabonya aku! Aku bisa ketahuan punya ikatan fotografis, tapi entah kenapa ingin sekali bertanya, Choi Minho memang ngga terus mengenakan warna biru, Cuma barang yang tiap hari pasti dipakai yaitu jam tangan meski berganti merk tetap berwarna biru, pulpen juga, lalu pintu kamarnya sendiri berwarna biru, apa benar itu cuma kebetulan saja?’ entah mengapa Kim Mi-Young merasa penasaran, memang selama beberapa hari kebelakang ini dia sering hampir berpapasan dengan Choi Minho cuman ketika melihat Minho, Mi Young otomatis menyembunyikan diri. Entah kenapa dia sangat sangat segan pada namja satu ini.
“Sudahhhh.... memangnya kenapa kalau dia suka warna biru??Memangnya hanya Jung su yang menyukai warna itu? Aku masih harus mengerjalan setumpuk soal ini, aku tidak akan biarkan dia membodoh-bodohi aku lebih dari ini! Aku akan cari kelemahannya, lihat saja Choi Minho!”
================Key (my love, ABAIKAN) POV =================
Akhirnya aku memasuki asrama ini lagi, asrama yang sebelumnya aku anggap adalah rumah yang berharga meskipun aku tidak terlalu suka mengerjakan tugas-tugas dari sekolah yang dibebankan pada SHINee. Tapi bersama Onew hyung, Jonghyun hyung, Taeminnie, dan bahkan Minho aku bisa melakukannya dengan senang hati. Kalau saja kejadian itu tidak ada, tapi aku sudah terlanjur tidak bisa memaafkan choi Minho, tidak sama sekali. Karena jika bukan karena dia...
Kriett...
Aku membuka pintu lebar-lebar sebuah ruangan, ruangan ini kosong dan terasa dingin, ya, ruangan yang dulu penuh dengan kehangatan. Ruangan tempat kami biasa berkumpul untuk mengerjakan tugas, belajar atau hanya sekedar beristirahat dan bercanda. Ruangan yang cukup luas untuk kami berlima. Di samping kananku terdapat TV flat 32 inchi, biasanya Minho selalu main PS winning eleven kesukaannya sampai tidak bisa diganggu. Aku pernah mengalahkannya sekali dan dia sangat tidak terima, aku masih ingat ekspresinya ketika aku mengalahkannya.
Minho,dia menutup mukanya dengan kedua tangannya sambil menunduk, terlihat sangat kecewa. Lalu beberapa menit kemudian dia berkata dengan wajah berapi-api"Key, ayo kita main, akan aku buktikan kalau aku tidak akan kalah lagi!"
lalu ia memaksaku bermain dari siang sampai tengah malam, Jonghyun dan taemin menyemangati Minho karena yakin Minho akan menang tapi untungnya Onew hyung mendukungku, walaupun begitu, hasilnya aku hanya menang sekali dan membuat Minho mengacungkan tanganya dengan muka senang penuh kemenangan. Lalu setelah itu taemin, maknae SHINee juga merengek minta diajarkan olehnya, ya tentu saja Minho mengajarinya main PS karena dia sangat menyayangi Taemin, tidak, kami semua menyayanginya dan pasti menuruti permintaanya.
"Hyung, belikan lah aku susu pisang?? atau hyung bisa membuatkan aku susu pisang?rasanya buatan hyung bakal paling enak?" kira-kira begitu perkataan terakhirnya ketika kami masih bersahabat seperti dulu. Aneh-aneh saja dia, mana bisa aku membuat susu pisang, kalau saja kami masih seperti dulu, mungkin aku akan mencari tahu cara membuat susu pisang dan meminta dia meminum buatanku.
Tapi kemanakah Taemin sekarang? Aku sudah lama tak melihatnya.
Aku pun masuk lebih dalam ke ruangan itu, akh ruangan ini lebih luas dari sebelumnya. Ternyata itu bukan cuman perasaanku, karena aku menyadari piano berwarna putih dan besar itu sudah tidak ada. Piano yang sering dimainkan oleh Onew hyung. Aku sangat menyukai permainan Onew hyung. Aissh kalau aku yeoja mungkin aku sudah tergila-gila olehnya, dia juga sempat mengajariku dan Taemin main piano walau akhirnya aku berhenti karena aku lebih tertarik oleh hal-hal lain.
Aishh... Onew hyung memang benar-benar keren, apalagi ketika dia memainkan piano sambil bernyanyi. bahkan kami yang sedang ribut pun akan langsung terdiam begitu mendengar dentingan pianonya, benar-benar seperti sihir.
Lalu tak jauh dari tempat piano seharusnya berada, seharusnya terdapat mesin karaoke box. Box yang sangat besar yang cukup untuk kita berlima dilengkapi dengan kedap suara jadi kalau bernyanyi di dalamnya, tentu saja orang di luar tidak bisa mendengar. Jonghyun hyung paling sering memakainya karena dia sangat suka menyanyi dan memiliki suara paling bagus diantara kami. Dia paling sering mengajakku duet.
"Key!! Ayo kita duet! Kita nyanyi lagu GEE lagi kayak kemaren? kekekeke" ajaknya sambil terkekeh, begitu kira-kira terakhir dia mengajakku bernyanyi.
Yang lainnya pun sering bernyanyi, bahkan tak jarang kami nyanyi berlima. Tapi aku lebih suka menari sambil dance, kalau mau dance, maka kami ambil mesin karaokenya lalu dance dan nyanyi di luar box. #nyanyi lucifer kah?? ato rdd? Hello juga sepertinya, #plakk author sok tau, ABAIKAN#
Dan di samping kiri ada pintu yang menghubungkan ke ruangan yang lebih kecil, ruangan yang kusulap menjadi dapur. Aku sangat suka memasak dan onew hyung selalu memintaku memasakkan ayam, ayam dan ayam lagi! Tapi aku tidak bosan memasakkannya ayam, mulai dari ayam goreng, ayam panggang, ayam goreng tepung, ayam semur, ayam gulai, ayam bumbu rica-rica, ayam pop #plakk author digampar reader, emangnya ini di indonesia??=,=, ABAIKAN yang penting key masak ayam#. Masakkanku sangat lezat bagi mereka dan karena salah satu keahlian aku inilah mereka memanggilku dengan sebutan umma.
"UMMA!!!! Ayam ayam ayam" begitu biasanya Onew meminta makan
"UMMA LAPAAAAAAAAARRRRR!!!!!!!!!!!" akhh si maknae itu benar-benar lucu kalau sudah merengek ingin dimasakkan sesuatu. dan akhirnya member lainnya ikut memanggilku "umma"
Onew hyung pernah kusuruh masak sendiri tapi hasilnya sangat kacau, dapur sudah seperti kapal titanic pecah digilas badai tsunami dan dia sendiri sudah seperti badut,maka akhirnya aku omeli dia seharian, haha saat itu wajahnya sangat lucu, belepotan kecap dan tepung, ntah sebelumnya dia mau masak apa. Taemin juga sering menggerecoki aku di dapur, kataanya mau belajar masak, tapi Jonghyun hyung sama sekali tidak mau masak padahal sudah aku paks. Mungkin dia tidak bagus dalam memasak? Seperti ini kira-kira jawabanyya kalau aku ajak dia masak.
"Aishh....masak itu lebih cocok untukmu umma, appa a.k. aku tinggal menunggu makanannya saja" dan saat itu Jonghyun hyung dapat jitakkan keras dari Onew hyung.
"Akulah appa disini pabo! aku lah leadernya maka aku appanya!" Ujar Onew hyung pada jinki, lalu mereka mulai ribut memperebutkan gelar 'appa' itu, aku sih waktu itu tidak peduli dan langsung ke dapur.
“Eh..” aku menyadari mataku memanas dan bisa kurasakan setetes air mata membasahi pipiku yang tirus. Key pabo! Ada apa denganmu? Kenapa mengetahui kalau ruangan ini sudah sangat berbeda membuatmu sangat sedih? Tapi memang benar sekarang ruangan ini sudah sangat berbeda, apa mungkin ruangan ini bisa kembali seperti dulu?
“Key? Itu kamu?”
TBC
Haha siapa tu yang mergokkin key??? ada yang bisa nebak??
mian yah lebih pendek dari biasanya *bow*
Comment?? comment??? u're comment like oxygen for me to continue this FF T^T
NO BASH
SHINee FF [SHINING SCHOOL part 5]
Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Taeyeon, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Chapter 3
Partner
<3 <3 <3 Key POV <3 <3 <3
“STOOOOOOOOOP!!!!!! ORANG ANEH!!!!PLAKKKKKKK!!!!”
