My Home

Kamis, Februari 03, 2011

SHINee FF [SHINING SCHOOL part 2]

Title : Shining School
Author : KeyNia a.k. Kunang Annalitha
Main Cast : Kim Mi-Young, Jung-Su (dia salah satu dari Key, Taemin, Minho atou Jonghyun), Onew, Key, Minho, Jonghyun.
Support Cast : Kim Mi-Sun (ummanya Kim Mi-Young), umma dan appanya Jung-Su *yang laen nyusul*
Length : Sequel rating
Genre :Romance and friendship
Rating : PG-13
Summary : Ini cerita tentang Kim Mi-Young yang mempunyai sahabat kecil bernama Jung Su. Mungkin dari luar terlihat seperti Jung Su yang selalu dikerjai Mi-Young tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sehati. Tapi apa jadinya kalau mereka berpisah? Mungkinkah keputusan Mi-Young bersekolah di Shining school *sekolah yang agak aneh* dan terdapat 5 shining star bisa mempertemukannya dengan Jung Su? Check it out! <3 <3

AUTHOR POV

“Aigoo..ntung aja bagasinya bisa terbuka dan engga terkunci otomatis, tapi Jinki kliatan masi kepanasan! Aissh.. biarin aja, salah sendiri mau ikut!” gumam Kim Mi-Young sambil menatap muka anak laki-laki disampingnya, sedikit cahaya yang berasal dari bagasi yang dibukakan menerpa wajah Jinki yang terlihat bermandikan peluh keringat.

“Kim Mi-Young, Mianhae... please don’t angry with me..I just very happy because I meet you, and I want around with you for a lot of time ” Jinki kliatan merasa bersalah, ia memeluk kotak biolanya lebih erat. *waduuuuhhhh,,, kalo Jinki yang ngomong gtu ke Author, bisa-bisa author berpaling dari Key>,
Kayaknya dia emang bener2 ketularan orang asing, masa ngomongnya terus terang gitu? Pikir Kim Mi-Young sambil mengintip ke luar, kali ini ia baru melewati incheon supermarket tempat biasa ibunya belanja. “Ok, I forgive you, but for now YOU DON’T DISTURB ME, and when this car stopped YOU MUST GO BACK WITH TAXI , you have money, haven’t you?”

“I have money but...please I want help you” Jinki memohon sambil memberi pandangan puppy eyesnya, kyeoptaaa bgt!

“Emang dia bisa ngebantu apa?” gumam Kim Mi-Young, Jinki yang tidak mengerti bahasa Korea hanya menaikkan alisnya

“Hey! Look! Are we enter the hospital?” Seru namja itu tiba-tiba sambil menunjuk ke arah bangunan besar putih yang dimasuki oleh mobil yang membawa mereka.

“Nee..”Kim Mi-Young kembali melihat keluar dan benar ternyata mobil yang mereka tumpangi memasuki pelataran parkir Baekje Hospital dan sesaat kemudian mobil berhenti, dengan segera Kim Mi-Young menutup kembali bagasinya sebab dia mendengar suara seseorang mendekati bagasi, Mi-Young dan Jinki bisa merasakan ada tangan-tangan yang perlahan bersiap membuka garasinya, membuat jantung kedua anak itu berdebar lebih cepat.

“Shht...... close your big mouth Jinki!” dalam kegelapan gadis itu berbisik ke namja cilik yang berbaring di sebelahnya, seketika itu pula Jinki menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya *haduuhhh.. maksudnya kan disuruh diem, bukan nyumpal mulut sendiri, author geleng2 kepala*

“Eh, honey” terdengar suara ibunya Jung-Su “baju-bajunya Jung-Su ditaruh di dalam kok, biar gampang masukinnya.

“Oh...” jawab seorang namja bersuara serak, Kim Mi-Young merasa jari-jari yang hendak membuka bagasinya telah terangkat, membuat yeoja itu lega , setelah dirasakan suara langkah kaki menjauh dari bagasi, yeoja cilik itupun membuka sedikit bagasi dan melihat di hadapannya dua orang, yang pertama seorang pria tinggi berkacamata dan kelihatan sudah tua sedangkan yang lainnya seorang yeoja berambut ikal dan panjang, berkulit putih dan langsing, dan cantik tapi wajah yeoja itu tampak suram. Jelas mereka adalah umma dan appanya Jung Su

“Jung-Su... dia tadi pagi kambuh lagi...”