Aku merasakan sekitar mata kananku sangat perih,, tapi yang bisa kulakukan hanya mengerang, sakit sekali, tanpa sadar aku melepaskan pelukanku, eh kenapa rasanya locker ini sangat lega? Jangan jangan dia...aku mebuka mataku yang kiri dan melihat kalau ke arah luar locker. Banyak mata memandang ku, andwee..apakah aku bermimpi?? Jae jin, Mir, Jong hun, Seunghyun, bahkan Dong Woon sampai menganga melihatku dan seorang disampingku, oya Kim Mi-Young, tadi kami..
“MWO??!!APAAN LIAT-LIAT!” Bentak yeoja disebelahku tiba-tiba, lalu dia berbalik menghadapku. Aish... mukanya sangat merah dan matanya berkaca-kaca, dia kelihatan sangat marah. ANDWEE APA YANG SALAH?? Aku cuman bisa bisa mengomel dalam hati, lidahku entah kenapa kelu. Aku ingin mengatakannya jangan menangis
“Key, aku tunggu buat ngeberesin masalah kita di lapangan SEKARANG!” Teriaknya padaku, lalu ia pergi dari luar ruang ganti sambil setengah berlari, OMO! Aku ingin mengejarnya, tapi tatapan teman-temanku membuatku bingung, maka aku pikir lebih baik menjelaskna yang sebenarnya pada mereka
“.. jadi-jadi aku gak bermaksud begitu! Aku Cuma gak ingin kalian salah paham”
“Tapi bersembunyi disitu bukanya sendiri aja sempit ya?” goda Jae Jin, wakil ketua klub basket sambil nyengir-nyengir
“Berarti pelukan dong?” timpal Dong Woon
“Pantesan aja ditonjok”
“Mana telanjang dada lagi”
“dia Cuma orang yang aku pikir cocok jadi manager kita, lagian dia harus ganti rugi! Gara-gara dia mobil gw rusak”
“ Tapi tetap aja kesimpulannya, Key kamu bisa dituntut sudah berbuat mesum loh!”
“Aku gag sengaja meluk dia, tadi tuh...” lidahku tiba-tiba kelu lagi, entah kenapa aku teringat sensasi ketika memeluknya, aneh, kenapa bisa begitu hmm~~apa kata yang tepat, menyenangkan? Tubuhnya kecil, Rasanya aku bisa menjaga dia dari apapun “Dia mungil ya..”
“kekekeke...”Jaejin malah tertawa, ih dia emang bisa jadi sangat menyebalkan!
“Lihat !!! Muka Raja memerah,, kyeopta!!” Mir berseloroh
“Key udah dewasa ya?”
“MWO?” Aku tak mengerti, belum sempat teman-teman ku berbicara, lagi Kim Mi-Young masuk kembali
“Hei, orang-orang disana yang kebanyakan yeoja mau liat kalian?”
“Iya dong!” Jawab seorang pemuda yang berambut jabrik bernama Jong Hun“Kita kan banyak fansnya”
“Ok, kalo gitu aku mau jadi manager klub ini, kalau kalian menolak, aku bakal lapor kepala sekolah soal pelecehan kapten kalian!!”
“Kami setuju deh!!! Walau sebenarnya sih ini nepotisme loh Key” Jawab Jae Jin sekenanya dan dibalas oleh anggukan yang lainnya
“Aku juga setuju aja, memang klub ini dari dulu butuh manager, key terlalu pilih-pilihi” tambah , Seunghyun, namja jangkung berwajah manis
“Naah... kesimpulannya..” Jong Hun mengedip ke arah Key yang keliatan shock sambil mengulurkan tangannya“kamu diterima Nona..”
“Kim Mi-Young, mohon bantuannya” Pinta mereka serempak, kecuali aku omoooooo
‘tu...tunggg guuuuuuu,,,,,, aku sebenarnya membawanya kemari untuk membuat yeoja sombong itu jadi pesuruh di klub, bukan beginiiiiiiiiiiiii!!! HEY!!DENGARKAN AKUUUUUU!!!!!!!!!!’
<3 <3 <3 End of KEY POV <3 <3<3
===========Kim Mi-Young POV=============
“Jadi... SHINing star atau SHINee itu ada 5, leadernya Choi Minho terus yang lainnya Key, Onew, Jonghyun dan Taemin?” tanyaku pada Soo-Yun untuk memastikan. Soo Yun adalah teman pertamaku di kelas. Tadi dia sedang menceritakanku tentang SHINee, aku benar-benar tak menyangka kalau namja yang membuat masalah denganku beberapa hari di sekolah adalah anggota SHINee, kecuali Taemin, aku belum bertemu dengannya.
“Nee... mereka sudah eksis sejak dua tahun lalu tapi saat itu leadernya Onew, dia pemain biola dan piano paling hebat di sekolah kita, entah mengapa sejak 3 bulan lalu SHINee seolah pecah..”
“Wae?”
“Molla, yang jelas Key oppa pindah kelas ke reguler dan pindah dari asrama khusus SHINing star, Onew oppa juga tiba-tiba bilang mundur jadi leader, dia masih di asrama SHINing star cuman tidak pernah berbarengan dengan SHINing star lain, tapi kadang-kadang dia masih bareng Key oppa, kalau Jonghyun oppa sejak itu dia jadi penyanyi solo terkenal dan sering bolos sekolah, Minho oppa seperti yang kau tahu sekarang dia yang menjadi leader, kalau Taemin, dia tu pas SHINee bubar masih SMP, SMP SHINING juga, tapi ntahlah, siswa disekolah ini tidak ada yang melihatnya sejak 3bulan lalu”
“Taemin itu seperti apa?” tanyaku agak penasaran, mau tidak mau aku mengakui kalau anggota SHINee semuanya tampan-tampan, dan pastinya untuk namja ini pula”
“Dia itu.. neumo neumo neumo KYEOPTA!! NAMJA YANG SANGAT CUTE! LEBIH CANTIK DARI YEOJA!!”
“Aniyo” jawab seorang yeoja disebelahku yang ntah kapan sudah diam berdiri “Taemin itu manly, oya bangapseumnida, Tae Yeon imnida, sekelas dengan kalian, aku telat masuk kelas karena sakit” yeoja itu tersenyum manis.
“Omo omo omo.... yeppo!” gumamku tanpa sadar, memang yeoja dihadapanku ini yeppo sekali. Rambutnya sebahu dan memakai bando pink, wajahnya manis dan pipinya agak chubby, mungkin kalau aku namja pasti aku bakal naksir dia “eh.. mian, Kim Mi-Young imnida”
“Park soo yun imnida” tambah Soo yun hati-hati, aku memperhatikan ekspresi soo yun, dia tampak sangat segan pada Tae Yeon, aneh..
“Mi-Young, kajja kita ke mading, kau tau! Pengumuman parrner kita baru ditempel” ajak Taeyeon tiba-tiba.
“Partner? Aishh... jadi yang kaya gitu bener-bener ada ya?” ucapku agak kecewa, sekolah ini aneh-aneh saja. Setiap siswa tahun pertama masing-masing dipilihkan seorang partner dari kelas XI atau kelas XII untuk membantu belajar, mengawasi, dan bekerja sama selama satu tahun. Tidak penting banget, emangnya anak TK? Tapi siswa lain terutama yeoja malah semakin ribut soalnya ada mitos kalau biasanya pasangan partner itu kemungkinan besar akan menjadi sepasang kekasih, bahkan banyak pula yang sampai menikah.
“Nee... aku pengen berpasangan sama Minho oppa” jawab Tae Yeon to the point,
Minho oppa itu leader SHINing school itu? Ntah kenapa rasanya aku tidak menyukainya, senyumannya itu palsu, memikirkannya saja buatku merinding, jangan sampei dah. Terus kapten basket Key, tu namja cerewet banget, bisa mimpi buruk harus pasangan sama dia. Hwaaa...aku harus cari tahu!” “Soo yun, kesana yuk!”
“Sirrheo, paling juga aku partneran sama Jonghyun oppa”
“Hah?” aku bingung, yakin banget dia, aku bisa merasakan kalau Tae-Yoen juga merasa aneh.
“Ya sudahlah... ayo Mi-Young!” akhirnya aku dan Tae Yeon yang pergi ke mading di dekat lapangan upacara. Dan ternyata banyak sekali siswa yang memadati mading itu. Setelah berjuang beberapa menit aku dan Tae Yeon akhirnya berhasil menyelinap untuk melihat kertas pengumuman raksasa yang ditempelkan. Cukup mudah untuk mencari namanya, karena diurutkan berdasarkan NIS.
“Akh.. ketemu... Kim Mi-Young partnernya........” aku memandang nama disebelahku tak percaya “Jjamkaman............. aku pasti salah lihat!” tapi tetap saja, walau aku sudah mngucek mataku dan mencubit tanganku nama yang disebelah namaku tetap Choi Minho!
“Eh, mustahil! Anak ini partnernya Minho oppa loh!!” timpal seorang yeoja yang tidak aku kenal, jelas banget keliatan iri
“Kim Mi-Young!! Kamu beruntung! Minho oppa kan populer banget! Udah gitu baiiikkk banget!” entah dari mana Tae Yeon tiba-tiba memelukku “kalo aku sama Onew oppa! Min Gi eonni pasti lega karena onew oppa tidak harus berpasangan dengan yeoja lain”
“Min Gi? “ Aku bingung karena tiba-tiba Tae Yeon menyebut nama yang tidak kukenal.
“Hmm apa yah, dia tuh orang yang sudah aku anggap sebagai eonni ku sendiri, dia dulu sangat dekat dengan onew oppa”
“Oh...yeojachingunya?”
“Molla” Jawab Taeyeon “Daripada itu, Mi Young kamu beruntung banget!!”
Aku menanggapi ucapan Taeyeon hanya dengan anggukan lemah, Huh.. Choi Minho itu si leader SHINee itu kan... aku teringat lagi wajah Choi Minho yang sedang tersenyum gentlemen, senyum yang aku yakin penuh kepalsuan. Tiba-tiba diriku sadar kalau orang disekelilingku mundur dari papan pengumuman seperti memberikan jalan bagi seseorang, membuatku merasakan firasat buruk. Dan benar saja, Choi Minho. muncul dihadapanku. Dekat sekali dengan mukaku, memandang mataku tajam, huh memangnya aku bakal kalah dan mengedip?
“Kau Yeoja pertama yang tidak mengalihkan pandangannya dari mataku” bisik Choi Minho, entah mengapa aku bisa menangkap kesan kalau dia merasa senang, aishh dia pasti senang mempermainkanku!
“Jadi kamu Kim Mi-Young, mulai sekarang jangan segan-segan meminta bantuan ku ya! Nah karena sekarang sekolah diliburkan, besok kamu ikut aku ke suatu tempat!”
“Aku ada kegiatan klub, sibuk!” jawabku sekenanya, dan hendak beranjak
“Jjamkamman!” Choi Minho mendekatiku dan berbicara pelan sehingga siswa lain tidak ada yang mendengar “kita perginya malam kok, oya jangan pikir ini kencan, aku tau biasanya yeoja yang deket sama aku pasti jatuh cinta, tapi ingat aku sama sekali tidak tertarik sama yeoja kecil, kurus, dan judes sepertimu”
Aishh... ternyata bener dugaan ku kalau namja ini gak beres, ucapan sama ekspresinya ngga sesuai.
“Nee,, sekarang aku antar ke kelas ya!”
Tanpa siapapun menduga, namja ini merangkul bahuku, refleks aku menepisnya
“Mianhae sunbae, aku nggak suka dirangkul” eh.. perasaan ini.. aku merasa semua siswi terlihat marah sekaligus gak rela aku bicara berdua saja dengan Choi Minho
“Gwenchana, nee, silahkan jalan duluan...” Choi Minho terlihat masih bisa menahan kejengkelanya padaku, sambil tersenyum gentlement ia siap menghadapi siswa lainnya ‘Nee, untuk rekan-rekan yang lain juga silahkan kembali ke kelas karena akan ada beberapa pengumuman, tentunya kalian sudah siap untuk mendengar rencana liburan sekolah bulan depan kan?”
“Baiki Minho sunbae”
“Yosh! Minho Hyung” ucap sekumpulan anak laki-laki sambil beranjak,, huuuhhh ternyata dia punya pengaruh besar untuk siswa disini ya? Akh tidak penting,, maka aku pun meninggalkan Minho yang terlihat masih sibuk berbincang dengan siswa lainnya, mau aku bawa Taeyeon juga tapi yeoja itu tidak ada dimanapun. Mungkin sudah ke kelas, lagian aku harus ke klub basket, aigoo kalau telat aku yakin dia pasti bakal mengomeliku!”
==================End of Mi-Young POV=========
=============Choi Minho POV===============
“Kyaaa... Minho sunbae, kita sekelas sama Kim Mi-Young, boleh sekalian antar kita juga” tanya seorang Yeoja padaku sambil malu-malu, chingu-chingunya terlihat menyemangatinya.
“Nee...silahkan, ini justru kehormatan bagiku..” eh... Kim Mi-Young? Aku melihat ke sekitar tapi dia tidak ada dimanapun. Sialan, yeoja itu sudah pergi, dia juga bahkan ninggalin aku? Hmmm Kim Mi-Young, suatu saat bakal aku pastikan kamu gak bisa berpaling dari aku. Aku tersenyum penuh percaya diri, aku sama sekali tidak berpikir kebalikannya, kalau mungkin saja nanti yang sama sekali tidak bisa berpaling dari Kim Mi-Young adalah aku. Habis di dunia ini apa sih yang enggak mungkin terjadi?
================End of Minho POV============
==============Author POV=============
Tanpa siapapun yang menyadari, seorang namja berkacamata hitam dan menggunakan kupluk hingga menutupi wajahnya sedang mengamati kerumunan siswa yang berkumpul di lapangan dari balkon gedung sekolah di lantai tiga.
"Yeoja itu meninggalkan Choi Minho kekekekekeke... " ia tertawa lalu setelah memperhatikan Choi Minho yang menuju ke dalam sekolah ia pun mengaduk aduk saku jaketnya, mengeluarkan sebuah benda, benda itu digengaam oleh tangan kanannya lalu didekatkan ke telinganya,
"Sepert ini kan? mendekatkan benda ini ke telinga maka akan mendengar suara laut?" bisiknya lebih pada dirinya sendiri
lalu namja itu pun mulai bernyanyi
내게 언젠가 왔던 너의 얼굴을 기억해
Nega onjen-ga watdon noye olgureul giokhe
멈춰있던 내맘을, 밉게도 고장난 내 가슴을
Momcwo itdon nemameul, mipgedo gojangnan ne gaseumeul
너의 환한 미소가 쉽게도 연거야
Noye hwanhan misoga swipgedo yon-goya
그래 그렇게 내가 너의 사람이 된거야
Geure geurotge nega noye sarami dwen-goya
못났던 내추억들이 이젠 기억조차 않나
Motnatdon nechuok deuri ijen giokjocha anna
나를 꼭잡은 손이 봄처럼 따뜻해서
Nareul kkokjapeun soni bomchorom ttatteuthaeso
이제 꿈처럼 내맘은
Ije kkumchorom nemameun
그대 곁에 가만히 멈춰서요
Geude gyote gamanhi momcwosoyo
한순간도 깨지 않는 끝없는 꿈을 꿔요
Hansun-gan do kkeji anneun kket opneun kkumeul kkwoyo
이제 숨처럼 내곁에
Ije sumchorom ne gyote
항상 쉬며 그렇게 있어주면
Hangsang swimyo geurotge issojumyon
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
이제 꿈처럼 내맘은
Ije kkumchorom ne mameun
그대 품에 가만히 안겨있죠
Geude pume gamanhi an-gyo itjyo
한순간도 깨지 않는 끝없는 꿈을 꾸죠
Hansun-gan do kkeji anneun kket opneun kkumeul kkujyo
이제 숨처럼 내곁에
Ije sumchorom ne gyote
항상 쉬며 그렇게 있어주면
Hangsang swimyo geurotge issojumyon
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
#Nothing Better#
================= Masi......Author POV===================
“Choi Minho?! Tampaknya orang itu menyebalkan! Sepertinya ada yang dia incar! Senyumannya itu, I believe 100% it’s fake” Kim Mi-Young yang sedang berlari menuju ruang olah raga masih terus mencak-mencak sepanjang jalan, tiba-tiba ketika ia berbelok dan masuk ke dalam tiba-tiba ia menabrak seseorang, hingga ia dan namja yang ditabraknya terjatuh. Untung saja Kim Mi-Young sempat menopang tubuhnya jadi yeoja itu tidak perlu menimpa namja di bawahnya.
“Aduuh..” Key mengerang, tampaknya dia jatuh cukup keras
“Eh mi... oh kamu lagi...Gwenchana?”
“Arghh.. ne.. gwenchana...EH??..” Key baru sadar kalau wajah Kim Mi-Young close up dihadapannya sehingga lesung pipit yeoja itu jelas terlihat, mata mereka saling bertemu. Sesaat Key serasa tidak dapat bernafas.