“DEGG” Kunang bisa merasakan tubuhnya menegang ketika mendengar nama temannya lagi, sekarang..sekarang dia bisa mengetahui semuanya

“OMMO??!!!! TERUS SEKARANG DIA GIMANA?? Wae?! Kenapa enggak kasih tahu aku??? Appa?!” Kim Mi-Young dapat mendengar wanita itu mulai menangis “Mwoo? KALAU DIA PERGI TERUS AKU GAK ADA DISISINYA ?!!”

“Yeobo, Jung-Su yang minta, dia bilang belum saatnya dia mati” jelas suaminya lembut “dia udah baik lagi kok, sudah dipindahkan ke ruang inap lagi, oh ya dia menanyakan seseorang namanya Kim Mi-Young, siapa ? chingunya”

“Kim Mi-Young? Dia juga menanyakan terus padaku, Kim Mi-Young itu teman sekelasnya, tapi sayang anak-anak dilarang masuk ke bangsal anak kita”

“Kekekeke...” Kim Mi-Young mendengar lelaki itu mencoba tertawa “Yeojachingunya Jung Su? Atau Jangan-jangan cinta pertama anak kita ya ?”

“sruff... juga mungkin cinta terakhirnya ya?!” balas yeoja itu getir

“Nee,,, ayo kita ke apotik, setelah itu kita jaga Jung-Su, ruang inap yang ditempati sama dengan kemarin kok, ruang polkadot-polkadot itu, habis Jung-Su suka banget ngeliat ikan-ikan terbang terus kalau malam masa dia bilang bakal ada ikan yang bercahaya”

“Ruang polkadot, ikan terbang, ikan bercahaya?” gumam Kim Mi-Young ketika ia dan Jinki sudah keluar dari dalam bagasi. “Ah, aku tahu, di RS ini kan ruang perawatan anaknya dicat dengan motif polkadot, aku pernah liat di tv, *terus ikan terbang pasti maksudnya layangan ikan raksasa kan kemarin ada festifal layangan, tapi ikan bercahaya?”

“Kim Mi-Young, are u ok?”

“C’mon Jinki, mission for looking my friend, Jung-Su is begin!”

Kim Mi-Young pun menarik tangan Jinki, dan kedua anak itu masuk ke rumah sakit dengan menyelinap di kerumunan ibu-ibu untuk sampai ke lift dan masuk. Sebelumnya yeoja itu telah melihat denah rumah sakit dan langsung mengingatnya.

“c’mon Jinki pabo! The adventure must go on!” yeoja itu agak kesal melihat kawan barunya yang malah bengong melihat Kim Mi-Young keluar dari lift, tapi kemudian ia mengikuti yeoja mungil itu.

“Ok! But you’re not say, where we will go?”

“ To my friend, but I don’t know where he’s room” Kim Mi-Young menatap jendela yang tampaknya baru dibersihkan, sebab pemandangan di luar kelihatan begitu jelasnya

“Wow, this is a beautiful lake!” Gumam Jinki

“Ada jembatan juga eh tunggu, jembatan dan bayangan jembatan itu membentuk gambar ikan! Oya, kalau malam kan jembatan itu setiap tiangnya besinya diterangi lampu, kan dipasang lampu, jadi tampak seperti ikan bersinar, lalu lampu bulat besar dekat jembatan jadi matanya!! Jinki, I know he’s room! Pokoknya yang menghadap ke arah jembatan dan depan lampu besar”

*Chingu yang belum ngerti bisa lihat di gambar yg author taggin bareng note ini*

“Kim Mi-Young, shtttt there are a nurses walking around here! You must blind!” Jinki mendorong Kim Mi-Young ke balik meja, dia sendiri tetap diam ditempatnya.

“EE eh,,, ada namja cilik, neomu kyeopta!, pipinya chubby seperti bakpao” seorang suster langsung tertarik “ Kamu tersesat ya?”

“Wah cakepnya!!! Dimana orang tua mu sayang?!”