“Muka kamu merah loh! Sakit?” yeoja itu memegang dahinya
“UWAAAAH!!!! Jangan deket-deket aku! GWENCHANA!!” langsung saja Key berdiri dan agak menjauh dari Kim Mi-Young
“Harusnya kamu minta maaf! Nabrak orang sembarangan, sakit tahu! Gimana kalo aku sampai cedera trus gak bisa maen di pertandingan minggu depan? Emang kamu bisa tanggung jawab?! Emang tiap ketemu kamu pasti aja ada tabrakan! Mobil aku nabrak lah, tangan kamu mukul aku lah, sekarang??”
“MWO?!” Kim Mi-Young jadi tambah bt, percuma mengkhawatirkannya “tadi bilangnya baik-baik aja, sekarang ribut! Terserah...”
“Hei kamu mau kemana? HEIII!!! “ dengan sigap Key menghalangi jalan yeoja mungil itu “Kamu pernah diajarin gak sih kalo salah harus minta maaf!”
Satu lagi orang nyebelin, Kim Mi-Young mencoba melewati Key beberapa kali tapi namja itu ternyata cepat. Mau gak mau Kim Mi-Young berpikir kalau Key salah satu andalan klub basket ini apalagi dia Kaptennya
Yeoja ini, cepet juga, pikir Key sambil sibuk menjaga jalan Kim Mi-Young dengan keras kepala “bilang mianhae dulu”
Tiba-tiba pintu terbuka dan tiga orang anggota klub masuk, yaitu Mir, Hongki dan Dongho
“Yosh kapten!! Eh ada manager”
“Wah kali ini juga kelitannya tadi hanya ada kalian, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi niih..”
“Kalian liat apa!! Gak terjadi apa-apa kok! Aku ini sedang...” Key diam sesaat “Hah, mana Kim Mi-Young pabo itu?!! “
“Baru aja masuk ruang klub, hahaha,,,”
Mir mendekati Key yang keliatan masih kesel “wah... berantem ya Key? Tenang aja, kalo pacaran biasa kok berantem. Oya dia yeojachingu pertama kamu kan hehe”
“Kekekekeke, becandanya lucu banget, hahaha,,, mana mungkin,,,”
Keliatanya menarik, pikir Dongho yang curiga melihat wajah Key yang merah, tiba-tiba ia mendapat ide yang menarik buat ngerjain Key. “Oya memang gak mungkin kan? Habis Kim Mi-Young kan udah punya namja”
“Eehhh... masa!!! “ Mir keliatan agak kaget”Tapi memang sih yeoja semanis dia pasti namja-namja gak kan membiarkannya”
“masa gue salah? Gue kan tau karna sekelas sama Kim Mi-Young... eh Key kok tiba-tiba pucet gitu? Shock ya?! Gwenchanayo?”
“Gak mungkin kan aku shock?! Gwenchana. Udah kalian cepet ganti baju, oya dan kamu Dongho, aku mau pemanasan sama kamu ya, aku mau liat apa kamu masih bisa menggoda aku nanti!”
“Kaa...ppten.. tapi saya...” Dongho tampak cemas, wajar aja sih Dongho cemas, habis pernah ada rumor kalau Key sudah bermain dengan emosi, bola mata Key akan menjadi merah dan dia bakal menjadi pemain yang keras dan sering membuat lawan-lawannya cedera.
“Ngga ada complain... ARASSEO!!! Semuanya cepet ganti baju dan bersiap pemanasan dimulai dari sekarang! Kecuali ada dari kalian ada yang mau dikeluarkan dari tim inti”
“EEEeeehhhhhhh!!!! Nee Key!” tanpa ada yang berusaha protes, akhirnya anggota klub Basket membubarkan diri.
Di tepi lapangan basket, Kim Mi-Young sedang sibuk memperhatikan klub anggota klub basket yang sedang berlatih sambil mencatat data.
“Hmmm... jadi klub basket ini anggotanya dibagi menjadi 3 tingkat yaitu A, B, dan C berdasarkan level permainan, tingkat B dan C udah dicek ada semua, yang tingkat A ada 5 orang termasuk si Key pabo itu, cirinya punya tanda A berwarna merah di kaosnya, berarti selain si pabo ada Jaejin, Dong Woon, dan Kim Jonghyun” ia teringat lagi namja yang ditemuinya waktu hari pertama masuk SHINING SCHOOL “Mungkin si namja PS itu kim Jonghyun yang dimaksud, kenapa dia gak latihan?? eh lalu... siapa seorang lagi? Di daftar ini cuma mereka, tapi jelas-jelas disebutin kalau tingkat A ada 5 orang. Satu orang lagi?”
“Kamu nyari aku?”
“EEEhhhhhh—sejak kapan ada di samping aku!!!” Kim Mi-Young kaget bukan main melihat Choi Minho udah duduk di sampingnya.
“Ah... Minho Hyung, Hyung bisa dateng juga!” Seunghyun langsung terlihat semangat, ia meminta break lalu berjalan mendekati kedua orang yang di tepi lapangan “ Mau main hyung?”
“Eh kok???”
“Gak usah dikenalin juga kamu pasti tau kan Kim Mi-Young, dia adalah Choi Minho sunbae, leader SHINee, dia tu salah satu anggota tim A dan Kapten kami tahun lalu”
“Sudah kubilang, aku berhenti dari klub... tapi kapan-kapan aku pasti akan menemani kalian main, tapi tentunya dengan seiijin kapten kalian...” Choi Minho menatap ke sebelah kanannya, Key sesaat terlihat hampir meledak bertatapan mata dengan Choi Minho, tapi kemudian ia kembali bersikap biasa.
“Leader SHINee sampai repot-repot datang ke klub basket, ada yang bisa saya bantu?” Kim Mi-Young dapat merasakan suara Key tidak bersahabat, rasanya ada sesuatu yang aneh dengan mereka berdua.
“Formal banget, aku cuma mau menjemput Kim Mi-Young, iya kan?”
“MWO???” Kim Mi-Young gak percaya apa yang didengernya, ni namja kayaknya emang niat pengen gangguin, Kim Mi-Young agak menyesal menyueki Choi Minho ketika dia berpidato dulu.
“Jemput?!” Key langsung teringat lagi perkataan temannya kalo Kim Mi-Young udah punya pacar, tapi Choi Minho?? Gak mungkin! Dia kenal Choi Minho, namja itu selalu bilang kalau semua yeoja miliknya, dia gak mungkin bisa serius sama seorang, tapi kenapa hatinya tetap cemas? Key benar-benar tak mau memikirkannya.
“bingung? Akh masa kamu gak ngerti hal sesederhana ini, Kim Mi-Young itu partner aku!”
“kamu??? Punya parner??”
“HEEEEIIII...!!! Jjamkaman! Aku bener-bener belum ngerti, sebenarnya tugas partner apa aja? Kanapa harus ada sistem aneh kayak gitu?” tambah lagi harus dipasangin sama namja bermuka dua macam Choi Minho
“Seunghyun, kamu kan pandai cerita, kasih tahu partner ku yang pabo”
“Nee hyung, Jadi tugas umum partner adalah membantu setiap siswa kelas X membiasakan diri di sekolah ini sekaligus mengawasi belajar. Bisa dikatakan partner adalah orang terdekat di sekolah bahkan dibanding teman sekelas. Sedangkan sebagai timbal baliknya, anak kelas X harus menghormati dan mau disuruh partnernya”
Choi Minho berbisik pada Kim Mi-Young”Jadi intinya kamu budak aku!, arasseo?”
Namja ini!!!! “Aku nggak setuju! Aku mau ganti orang aja! Aku – “
“Jadi kamu takut jatuh cinta sama aku?? Tenang aja aku gak berminat sama kamu kok!”
Aku tahu! Senyumannya itu palsu! Malah menyeramkan, jatuh cinta sama orang kejam seperti dia? ANDWEE!.
“Choi Minho, kamu belum jawab, aku sama sekali enggak ngerti kenapa orang ‘seperti’mu yang dari kelas X gak pernah punya partner tapi sekarang mau jadi partner dia?”
“Kenapa? Bukannya kamu gak mau tau lagi urusan aku? Ooh... atau yang kau pedulikan itu bukan aku?” Choi Minho menatap Kim Mi-Young sekilas “lagian direktur sekolah yang memutuskan, bukan aku, nah Kim Mi-Young ayo kita segera memindahkan barang-barang mu”
“Pindah barang?”
“Kamu mulai hari ini pindah asrama, eh memangnya Seunghyun belum bilang ya? Partner itu harus saling menjaga, jadi untuk kamar juga harus bersebelahan. Asrama ku di asrama SHINing star yaitu asrama khusus untuk member SHINee yang terdiri dari 5 orang, tapi Cuma ada 4 orang yang tinggal karena ada satu orang pabo keluar”
Key dapat merasakan pandangan dingin Choi Minho.
Pindah?? Seasrama sama namja setan ini??jangan-jangan aku disana bakal dijadiin kacung, dia kan bilang kalau aku budaknya!!!! Kenapa aku harus berurusan ma dia!! Tapi sekarang aku gak bisa mundur
“Hei, tau tidakk, apa yang kamu pikirkan tadi bakal jadi kenyataan”
“Hah??!” Kim Mi-Young kaget, ANDWEE!!!dia bisa baca pikiran ku!!!, padahal kan jarang ada orang yang bisa tahu apa yang kupikirkan, tidak, Cuma kebetulan, aku harus tenang, lagian kayaknya ku gak bisa nolak “Aku gak terlalu peduli dan aku gak takut seasrama sama kamu, eh tapi tadi kamu bilang SHINee, jadi ada 5 orang?”
“Empat, nee, dan semuanya namja, aku Choi Minho, Onew, Taemin, dan Kim Jonghyun, tapi bisa juga jadi delapan kalau mereka mau ikutan partner, waeyo? Takut?”
“Nee..Bagus kalau kamu gak takut..” Choi Minho mengamati Kim Mi-Young lebih dekat, oh.. jadi kamu masih berani sama aku ya...
Kim Mi-Young tersenyum dengan cara senyum milik Choi Minho ‘Liat aja, aku gak akan kalah sama namja kayak kamu.
Choi Minho keliatan kaget sesaat, tapi kemudian ia bisa menguasai dirinya lagi “Kita pergi sekarang, ayo!” namja itu langsung menarik tangan Kim Mi-Young dan berjalan melewati Key yang terlihat membeku, beberapa anggota tim tenis menghentikan latihan mereka dan malah memperhatikan Choi Minho dan Kim Mi-Young sampai mereka keluar dari gor.
“Baru kali ini aku liat Choi Minho sunbae menggandeng yeoja, padahal dia sering keliatan bareng yeoja-yeoja di sekolah” celetuk Dongho sambil melempar bola tenis ke Gikwang.
“Berarti mereka ada sesuatu ya! Hehehe”
“Wah... padahal aku ngincer Kim Mi-Young tapi kalau Kak Choi Minho lawannya si ak – eh kenapa??” Dongho kaget karna Jaejin menyikut dirinya lalu menunjuk pada Key yang masih membeku. Mendadak semua ikut terdiam. Ada isu kalau Key benar-benar marah bisa timbul korban, tapi tanpa diduga tiba-tiba Key tersenyum
“Akh... mereka kan partner jadi wajar aja bareng, sudah sore, kita sudahi latihanya" jelas key pada yang lainnya kemudian dia mendekati Jaejin "Jaejin, hari ini aku nginep di kamar kamu ya!.
Key, lagi-lagi tadi kamu berakting, pikir Jaejin sambil menganguk lalu mengikuti Key ke ruang ganti.
TBC
tambahan :
di SHINING SCHOOL kelas dibagi dua, reguler dan special. Yang di kelas reguler sama seperti sekolah lainnya, sedangkan untuk special class itu untuk siswa yang punya bakat istimewa. seperti Onew dengan bakat bermain biola dan pianonya, Jonghyun dengan suara emasnya, tapi nggak sebatas bakat itu aja, siswa dengan bakat ^tidak biasa^ bisa dimasukkan ke special class misalnya bakat meramal
~Oy, asalnya aq bingung mau ngasi tw ato gag, aq gag buat taemin disini jadi cewek beneran (Taeyeon)--",, masi inget cerita dipart 2??? waktu minho nyuruh seorang namja menyamar jadi temannya Mi Young , nah itu lah Taemin, dia nyamar aja jadi cewek =DD#Plakk
Oy mianhae...dalem beberapa hari kedepan ga bisa ngepost ff dulu karna saiah mulai sibuk dengan tugas menumpuk dan UAS #anakkuliahan, tp kalo banyak yg komen, mungkin saya percepat ^^v
Comment ?? comment??Lanjut ga ni? Don't be silent reader please T^T
NO BASH
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Park Min Gi, Hwang Soo yun, Taeyeon, Mir, Jaejin, Dongho, Seunghyun, Dong Woon, Gikwang
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3
Chapter 3
Partner
<3 <3 <3 Key POV <3 <3 <3
“STOOOOOOOOOP!!!!!! ORANG ANEH!!!!PLAKKKKKKK!!!!”
Aku merasakan sekitar mata kananku sangat perih,, tapi yang bisa kulakukan hanya mengerang, sakit sekali, tanpa sadar aku melepaskan pelukanku, eh kenapa rasanya locker ini sangat lega? Jangan jangan dia...aku mebuka mataku yang kiri dan melihat kalau ke arah luar locker. Banyak mata memandang ku, andwee..apakah aku bermimpi?? Jae jin, Mir, Jong hun, Seunghyun, bahkan Dong Woon sampai menganga melihatku dan seorang disampingku, oya Kim Mi-Young, tadi kami..
“MWO??!!APAAN LIAT-LIAT!” Bentak yeoja disebelahku tiba-tiba, lalu dia berbalik menghadapku. Aish... mukanya sangat merah dan matanya berkaca-kaca, dia kelihatan sangat marah. ANDWEE APA YANG SALAH?? Aku cuman bisa bisa mengomel dalam hati, lidahku entah kenapa kelu. Aku ingin mengatakannya jangan menangis
“Key, aku tunggu buat ngeberesin masalah kita di lapangan SEKARANG!” Teriaknya padaku, lalu ia pergi dari luar ruang ganti sambil setengah berlari, OMO! Aku ingin mengejarnya, tapi tatapan teman-temanku membuatku bingung, maka aku pikir lebih baik menjelaskna yang sebenarnya pada mereka
“.. jadi-jadi aku gak bermaksud begitu! Aku Cuma gak ingin kalian salah paham”
“Tapi bersembunyi disitu bukanya sendiri aja sempit ya?” goda Jae Jin, wakil ketua klub basket sambil nyengir-nyengir
“Berarti pelukan dong?” timpal Dong Woon
“Pantesan aja ditonjok”
“Mana telanjang dada lagi”
“dia Cuma orang yang aku pikir cocok jadi manager kita, lagian dia harus ganti rugi! Gara-gara dia mobil gw rusak”
“ Tapi tetap aja kesimpulannya, Key kamu bisa dituntut sudah berbuat mesum loh!”
“Aku gag sengaja meluk dia, tadi tuh...” lidahku tiba-tiba kelu lagi, entah kenapa aku teringat sensasi ketika memeluknya, aneh, kenapa bisa begitu hmm~~apa kata yang tepat, menyenangkan? Tubuhnya kecil, Rasanya aku bisa menjaga dia dari apapun “Dia mungil ya..”
“kekekeke...”Jaejin malah tertawa, ih dia emang bisa jadi sangat menyebalkan!
“Lihat !!! Muka Raja memerah,, kyeopta!!” Mir berseloroh
“Key udah dewasa ya?”
“MWO?” Aku tak mengerti, belum sempat teman-teman ku berbicara, lagi Kim Mi-Young masuk kembali
“Hei, orang-orang disana yang kebanyakan yeoja mau liat kalian?”
“Iya dong!” Jawab seorang pemuda yang berambut jabrik bernama Jong Hun“Kita kan banyak fansnya”
“Ok, kalo gitu aku mau jadi manager klub ini, kalau kalian menolak, aku bakal lapor kepala sekolah soal pelecehan kapten kalian!!”
“Kami setuju deh!!! Walau sebenarnya sih ini nepotisme loh Key” Jawab Jae Jin sekenanya dan dibalas oleh anggukan yang lainnya
“Aku juga setuju aja, memang klub ini dari dulu butuh manager, key terlalu pilih-pilihi” tambah , Seunghyun, namja jangkung berwajah manis
“Naah... kesimpulannya..” Jong Hun mengedip ke arah Key yang keliatan shock sambil mengulurkan tangannya“kamu diterima Nona..”
“Kim Mi-Young, mohon bantuannya” Pinta mereka serempak, kecuali aku omoooooo
‘tu...tunggg guuuuuuu,,,,,, aku sebenarnya membawanya kemari untuk membuat yeoja sombong itu jadi pesuruh di klub, bukan beginiiiiiiiiiiiii!!! HEY!!DENGARKAN AKUUUUUU!!!!!!!!!!’