“Jangan ganggu dia” kata suster terakhir “ehh,, nama kamu siapa?”

“Lee Jinki imnida...”Jinki terus bicara, walau cuman sedikit bahasa korea yg dibisanya, tapi matanya memberi kode pada Kim Mi-Young untuk segera pergi ”....I will wait on the lobby.....”

Kim Mi-Young mengedipkan matanya, iapun menyelinap ke ruang sebelahnya yang tampak hening

“Ctrek...” dengan pelas tapi pasti Kim Mi-Young masuk ke dalam kamar yang ternyata kamar VIP. Hembusan AC langsung menyapanya,

Apa aku salah kamar? Ruangan ini tampaknya hebat sekali, pikirnya ragu sebelum melihat ke arah di balik tembok dimana ranjang pasien berada. Setahu Kim Mi-Young, keluarga Jung-Su sangat sederhana rasanya agak mustahil menyewa kamar yang sebagus dilihatnya. Tiba-tiba ia mendengar suara dari balik dinding...

“Tuhan... aku ingin banget ketemu chingu ku, Kim Mi-Young, Tuhan tolong kabulkan, amin!”

“JUNG-SU!” segera saja Kim Mi-Young menghampiri seorang namja yang sedang terbaring lemah di ranjang pasien

“Mi-Young?” seorang anak lelaki kurus, berkulit putih dan bermata tajam yang sedang terbaring di tempat tidur menekan tombol agar sandaran tempat tidurnya agak tinggi, ia terlihat tak percaya dengan pandangannya “Ini beneran kamu?”

“Nee...Kamu sakit apa? Ummaku bilang kalo kamu kena Leukimia, apaan tuh? Emang kamu maen sama bahan2 kimia ya? Terus kok ga ada kabarnya? Chingu-chingu yang lain nanyain kamu terus” yeoja itu memegang dahi dan leher Jung-Su “Wae??...apa yang sakit? Agak panas ya badanmu?”

“daripada itu, gimana bisa kamu kesini? Bukannya anak kecil gak boleh masuk?”

“Jung-Su...”

“Oya gimana kabar chingu2 lainnya?”

“Andwee..Burung biru, kamu belum jawab pertanyaan aku!” Kim Mi-Young memperhatikan infus di tangan kanan Jung-Su, selain itu tampak beberapa bekas suntikan di lengan kurus anak itu.”chingu-chingu yang lain baik-baik aja, tapi mereka khawatir sama kamu”

“jal jinaepida, kamsahamnida..! “ ( baik-baik saja, terima kasih ), oh iya aku ingat, nee.. ambilkaan tasku yang hitam, yang depannya gambar power rangers”

“Ini??..”Mi-Young menyodorkan tas yang diambilnya

“Nee...Harusnya ada disini” Jung-Su mengaduk-aduk isi tas gendongnya, akhirnya ia mendapat sesuatu yang dicarinya “Nah, sekarang kamu merem dulu ya!”

“Aishh...Kamu mau ngerjain aku?”

“Mana berani ngerjain tuan putri Kim Mi-Young! Sekali aja!”

Akhirnya Kim Mi-Young setuju, ia memejamkan matanya, yeoja itu bisa merasakan kedua tangan Jung-Su melingkar di lehernya, hingga.

“Nah, sudah kok! Coba lihat! Bagus kan?”

“Kalung?” Kim Mi-Young mengamati sebuah kalung yang telah melingkar di lehernya, liontin kalung itu berbentuk burung merpati kecil berwarna biru, mau tak mau yeoja kecil itu terpesona.

“Itu didapet dari ahjumma ku dari Eropa, Cuma satu di seluruh dunia, katanya liontinnya bisa menyerap ketidakbahagiaan, jadi kalo Mi-Young lagi sedih, pegang erat aja liontin ini sambil mendekatkannya ke dada ntar perlahan, wush!!!! Ilang deh ketidakbahagiaan ntu, gimana? hebat kan kayak sihir”

“Ini sihir?..” Kim Mi-Young tersenyum walau agak sangsi.

“Harus percaya lo! Kalau enggak, gak bakal manjur. Oya ajaibnya kalo batu liontin ini terkena cahaya matahari warnanya bakal berubah, jadi berwarna merah, warna merah yang paling cocok dengan Kim Mi-Young”

“Jung-Su...wae?? aku jadi gak bisa marah! Asalnya aku mau marah habisnya kamu gak dateng kepantai, terserah deh, tapi aku janji bakal jaga kalung ini baik-baik, makanya kamu juga harus cepet sembuh! Hmm Gomawo..”

“Cheonamaneyo” Jung-Su tersenyum lemah

“Karna kamu uda ngasih aq benda yang sangat bagus, nih buat kamu” Kim Mi-Young menyodorkan cangkang keong laut besar nan indah yang Jung-Su tahu sangat berharga bagi Kim Mi-Young karena diberi oleh ayahnya.

“Anniyo,,, ini kan sangat berharga buat kamu”namja cilik itu memegang tangan Mi-Young yang mengepal cangkang keong iitu dan mendorongnya ke arah yeoja itu sedangkan tangan kirinya yang bebas mengacak-acak rambut panjang dan lurus Mi-Young digeraikan.

“tapi aku ingin kamu yang nyimpen, benda berharga ku lebih tepat disimpan oleh orang yang tepat, nah... kalau kamu kesepian, coba deh dekatkan cangkang itu ke telingamu jika kamu beruntung, kamu bisa mendengar suara laut” Mi-Young ngotot dan menyodorkannya kembali sambil menggeleng, tanda dia tidak menerima penolakkan.

“Aku tahu, gomawoyo ya Kim Mi-Young” Jung-Su berkata sungguh-sungguh, rasanya saat itu dia benar-benar hidup. Kim Mi-Young bagai sumber cahaya bagi dirinya yang tidak pernah padam. Ia bertekad akan cepat-cepat mengalahkan penyakitnya dan selamanya bersama sahabatnya.

“Oya burung biru, hmmm... “ Kim Mi-Young memperhatikan wajah Jung-Su seperti sedang menilainya.

“Wae?? Eh... emang kenapa sama...” Jung-Su tak mampu berkata saat Kim Mi-Young tiba-tiba mencium pipi kanannya, rasanya ada desir halus di relung hati Jung-Su, ada sesuatu yang hangat melingkupi dirinya, ada suatu perasaan aneh dan asing yang belum pernah dirasakannya.

“Aku liat di tv, waktu si namja ngelamar yeojachingu nya di rumah sakit dia nyium pipi yeoja itu, namja itu jago masak, dia bilang ke yeoja itu kalo mau jadi istrinya, tiap hari dia bakal masakin yang enak-enak”

“Lalu?”

“Nee..Mau engga suatu saat kalo kita udah gede, kamu nikah sama aku dan masakkin aku yang enak-enak tiap hari?”

Seorang yeoja melamar? Jung-Su memang sudah biasa melihat tingkah aneh Kim Mi-Young, tapi ini yang paling aneh. Nikah berarti setelah dewasa dia bisa terus bersama-sama Kim Mi-Young dan itu yang memang diinginkan Jung-Su, maka tanpa ragu namja itu menganguk

“Nee.. aku mau”

“Makanya.. kamu harus sembuh, arraseo? Kalo engga.. “ Mi-Young merasa lidahnya kelu, ia bisa merasakan air matanya mengalir “pokoknya kamu harus sembuh dan menikah untuk selalu memasakkan makanan untukku.. lihat pabo, kau sampai botak begini!”

“Arraseo” ia pun memegang tangan yeoja cilik didepannya dan mencium tangannya.


_End of author POV_

_Jung Su POV_


Aisshh... lagi-lagi yeoja ini membuatku terkejut, aku hanya memperhatikan dia yang sibuk bercerita., aku tidak tahu dia bercerita apa? Seluruh indra ku hanya terfokus pada sahabat ku ini. Andwee... kenapa hari ini dia membuatku ga bisa melepaskan pandangan darinya? Padahal beberapa hari ini rasanya aku bisa gila karena rasa sakit yang aku rasakan. Kalau leukimia ku kambuh, rasanya dada ini seperti diiris-iris pisau, pedih, sakit. Tapi akhirnya hari ini, aku dapat bernafas lagi...apa ini semua gara-gara magic yang ditimbulkan chingu ku, Kim Mi Young??