<3 <3 <3 End of KEY POV <3 <3<3
===========Kim Mi-Young POV=============
“Jadi... SHINing star atau SHINee itu ada 5, leadernya Choi Minho terus yang lainnya Key, Onew, Jonghyun dan Taemin?” tanyaku pada Soo-Yun untuk memastikan. Soo Yun adalah teman pertamaku di kelas. Tadi dia sedang menceritakanku tentang SHINee, aku benar-benar tak menyangka kalau namja yang membuat masalah denganku beberapa hari di sekolah adalah anggota SHINee, kecuali Taemin, aku belum bertemu dengannya.
“Nee... mereka sudah eksis sejak dua tahun lalu tapi saat itu leadernya Onew, dia pemain biola dan piano paling hebat di sekolah kita, entah mengapa sejak 3 bulan lalu SHINee seolah pecah..”
“Wae?”
“Molla, yang jelas Key oppa pindah kelas ke reguler dan pindah dari asrama khusus SHINing star, Onew oppa juga tiba-tiba bilang mundur jadi leader, dia masih di asrama SHINing star cuman tidak pernah berbarengan dengan SHINing star lain, tapi kadang-kadang dia masih bareng Key oppa, kalau Jonghyun oppa sejak itu dia jadi penyanyi solo terkenal dan sering bolos sekolah, Minho oppa seperti yang kau tahu sekarang dia yang menjadi leader, kalau Taemin, dia tu pas SHINee bubar masih SMP, SMP SHINING juga, tapi ntahlah, siswa disekolah ini tidak ada yang melihatnya sejak 3bulan lalu”
“Taemin itu seperti apa?” tanyaku agak penasaran, mau tidak mau aku mengakui kalau anggota SHINee semuanya tampan-tampan, dan pastinya untuk namja ini pula”
“Dia itu.. neumo neumo neumo KYEOPTA!! NAMJA YANG SANGAT CUTE! LEBIH CANTIK DARI YEOJA!!”
“Aniyo” jawab seorang yeoja disebelahku yang ntah kapan sudah diam berdiri “Taemin itu manly, oya bangapseumnida, Tae Yeon imnida, sekelas dengan kalian, aku telat masuk kelas karena sakit” yeoja itu tersenyum manis.
“Omo omo omo.... yeppo!” gumamku tanpa sadar, memang yeoja dihadapanku ini yeppo sekali. Rambutnya sebahu dan memakai bando pink, wajahnya manis dan pipinya agak chubby, mungkin kalau aku namja pasti aku bakal naksir dia “eh.. mian, Kim Mi-Young imnida”
“Park soo yun imnida” tambah Soo yun hati-hati, aku memperhatikan ekspresi soo yun, dia tampak sangat segan pada Tae Yeon, aneh..
“Mi-Young, kajja kita ke mading, kau tau! Pengumuman parrner kita baru ditempel” ajak Taeyeon tiba-tiba.
“Partner? Aishh... jadi yang kaya gitu bener-bener ada ya?” ucapku agak kecewa, sekolah ini aneh-aneh saja. Setiap siswa tahun pertama masing-masing dipilihkan seorang partner dari kelas XI atau kelas XII untuk membantu belajar, mengawasi, dan bekerja sama selama satu tahun. Tidak penting banget, emangnya anak TK? Tapi siswa lain terutama yeoja malah semakin ribut soalnya ada mitos kalau biasanya pasangan partner itu kemungkinan besar akan menjadi sepasang kekasih, bahkan banyak pula yang sampai menikah.
“Nee... aku pengen berpasangan sama Minho oppa” jawab Tae Yeon to the point,
Minho oppa itu leader SHINing school itu? Ntah kenapa rasanya aku tidak menyukainya, senyumannya itu palsu, memikirkannya saja buatku merinding, jangan sampei dah. Terus kapten basket Key, tu namja cerewet banget, bisa mimpi buruk harus pasangan sama dia. Hwaaa...aku harus cari tahu!” “Soo yun, kesana yuk!”
“Sirrheo, paling juga aku partneran sama Jonghyun oppa”
“Hah?” aku bingung, yakin banget dia, aku bisa merasakan kalau Tae-Yoen juga merasa aneh.
“Ya sudahlah... ayo Mi-Young!” akhirnya aku dan Tae Yeon yang pergi ke mading di dekat lapangan upacara. Dan ternyata banyak sekali siswa yang memadati mading itu. Setelah berjuang beberapa menit aku dan Tae Yeon akhirnya berhasil menyelinap untuk melihat kertas pengumuman raksasa yang ditempelkan. Cukup mudah untuk mencari namanya, karena diurutkan berdasarkan NIS.
“Akh.. ketemu... Kim Mi-Young partnernya........” aku memandang nama disebelahku tak percaya “Jjamkaman............. aku pasti salah lihat!” tapi tetap saja, walau aku sudah mngucek mataku dan mencubit tanganku nama yang disebelah namaku tetap Choi Minho!
“Eh, mustahil! Anak ini partnernya Minho oppa loh!!” timpal seorang yeoja yang tidak aku kenal, jelas banget keliatan iri
“Kim Mi-Young!! Kamu beruntung! Minho oppa kan populer banget! Udah gitu baiiikkk banget!” entah dari mana Tae Yeon tiba-tiba memelukku “kalo aku sama Onew oppa! Min Gi eonni pasti lega karena onew oppa tidak harus berpasangan dengan yeoja lain”
“Min Gi? “ Aku bingung karena tiba-tiba Tae Yeon menyebut nama yang tidak kukenal.
“Hmm apa yah, dia tuh orang yang sudah aku anggap sebagai eonni ku sendiri, dia dulu sangat dekat dengan onew oppa”
“Oh...yeojachingunya?”
“Molla” Jawab Taeyeon “Daripada itu, Mi Young kamu beruntung banget!!”
Aku menanggapi ucapan Taeyeon hanya dengan anggukan lemah, Huh.. Choi Minho itu si leader SHINee itu kan... aku teringat lagi wajah Choi Minho yang sedang tersenyum gentlemen, senyum yang aku yakin penuh kepalsuan. Tiba-tiba diriku sadar kalau orang disekelilingku mundur dari papan pengumuman seperti memberikan jalan bagi seseorang, membuatku merasakan firasat buruk. Dan benar saja, Choi Minho. muncul dihadapanku. Dekat sekali dengan mukaku, memandang mataku tajam, huh memangnya aku bakal kalah dan mengedip?
“Kau Yeoja pertama yang tidak mengalihkan pandangannya dari mataku” bisik Choi Minho, entah mengapa aku bisa menangkap kesan kalau dia merasa senang, aishh dia pasti senang mempermainkanku!
“Jadi kamu Kim Mi-Young, mulai sekarang jangan segan-segan meminta bantuan ku ya! Nah karena sekarang sekolah diliburkan, besok kamu ikut aku ke suatu tempat!”
“Aku ada kegiatan klub, sibuk!” jawabku sekenanya, dan hendak beranjak
“Jjamkamman!” Choi Minho mendekatiku dan berbicara pelan sehingga siswa lain tidak ada yang mendengar “kita perginya malam kok, oya jangan pikir ini kencan, aku tau biasanya yeoja yang deket sama aku pasti jatuh cinta, tapi ingat aku sama sekali tidak tertarik sama yeoja kecil, kurus, dan judes sepertimu”
Aishh... ternyata bener dugaan ku kalau namja ini gak beres, ucapan sama ekspresinya ngga sesuai.
“Nee,, sekarang aku antar ke kelas ya!”
Tanpa siapapun menduga, namja ini merangkul bahuku, refleks aku menepisnya
“Mianhae sunbae, aku nggak suka dirangkul” eh.. perasaan ini.. aku merasa semua siswi terlihat marah sekaligus gak rela aku bicara berdua saja dengan Choi Minho
“Gwenchana, nee, silahkan jalan duluan...” Choi Minho terlihat masih bisa menahan kejengkelanya padaku, sambil tersenyum gentlement ia siap menghadapi siswa lainnya ‘Nee, untuk rekan-rekan yang lain juga silahkan kembali ke kelas karena akan ada beberapa pengumuman, tentunya kalian sudah siap untuk mendengar rencana liburan sekolah bulan depan kan?”
“Baiki Minho sunbae”
“Yosh! Minho Hyung” ucap sekumpulan anak laki-laki sambil beranjak,, huuuhhh ternyata dia punya pengaruh besar untuk siswa disini ya? Akh tidak penting,, maka aku pun meninggalkan Minho yang terlihat masih sibuk berbincang dengan siswa lainnya, mau aku bawa Taeyeon juga tapi yeoja itu tidak ada dimanapun. Mungkin sudah ke kelas, lagian aku harus ke klub basket, aigoo kalau telat aku yakin dia pasti bakal mengomeliku!”
==================End of Mi-Young POV=========
=============Choi Minho POV===============
“Kyaaa... Minho sunbae, kita sekelas sama Kim Mi-Young, boleh sekalian antar kita juga” tanya seorang Yeoja padaku sambil malu-malu, chingu-chingunya terlihat menyemangatinya.
“Nee...silahkan, ini justru kehormatan bagiku..” eh... Kim Mi-Young? Aku melihat ke sekitar tapi dia tidak ada dimanapun. Sialan, yeoja itu sudah pergi, dia juga bahkan ninggalin aku? Hmmm Kim Mi-Young, suatu saat bakal aku pastikan kamu gak bisa berpaling dari aku. Aku tersenyum penuh percaya diri, aku sama sekali tidak berpikir kebalikannya, kalau mungkin saja nanti yang sama sekali tidak bisa berpaling dari Kim Mi-Young adalah aku. Habis di dunia ini apa sih yang enggak mungkin terjadi?
================End of Minho POV============
==============Author POV=============
Tanpa siapapun yang menyadari, seorang namja berkacamata hitam dan menggunakan kupluk hingga menutupi wajahnya sedang mengamati kerumunan siswa yang berkumpul di lapangan dari balkon gedung sekolah di lantai tiga.
"Yeoja itu meninggalkan Choi Minho kekekekekeke... " ia tertawa lalu setelah memperhatikan Choi Minho yang menuju ke dalam sekolah ia pun mengaduk aduk saku jaketnya, mengeluarkan sebuah benda, benda itu digengaam oleh tangan kanannya lalu didekatkan ke telinganya,
"Sepert ini kan? mendekatkan benda ini ke telinga maka akan mendengar suara laut?" bisiknya lebih pada dirinya sendiri
lalu namja itu pun mulai bernyanyi
내게 언젠가 왔던 너의 얼굴을 기억해
Nega onjen-ga watdon noye olgureul giokhe
멈춰있던 내맘을, 밉게도 고장난 내 가슴을
Momcwo itdon nemameul, mipgedo gojangnan ne gaseumeul
너의 환한 미소가 쉽게도 연거야
Noye hwanhan misoga swipgedo yon-goya
그래 그렇게 내가 너의 사람이 된거야
Geure geurotge nega noye sarami dwen-goya
못났던 내추억들이 이젠 기억조차 않나
Motnatdon nechuok deuri ijen giokjocha anna
나를 꼭잡은 손이 봄처럼 따뜻해서
Nareul kkokjapeun soni bomchorom ttatteuthaeso
이제 꿈처럼 내맘은
Ije kkumchorom nemameun
그대 곁에 가만히 멈춰서요
Geude gyote gamanhi momcwosoyo
한순간도 깨지 않는 끝없는 꿈을 꿔요
Hansun-gan do kkeji anneun kket opneun kkumeul kkwoyo
이제 숨처럼 내곁에
Ije sumchorom ne gyote
항상 쉬며 그렇게 있어주면
Hangsang swimyo geurotge issojumyon
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
이제 꿈처럼 내맘은
Ije kkumchorom ne mameun
그대 품에 가만히 안겨있죠
Geude pume gamanhi an-gyo itjyo
한순간도 깨지 않는 끝없는 꿈을 꾸죠
Hansun-gan do kkeji anneun kket opneun kkumeul kkujyo
이제 숨처럼 내곁에
Ije sumchorom ne gyote
항상 쉬며 그렇게 있어주면
Hangsang swimyo geurotge issojumyon
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you
#Nothing Better#
================= Masi......Author POV===================
“Choi Minho?! Tampaknya orang itu menyebalkan! Sepertinya ada yang dia incar! Senyumannya itu, I believe 100% it’s fake” Kim Mi-Young yang sedang berlari menuju ruang olah raga masih terus mencak-mencak sepanjang jalan, tiba-tiba ketika ia berbelok dan masuk ke dalam tiba-tiba ia menabrak seseorang, hingga ia dan namja yang ditabraknya terjatuh. Untung saja Kim Mi-Young sempat menopang tubuhnya jadi yeoja itu tidak perlu menimpa namja di bawahnya.
“Aduuh..” Key mengerang, tampaknya dia jatuh cukup keras
“Eh mi... oh kamu lagi...Gwenchana?”
“Arghh.. ne.. gwenchana...EH??..” Key baru sadar kalau wajah Kim Mi-Young close up dihadapannya sehingga lesung pipit yeoja itu jelas terlihat, mata mereka saling bertemu. Sesaat Key serasa tidak dapat bernafas.
“Muka kamu merah loh! Sakit?” yeoja itu memegang dahinya
“UWAAAAH!!!! Jangan deket-deket aku! GWENCHANA!!” langsung saja Key berdiri dan agak menjauh dari Kim Mi-Young
“Harusnya kamu minta maaf! Nabrak orang sembarangan, sakit tahu! Gimana kalo aku sampai cedera trus gak bisa maen di pertandingan minggu depan? Emang kamu bisa tanggung jawab?! Emang tiap ketemu kamu pasti aja ada tabrakan! Mobil aku nabrak lah, tangan kamu mukul aku lah, sekarang??”
“MWO?!” Kim Mi-Young jadi tambah bt, percuma mengkhawatirkannya “tadi bilangnya baik-baik aja, sekarang ribut! Terserah...”
“Hei kamu mau kemana? HEIII!!! “ dengan sigap Key menghalangi jalan yeoja mungil itu “Kamu pernah diajarin gak sih kalo salah harus minta maaf!”
Satu lagi orang nyebelin, Kim Mi-Young mencoba melewati Key beberapa kali tapi namja itu ternyata cepat. Mau gak mau Kim Mi-Young berpikir kalau Key salah satu andalan klub basket ini apalagi dia Kaptennya
Yeoja ini, cepet juga, pikir Key sambil sibuk menjaga jalan Kim Mi-Young dengan keras kepala “bilang mianhae dulu”
Tiba-tiba pintu terbuka dan tiga orang anggota klub masuk, yaitu Mir, Hongki dan Dongho
“Yosh kapten!! Eh ada manager”
“Wah kali ini juga kelitannya tadi hanya ada kalian, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi niih..”
“Kalian liat apa!! Gak terjadi apa-apa kok! Aku ini sedang...” Key diam sesaat “Hah, mana Kim Mi-Young pabo itu?!! “
“Baru aja masuk ruang klub, hahaha,,,”
Mir mendekati Key yang keliatan masih kesel “wah... berantem ya Key? Tenang aja, kalo pacaran biasa kok berantem. Oya dia yeojachingu pertama kamu kan hehe”
“Kekekekeke, becandanya lucu banget, hahaha,,, mana mungkin,,,”
Keliatanya menarik, pikir Dongho yang curiga melihat wajah Key yang merah, tiba-tiba ia mendapat ide yang menarik buat ngerjain Key. “Oya memang gak mungkin kan? Habis Kim Mi-Young kan udah punya namja”
“Eehhh... masa!!! “ Mir keliatan agak kaget”Tapi memang sih yeoja semanis dia pasti namja-namja gak kan membiarkannya”
“masa gue salah? Gue kan tau karna sekelas sama Kim Mi-Young... eh Key kok tiba-tiba pucet gitu? Shock ya?! Gwenchanayo?”
“Gak mungkin kan aku shock?! Gwenchana. Udah kalian cepet ganti baju, oya dan kamu Dongho, aku mau pemanasan sama kamu ya, aku mau liat apa kamu masih bisa menggoda aku nanti!”
“Kaa...ppten.. tapi saya...” Dongho tampak cemas, wajar aja sih Dongho cemas, habis pernah ada rumor kalau Key sudah bermain dengan emosi, bola mata Key akan menjadi merah dan dia bakal menjadi pemain yang keras dan sering membuat lawan-lawannya cedera.
“Ngga ada complain... ARASSEO!!! Semuanya cepet ganti baju dan bersiap pemanasan dimulai dari sekarang! Kecuali ada dari kalian ada yang mau dikeluarkan dari tim inti”
“EEEeeehhhhhhh!!!! Nee Key!” tanpa ada yang berusaha protes, akhirnya anggota klub Basket membubarkan diri.
Di tepi lapangan basket, Kim Mi-Young sedang sibuk memperhatikan klub anggota klub basket yang sedang berlatih sambil mencatat data.
“Hmmm... jadi klub basket ini anggotanya dibagi menjadi 3 tingkat yaitu A, B, dan C berdasarkan level permainan, tingkat B dan C udah dicek ada semua, yang tingkat A ada 5 orang termasuk si Key pabo itu, cirinya punya tanda A berwarna merah di kaosnya, berarti selain si pabo ada Jaejin, Dong Woon, dan Kim Jonghyun” ia teringat lagi namja yang ditemuinya waktu hari pertama masuk SHINING SCHOOL “Mungkin si namja PS itu kim Jonghyun yang dimaksud, kenapa dia gak latihan?? eh lalu... siapa seorang lagi? Di daftar ini cuma mereka, tapi jelas-jelas disebutin kalau tingkat A ada 5 orang. Satu orang lagi?”
“Kamu nyari aku?”
“EEEhhhhhh—sejak kapan ada di samping aku!!!” Kim Mi-Young kaget bukan main melihat Choi Minho udah duduk di sampingnya.
“Ah... Minho Hyung, Hyung bisa dateng juga!” Seunghyun langsung terlihat semangat, ia meminta break lalu berjalan mendekati kedua orang yang di tepi lapangan “ Mau main hyung?”
“Eh kok???”
“Gak usah dikenalin juga kamu pasti tau kan Kim Mi-Young, dia adalah Choi Minho sunbae, leader SHINee, dia tu salah satu anggota tim A dan Kapten kami tahun lalu”
“Sudah kubilang, aku berhenti dari klub... tapi kapan-kapan aku pasti akan menemani kalian main, tapi tentunya dengan seiijin kapten kalian...” Choi Minho menatap ke sebelah kanannya, Key sesaat terlihat hampir meledak bertatapan mata dengan Choi Minho, tapi kemudian ia kembali bersikap biasa.
“Leader SHINee sampai repot-repot datang ke klub basket, ada yang bisa saya bantu?” Kim Mi-Young dapat merasakan suara Key tidak bersahabat, rasanya ada sesuatu yang aneh dengan mereka berdua.
“Formal banget, aku cuma mau menjemput Kim Mi-Young, iya kan?”
“MWO???” Kim Mi-Young gak percaya apa yang didengernya, ni namja kayaknya emang niat pengen gangguin, Kim Mi-Young agak menyesal menyueki Choi Minho ketika dia berpidato dulu.
“Jemput?!” Key langsung teringat lagi perkataan temannya kalo Kim Mi-Young udah punya pacar, tapi Choi Minho?? Gak mungkin! Dia kenal Choi Minho, namja itu selalu bilang kalau semua yeoja miliknya, dia gak mungkin bisa serius sama seorang, tapi kenapa hatinya tetap cemas? Key benar-benar tak mau memikirkannya.
“bingung? Akh masa kamu gak ngerti hal sesederhana ini, Kim Mi-Young itu partner aku!”
“kamu??? Punya parner??”
“HEEEEIIII...!!! Jjamkaman! Aku bener-bener belum ngerti, sebenarnya tugas partner apa aja? Kanapa harus ada sistem aneh kayak gitu?” tambah lagi harus dipasangin sama namja bermuka dua macam Choi Minho
“Seunghyun, kamu kan pandai cerita, kasih tahu partner ku yang pabo”
“Nee hyung, Jadi tugas umum partner adalah membantu setiap siswa kelas X membiasakan diri di sekolah ini sekaligus mengawasi belajar. Bisa dikatakan partner adalah orang terdekat di sekolah bahkan dibanding teman sekelas. Sedangkan sebagai timbal baliknya, anak kelas X harus menghormati dan mau disuruh partnernya”
Choi Minho berbisik pada Kim Mi-Young”Jadi intinya kamu budak aku!, arasseo?”
Namja ini!!!! “Aku nggak setuju! Aku mau ganti orang aja! Aku – “
“Jadi kamu takut jatuh cinta sama aku?? Tenang aja aku gak berminat sama kamu kok!”
Aku tahu! Senyumannya itu palsu! Malah menyeramkan, jatuh cinta sama orang kejam seperti dia? ANDWEE!.
“Choi Minho, kamu belum jawab, aku sama sekali enggak ngerti kenapa orang ‘seperti’mu yang dari kelas X gak pernah punya partner tapi sekarang mau jadi partner dia?”
“Kenapa? Bukannya kamu gak mau tau lagi urusan aku? Ooh... atau yang kau pedulikan itu bukan aku?” Choi Minho menatap Kim Mi-Young sekilas “lagian direktur sekolah yang memutuskan, bukan aku, nah Kim Mi-Young ayo kita segera memindahkan barang-barang mu”
“Pindah barang?”
“Kamu mulai hari ini pindah asrama, eh memangnya Seunghyun belum bilang ya? Partner itu harus saling menjaga, jadi untuk kamar juga harus bersebelahan. Asrama ku di asrama SHINing star yaitu asrama khusus untuk member SHINee yang terdiri dari 5 orang, tapi Cuma ada 4 orang yang tinggal karena ada satu orang pabo keluar”
Key dapat merasakan pandangan dingin Choi Minho.
Pindah?? Seasrama sama namja setan ini??jangan-jangan aku disana bakal dijadiin kacung, dia kan bilang kalau aku budaknya!!!! Kenapa aku harus berurusan ma dia!! Tapi sekarang aku gak bisa mundur
“Hei, tau tidakk, apa yang kamu pikirkan tadi bakal jadi kenyataan”
“Hah??!” Kim Mi-Young kaget, ANDWEE!!!dia bisa baca pikiran ku!!!, padahal kan jarang ada orang yang bisa tahu apa yang kupikirkan, tidak, Cuma kebetulan, aku harus tenang, lagian kayaknya ku gak bisa nolak “Aku gak terlalu peduli dan aku gak takut seasrama sama kamu, eh tapi tadi kamu bilang SHINee, jadi ada 5 orang?”
“Empat, nee, dan semuanya namja, aku Choi Minho, Onew, Taemin, dan Kim Jonghyun, tapi bisa juga jadi delapan kalau mereka mau ikutan partner, waeyo? Takut?”
“Nee..Bagus kalau kamu gak takut..” Choi Minho mengamati Kim Mi-Young lebih dekat, oh.. jadi kamu masih berani sama aku ya...
Kim Mi-Young tersenyum dengan cara senyum milik Choi Minho ‘Liat aja, aku gak akan kalah sama namja kayak kamu.
Choi Minho keliatan kaget sesaat, tapi kemudian ia bisa menguasai dirinya lagi “Kita pergi sekarang, ayo!” namja itu langsung menarik tangan Kim Mi-Young dan berjalan melewati Key yang terlihat membeku, beberapa anggota tim tenis menghentikan latihan mereka dan malah memperhatikan Choi Minho dan Kim Mi-Young sampai mereka keluar dari gor.
“Baru kali ini aku liat Choi Minho sunbae menggandeng yeoja, padahal dia sering keliatan bareng yeoja-yeoja di sekolah” celetuk Dongho sambil melempar bola tenis ke Gikwang.
“Berarti mereka ada sesuatu ya! Hehehe”
“Wah... padahal aku ngincer Kim Mi-Young tapi kalau Kak Choi Minho lawannya si ak – eh kenapa??” Dongho kaget karna Jaejin menyikut dirinya lalu menunjuk pada Key yang masih membeku. Mendadak semua ikut terdiam. Ada isu kalau Key benar-benar marah bisa timbul korban, tapi tanpa diduga tiba-tiba Key tersenyum
“Akh... mereka kan partner jadi wajar aja bareng, sudah sore, kita sudahi latihanya" jelas key pada yang lainnya kemudian dia mendekati Jaejin "Jaejin, hari ini aku nginep di kamar kamu ya!.
Key, lagi-lagi tadi kamu berakting, pikir Jaejin sambil menganguk lalu mengikuti Key ke ruang ganti.
TBC
tambahan :
di SHINING SCHOOL kelas dibagi dua, reguler dan special. Yang di kelas reguler sama seperti sekolah lainnya, sedangkan untuk special class itu untuk siswa yang punya bakat istimewa. seperti Onew dengan bakat bermain biola dan pianonya, Jonghyun dengan suara emasnya, tapi nggak sebatas bakat itu aja, siswa dengan bakat ^tidak biasa^ bisa dimasukkan ke special class misalnya bakat meramal
~Oy, asalnya aq bingung mau ngasi tw ato gag, aq gag buat taemin disini jadi cewek beneran (Taeyeon)--",, masi inget cerita dipart 2??? waktu minho nyuruh seorang namja menyamar jadi temannya Mi Young , nah itu lah Taemin, dia nyamar aja jadi cewek =DD#Plakk
Oy mianhae...dalem beberapa hari kedepan ga bisa ngepost ff dulu karna saiah mulai sibuk dengan tugas menumpuk dan UAS #anakkuliahan, tp kalo banyak yg komen, mungkin saya percepat ^^v
Comment ?? comment??Lanjut ga ni? Don't be silent reader please T^T
NO BASH
Langganan:
Postingan (Atom)