I’m entranced by your long, straight hair
I feel dizzy when you pass me by
Whenever that happens
I want to call out your pretty name
Like this

Sometimes when you’re sad
I don’t know your feelings
During then, I kiss you
I kiss your small hand
If it makes you feel better
I would do it several times

Call me, my name
Today is exactly your day
I’ll do anything for you
I want to give you a small gift


That only I can give to you
I’ll run to you now and confess

Your Name_SHINee
_End of Jung Su P.O.V_

Author P.O.V
“Andwae!, udah jam segini, aku pasti dicariin kalo pulang telat, besok aku bakal kesini lagi”

“Kim Mi-Young” Jung-Su memegang tangan Kim Mi-Young yang hendak beranjak “Mianhae aku gak dateng ke pantai, sebenarnya aku ingin sekali”

“Gwenchana, tapi lain kali kita harus buat istana pasir lagi ya! Janji loh! Bulan depan kan ulang tahun aku, kita udah janji tiap ulang tahun aku kita bakal maen di pantai seharian!” Kim Mi-Young tersenyum manis, senyum yang sangat disukai Jung-Su, tapi kali ini rasanya ia tidak bisa membalas senyum anak perempuan itu”

“Kim Mi-Young!” seseorang memanggilnya sambil berbisik, ternyata Jinki yang datang, namja imut itu menatap Kim Mi-Young dan Jung-Su bergantian, hampir saja rasanya jantung yeoja itu copot saking kagetnya “His parents coming! And a doctor too”

Kim Mi-Young menatap Jung-Su yang terlihat kecewa sambil mengacak-acak rambut Jung-Su yang hampir botak.

”ya udah aku harus pergi, take care, jangan nangis, besok aku datang lagi!”

“Tidak ada dalam sejarah kalau Jung-Su menangis” ucap Jung-Su dengan suara parau sambil menatap punggung Kim Mi-Young yang menghilang menjauhinya, dan akhirnya lenyap, ia pun mengalihkan pandangannya pada sebuah brosur rumah sakit di Amerika yang tadi ia sembunyikan. “Kim Mi-Young, mianhae, aku belum bisa memenuhi janji tapi suatu saat, aku sendiri yang akan menemukanmu”

Sementara itu Kim Mi-Young terdiam sebentar di depan pintu kamar Jung-Su, kenapa ya kakinya berat untuk melangkah? Rasanya ada yang salah. Seketika itu tangannya refleks memegang erat liontin burung biru yang dikenakannya.

Gwenchana... Burung biru akan baik baik saja...

Apa karena memang benar liontin itu seperti yang dikatakan Jung-Su atau bukan, rasanya hati yeoja kecil itu sedikit tenang, ia pun tidak menolak saat Jinki menarik tanganya untuk keluar dari rumah sakit itu.

Besoknya Kim Mi-Young tidak dapat menemukan Jung-Su di rumah sakit, karena temannya itu telah pindah. Jinki juga telah kembali ke Inggris membuat yeoja itu merasa sangat sedih. Tapi ia yakin, suatu saat pasti akan bertemu lagi dengan teman-temannya itu. Lagipula Jung-Su sudah berjanji, dia pasti menepati janjinya.

TBC

Kepanjangan ya chingu?? haa haa.. emang aq rencana mw ngabisin cerita kecilnya Mi-Young, Jinki dan Jung Su disinihh hohohho, selanjutnyaaahh..sampe ketemu di SHINING SCHOOL SELANJUTNYA!! *PART SELANJUTNYA DI SHINING SCHOOL LOHHH*<-- promosi, ada KEY nyah, KEY!!!!!!!!! oalaaaaaaaaaa akhirnya namjachingu ku muncul juga ntar*plakk

Tenang,,, tenang diberikutnya juga da Jjong, Taemin, Minho dan Onew.. =DD,, tp nggag janji di part 3 *dihajarblingers, taemints, flamers dan mvp*

Gimana chingu? gaje? Mianhae *bow* harap maklum, suda lama ngga bikin ff =,=
Mian juga grammarnya ancur, b.Inggrisnya jarang dipake =,= *setiap hari gaulnya sama etanol dan eter, lebehh..*
NO BASH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar